[Two Shoot] Midnight Blues Part 1

midnight blues 1

Author : Jung Hye Rim

Pairing : Ryeonmi Couple

Rate : T

Length : Twoshoot

Genre : Romance, Sad, Angst, Comfort, Hurts, abal abal, gaje, failed, and other ><

Main cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi

WARNING!!

FF ini ada unsur DEWASA-nya sedikit, tapi nggak banyak kok Cuma nyempil sedikit doang, dan satu lagi ff ini murni dari otak saya yang sedikit dibantu oleh teman saya yang cantik @lialialiiaa, jadi jika para reders yang saya cintai mendapatkan jebakan typo, EYD (Ejaan Yang Diinginkan :v), serta alur yang kecepetan dan berantakan, serta cerita yang amburadul harap di maklum nde~ para readers ku yang baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung..

.

.

======Happy Reading======

-Kim Ryeowook- seorang laki laki manis yang tak begitu tinggi namun tetap memiliki wajah tampan disela keimutannya itu tengah berlari kecil berusaha mencari tempat untuk berteduh agar gerimis yang mulai beralih menjadi hujan yang cukup lebat ini tak membasahi bajunya, langkahnya terhenti ketika ia telah sampai disebuah halte bus sebagai tempat berteduhnya sekarang.

Ia meletakkan barang bawaannya yang merupakan sebuah belanjaan bulanan yang menjadi kebutuhannya selama sebulan itu, mengingat ia hanya tinggal sendiri di apartemennya yang membuatnya terpaksa harus mencukupi kebutuhannya itu dengan berbelanja sendiri toh ia juga sudah dewasa tak lagi membutuhkan eommanya yang cerewet dan suka sekali mengatur itu.

Sebenarnya ia bisa saja langsung pergi kemobil miliknya yang memang terparkir tidak jauh dari halte ini, tapi ia kurungkan niatnya karena melihat hujan yang begitu lebat dan memang ia juga tidak ingin langsung pulang keapartemennya, jadi alasan itulah yang ia gunakan untuk berdiam ditempat ini melihat hujan yang turun. Mengabaikan perkerjaannya yang pasti sudah menumpuk diruang kerjanya..

Mata karamelnya kembali melihat kesekelilingnya, air yang baru turun dari langit itu telah membasahi kota seoul yang sudah lama tak terkena hujan dan membuatnya terlihat segar kembali, membuat polusi polusi udara yang sempat bersembunyi dibalik dedaunan hilang begitu saja, memberikan banyak anugrah yang terkandung didalam air itu pada setiap orang yang mersakannya. Ia sangat menyukai hujan.

Baru saja ia sedang menikmati hujan yang turun dengan indah itu seseorang mengintrupsinya membuatnya terpaksa menoleh kesumber suara, yang ternyata ada seorang gadis manis yang sedang berjalan mendekatinya, dengan gugup gadis itu menunjuk ketangan kirinya, membuat ryeowook dengan reflex juga melihat kearah yang gadis itu tunjukkan..

“jari telunjukmu terluka..”

Gadis itu benar, jari telunjukknya tengah terluka sekarang dan ryeowook tidak mengetahui apa penyebabnya, jangan kan hal itu jarinya terluka saja ia tidak menyadari apapun.

“bolehkah___?” tanya gadis itu ragu, ryeowook yang seakan akan mengetahui maksud gadis itu langsung menyodorkan telunjuknya kearah gadis itu dan langsung disambut hangat oleh gadis ini dengan senyuman. Dilihatnya gadis itu yang tanpa ragu sedikitpun mulai mengobati luka kecil itu yang bisa saja ryeowook lakukan sendiri dirumah, tapi gadis ini membantunya, meniup niup pelan telunjuk ryeowook dan kemudian salah satu tangan lainnya milik gadis itu merogoh tasnya tengah mencari sesuatu yang ternyata adalah sebuah handsaplast.

Ryeowook terus mengamati semua kegiatan gadis itu, terlihat dimulutnya tengah mengucapkan sesuatu, sesuatu yang merupakan sebuah nasehat untuk ryeowook yang memang sengaja ryeowook abaikan karena terlalu focus melihat wajah manisnya itu. gadis ini mengingatkannya pada seorang gadis masa lalunya yang pergi entah kemana, ia mirip sekali dengan gadis itu.. gadis yang selalu tersenyum, gadis yang begitu pemalu saat awal pertemuan, gadis banyak memberikannya nasehat seolah olah gadis itu adalah eommanya, seorang gadis yang juga sangat menyukai hujan sama sepertinya, dan gadis itu ternyata sudah mencuri hati ryeowook sejak 10 tahun lebih itu.. dan tentu saja melihat gadis ini membuatnya kembali teringat pada gadis manis itu, apa gadis ini juga menyukai hujan? Ryeowook tidak tahu itu yang jelas 70% gadis ini sangat mirip dengan gadisnya..

“cha.. selesai..”

Ryeowook tersadar dari lamunanya saat suara gadis itu kembali mengintrupsinya menandakan bahwa ia telah selesai, ryeowook menaikkan tangannya melihat hasil kerja gadis didepannya ini. gadis itu membalut lukanya dengan plester itu dengan rapi padahal lukanya tak begitu parah karena ia tak merasakan sesuatu yang berlebihan saat telunjuknya itu terluka, hanya merasakan perih sedikit.

