[Fan Fiction] Romance City#1

romance city

Author       : Jung Hye Rim

Main Cast  : Lee Donghae, Choi Eunji

Kim Ryeowook, Shin Yeonmi

Cho Kyuhyun, Kim Jae In

Lee Hyukjae, Lee Hyunmi

Kim Jong Woon, Park Soo Young

Genre        : Romance, Married Life, Sad

Length       : Chaptered

Disclaimer  : This FF is Real,, Semuanya asli dari otak author. Don’t PLAGIAT and Don’t BASHING Me, Jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat dll.. maka hanya sebuah kebetulan belaka..

======Happy Reading======

Bahagialah bagi orang yang mengerti akan arti cinta,
Karena Cinta itu akan memberikan warna bagi kehidupannya
Cinta yang teramat besar kadang dapat membuat kita
tak bisa mencintai lagi.”

PERNIKAHAN..”

Gadis itu menghela nafasnya berat memasuki sebuah rumah yang akan menjadi tempat tinggal barunya bersama seorang pria yang baru saja menikahinya, ya.. akhirnya kata keramat ‘pernikahan’ itu baru saja dilakukannya, suatu hal yang sangat ia tidak sukai. Kenapa? Karena pernikahan hanya dilakukannya sekali dalam seumur hidupnya, dan itu harus membuatnya berfikir lebih keras untuk memilih pria mana yang akan menikahinya kelak.

Tapi rupanya semua berjalan begitu cepat tanpa diduganya, appanya ternyata sudah menyiapkan seseorang yang akan menjadi suaminya, dan disinilah dia sekarang.. berada dirumah mewah pemberian orangtua nya dan akan hidup bersama pria pilihan appanya, bukan dirinya..

Gadis itu –Choi Eunji- mendudukkan tubuhnya di sofa taman belakang, menatap langit seoul yang sudah sangat gelap namun tetap terlihat indah karena ada banyak bintang yang menghiasinya, ia tersenyum melihat keindahan langit itu, hari ini langit begitu cerah. Batinnya.. namun tidak dengan perasaannya sekarang..

Angin malam bertiup begitu tenang namun masih terasa dingin baginya yang masih menggunakan dress pengantinnya, perlahan ia memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang tenang itu berusaha menetralkan pikirannya yang tengah kacau agar bisa lebih baik.

Sesaat kemudian ia membuka matanya saat merasakan seseorang menyelimutinya dengan jas yang dipakainya, ya.. siapa lagi kalau bukan pria yang baru saja  resmi menjadi suaminya itu.

“kau tidak tidur?” tanya pria itu membuka suaranya, eunji tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan pria itu barusan.

“tidurlah.. ini sudah malam, bukankah kau lelah?” titah pria itu, ya.. pria ini benar ia sudah lelah bahkan sangat lelah untuk semuanya, tapi entah mengapa ia sendiri belum ingin memejamkan matanya dikasur dan tidur dengan tenang, sesuatu masih mengganggunya..

Eunji masih terdiam tidak menjawab perkataan yang barusan dilontarkan oleh –Lee Donghae- suaminya ini, ia justru kembali menatap indahnya langit seoul seakan akan ia mengabaikan pria yang sudah berada disampingnya..

“eunji-ssi”

Gadis itu memutar kepalanya menengok kearah pria itu yang baru saja memanggilnya, dilihatnya pria itu yang tengah menundukkan kepalanya ragu, eunji mengernyitkan kepalanya heran, apa ada yang salah dengan pria ini?

“kau tau ini hanya sebuah pernikahan yang terjadi karena perjodohan bukan?” tanya pria itu sembari mendongakkan kepalanya menatap eunji yang juga tengah menatapnya bingung, eunji mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan donghae barusan..

“jadi aku memintamu untuk bersikap biasa saja ketika aku masih mengencani kekasihku..”

Eunji membulatkan matanya mendengar ucapan donghae barusan, ya.. ia memang tahu pernikahan ini dimulai karena perjodohan dan ia sendiri tidak menyetujuinya, tapi mendengar perkataan donghae barusan ada sedikit perasaan tidak rela menyelimutinya, terlebih pria ini sudah sah menjadi suaminya, yang sudah berjanji untuk tidak menyakitinya..

