[Fan Fiction] Between Us  | Chapter 2

23

Title : Between Us

Main Cast : Shin Yeonmi – Kim Ryeowook – Kim Jae In

Genre : Sad, Romance, Friendship

Between Us 1

======Happy Reading======

“Aku ingin mencintaimu dengan jujur, tanpa harus menyembunyikan perasaanku-tanpa harus membunuh bayanganmu. Tapi sayangnya aku tidak bisa~”

“Kita hanya 2 orang yang sedang saling menginginkan, namun tak bisa bersatu karena keadaan. Menunggu adalah jalan, bersabar sampai waktu menyatukan.~”

“Ternyata ada yang lebih sulit dari pada mengikhlaskan dan kehilangan. Yaitu menerima kenyataan, bahwa kita bukan bahagia yang dia cari..”

.

.

~Story Begin~

“Yeonmi-ah…”

Teriak seorang gadis manis saat melihat sahabatnya yang sudah lama pergi kini telah kembali dihadapannya, dan akan bersamanya seperti sedia kala.

Gadis yang dipanggilnya dengan sebutan ‘Yeonmi’ itu menoleh ketika mendengar suara cempreng yang amat ingin didengarnya itu kembali mengintrupsinya, dan dengan senang hati ia tersenyum serta membuka kedua tangannya itu bersiap menerima pelukan yang akan diterimanya sebentar lagi.

Dan benar saja dugaan yeonmi itu, ternyata sahabat baiknya itu berlari dengan keras menghambur dalam pelukannya dan sempat membuat yeonmi merasa tidak seimbang dan beruntung ia tidak terjatuh dilantai yang dingin itu.

“aku merindukanmu”

“Nado Jae in-ya,,”


“kau bisa tidur disini bersamaku sampai kau sudah menemukan apartemen..” ucap jae in sambil menunjukkan kamar yang akan yeonmi tempati bersama jae in untuk sementara sebelum ia benar benar mendapatkan apartemen yang nyaman.

Yeonmi mengangguk senang seraya melangkahkan kakinya memasuki kamar minimalis itu dan meletakkan sebuah koper yang sejak tadi ia bawa. “gomawo jae in-ah.,. aku menyukai kamarmu..mian karena telah merepotkanmu” ucap yeonmi pelan, jae in menggeleng pelan seraya tersenyum manis “aku tidak merasa direpotkan.. justru aku senang dengan kepulanganmu kemari.. selamat datang yeonmi-ah..” ucap gadis itu riang, yeonmi mengangguk senang merespon ucapan selamat datang yang jae in sampaikan.

Sudah hampir 8 tahun yeonmi meninggalkan sahabatnya ini karena perkerjaan orang tuanya yang terpaksa dipindah tugaskan untuk berkerja di paris dan karena itu juga lah ia terpaksa harus melanjutkan study nya di paris hingga sekarang. Dan ia sangat senang orang tuanya mempersilahkannya untuk kembali ke Negara kelahirannya itu, kembali melanjutkan studynya disini atau mungkin memebantu appanya melakukan bisnisnya dikorea, karena dirasa yeonmi yang sudah cukup dewasa dan mungkin sudah bisa menentukan hidupnya sendiri.

Disamping itu yeonmi juga sangat ingin sekali bertemu pria 10 tahun lalunya itu dan menepati janjinya yang akan kembali bersamanya, melihat kembali senyum indahnya, merasakan kembali kebahagiaan yang sempat menghilang sejak 10 tahun lamanya, dan kembali merasakan debaran jantung cinta pertamanya dan mungkin hingga saat ini.. pria itu masih dicintainya. Sedang apa ia sekarang? Yeonmi selalu memikirkan tentang pria itu sekarang, ia mungkin akan lebih tampan dan lebih manis, ahh.. begitu tak sabarnya ia untuk bertemu dengan pria itu.. tapi mungkin satu hal yang yeonmi mungkin tidak tahu dan memang tidak ingin mengetahuinya, apakah sudah ada gadis lain yang menarik hatinya? Yang menggantikan posisinya? Dan ketakutan seperti itulah yang membuat yeonmi sedikit mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan pria itu.. ia tidak mungkin akan menghancurkan kisah cinta yang dialami pria yang dicintainya bukan? Lalu.. bagaimana dengannya? Ia juga tidak mungkin membiarkan pria itu pergi dari dekapannya, iya kan?