Belum sempat ryeowook ingin menucapkan terimakasih dan bertanya siapa namanya gadis itu sudah pergi dan terlihat sekali bahwa gadis itu tengah berlari didalam hujan yang sudah mulai mereda walaupun belum sepenuhnya hujan itu berhenti.

“kita harus bertemu lagi..” ucapnya tanpa sadar.

~Midnight Blues~

Seperti hari hari sebelumnya, saat telah selesai berkerja ryeowook selalu mengunjungi halte bus itu setiap harinya, menunggu seseorang yang tidak dikenalnya. Entahlah kenapa ia ingin sekali bertemu dengan gadis itu lagi, baginya gadis itu telah berhutang padanya karena tidak memberitau siapa namanya.. dan juga ryeowook belum berterima kasih dengan gadis itu.

Tapi kali ini berbeda.. ryeowook berdiam diri sangat lama ditempat ini ia bahkan masih memakai jas lengkap yang justru menandakan kalau ia benar benar telah selesai berkerja..

Ia terkekeh pelan saat menyadari bahwa ia hanya sebagai orang bodoh saja jika terus berdiam diri seperti ini menunggu suatu hal yang tidak pasti, ia selalu berfikir bahwa gadis itu akan pergi lagi ke halte ini untuk menunggu bus. Atau jangan jangan gadis itu adalah malaikat yang berwujud sebagai seorang gadis yang mirip dengan gadis masa kecilnya.. Ahh!! Jangan berfikir yang tidak tidak ryeowook!! Karena hal itu tidak akan terjadi..

‘Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..’

Ryeowook mengangkat benda persegi panjang berwarna hitam itu saat benda itu bergetar tanda sms masuk kedalam ponselnya. Setelah membaca ia mendengus kesal dan hampir saja akan melempar ponselnya itu kejalan raya, tapi dikurungnya niat itu Karena itu adalah hal yang berlebihan dan tidak patut untuk dilakukannya..

From : Donghae Hyung

Ryeowook-ah!! Kau bisa menemaniku malam ini eoh? Kalau tidak bisa kau harus mengusahakannya karena aku hanya ingin ditemani olehmu.. ppali datang ketempat biasa karena aku sudah menunggumu..

Ya.. seperti inilah hyung kesayangannya.. ah ani!! Dia bukanlah hyung kesayangnya karena ia tidak menyayanginya.. Dia saja sudah menganggap ryeowook sebagai adiknya dan menjadikannya kesayangan karena memang umur mereka yang terpaut tidak terlalu jauh.. membuat donghae menjadi merasa nyaman karena itu.

Ryeowook segera memasukkan ponselnya tanpa menjawab pesan hyungnya itu.. tanpa menjawabpun Ryeowook sudah tahu kalau ia menolaknya maka hyungnya akan melakukan apapun yang dapat membuatnya mengikuti apa yang hyungnya minta itu. Denagn malas ia pun mulai beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan tempat itu

~Midnight Blues~

Seorang gadis masih duduk manis ditempatnya, disebuah sofa besar yang terdapat disebuah club malam yang ramai akan dentuman music keras yang jujur saja membuat telinganya sakit. Ia sedikit memeluk tubuhnya karena cuaca yang dingin hari ini terlebih ia menggunakan pakaian yang tak seperti biasanya, ia menggunakan pakaian yang sangat terbuka dan sexy, bahkan mungkin dapat mengundang hasrat seorang pria yang melihatnya, karena itu memang tujuannya..

Wajahnya terlihat gusar karena tak terbiasa melihat hal hal menjijikan seperti ini, terlebih saat hari pertamanya ditempat ini yang begitu sangat menyebalkan dalam hidupnya karena ia harus kehilangan mahkotanya yang sudah selama ini ia jaga..

Dan pria pria pria brengsek itu mengambilnya karena nafsu mereka, dan gadis itu sendiri tidak tahu mengapa ia harus mengalami hal menjijikan sepeti ini.. ini semua berkat appanya lah yang memintanya dan memaksanya untuk datang ketempat ini dan melayani pria pria brengsek itu..

-Flashback on-

“appa.. kau mau membawaku kemana?” tanya gadis itu penasaran, matanya tak lepas dari orang orang yang berpakaian sexy yang berada disekitar tempat itu, ia melirik appanya yang masih mengendarai mobilnya meminta penjelasan.

Appa nya masih terdiam tak berbicara sepatah katapun, ia hanya terus serius dengan perjalanannya yang membingungkan menurut –Shin Yeonmi- gadis manis ini.

Akhirnya yeonmi kembali melihat appanya yang telah memarkirkan mobilnya disekitar tempat itu dan segera turun mengambil sesuatu dibagasi belakangnya dan langsung membukakan pintu yeonmi.

“kau tidak mungkin__”

“nde~ appa akan menjualmu..”

“mwo?”

Tubuh yeonmi melemas seketika saat mendengar appanya berbicara seperti itu, ia menolak.. tentu saja menolak kemauan appanya.. tapi terlambat!! Karena appa nya sudah menjualnya jauh jauh hari sebelum hari ini, membuatnya mau tidak mau karena ia ditarik kasar oleh para bodyguard itu memasuki sebuah tempat yang sangat tidak ingin dikunjunginya..

Tangannya sakit.. begitupun hatinya.. pria pria besar itu membawa nya dengan kasar membuat tangannya sedikit memar karena cengkraman pria pria itu dan juga karena dirinya yang meronta ronta. Tapi ia tak bisa melakukan apa apa karena tubuhnya yang kalah besar dan juga tak berdaya itu.. yang hanya bisa ia lakukan hanyalah menangis.. dan tidak dapat berbuat apa apa..