Tunggu!! Kenapa ia berfikir bahwa pria ini menyakitinya? Apa ia memiliki perasaan pada pria ini? ayolah.. itu tidak akan terjadi..

“dan kau juga boleh kembali pada pria yang kau cintai..” sambung donghae ketika menyadari perubahan raut wajah eunji, ia sendiri bingung harus bagaimana. Pernikahan ini terjadi begitu saja membuat dirinya dengan orang yang begitu amat ia cintai berpisah dengan mudahnya, dan donghae tidak meginginkan itu, rasa cintanya masih terlalu besar untuk melepaskan gadisnya walaupun sekarang ia sudah beristri. Karena menurutnya hati ini masih milik gadis itu dan belum pernah beranjak pada gadis lain..

Eunji menundukkan kepalanya bingung, antara iya dan tidak ia menerima semua perkataan donghae barusan, tapi bukannya ia seharusnya merasa senang? Karena masih bisa hidup dengan bebas tanpa terikat dengan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri? Suatu hal sangat tidak disukainya itu..

Egonya jelas jelas menerima.. tapi entah mengapa hati dan pikirannya menolak begitu saja..

“arraseo..” ucapnya untuk yang pertama kali sejak tadi, pria itu tersenyum yang entah mengapa menyebutnya sangat manis, kemudian pria itu berdiri dan mengusap ujung kepala eunji sedikit kasar karena begitu senang, apa donghae sebahagia itu?

Ia menatap punggung donghae yang berjalan menjauh meninggalkannya masuk kedalam rumah barunya, dan ia sendiri masih ingin bersantai disini, pikirannya semakin bertambah kacau lagi sekarang..

Ia memejamkan matanya, dan didapatinya sebuah aroma parfum klasik dari sesuatu, ia pun membuka matanya perlahan dan benar saja.. jas pria itu kini masih dengan hangat menyelimutinya, pantas saja ia tidak merasakan kedinginan yang teramat sangat, ia tersenyum dan justru semakin membuat jas itu menghangatkan tubuhnya mencium aroma parfum yang entah mengapa tiba tiba menjadi sesuatu yang  sangat disukainya..

[Romance City]

Seorang gadis berjalan dengan hati hati menuju sebuah café dekat rumahnya matanya tak henti hentinya mencari dan mencari seorang pria, matanya reflex membulat lebar ketika melihat pria yang dicarinya tengah duduk di salah satu café dan sepertinya sedang menunggu seseorang, antara senang dan bingung ia harus bagaimana, hatinya begitu sangat merindukan pria yang sedang dicarinya ini. tak ingin kehilangan jejaknya lagi gadis itu buru buru duduk disalah satu kursi yang terdapat café tersebut tanpa memperhatikan kursi yang ia tempati sudah dimiliki seseorang atau belum..

Ia tersenyum senang melihat pria yang sedang duduk disalah satu bangku itu, seorang pria yang memang tidak terlalu tinggi namun berbadan yang sangat bagus serta wajah yang begitu tampan, yang ternyata sudah dicintainya sejak dulu, tapi hanya seperti ini yang bisa ia lakukan untuk orang yang dicintainya, melihatnya dari kejauhan tanpa bisa merasakan cintanya..

Shin Yeonmi –Gadis itu- mendesah pelan mengingat itu semua, ia hanya bagaikan orang bodoh yang bisa bisanya menyukai –Lee Donghae- yang bahkan sekarang sudah beristri, menyakitkan bukan.. mungkin seperti inilah hidup ada sesuatu yang tak bisa kita miliki walaupun kita sangat ingin memilikinya, dan ia mengalaminya, ia tak bisa memiliki cinta dari pria itu walaupun ia sangat ingin, cinta dari seorang pria yang disukainya, pria tampan yang sudah menjadi temannya selama 4 tahun lamanya, pria yang selalu menyakitinya dengan cerita cerita mengenai seorang gadis yang disukainya, itu semua menyakitkan.. 4 tahun menahan perasaannya adalah hal bodoh yang dilakukannya, tapi bagaimana lagi? Ia hanya bisa melakukan itu..