“yeonmi-ah.. kemarilah sudah kubuatkan makan siang..”

Yeonmi mengerjapkan matanya saat ia telah tersadar dari lamunan konyolnya disaat suara gadis itu mengintrupsinya, gadis cantik itu tersenyum sesaat menyadari kebodohannya karena sudah melamun hal aneh dan menyadari bahwa waktu berlangsung dengan cepat.

“kau kini pandai memasak jae in-ah..” puji gadis itu saat mencicipi sebuah masakan yang sahabatnya itu sajikan bertepatan dengan perutnya yang kebetulan juga sudah mengeluarkan suara suara aneh yang menyebalkan.

Jae in tersenyum bangga mendengar pujian dari sahabatnya ini, sudah begitu lama sekali tidak mendengar suara sahabatnya ini secara langsung seperti ini.

“bagaimana dengan kehidupanmu disana?” tanya jae in tanpa menjawab pujian dari sahabatnya itu. yeonmi tersenyum seraya memasukkan makanannya kedalam mulutnya, begitu banyak pengalaman yang tak terduga baginya disana, dan ia tidak mungkin menceritakan semuanya pada jae in sekarang..

“aku bahagia.. banyak hal yang terduga saat aku berada disana..”

“akhir akhir ini kau sangat jarang sekali menghubungiku.. apa disana terlalu sibuk?”

Yeonmi tersenyum seraya menganggukan kepalanya namun sesaat kemudian ia mengeluarkan wajah menyesalnya. Menyesal karena tidak menghubungi sahabatnya itu akhir akhir ini dikarenakan jadwalnya yang juga padat.

“mianhae.. appa mulai mengajariku bagaimana menjalankan bisnisnya, dan kepulanganku sekarang juga termasuk dalam study yang appa ajarkan padaku.. mulai belajar menjalankan bisnisnya di korea..” tutur yeonmi singkat.

“bukankah kau akan melanjutkan sekolahmu disini?”

“sepertinya aku akan focus untuk mengerjakan bisnis appaku, dulu setelahnya saat aku benar benar dapat menyeimbangkan perkerjaanku maka aku akan melanjutkan kuliah..”

“apa kau memiliki pria special dalam hidupmu selama kau di paris? Kurasa kau sangat senang kembali ke korea seperti tanpa ada beban yang kau bawa saat kemari seperti.. ya.. kau mungkin tahu itu..” yeonmi terdiam sejenak mendengar pernyataan jae in barusan, ia memiliki pria special dalam hidupnya tapi bukan di paris melainkan di Negara ini, Negara kelahirannya. Dan itu salah satu alasan yang membuatnya semangat untuk kembali ke korea, bertemu pria special yang mampu mengalihkan dunianya.

“eobseo..”

“masih pada cinta pertamamu? Lelaki yang kau tinggalkan?”

“nde~..”

“apa kau berniat menemuinya?”

“entahlah.. tapi aku sangat ingin melihatnya..”

“temui saja dia.. itu juga akan membuatmu bahagia..”

“bagaimana jika sudah ada gadis lain yang membuatnya bahagia sekarang?” tanya yeonmi pada jae in yang memberikannya usulan untuk menemui seorang pria yang bisa dibilang begitu berarti dalam hidupnya. Terlihat jae in yang juga bingung dengan apa yang akan sahabatnya ini lakukan jika ia kembali disaat pria yang dicintainya itu ternyata sudah memiliki kekasih atau mungkin sudah memiliki gadis special lainnya.

“bersikaplah egois..”

“mwo?”

“nde~ bersikaplah egois untuk mendapatkan kembali pria itu..”

“itu akan menyakiti kekasihnya dan mungkin bisa jadi dirinya..”

“setidaknya kau sudah mempertahankan cintamu..”

“aku tidak cukup egois untuk menyakiti mereka..”

“kau bisa!!”


‘Brukk!!’