-****-

Ia berjalan lemah dan berusaha menutupi dada dan pahanya yang terekspos jelas akibat pakaiannya, ia ingin sekali kabur dari tempat ini, tapi tidak bisa karena disampingnya ada 2 pria bertubuh besar yang menjaganya..

Perlahan.. ia menghentikan langkahnya ketika dirasa sudah sampai disebuah kamar bertuliskan nomor 87, kedua pria besar itu membuka pintunya dan mendorongnya masuk dengan kasar. Matanya membulat sempurna saat melihat laki laki didalam ruangan ini. ia ingin memundurkan langkahnya tapi tidak bisa karena belakangnya adalah sebuah pintu yang sudah tertutup rapat.. mungkin kedua pria itu yang menutupnya..

Pria tinggi dengan badan yang tidak bisa dibilang buruk itu mendekat kearahnya, perlahan lahan pria tinggi itu membuka kancing meja nya hingga nampaklah dada bidang yang juga berotot dihadapannya.. takut.. hanya itu yang dipikirkannya karena memang ia takut..

“kau cantik..” ucap pria itu saat sudah berada didepannya, mengunci tubuhnya dengan kedua tangan kekarnya, membuatnya takut bukan main.. pria ini akan melakukan apa padanya? Kenapa tatapannnya begitu aneh?

“tak rugi jika aku membayar mahal pada appamu karena kau memang cantik dan menggoda..” pria itu berbisik padanya pelan, membuatnya air matanya menetes seketika.. untuk pertama kalinya ia membenci appanya.. ia benci appanya karena hal ini.. kenapa ia tega membuatnya seperti ini? apa hanya karena uang appanya berani menjualnya seperti ini?

“k..k..kau mau apa?” tanya yeonmi gugup dengan air mata yang masih menetes dipelipisnya..

“aigoo.. kau manis sekali jika sedang gugup dan menangis.. kau mau tau apa mau ku?”
“aku ingin dipuaskan!!” bisik pria itu yang langsung mencium bibir yeonmi dengan kasar, membuat yeonmi meronta ronta ingin dilepaskan, ia memukuli dada bidang pria itu yang masih menciumnya. Tapi semua sia sia karena ia tak sekuat pria itu..

‘PLAKK!!’

Yeonmi terdiam di tempatnya saat tangan kekar itu  berani menamparnya, lagi lagi air mata itu tak bisa ia bendung terlalu lama karena sekarang ia sudah menangis.. pria itu menyakitinya.. bahkan sejak awal ia berada ditempat ini.

“puaskanlah aku.. maka aku akan berbuat baik padamu dan juga appamu..”  ucap pria menyebalkan itu, yeonmi menatapnya nanar.. tapi tidak akan berpengaruh apapun bagi pria bengsek sepertinya, karena pria itu kembali menciumnya dengan kasar mencuri first kiss nya.

Ia mencoba meronta tapi tidak bisa karena kedua tangannya ditahan oleh pria brengsek itu. dan satu hal yang ia bisa saat seperti ini hanya menangis dan menangis. Karena ia tidak tau harus berbuat apa lagi?

Dengan gerakan cepat pria kasar itu, membawanya keatas ranjang dan melemparnya lalu membuka bajunya yang memang sudah terbuka dan kurang bahan itu, ia memejamkan matanya dan sesekali mencoba meronta kembali. Bukan karena menikmati… tapi ia tidak ingin melihat pria itu menjajah tubuhnya yang tidak berdaya ini tanpa ampun..

“AKKKHH!!” ringisnya, saat sesuatu menhancurkan keperawanannya, membuatnya semakin menangis dan tidak berdaya.. hancurlah ia, mahkotanya yang selama ini dijaganya hancur oleh pria itu, pria brengsek yang tidak mungkin akan bertanggung jawab..

-Flashback off-

Yeonmi kembali menangis saat mengingat itu semua.. kenapa ia harus berada ditempat ini dengan semua kesedihan dan keterpurukan? Kenapa ia harus merasakan kejamnya dunia? Kenapa ia tidak seperti gadis gadis seumurannya yang masih bahagia dan mungkin senang bersama kekasih mereka, tertawa lepas menatap hamparan langit yang berwarna biru yang merupakan kesukaannya.. bukannya menatap langit langit berwarna biru yang menyakitinya.. mendengarkan suara burung bernyanyi dipagi hari dengan indah, bukannya mendengarkan suara dentuman music yang begitu sangat menyakiti gendang telinganya.. berciuman dengan lembut dengan seseorang yang dicintainya dan juga mencintainya, bukannya berciuman dengan seseorang yang hanya menginginkan sebuah kepuasan..

Kenapa ia tak seperti itu?

Yeonmi mendongakkan kepalanya saat seorang pria menghampirinya, ia menghela nafas berat karena pria itu yang sampai sekarang masih menyewanya. Pria kasar yang seenaknya  merenggut keperawanannya dengan cara paksa..

Seperti biasa yeonmi akan menolak hingga akhirnya para bodyguardnya lah yang membawa gadis itu menuju kamar pria kasar itu.. dan lagi lagi usahanya sia sia karena ia tidak bisa apa apa selain menangis.. karena pria itu akan melakukan apapun yang membuatnya menuruti semua kemauannya, memukulnya.. tak jarang pria itu menamparnya dengan kasar.. membuatnya semakn tidak berdaya.