Yeonmi lagi lagi mendesah pelan ketika melihat seorang gadis yang jauh lebih cantik darinya datang menghapiri pria itu, ya.. lagi lagi hal ini menyakitinya, seharusnya ia pergi menghindari banyak hal yang akan menyakitinya lagi, tapi kakinya begitu berat untuk meninggalkan ia sangat merindukan pria itu, caranya tersenyum, bahkan tertawa.. yeonmi merindukan pria itu, temannya yang sekaligus juga sudah menjadi sahabatnya, lagi pula ia sudah terbiasa dengan semua itu, bahkan ia juga menghadiri pesta pernikahannya kemarin dan langsung memberikannya ucapan selamat..

Ia mengerutkan dahinya pelan ketika menyadari gadis yang donghae temui bukanlah gadis yang kemarin dinikahinya, tapi seorang gadis yang dulu pernah dicintainya, seorang gadis yang selalu diceritakan oleh donghae padanya, ada apa dengannya? Apa ada masalah dengan istrinya?

“annyeong agasshi.. anda mengganggu konsentrasiku..” ucap seorang pria menyadarkannya, ia menolehkan kepalanya cepat melihat seorang pria yang sedang bersama laptop dan urusan perkerjaan lainnya yang sama sekali tidak dimengertinya, malu tentu saja mengingat sifat ceroboh yang ia miliki. Gadis itu merutuki dirinya sendiri yang tidak hati hati memilih tempat duduk, bisa bisa nya ia duduk ditempat yang sudah ditempati seseorang? Aigoo betapa cerobohnya ia..

Ia mengumpat dalam hati, dan memutarkan otaknya mencari alasan yang membuat dirinya tidak akan terlalu malu..

“mian.. tapi anda yang mengganggu konsentrasi saya..” ucapnya tanpa sadar, lagi lagi ia merutuki dirinya sendiri karena berbicara seenaknya, bagaimana ia akan menhadapi pria ini setelah ini?

Pria itu membulatkan matanya tidak percaya “mwo? Mianhae agasshi.. aku yang sudah menduduki tempat ini lebih dulu..” ucap pria itu berusaha menahan emosinya, tapi rupanya gadis yang dihadapannya ini masih terlalu keras kepala. Tapi bagaimana pun juga pria ini tidak mungkin akan mengalah pada seorang gadis begitu saja bukan?

“mianhae ahjussi.. tapi kali ini aku sangat sedang malas untuk berdebat dengan seseorang, jadi anda bisa memilih tempat lain untuk diduduki..” ucap yeonmi dengan senyum angkuh dibibirnya, ia terlalu keras kepala untuk seorang gadis yang terlihat masih polos seperti ini..

“mwo?! Ya!! Aku ini masih terlalu muda untuk dipanggil ahjussi..” ucapnya tidak terima, bagaimana bisa ia dipanggil ahjussi seperti ini, benar benar gadis yang kurang sopan..

Bukannya meminta maaf gadis itu malah menyengir kuda menjawab perkataan pria yang didepannya ini, ingin tertawa sebenarnya melihat ekspresi wajah pria itu yang terlihat begitu menggemaskan menurutnya tapi ia menahan tawanya bisa malu ia jika tertawa disini seenaknya, tapi jika dilihat lihat pria ini memang masih terlalu muda untuk dipanggil ahjussi begitu imut.

“kalau begitu silahkan ahjussi pergi dari sini..”

“mwo?! Ya! Aku masih terlalu muda.. dasar ahjumma cerewet.. seharusnya anda ahjumma..”

“mwo?! Shirreeo!! Aku tidak akan mengalah pada pria begitu saja..”

“ya!! Dasar ahjumma menyebalkan!!”

“apa kau bilang?!”

“ahjumma menyebalkan..”

Ia mendengus kesal mendengar pria yang berhadapan dengannya, sikapnya egois memang tapi ia memang tidak ingin pindah dari tempat ini, sesaat ia mengabaikan pria yang dihadapannya yang tengah menatapnya kesal dan beralih melihat seorang yang memang menjadi tujuannya, namun sesaat matanya kembali mencari cari dimana pria itu berada, baru saja ia mendapatkannya ia sudah kehilangannya lagi hanya sesaat tak memperhatikannya, benar benar miris hidupnya..

“ya!! Gara gara kau aku kehilangannya lagi..” ucapnya lalu dengan cengengnya ia mengeluarkan air matannya sia sia, pria yang dihadapannya hanya bisa mengernyit heran dan bingung menatap gadis didepannya ini, apa ini hari sialnya sehingga bertemu dengan gadis aneh sepertinya? Baru saja gadis itu bersifat keras kepala dan tidak mau kalah sekarang sudah menangis seperti anak kecil yang tidak sedang bersama ibunya.. aigoo apa ada yang salah dengan gadis ini?