Ryeowook hampir saja terlonjak kaget saat melihat appa nya yang tengah membanting sebuah buku yang berukuran cukup besar tepat didepannya saat ia berusaha menolak perjodohan yang akan dilaksanakan olehnya.

“kau berani menentang appa?” tanya appa nya itu dengan tatapan kesal dan marah tentu saja, ryeowook sempat kecewa melihat appa nya yang pertama kalinya bertingkah kasar didepannya seperti ini, seumur hidupnya ryeowook tidak pernah melihat appanya itu berlaku kasar hingga membanting sebuah buku didepannya, bukannya ryeowook adalah anak manja atau semacamnya. Hanya saja ryeowook yakin bahwa appa nya itu sangat sabar sehingga sangat tidak mungkin akan melakukan hal aneh seperti ini.

“aku hanya mengungkapkan keinginanku. Aku… tidak ingin menikahi gadis yang akan appa jodohkan padaku..” ryeowook menjawab pertanyaan appanya dengan sangat hati hati..

“Wae?”

Ryeowook menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan appanya hingga akhirnya “aku memiliki gadis yang kucintai..” ucapnya di akhiri dengan helaan nafas panjang, ia sendiri tidak yakin akan keputusannya sekarang. Dalam catatannya jelas jelas terlulis bahwa gadis yang sangat dicintainya itu belum kembali.. dan kemungkinan besar tidak akan kembali. Walaupun  ryeowook tetap bersikeras mempertahankan keyakinannya bahwa gadis cantiknya akan kembali.

“Mwo? Jika memang kau memiliki gadis yang kau cintai dan juga mencintaimu.. aku tidak akan melarang, tapi sebagai bukti ryeowook-ah.. kau harus membawanya kemari secepatnya..” titah appa nya yang sudah mulai melunak, ryeowook mengangguk ragu.. bagaimana bisa ia harus melakukannya secepat itu?

Appa ryeowook tersenyum dan beranjak pergi dari tempat duduknya menyisakan dirinya serta eommanya yang tengah menatapnya khawatir.

“kau benar memiliki seorang gadis yang kau cintai?” tanya eomma ryeowook ahirnya membuka suara, ryeowook menoleh dan mendapati eommanya yang tengah menatapnya khawatir, ryeowook tersenyum meresponnya sedikit mengurangi rasa kekhawatirannya.

“nde~ gadis yang sangat kucintai eomma.. dan aku tidak akan mungkin menyakitinya..” ujar ryeowook dengan suara yang terdengar sangat lemah bahkan terkesan rapuh, ini kali pertamanya ryeowook seperti ini, bingung dengan sebuah kenyataan yang berada dihadapannya. Kenyataan bahwa gadis yang begitu sangat ia cintai tak kunjung datang juga, dan ia membutuhkannya sekarang.. ryeowook sangat ingin sekali hidup bersamanya selamanya. Tapi bagaimana sekarang? Ia tidak mungkin meninggalkan gadis yang ia cintai itu dan lebih memilih menikah dengan gadis yang sama sekali tak dikenalnya..

Ryeowook menolehkan kepalanya menatap eommanya ketika menyentuh tangannya lembut memberikan kekuatan pada anak semata wayangnya itu “eomma dan appa kini tak muda lagi seperti dulu.. bahkan kami sudah bertambah tua, maka dari itu sebelum eomma dan appa semakin lebih tua lagi,, eomma ingin segera memiliki cucu yang manis dari putra tunggal kami.. kau juga harus segera meneruskan bisnis appamu ryeowook-ah” tutur eomma ryeowook seraya memamerkan senyuman yang menurut ryeowook masih sangat manis itu dan beranjak dari tempatnya membiarkan dirinya yang tertinggal diruangan itu sendirian..

Ryeowook mendesah pelan berusaha menyanggupi keinginan orang tuanya, ia tidak mungkin menyakiti mereka dan ryeowook juga tidak mungkin memaksakan dirinya untuk menikahi gadis yang tidak dicintainya bukan?


Yeonmi perlahan menarik sudut bibirnya keatas membuat lengkungan indah dibibirnya ketika melihat sahabatnya itu yang terlihat tengah bahagia sepertinya.