Yeonmi mengerjapkan matanya karena sinar matahari yang mulai masuk melalui celah kamar yang ditempatinya. Ia sedikit menggeliat pelan dan melihat kesamping ranjangnya yang sudah tidak ada siapun.. memang seperti ini setiap harinya, pria kasar itu akan meninggalkannya setelah pagi menjelang, dan itu membuatnya berterima kasih sebanyak banyaknya karena ia hanya suka sendiri..

Ia berjalan menuju kamar mandi dan langsung mengguyurnya dengan air shower yang hangat, mencoba menghapus semua perlakuan pria itu padanya, berharap ia akan seperti semula, tanpa ada bercak bercak berwarna merah yang merupakan kiss mark yang diberikan pria itu padanya setiap malam..

Dan lagi.. ia kembali menangisi semua hal yang dialaminya, jika harus seperti ini tidakkah ia mati saja? Dari pada ia harus hidup dengan penuh dosa setiap harinya..

-Midnight Blues-

Ryeowook menyandarkan kepalanya di sofa yang terdapat disebuah club, sedikit merasa bosan karena ia tidak bisa melakukan apapun selain melihat yeoja yeoja sexy serta hyung-hyungnya yang tengah berdansa dengan mereka.. ryeowook bisa saja mengikuti hal yang sama dengan para hyungnya itu tapi tak ada niat dalam hatinya karena mood nya yang sedang tidak baik.

Mereka mengadakan pesta kecil kecilan merayakan keberhasilan hyungnya –Lee Donghae-  saat rapat tadi, dan sayangnya mereka merayakannya ditempat yang tidak begitu disukai ryeowook karena terlalu berisik dan lampu gemerlapnya membuatnya sedikit pusing karena cahaya lampu yang berubah warna..tapi ia tetap menerimanya untuk menghargai hyungnya itu.

‘BRUKK!!’

Baru saja ryeowook akan meneguk wine suara gaduh berhasil menghentikan akitivitasnya, kepalanya reflex saja langsung menatap sumber suara. Mata karamelnya membulat seketika saat melihat apa yang  baru saja terjadi. Seorang gadis cantik tengah terduduk lemah akibat akibat sebuah pukulan yang berhasil mengenai gadis itu.

Bukan itu sebenarnya yang membuat ryeowook se-terkejut ini sebenarnya, melainkan siapa gadis itu.. ryeowook terkejut karena gadis itu adalah gadis yang ditunggunya selama hari hari terakhir ini, gadis yang berani beraninya memasuki otak ryeowook sehingga tak henti henti nya ryeowook memikirkannya..

Semua orang yang ada disana terdiam tak berbicara sedikitpun saat kegaduhan itu terjadi, hanya terdengar suara isakan kecil yang keluar dari mulut gadis itu, membuat ryeowook tak bisa harus berdiam diri seperti ini.

“kenapa kau berani melawanku eoh?” ucap pria kasar itu yang merupakan seorang pria yang memukul gadis lemah itu dan berjalan mendekati gadis lemah itu lalu berjongkok. Menatap gadis yang tengah terisak dihadapannya dan kemudian terkekeh kembali.

“kau terlalu kasar!! Kau egois!! Kau membuatku tak pernah beristirahat karena permainanmu yang kasar.. aku membencimu.. apa kau selalu memperlakukan wanita seperti ini ha?!”

‘PLAKK!!’

Satu tamparan sukses mengenai wajah mulus gadis itu, dan oke!! Ini membuat ryeowook semakin tidak bisa menahan diri, kemudian ia mulai beranjak dari tempatnya dan berjalan menghampiri mereka, semua pasang mata kini menuju pada dirinya karena hanya dia yang berani bergerak saat ini..

‘BUKKK!!’

Belum sempat pria itu akan kembali menyiksa gadis didepannya ini, seseorang sudah lebih dulu memukulnya.. membuat dirinya tersungkur akibat pukulan yang dilontarkan pria itu. Kim Ryeowook- langsung berlari dan membawa gadis itu pergi selama para bajingan itu masih sibuk dengan majikannya.. namun sayang rupanya masih ada beberapa lagi yang ikut mengejarnya.

“kau kuat berlari kan?” tanya ryeowook saat ia tengah berlari.. gadis yang sedang berlari disampingnya hanya mengangguk anggukan kepalanya pasrah.

Sebenarnya ryeowook bisa saja menghajar semua bajingan itu dengan pukulannya, karena ryeowook memang memiliki ilmu bela diri untuk menghajar mereka. Tapi jika ia menghajar mereka semua apakah itu sudah bisa menjamin bahwa ia akan menyelamatkan gadis ini? Mengingat banyak sekali bodyguard yang dimiliki pria itu, karena bisa saja salah satu bodyguard itu kembali membawa gadis itu pergi bukan?

Ryeowook perlahan mulai menyadari gadis ini yang terlihat sangat kelelahan karena aksi kejar kejaran itu, dan saat melihat ada gang kecil dan mungkin cukup aman untuk mereka bersembunyi. Dan tanpa dapat bisa diantisipasi oleh gadis itu ternyata ryeowook sudah menariknya memasuki gang kecil itu lalu menguncinya dengan kedua tangannya..