“aishh.. yak!! Memangnya kau kenapa? Jangan mempermalukanku disini eoh?!” ucapnya bingung harus berbuat apa, gadis ini cengeng atau bagaimana?

Yeonmi menghentikan tangisnya saat menyadari hal yang dilakukannya ini begitu memalukan, lagi lagi ia merutuki dirinya sendiri yang dengan enaknya berlaku konyol ditempat umum dan bahkan didepan seorang pria yang tidak dikenalnya, benar benar memalukan.. ini selalu terjadi padanya kadang sifat kekanak kanakannya itu tiba tiba saja muncul disaat yang tidak tepat seperti ini..

“mianhae.. aku harus pergi..” ucapnya sambil membungkuk memberi hormat, dan langsung meninggalkan pria itu.

Sedangkan pria itu ia menatap punggung gadis itu “changkaman..” ucapnya, yeonmi menoleh sebentar menatap pria itu “apa kita akan bertemu lagi?” tanya pria itu tanpa sadar, yeonmi  menatap pria itu seakan akan terkejut kemudian tersenyum..

“entahlah..” jawabnya lalu meninggalkan pria itu

[Romance City]

Seorang gadis duduk menyendiri disebuah kursi area lapangan basket, hanya sendiri ia berada disana dan hanya ditemani oleh sebuah buku yang memang sedang dibacanya, membaca sebenarnya bukanlah tujuan utamanya ia berada disini, hanya saja ada seorang pria yang sangat ingin dilihatnya.. pria yang entah sejak kapan sudah memasuki hatinya dan dengan bodohnya ia sulit untuk mengusirnya. Ini pertama kalinya ia merasakan hal bodoh seperti itu, gadis yang terbilang cuek pada segala hal dan bahkan tertutup dengan apapun rupanya bisa berubah hanya demi menyukai seseorang.

Gadis itu –Kim Jae In- perlahan melirik seseorang yang tengah bermain basket sendirian, seperti itulah yang selalu dilakukan oleh pria itu, sepulang sekolah pria itu selalu menyempatkan waktunya untuk bermain basket dan melatih kemampuannya, dan itulah yang membuat jae in seperti ini.

Tapi menyukai seseorang memang tak sebahagia dan semudah yang dibayangkan ia harus rela bahkan terpaksa diam ketika melihat seseorang yang kita sukai disukai orang lain bahkan menyukai orang lain, jae in hanya bisa diam memendam perasaannya dan menguburnya dalam dalam, ketika menyadari pria itu banyak yang menyukainya, ia hanyalah sebagian kecil orang yang menyukainya, tak bisa berharap seperti orang orang lain yang bahkan mungkin lebih cantik darinya, jangankan berharap untuk memiliki cinta pria itu harapan dirinya yang hanya ingin dikenal oleh pria itu saja tidak mungkin..

“hh~ akhirnya ia selesai juga..” ucapnya pelan, ketika melihat pria yang sedari tadi dilihatnya juga mengakhiri permainannya, ia berjalan meninggalkan tempatnya disaat pria itu juga yang sduah meninggalkan lapangan, seperti ini lah setiap harinya, tapi dengan bodohnya walau hanya seperti itu ia merasa senang, melihatnya dari kajauhan adalah hobi barunya..

Ia melangkahkan kakinya hendak kekelasnya mengambil barang barangnya dan kemudian pulang, namun seseorang yang sedang berlari dengan buru buru menabraknya hingga buku yang berada ditangannya terjatuh, beruntung tubuhnya juga tidak ikut terjatuh karena tabrakan yang dibuat oleh anak anak nakal itu..

“ya!!” teriaknya tanpa sadar, dan orang yang menabraknya berhenti namun tidak dengan teman temannya yang malah berlari tanpa meminta maaf, pria itu membalikkan tubuhnya dan menatap jae in merasa bersalah, sedangkan jae in ia malah sibuk mengatur ekspresi dan degup jantungnya yang sudah berdebar tidak karuan saat melihat pria itu..

Tanpa banyak bicara jae in langsung mengambil bukunya dan tanpa sadar pria itu juga melakukan haal yang sama dengan jae in, pria itu membantunya.