Gadis itu mendudukkan tubuhnya disamping jae in yang tengah asik melamun seraya tersenyum sendiri di kasurnya. Membuat yeonmi tentu penasaran dengan apa yang tengah dipikirkan sahabatnya itu.. apakah mengenai seorang pria?

“kau? Kau sendiri tidak menceritakan bagaimana keadaanmu di sini..”

Jae in hampir saja terlonjak kaegt saat melihat sahabatnya itu yang dengan tiba tiba saja sudah berada disampingnya menatapnya aneh dan merasa malu karena mungkin ia melihat wajahnya yang aneh akibat senyum senyum sendiri tidak jelas.

“kau mengagetkanku..”

“ceritakan bagaimana kehidupanmu disini? Apa kau juga memiliki pria special?”

Pertanyaan yeoni sukses membuat pipi mulus sahabatnya itu merona malu mendengarnya, jae in tersenyum membayangkan pria yang tengah dipikirkannya itu, pria yang entah sejak kapan memasuki hidupnya dan mengaihkan dunianya. Pria yang selalu membuat jantungnya berdegup dengan cepat ketika bersamanya dan berbicara dengannya, pria yang selalu menjadi mood boster baginya.. pria yang membuatnya terpaksa harus mengakui bahwa ia mencintainya.

“kau merona nona kim..” ucap yeonmi sedikit menggoda jae in, dan tentu saja kelakuannya itu membuat rona merah dipipinya semakin terlihat jelas.

“ppalli.. ceritakan pada ku bagaimana pria specialmu itu..”

“aku juga heran mengapa aku menobatkan pria itu menjadi pria special dalam hidupku, di membuatku seperti orang gila ketika memikirkannya, membuat perutku selalu terasa seperti dipenuhi oleh banyak kupu kupu yang menggelitik ketika berbicara dengannya, membuat jantungku berdebar hebat ketika menatapnya, membuatku selalu terpesona dengan senyumannya yang manis dan juga menggemaskan.. aku sendiri merasa heran mengapa terjebak dalam pesona pria manis yang selalu tersenyum itu..

“dia hanya tersenyum.. tersenyum.. dan tersenyum dengan manis, tak pernah sekalipun aku melihatnya yang tengah merasakan sedih atau semacamnya, ia juga baik hati selalu membantu orang lain dengan lapang dada, membuatku merasa bangga karena sudah menyukainya. Walau terkadang hal itu juga membuatku merasa sakit, kau tau? Pria itu disukai banyak orang karena sikapnya yang lembut dan baik itu.. dan jangan lupakan dengan wajahnya.. oh tuhann.. aku sendiri bingung mengapa tuhan menciptakan pria setampan itu..”

Yeonmi tersenyum sembari mendengarkan penuturan yang jae in sampaikan mengenai pri specialnya, dan hal itu juga tanpa sadar mengingatkannya pada pria 10 tahunnya itu, pria yang juga ramah dan baik. Selalu membuatnya tersenyum dan tak segan membantunya membuat jantungnya juga berdebar hebat.. yeonmi merindukan pria itu..

“siapa namanya?”

“aku tidak akan memberi tahumu nona shin..”

“wae?”

“karena kau juga merahasiakan siapa nama pria specialmu..”

“ahh.. arraseo.. mari kita merahasiakannyaa…”

 ****

Bukan alasan seperti kala itu ia duduk ditempat ini karena ryeowook yang menyuruhnya. Kali ini alasannya berbeda.. ryeowook sudah jarang menemuinya entah kenapa. Yang jelas itu tentu saja memuat nya sedih, tapi sebisa mungkin jae in berpikir positif bahwa pria itu mungkin tengah sibuk sehingga mengabaikannya, toh mereka juga baru mengenal.. maka kecil kemungkinannya ryeowook akan sering menemui jae in. dan beruntung ia masih menyadari hal itu, kalau ia bukan siapa siapa.Seperti biasa seorang gadis duduk menyendiri di salah satu bangku penonton lapangan basket, masih pada tempat tempat sebelumnya, dipojok belakang. Entah mengapa kegiatannya ini sudah seperti rutinitas yang wajib di jalaninya, menonton permainan basket dari pria yang special. -Jae in- tidak tahu sejak kapan rutinitas ini di mulainya yang jelas akhir akhir ini ia mewajibkan dirinya untuk datang dan melihat.. masih dalam kejauhan karena gadis ini tak suka keramaian.