Ryeowook langsung membungkam mulut gadis itu dengan telapak tangannya agar tidak berteriak karena dirasa suara derap kaki yang tengah berlari mulai mendekati tempatnya bersembunyi. Entah mungkin karena ini dimalam hari atau para bodyguard itu yang bodoh.. mereka tak berhasil menemukan ryeowook serta gadis itu, dan itu tentu saja membuat keduanya merasa senang karena ia sedikit aman sekarang.

Pria itu membuka bungkaman tangannya pada gadis itu, agar ia dapat bernafas dengan lega saat dirasa sudah aman.

“kau aman sekarang..” ucap ryeowook seraya menjauhkan tubuhnya sedikit dari gadis itu, memberikannya ruang untuk gadis itu menghirup oxygen sebanyak banyaknya. Gadis itu menundukkan wajahnya gugup karena jarak yang begitu dekat barusan. Entahlah dengan jarak seperti dengan pria yang baru dikenalnya itu entah mengapa membuat kerja jantungnya tidak normal.

Ryeowook sedikit menyunggingkan senyumnya lembut saat melihat tingkah gadis polos didepannya ini dan kemudian beralih menatap jalannya melihat keamannya dan juga gadis itu yang mungkin bisa terancam kembali.

“kajja.. kita harus segera pergi dari sini..” ucap ryeowook dan kembali menggenggam tangan gadis ini dan membawa pergi. Namun tiba tiba ryeowook merasakan ada aliran listrik aneh yang terdapat dalam dirinya terlebih saat ia kembali menggenggam tangan gadis ini. Apa artinya perasaan ini? Kenapa ia merasa aneh dengan jantung yang berdebar debar, darah yang berdesir dan pikirannya tak bisa terfokus..

-****-

Ryeowook sesekali melirik gadis disampingnya itu saat sedang focus memperhatikan jalanan dan kemudian tersenyum. Gadis manis disampingnya ini sudah tertidur pulas rupanya, sejak tadi memang terlihat sekali diwajah sayunya itu bahwa ia sangat lelah dengan ‘keadaannya’ yang memang sangat tidak baik itu. Hanya dengan melihat kejadian barusan ryeowook sudah tahu kalau gadis ini tersiksa dengan semuanya.. walaupun ryeowook sangat ingin bertanya apa yang terjadi..

Ia menepikan mobilnya untuk sekedar beristirahat dan memandangi wajah gadis itu, senyum manis selalu terukir diwajahnya saat sedang melihat gadis ini, ryeowook tidak tahu sejak kapan yang jelas ini terjadi sejak ia melihat gadis itu..

Ryeowook membuka jasnya untuk menutupi tubuh gadis itu yang terlihat kedinginan dengan pakaian yang digunakannya, dilihatnya bagian lengan gadis itu yang terlihat memar akibat sebuah pukulan, mungkin pukulan yang selalu pria bajingan itu berikan. Dan lagi lagi entah mengapa ryeowook selalu merasa seperti melihat gadis masa lalu nya saat melihat gadis ini. Bahkan saat tidur seperti ini.. kenapa samar samar ryeowook melihat bahwa gadis ini adalah gadisnya dulu?

Gadis yang entah sudah berapa tahun meninggalkannya, gadis manis yang ceria dan sudah menjadi sahabat dekatnya saat gadis itu lahir kedunia ini, tapi kebersamaannya tak begitu lama karena pada akhirnya appa gadis itu memisahkan mereka berdua.. membuat ryeowook harus merelakan gadis itu.. gadis yang menjadi sahabatnya kemudian dicintainya.. ia sendiri tidak percaya bahwa anak kecil seumuran itu bahkan bisa memiliki sebuah perasaan ‘cinta’ yang bahkan bisa bertahan sampai sekarang, karena sejujurnya ryeowook masih menyukai gadis nya itu, seberapa keraspun ia mencoba untuk melupakannya karena memang ia ingin melupakannya tapi tetap tidak bisa, persaan itu masih ada sampai saat ini. Tapi.. Sejak gadis itu yang entah kapan mulai masuk dalam hidupnya perasaan itu sedikit berubah.. gadis ini entah mengapa mulai mencampuri otaknya yang biasanya hanya dipenuhi oleh gadis yang menjadi sahabatnya itu, tapi ryeowook selalu merasa aneh karena ia seperti melihat sahabatnya itu saat melihat gadis ini..

~Midnight Blues~

-Shin Yeonmi- Perlahan mulai terusik karena kicauan burung dipagi hari yang bernyanyi dengan riang, begitupun matanya yang juga mengerjap saat cahaya mentari itu mengganggu  tidurnya yang terbilang cukup nyenyak untuk pertama kalinya setelah beberapa hari kebelakang itu.

Yeonmi terdiam sesaat setelah matanya terbuka sempurna, berusaha mengingat tempat siapa yang ia tempati sekarang, ia sedikit mengangkat tubuhnya berusaha melihat keadaan sekitar.

‘PLUKK’

Gadis itu mengernyit heran saat melihat kain untuk mengkompress jatuh dari kepalanya, dan itu artinya seseorang mungkin mengkompresnya semalam, tapi.. siapa?

Yeonmi menautkan kedua alisnya dan berusaha mengingat ingat kejadian terakhir kali, setahunya semalam ia berlari lari dengan seorang pria yang menyelamatkannya dari pria brengsek bernama –Park ChangMin- itu.. Iya.. yeonmi ingat betul pria itu menyelamatkannya. Tapi setelahnya ia tak mengingat hal apa apa lagi..

‘OMO!!’