Duk!!

Kepala mereka tanpa sengaja terbentur pelan, membuat mereka langsung bertatatapan dan kemudian pria itu terkekeh pelan terlebih melihat ekspresi gadis itu yang menurutnya lucu..

“ige..” ucap pria itu memberikan bukunya, jae in tersenyum lalu mengambilnya dan kemudian kembali berdiri dan membungkuk berterima kasih “kamsahamnida..” ucapnya lalu meninggalkan pria itu..

“kyuhyun.. cho kyuhyun imnida..” ucap pria itu dengan tiba tiba yang mampu membuat langkah jae in berhenti, jantungnya tiba tiba saja semakin berdegup tidak karuan mendengarnya, pria itu memperkenalkan dirinya, ahh.. betapa senangnya ia hari ini..

Tapi karena malu ia tidak membalikkan tubuhnya dan memperkenalkan dirinya, ia justru kemali meneruskan langkahnya meninggalkan pria yang bernama –Cho Kyuhyun- itu..

[Romance City]

-Kim Ryeowook- menghela nafasnya berat ketika mendengar ocehan eommanya yang menurutnya sangat membosankan itu, bagaimana tidak? Eommanya ini selalu saja mencampuri hidupnya mengenai wanita, ya.. selama ini ryeowook memang belum memiliki kekasih, dan akibatnya eommanya dengan seenaknya menjodohkannya dengan gadis yang dipilihnya, semacam kencan buta.. namun sekalipun ryeowook belum pernah menerima semua gadis yang eommanya berikan, ia hanya tidak suka diatur masalah percintaannya, lagi pula ia hanya ingin melajang dulu sementara sebelum ia mendapatkan calon yang baik.. itu saja..

Dan sekarang.. eommanya berniat menjodohkannya lagi dengan gadis lain yang katanya lebih cantik serta baik.. setahu ryeowook eommanya selalu bilang begitu jika ingin menjalankan misinya, membuat ryeowook semakin tidak menyukainya..

“besok temui dia di café______”

“eomma.. tak bisakah kau berhenti? Aku akan menikah.. tapi nanti setelah aku mendapatkan gadis yang benar benar aku cintai..” ucap ryeowook memotong perkataan eommanya, eomma ryeowook hanya tersenyum menanggapi putra semata wayangnya itu, ia hanya ingin cepat melihat putranya itu menikah..

“temui saja dia dulu.. kalau kau tidak menyukainya maka kau boleh menolaknya..” ucap eommanya yang tetap bersikukuh untuk menjodohkan putranya, lagi lagi ryeowook hanya bisa mendesah pelan mendengarnya, eommanya terlalu keras kepala.

“ini yang terakhir eomma.. aku tidak ingin melihat eomma seperti ini..” ucap ryeowook mengalah lalu melangkahkan kakinya meninggalkan eommanya yang masih terdiam diruang tengah, namun sudut bibirnya tertarik mengulas senyum bahagia melihat anaknya yang menerima acara kencan buta ini meskipun tidak diterimanya dengan sepenuh hati.. tapi setidaknya putranya itu menerima. Setiap orang tua memang ingin melihat putranya bahagia dengan gadis yang baik, dan eomma ryeowook ingin memberikan itu semua, ia ingin ryeowook hidup bahagia dengan gadis yang baik pilihannya, tapi entah mengapa ryeowook selalu menolaknya..

Ryeowook memakirkan mobilnya didepan sebuah perpustakaan kota, sebuah tempat yang selalu menjadi kunjungannya setiap kali ia bosan atau kesal seperti ini, tanpa basa basi lagi ia langsung melangkahkan kakinya memasuki perpustakaan itu, ia memang sedikit berbeda dengan pria lain seumurannya yang jika sedang kesal dan bosan akan pergi ke tempat yang begitu menghibur untuk menghilangkan stressnya tapi ia berbeda ia justru akan menghabiskan banyak waktu didalam perpustakaan menambah pengetahuannya dengan membaca buku buku yang terkadang berbau bisnis, bagaimana pun juga ia adalah putra tunggal pemilik KIM Group, dan besar kemungkinannya ia akan menjadi penerus appanya..