Jae in pada akhirnya menghela nafas panjang seiring dengan berakhirnya permainan itu, dan itu artinya ia juga harus menghakhiri kegiatannya yang ingin merekamnya banyak banyak kegiatan pria yang dikaguminya. Hanya seperti inilah kegiatan jae in akhir akhir ini, rasanya sulit sekali dekat dengan pria manis itu.

Jae in berjalan sedikit terburu menuju kelasnya, hari ini sudah cukup sore dan mungkin akan turun hujan. Maka dari itu ia harus segera pulang keapartemennya kalau ia tidak ingin basah kuyub karena hujan.

Cepat cepat ia merapikan buku bukunya dan segera dibawanya pulang, langkah kakinya berhenti tepat di koridor kampusnya karena hujan yang ternyata leih cepat darinya, dan sialnya hari ini ia tidak membawa payung. Sejujurnya jae in sangat membenci hujan karena menurutnya hujan akan selalu membatasi kegiatannya, alasan itu lah yang membuatnya sangat membenci hujan.

Ia melirik jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 17.00 dan itu tentu saja sudah terlalu sore hari. Gadis itu terlihat berfikir sejenak mencoba memutuskan untuk berjalan dalam hujan atau ia akan diam disini sampai hujan berakhir. Terlihat ia hendak melangkahkan kakinya dan kembali lagi dalam posisinya karena ragu, kalau ia akan hujan hujanan sekarang aka dipastikan ia akan flu esok hari nya.

Ia menghela nafasnya yakin kalau ia bisa melewati hujan ini, saat akan melangkah tiba tiba seseorang memayunginya dan hal itu membuat jae in menunda tekadnya. Diliriknya kearah samping berusaha melihat siapa yang rela memayunginya seperti ini. dan saat itu tiba jantungnya langsung berdegup dengan cepat melihatnya, karena pria itu lah yang bersedia memayunginya.

“kau akan sakit jika hujan hujanan seperti ini.. kajja aku akan mengantarmu..”

Ucap ryeowook sembari merangkul jae in membuatnya lebih dekat dengan pria itu, dan kau tahu apa yang terjadi padanya? Tentu saja darahnya seakan berdesir menerima sentuhan ryeowook padanya, membuatnya berada dalam sedekat ini tentu saja degup jantungnya semakin membara, membuatnya sangat sulit untuk mengontrolnya, bahkan jika kau melihat wajahnya.. aigoo betapa lucunya wajah gadis manis itu yang sedang merona akibat hal kecil yang dilakukan pria ini untuknya, baginya itu sangat romantic..

“jantungmu berdegup dengan cepat.. kau gugup rupanya..”

Jae in ingin sekali berlari meninggalkan pria ini dan berteriak dengan keras dikamarnya, tapi yang mampu ia lakukan hanya tersenyum kaku dan bingung berbuat apa. Bagaimana pria ini mengetahuinya? Apa degup jantungnya begitu hebat sehingga pria ini mengetahuinya?

“anioo.. kenapa kau berfikiran seperti itu?”

“karena aku juga merasakan hal yang sama sepertimu, berada disampingmu dengan jarak yang begitu dekat membuat jantungku berdegup hebat.. apa aku juga gugup sepertimu?”

-CUT-

Annyeong readersnim.. author gak akan banyak komentar untuk ep ep ini.. yang jelas berhati hatilah dengan ep ep absurdku ini ya.. banyak jebakan typo dan alur yang berantakan, gomawo karena sudah berkunjung..

Ditunggu komentarnya chingu.. karena komentar kalian sangat dibutuhkan dalam kelangsungan ep ep abalku ini.. gomawo..

Advertisements

8 thoughts on “[Fan Fiction] Between Us  | Chapter 2

  1. uchie vitria

    yahhh yeonmi ama jae in sahabatan
    kan wookie jadi bingung
    tapi kayaknya cinta wookie emaag udaa diambil alih semuanya sama kin jae in
    mungkin shin yeonmi hanya memiliki sisi kerinduan ryeowook aja

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s