Pekiknya dalam hati lalu melihat pakaiannya, dan kemudian bernafas lega karena tak terjadi sesuatu hal yang aneh pada tubuhnya, bahkan ia juga masih mengenakan pakaian yang semalam ‘aku baik baik saja.. dan itu artinya pria itu tak melakukan hal lain padaku.. tapi, kenapa pria itu melakukannya? Kenapa ia menyelamatkanku?’ inner yeonmi bertanya, ia ingat kejadian saat pria imut itu memukul changmin dengan sekali pukulan dan langsung mengajaknya berlari, bersembunyi disebuah gang kecil.. seolah olah pria itu sudah sangat mengenal yeonmi.. ada apa dengan pria itu?

‘KLEKK!!’

Yeonmi menolehkan kepintu yang terbuka akibat seseorang yang membukanya, matanya mengenyit heran saat pria yang diduga menyelamatkannya itu memasuki kamar yang ditempatinya, ia menatap pria itu takut.. takut karena mungkin pria ini juga sama dengan pria pria yang berada ditempat menjijikan itu..

Ryeowook yang merupakan pria itu pun tersenyum senang karena telah melihat gadis ini yang sudah terbangun tepat saat ryeowook telah selesai membuatkannya sarapan, pria itu tersenyum pada yeonmi seraya menyimpan nampan makanan itu sebuah meja yang entah sejak kapan sudah berada disana.

“kebetulan sekali.. kau sudah bangun rupanya, cha!! Makanlah kau demam semalam..” ucap pria itu yang langsung duduk ditepi ranjang menunggu gadis yang dihadapannya ini segera memakan sarapan yang dibuatnya. Tapi rupanya gadis itu hanya terdiam takut..

Ryeowook yang mengerti akan raut wajah gadis didepannya ini hanya tersenyum “aku tak akan menyakitimu.. ppali makanlah.. atau mau kusuapi?” tanya ryeowook kemudian.

“kenapa?”

“mwo?”

“kenapa kau menolongku?” tanya yeonmi dengan pelan. Ryeowook terdiam.. ia sedang berfikir apakah gadis ini mencurigainya atau bagaimana? Karena ryeowook tahu ia pasti punya ketakutan luar biasa untuk mengenal seorang pria.

“hanya mengucapkan terimakasih karena kau juga sempat menolongku dulu..” ucap ryeowook sambil tersenyum. Yeonmi tertawa meremehkan.. jujur untuk saat ini ia tak percaya pada lelaki manapun karena baginya semua laki laki sama, mereka brengsek!! Dan yeonmi tidak menyukainya..

“ck.. memangnya aku pernah menolongmu apa tuan? Mianhae karena sudah merepotkanmu semalam.. tapi aku harus segera pergi, dan kumohon tolong jangan campuri urusanku lagi..” ucap yeonmi langsung beranjak dari tempatnya. Ryeowook terdiam.. ah ani, lebih tepatnya terpaku dengan ucapan yeonmi barusan, sedikit kecewa saat gadis itu mengatakan hal itu padanya, gadis itu menganggap seolah olah ia sama dengan pria pria brengsek diluaran sana. Padahal tidak.. ryeowook sama sekali bukan pria seperti itu, ia tulus membantu gadis itu..

“tapi kau memang membutuhkan bantuanku kemarin.. kenapa kau bisa berkata seperti itu eo?” ucap ryeowook yang dapat menghentikan langkah gadis itu saat ia hendak keluar kamar, gadis itu terdiam lebih tepatnya termenung.. ya.. ia memang membutuhkan pria itu semalam.. tapi bukankah tidak ada bedanya?

“kau membantuku atau tidak tetap tidak ada perubahan karena aku tetap akan menjadi……Wanita pemuas pria itu..” ucapnya dan diakhiri dengan helaan panjang dan langsung pergi dari tempatnya membuat ryeowook terkejut bukan main.

Ia sebenarnya sudah menduga kalau gadis itu memang telah menjadi wanita pemuas para lelaki brengsek diluaran sana, tapi entah mengapa ryeowook lebih terkejut lagi saat mendengar dari mulut gadis itu sendiri bahwa dugaannya selama ini memang benar. Entah mengapa ryeowook merasa menjadi tidak rela, saat bertemu gadis itu ia seakan akan menemukan sebuah serpihan dalam hidupnya yang selama ini menghilang entah kemana, dan kenapa serpihan itu kembali menghilang ketika ia menyadari bahwa gadis itu akan pergi?

-****-

Yeonmi melangkahkan kakinya entah kemana, ia tak memiliki tujuan untuk pergi saat ini. Rumah? Itu bahkan bukan tujuannya karena memang sejak awal karena ia berada dirumah itulah semua masalah ini terjadi, club itu.. aishh bahkan ia tak menginginkan untuk kembali karena tempat itu telah menghancurkan hidupnya.. mungkin tempat yang paling aman adalah apartemen pria itu, entahlah yeonmi hanya merasa bahwa tempat itu aman, tapi juga ketakutan.. takut akan pria itu yang mungkin sama saja dengan pria lain. Tak ada bedanya..

‘TIINN!..TIINN!!’

Yeonmi menolehkan kepalanya dengan perasaan terkejut saat suara klakson mobil mengintrupsinya, ia mengernyit heran melihat sebuah mobil hitam mewah kini yang sudah berada disampingnya.

“ikutlah denganku..” ucap seorang pria yang baru saja keluar dari mobil hitam itu, membuat yeonmi terkejut bukan main saat mengetahui siapa pria itu.