Baru saja ryeowook asik memilih buku yang hendak dibacanya seseorang menubruknya dari belakang hingga buku buku yang orang itu bawa berserakan kemana mana, ryeowook yang menyadarinya langsung membantu membenarkan buku buku yang berserakan itu.. belum saja ia meminta maaf apa yang mungkin telah diperbuatnya hingga jatuh orang itu sudah berteriak padanya..

“yak!! Ahjussi meny__”

Belum sempat ia melanjutkan perkataannya ryeowook sudah membungkam bibirnya dengan tangannya, ia mendesah kesal melihat gadis ini lagi, ya.. lagi lagi ia bertemu dengan gadis kemarin yang membuatnya kesal seketika.

“tidak taukah kau ini perpustakaan eoh?” ucapan ryeowook lebih dikatakan sebagai bisikan namun masih dapat didengar oleh gadis itu, perlahan ryeowook membuka tangannya untuk tidak membungkam bibir gadis itu yang sangat cerewet..

Ingin rasanya ryeowook menjitak kepala gadis itu saat melihatnya malah tersenyum bocah, ya… kegiatannya itu persis sama dengan tempo hari, menggelikan namun sangat menyebalkan, bagaimana bisa ia bertemu dengan gadis ini lagi, gadis keras kepala yang entah sejak kapan memasuki pikirannya..

Tak ingin berlama lama bersama gadis ini ia pun segera berdiri “karena itu kau, aku tidak akan membantumu ahjumma cerewet..” ucap pria itu kemudian lalu meninggalkan gadis itu, gadis itu menghela nafasnya sabar, setidaknya ia harus bersikap sabar ditempat ini, lagi pula ia tidak banyak waktu untuk berdebat dengan pria aneh itu, ia harus sesegera mungkin menyelesaikan tugas kampusnya..

Ryeowook duduk di salah satu bangku perpustakaan, dan segera membuka buku yang hendak dibacanya, namun sebelum membaca matanya menangkap gadis tadi, gadis yang ia panggil dengan sebutan ‘ahjumma cerewet’ karena gadis itu yang juga memanggilnya ‘ahjussi menyebalkan..’. Tadinya ia ingin pindah dari tempatnya namun kegiatan gadis itu membuatnya terdiam memperhatikannya..

Entahlah ryeowook mulai penasaran dengan gadis itu banyak pertanyaan yang terlintas dipikiran ryeowook ketika memperhatikannya, gadis yang periang, cerewet, memiliki suara yang sangat cempreng hingga membuat telinga orang sakit ketika mendengarnya, tapi juga gadis yang mudah menangis seperti kemarin. Ryeowook berfikir gadis seperti apa dia?

Ryeowook terkekeh melihatnya, melihat gadis itu yang dengan sibuknya mempelajari buku buku dihadapannya, gadis itu terkadang mengeluarkan ekspresi ekspresi lucu yang membuat ryeowook terkekeh.

Entah apa sebenarnya yang ia pikirkan, ryeowook kemudian beranjak dari tempatnya dan berjalan pelan menghampiri gadis itu yang masih sibuk dengan bukunya, gadis itu menghentikan aktivitasnya kemudian menatap ryeowook yang sudah duduk didepannya dengan tatapan terkejut.

“sebenarnya apa yang sedang kau kerjakan eoh?” ucap ryeowook pelan, ia melihat buku yang sedang dibaca gadis itu lalu tersenyum remeh.. “aish.. ini pelajaran mudah ahjumma cerewet..” ucap ryeowook kemudian, gadis itu membulatkan matanya dan bersiap berteriak, namun kegiatan ryeowook membuatnya mengurungkan niatnya untuk berteriak.

Ryeowook mulai mengajarkan gadis itu matematika, ya gadis itu bodoh dalam hal hitung hitungan, sebenarnya ia membawa buku sebanyak ini untuk mencari rumus yang mudah untuknya mengerjakan tugas tapi hasilnya nihil ia tetap tidak bisa menemukan jawabannya.

“jika bingung, tulis dulu apa yang diketahuinya..” ucap ryeowook dengan nada pelan mengajari gadis itu..

[Romance City]

“eunhyuk-ah.. apa kau sudah siap?”

Tanya seorang wanita paruh baya pada seorang pria yang sedang sibuk merapikan dandanannya didepan cermin, wanita yang merupakan eomma dari pria itu pun tersenyum setelah melihat putra sulungnya yang sudah rapi dengan jasnya, terlihat tampan..

“eomma aku siap..” ucap pria itu menghampiri sang eomma, tanpa basa basi pria itu langsung mengikuti eommanya yang berjalan lebih dulu menuju mobilnya hendak pergi kesuatu tempat, -Lee Hyukjae- pria itu atau biasa dipanggil Eunhyuk pun duduk di mobil belakang bersama eommanya, dan didepannya sudah ada appanya bersama seorang gadis yang merupakan adiknya.

“kita akan pergi kemana eomma..” tanya eunhyuk pelan saat mobil itu mulai berjalan meningalkan rumanya yang terbilang mewah itu.

“mianhae hyukie-ah.. eomma dan appa berniat menjodohkan mu dengan gadis teman appa, kau sudah dewasa dan sudah seharusnya memiliki seorang istri, dia gadis yang baik dan periang, sangat cocok dengan mu..” ucap eommanya dengan senyum yang mengembang.

Eunhyuk mendesah pelan, seharusnya ia sudah tau ini sejak awal mengapa ia harus repot repot berias. Tapi sebenarnya ia tidak terlalu mempermasalahkan keinginan eommanya ini, hanya saja ia terlalu gugup untuk bertemu dengan seorang gadis yang sama sekali belum pernah ditemuinya.

Mobilnya berhenti tepat didepan pekarangan rumah yang begitu besar sama seperti rumahnya, ia pun turun dari mobilnya dan sudah mendapati seseorang yang lebih tua dari appanya sedang berdiri tepat didepan pintu rumah itu, mereka semua termasuk eunhyuk membungkuk memberikan hormat pada ahjussi itu.

“kau membawa kedua anakmu tae woo-ssi..” ucap pria itu saat bertemu dengan Lee Tae Woo ayah kandung eunhyuk.

Mereka semua memasuki ruangan yang begitu besar dan segera duduk di ruang tamu rumah itu, pria yang lebih tua itu menjelaskan semuanya pada euhyuk mengenai perjodohannya, serta berbincang bincang sarat akan pertemuan mereka.

“Lee Hyunmi.. dia adalah gadis yang periang dan ceria, gadis yang tidak pernah bersedih kecuali hal yang ia takutkan benar benar terjadi, gadis penyayang walau memiliki sifat kekanak kanakan, tapi.. semuanya berubah sejak ia ditinggal suaminya..” jelas ahjussi itu yang merupakan kakek dari seorang gadis yang akan dijodohkannya..

Eunhyuk mengernyit heran mendengar kata ‘suami’ dari perkataan kakek gadis itu “mianhae haraboeji.. suami.. maksudmu dia sudah pernah menikah?” tanya eunhyuk spontan.

.—.

Eunhyuk memasuki ruangan yang menjadi tempat seorang gadis yang akan menjadi istrinya itu bersama kesedihan yang dialaminya. Air mata pria itu masih sangat jelas terlihat dipelipisnya saat mendengar perkataan haraboeji padanya.

Ia menatap sendu kearah gadis yang kini sedang menghadap jendela dengan kursi rodanya, gadis yang jelas jelas terlihat sangat lemah bahkan rapuh. Entah apa yang dipikirkan eunhyuk kala itu, yang jelas saat melihat gadis ini ia ingin sekali menjaga gadis ini sepenuh hatinya tanpa membuat gadis ini bersedih seperti ini.

dua bulan lalu hyunmi memang hendak menikah dengan pria yang sangat dicintainya, dan pernikahan itu dijalan dengan sempurna serta meriah, mereka berdua resmi menjadi suami istri.. namun perjalanan pulang sesuatu terjadi pada mereka berdua, mobil yang mereka kendarai ditabrak oleh truk besar yang merenggut nyawa choi siwon, suaminya. Dan saat itulah gadis itu menjadi pendiam dan terus berdiam diri dikamarnya, susah sekali makan, kegiatannya sekarang adalah menangis dan menangis. Kuharap kau bisa merubahnya..”

masih teingat jelas perkataan haraboeji padanya, dengan perlahan ia mendekatkan jaraknya dengan gadis itu, gadis yang rupanya sudah mencuri hatinya saat pertama kali bertemu, ingin melindungi walau tidak tau persis apa yang dialaminya.