Yeonmi diam tak berkutip karena terlalu kaget yang melihat keberadaan pria itu yang ternyata sudah berada didepannya serta menarik tangannya dan membawanya menuju mobil hitam miliknya. Namun sesaat kemudian yeonmi tersadar dan menghempaskan tangan pria itu yang mencengkram kuat tangannya hingga menimbulkan rasa nyeri.

“Lepaskan!!” ucap yeonmi seraya menghempaskan tangannya.
“Untuk apa kau kemari eoh?” tanya yeonmi to the point.

“hanya ikutlah denganku..”

“hahaha.. Yang benar saja?! Aku ikut denganmu dan kau akan melampiaskan semua nafsumu padaku seperti pria pria yang lain itukan? Ahh!! Aku tak percaya padamu tuan!!” ucap gadis itu yang langsung melangkahkan kakinya pergi menjauh.

“tapi sejak awal bukankah kau sudah mempercayaiku?” ucap pria itu yang langsung membuat yeonmi berhenti melanjutkan langkahnya. “kau bahkan langsung percaya saat aku menarikmu pergi.. apa itu yang kau maksud kau tidak percaya padaku? Apa kejadian malam tadi masih tidak membuatmu percaya bahwa aku tak akan menyakitimu? Ikutlah denganku maka aku akan menyelamatkanmu.. kumohon..” Sambung  pria itu dengan lembut, yeonmi terdiam.. ia bingung tentu saja dengan perasaannya.. ia juga tak mengerti mengapa  saat kejadian itu ia dengan leluasa menerima uluran tangan pria manis itu yang membawanya entah kemana.. yang mungkin juga bisa menyakitinya, tapi ia percaya pada pria itu tanpa alasan, itu semua terjadi begitu saja dan yeonmi tidak tau mengapa..

Yeonmi tersadar dari lamunannya saat sesuatu menghangatkan tubuhnya, pria itu tengah mengalungkan jas yang dipakainya untuk menutupi tubuhnya yang kedinginan karena pakaiannya yang tidak wajar, karena yeonmi masih menggunakan pakaian itu. pria itu membawanya ke mobil hitam miliknya dengan lembut, dan lagi lagi yeonmi tak bisa menolaknya.

“apa bosmu ada diclub itu hari ini?” tanya pria itu membuka suasana, yeonmi menoleh kearah pria itu yang masih serius menjalankan mobilnya yang melaju dengan kecepatan sedang itu.

“wae?”

“aku ingin menemuinya..”

“untuk apa?”

“kau akan tau nanti nona..” ucap pria itu seraya tersenyum manis kearahnya, yeonmi tertegun sejenak melihat senyum manis pria disampingnya ini, untuk pertama kalinya ia sangat mengagumi ciptaan tuhan yang satu ini, mata caramelnya yang cerah dan selalu memancarkan keceriaan itu tak lepas dari indra penglihatan yeonmi sekarang, serta hidung mancung pria itu yang tambah membuat ciptaan itu semakin terlihat sempurna, serta bibir cherry pria itu yang selalu tersenyum dan mengeluarkan kata kata yang membuatnya tak bisa berfikir lagi, kata kata yang entah sejak kapan mulai menahannya.. yeonmi mengagumi pria yang disampingnya ini, ia bahkan tak mengindahkan jalanan kota seoul yang mungkin juga tak kalah indah..

“sedang apa menatapku seperti itu nona.. “ ucapan pria itu kembali mengejutkannya, ia mengerjakan matanya lucu seraya menggeleng pelan dan tanpa berbicara apapun ia langsung menatap jalanan yang terlihat jelas dari samping kanannya, dalam hatinya ia merutuk dirinya sendiri yang sudah tertangkap basah karena sudah memperhatikan wajah milik pria itu. Dan tentu saja itu membuat ryeowook terkekeh pelan melihat tingkahnya.

Mobil itu pun mulai berhenti saat ia sudah berada tepat didepan tempat terkutuk itu, pria itu bersiap siap akan turun begitupun dengan yeonmi tapi pria itu sudah lebih dulu menahan gadis itu untuk tidak turun “tetaplah berada disini.. apapun yang terjadi sampai aku keluar nde~” ucap pria itu lalu pergi, belum sempat ia bertanya ‘mengapa’ pria itu sudah hilang ditelan gedung itu dan membuat dirinya bingung sendiri harus berbuat apa.

Oke~ ia khawatir keadaan pria itu sekarang..

-****-

Yeonmi mencoba tenang ketika setengah jam berlalu dan pria itu masih belum menampakkan batang hidungnya, hingga sesaat setelahnya ia bernafas lega karena pria itu sudah keluar dan masih dalam keadaan baik baik saja..

“kau.. apa saja yang kau lakukan disana?” Tanya yeonmi karena merasa khawatir, ryeowook tersenyum manis kearahnya..

“menikahlah dengan ku..”

Mata indah milik yeonmi membulat seketika saat pria itu mengatakan hal yang memang membuatnya terkejut setengah mati. Pria ini baru saja menyuruhnya untuk menikah dengannya.. hey?! Bahkan yeonmi sendiri tidak tahu siapa nama pria itu dan ia sama sekali tidak pernah mengenalnya. SAMA SEKALI!!

Dan sekarang pria itu mengajaknya untuk menikah? Oh tuhan sekarang cobaan apa lagi yang akan kau berikan untuk gadis ini?