“annyeong..” ucap pria itu tepat dibelakangnya, gadis itu masih terdiam tidak menjawab sapaan yang dilontarkan eunhyuk padanya.

“naneun Lee Hyukjae imnida.. kau bisa memanggilku Eunhyuk.. senang bertemu denganmu Hyunmi-ssi..” ucap eunhyuk memperkenalkan diri, namun gadis itu tetap tidak bergeming. Hanya diam sambil meneteskan air matanya perlahan, membuat eunhyuk bingung harus bagaimana.

“entahlah.. ini mungkin terlalu cepat, tapi izinkan aku menjadi teman hidupmu, melindungimu serta menyangimu.. tak akan meninggalkanmu, izinkan aku menjadi pengganti Choi Siwon orang yang kau cintai..” ucap eunhyuk sambil menunduk.

Untuk pertama kalinya ia menoleh, menoleh sebentar sebelum akhirnya kembali pada posisinya, ia kembali teringat dengan nama pria itu, pria yang sangat dicintainya yang mampu mengubah mood nya yang selalu melindunginya, yang selalu mencintainya tanpa berniat menyakitinya sedikitpun, walau nyatanya pria itu menyakitinya meninggalkannya lebih dulu kesurga tanpa dirinya, dan membiarkannya menangis sepanjang hari hanya karena kehilangan pria itu.. pria yang begitu berarti dalam hidupnya –Choi Siwon-

[Romance City]

Kyuhyun membuka tasnya berniat ingin belajar, namun sebuah buku mengganggu pemandangannya, buku asing yang rasanya ia tidak pernah memilikinya. Ia mengernyit heran lalu mengambil buku berwarna merah muda itu dan kemudian tersenyum. Ini buku harian gadis itu, ya.. gadis yang dengan seenaknya memasuki hatinya, membuatnya penasaran siapa gadis itu sebenarnya dan mengapa ia menjadi seperti itu, gadis yang selalu berdiam diri disekitar lapangan basket tempatnya berlatih, gadis yang menurutnya sangat misterius.

Entah sejak kapan mata dan pikirannya mengarah pada gadis itu, seingatnya ia mulai memperhatikan gadis itu sejak ia suka menyendiri di sekitar lapangan basket. Ia tersenyum senang kemudian setelah melihat nama gadis itu yang berada tepat dihalaman pertama buku itu.

Kim Jae In, Nama yang indah..

Gumam pria itu, selama ini kyuhyun tak pernah mengetahui siapa nama gadis itu, dan betapa senangnya ia bisa mengetahui namanya walaupun tidak langsung bertanya sendiri, melainkan lewat buku hariannya. Dari mana ia mendapatkan buku itu? buku yang mungkin sangat penting bagi jae in..

Ceritanya cukup singkat, gadis itu ternyata lebih ceroboh dari yang kyuhyun kira, saat bertubrukan dengan gadis itu tempo hari tak sengaja buku yang dibawanya jatuh berserakan, tapi dengan cerobohnya gadis itu melupakan buku hariannya ini setelah kyuhyun mengenalkan namanya, beruntung kyuhyun mengetahuinya tapi untuk sementara waktu ia menahan buku gadis ini.

Kyuhyun ragu ingin membukanya atau tidak, ini buku harian dan ini adalah privasi seseorang, mana boleh ia membacanya, dengan ragu kyuhyun menutup kembali buku itu dan menyimpannya.

Tapi rasa penasarannya begitu besar, akhirnya tanpa mengingat itu privasi orang ia langsung membukanya, namun kata pertama yang keluar dari buku ialah namanya, pria itu mengernyit heran mengetahui namanya yang berada disana, di buku itu, buku pemilik gadis yang memasuki hatinya..

Cho Kyuhyun..

Bisakah aku terus mencintaimu…?

-TBC-

Annyeong readers..

Ini fan fiction chapter pertama author.. semoga suka.. sekali lagia author ingatkan banyak jebakan typo berdebaran.. mohon komentarnya chingu.. kamsahamnida..

Advertisements

3 thoughts on “[Fan Fiction] Romance City#1

  1. wookpil

    Jae in enak ya terbalaskan cintanya. Eunhyuk masih bingung. Haeji couple apalagi. Aku suka ryeonmi moment nya.
    Gemeeeess deh bacanya. Ijin baca part kedua yaaa ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s