“kau gila!!”

“nde~ aku gila karena mu Shin Yeonmi!! Menikahlah denganku maka aku akan menyelamatkanmu serta membayar semua hutang hutang ayahmu yang membuatmu sampai berkerja seperti ini..”

Satu lagi yang membuat yeonmi terkejut setengah mati, pria ini mengetahui namanya, hutang hutang ayahnya dan alasan mengapa ia menjadi seperti ini, sebenarnya pria ini siapa? Kenapa ia bisa mengetahuinya?

“aku tidak bisa..” ucapnya kemudian menunduk, dan entah karena apa cairan bening itu kemudian mengalir dipelipisnya, tak ada isakan karena gadis itu hanya menangis dalam diamnya.

“aku tau aku gila sekarang.. tapi jika itu karena perasaan, aku akan menunggu.. tidak apa apa jika kau masih belum mencintaiku karena perasaan mungkin akan timbul karena kita bersama, bertemu setiap hari serta saling bertatap muka, yang terpenting sekarang aku sudah mengikatmu untuk tidak pergi ketempat itu lagi dan membuatmu selalu aman berada disampingku dengan pengawasanku.. jika kau masih terlalu risih, maka aku tidak akan mengganggumu.. kau bebas tinggal diapartemenku sesuka hatimu.. aku tak akan mengganggumu.. tapi kumohon menikahlah denganku..”

Ucap pria itu panjang lebar yang justru tambah membuat yeonmi semakin pusing dan bingung akan berbuat apa? Ia mungkin akan menerima tawaran pria ini untuk menikah dengannya, dengan alasan bahwa pria ini mampu membayar hutangnya serta menyelamatkannya. Tapi.. apa ia akan terus memanfaatkan pria itu seperti ini terus? Bukankah ini akan menyakiti perasaan pria itu jika seperti ini caranya, ia tidak mencintai pria ini bahkan mengenalnya pun tidak!!.

Belum sempat yeonmi menjawab, pria itu sudah menariknya kedalam pelukannya dan untuk pertama kalinya yeonmi merasa dibuat hangat oleh pria ini, dan pria ini sukses menghentikan tangisannya yang digantikan oleh rasa hangat serta amannya.

“aku mencintaimu.. bahkan saat kau lahir didunia ini.. karena kau memang terlahir untukku yeonnie-ya.. kau selalu membuatku tersiksa setiap malam karena merindukanmu, kau tau? Hanya percaya padaku dan berada disampingku seperti ini sudah lebih dari cukup untuk membalas perasaanku” yeonmi kembali terdiam, satu lagi yang membuatnya terkejut.. pria ini mengetahui nama kecilnya dari mana? Sebenarnya siapa pria ini?

“lihat!! Bahkan detak jantung kita berdegup dengan seirama.. itu artinya aku terlahir untukmu, dan kau terlahir untukku..” ucap pria itu lalu melonggarkan pelukannya dan menatap yeonmi dengan kedua tangan ryeowook yang menangkup kepala yeonmi agar gadis itu juga menatapnya.

“Namaku.. Kim Ryeowook.. pria masa kecilmu.. apa kau lupa?”

Yeonmi mengernyit heran berusaha berfikir jernih, ia tak mengingat apapun tentang pria masa kecilnya atau apalah itu namanya.. namun saat yeonmi sedang asik asik berfikir, pria itu sudah menempelkan bibirnya dengan bibir yeonmi.

Yeonmi terkejut bukan main, saat benda kenyal yang basah itu menempel pada bibirnya, dan itu membuat sengatan aneh dalam dirinya, hingga pria itu mulai melumat bibir yeonmi dengan lembut.. sangat lembut bahkan yeonmi dapat merasakan bahwa pria itu sangat berhati hati. Tak seperti pria lainnya yang menciumnya dengan kasar.

Mata yeonmi mulai terpejam, menikmati semua sentuhan pria ini, lagi lagi yeonmi menerima perlakuan manis dan lembut itu dengan senang hati, perasaan apa itu sebenarnya? Jantung mereka berdegup dengan cepat namun tetap seirama, rasa gugup itu hadir di antara keduanya saat menikmati sebuah ciuman yang begitu menggiurkan serta mendebarkan seperti ini. Entah sudah berapa lama mereka melakukan ini yang pasti ia masih berada didalam mobil dan tak dapat menutup kemungkinan kalau ternyata akan banyak pasang mata yang melihatnya jika mereka teliti.

“Menikahlah denganku..” ucap ryeowook lagi, dan entah apa yang terjadi pada diri yeonmi kala itu yang menganggukkan kepalanya, dan menerimanya. Membuat entah mengapa ryeowook merasa senang karena itu. kemudian ia kembali membawa gadis itu kedalam pelukannya.

-TBC-

Fiuuhhh #lapkeringet.. tadinya aku mau buat ini oneshoot aja, eh taunya nggak memungkinkan karena cerita yang panjang banget, ini aja baru setengah perjalanan, jadi sengaja aku buat twoshoot..

Lagi lagi mianhae, kalau ceritanya amburadul bin abal, banyak typo bertebaran serta alur yang tidak jelas dan membosankan -___- sekali lagi mianhae nde~ minta pengertiannya :*

Mohon komentarnya nde~ chingu..
kamsahamnida sudah berkunjung.. Cium manis dari author Chu~ :*

Advertisements

2 thoughts on “[Two Shoot] Midnight Blues Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s