[One Shoot] Reminiscence

Reminiscence

Author : Jung Hye Rim

Pairing : Ryeonmi Couple

Rate : T

Length : One Shoot

Genre : Sad, Romance, Sad ending, Comfort, Abal-abal, Gaje, Failed, and Other >.<

Main Cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi

Warning!!

FF ini sungguh abal dan tidak jelas seperti orangnya.. banyak typo bertebaran, alur yang berantakan dan kecepatan, disertai EYD (Ejaan Yang Diinginkan), ahhh pokonya semuanya #? Jadi bagi yang membaca harap berhati hati nde~ jangan baca sendirian.. karena hantu dimana mana #? Semoga readers ku tersayang bisa mengerti nde~ keadaan author yang aneh ini kekeke~

Summary

Angin yang memangdangku sepertinya berkata bahwa aku tidak akan pernah dapat menemukannya. Kemanapun dirinya pergi, aku tidak dapat melihat wajahnya..
“Coba katakanlah padaku dimana dia, Katakanlah!!”
Meskipun laut terus memaksaku, Pada akhirnya ia akan menangis sama sepertiku..~

Dengan beningnya air mata yang diteteskan laut, aku membayangkanmu.
Aku merebahkan diriku disampingnya, memanggil namamu, terkadang memandangmu.
Awan sepertinya merasa khawatir aku akan meleleh, bukankah awan yang menutupi matahari tidak meninggalkanku?~

.

.

======Happy Reading======

Seorang gadis cantik besurai panjang melangkahkan kakinya dengan semangat menuju sebuah halte untuk menunggu bus, bibir manisnya terus berucap melantunkan sebuah lagu yang sangat disukainya dan segera duduk di halte untuk menunggu bus.

Tak lama menunggu ternyata bus yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga dan tanpa basa basi gadis cantik itu langsung melagkahkan kakinya semangat menuju bus. Ia merogoh sakunya mencari cari keberadaan dompet yang sedang sangat dibutuhkannya untuk membayar bus, tapi usahanya sia sia karena memang benda itu tak berada disana, wajah cantiknya itu mulai panic seketika saat menyadari dompetnya yang memang tidak ada. Tapi seseorang yang baru masuk menyerahkan dompetnya tepat didepan wajahnya tanpa berkata apapun, ia adalah seorang pria yang terlihat sangat dingin dan cuek. Gadis itu –Shin Yeonmi- terdiam melihat punggung pria itu yang sudah melangkah jauh dan duduk dikursi pojok belakang.

Setelah membayar apa yang harus ia bayar, gadis itu pun akhirnya memilih tempat duduk yang bersebelahan dengan pria tadi, mata cantiknya terus memandang kejalanan yang terlihat indah jika ia melihatnya dari bus ini, bibir manisnya juga terus bersenandung ria berusaha menikmati kegiatan yang membosankan namun tetap ia jalani jika ingin pulang kerumah dengan senang.

Shin Yeonmi adalah gadis ceria, dan suka sekali tersenyum, ia juga sering membantu seseorang yang memang sedang berada dalam kesusahan, keceriaannya mampu membuat semua orang yang berada disampingnya ikut ceria. Tapi dibalik keceriaannya itu ia juga memiliki sifat ceroboh dan teledor, contohnya adalah barusan.. dompetnya tertinggal dan sayang nya ia lupa dimana benda itu tertinggal,  beruntung sekali tadi ada pria itu yang membantunya. Oh iya.. Pria itu? Ia belum berterimakasih tadi..

Dengan perlahan ia menolehkan kepalanya melihat kegiatan yang dilakukan pria yang duduknya bersebrangan dengannya, ia melihat wajah pria itu dari samping.. dan Yeonmi akui bahwa pria itu sangatlah tampan dan juga manis, tapi sikap dinginnya yang sepertinya tidak pernah tersenyum itu membuat ketampanannya sedikit berkurang.

Yeonmi buru buru mengalihkan pandangannya saat pria yang sedang diperhatikannya itu juga menoleh kearahnya, jantungnya berdegup cepat kala itu.. ia sendiri juga heran mengapa.

Tapi bukan -Shin Yeonmi- Namanya.. kalau ia tak penasaran akan pria itu, bagi Yeonmi dibalik kecuekkannya serta tatapannya yang membunuh pasti ada sebuah kelembutan yang tersimpan.. Yeonmi yakin itu dan ia ingin membuktikannya, tak peduli jika pria itu menganggapnya orang aneh karena berlaga seperti orang yang sudah kenal lama.. ia tak peduli. Yang ia ingin sekarang adalah melihat pria tampan itu tersenyum..

Perlahan namun pasti. Yeonmi mulai menggeser tubuhnya mendekati tempat yang pria itu duduki, ia bergerak begitu pelan hingga tidak membuat pria yang masih terdiam itu merasa terganggu akibat gerakannya, dan sampai!! Ia sudah sangat dekat dengan pria itu. ia merogoh saku mantelnya dan mengambil sebuah benda kecil bernama permen lollipop kesukaannya, dan memberikannya pada pria itu tepat didepan wajahnya. Yeonmi seikit terkekeh melihat wajah tampan itu yang terkejut dan memperlihatkan bahwa laki laki itu juga memiliki aegyo.. ohh lucunya..

Tapi senyum dibibir Yeonmi tak lama merekah dibibirnya karena pria itu yang menolak pemberian lollipop nya dengan kasar, ia mendengus kesal lalu kembali memberikannya, berusaha memaksa agar pria ini menerimanya. Dan benar seperti rencananya bahwa pria ini akhirnya menerimanya juga kekeke~

“gomawo karena sudah membawakan dompetku tadi..” ucap yeonmi dengan riang.. tapi tak ada jawaban dari pria itu, bahkan sekarang pria itu tengah memasang headset nya menghindari pembicaraan konyol nan membosankan yang dibuat gadis cerewet itu. Yeonmi kembali mendengus kesal melihat respon yang pria itu keluarkan untuknya.

“Shin Yeonmi Namaku.. nama yang cantik nde~ nama Oppa siapa? Apa oppa juga memiliki nama yang indah seperti ku?” tanya gadis itu lagi, sejujurnya Yeonmi juga menyesal mengeluarkan pertanyaan barusan karena menurutnya pertanyaan itu sangatlah kekanakan dan terlalu percaya diri. Tapi tak apa.. Yeonmi berharap pertanyaan konyol itu membuatnya sedikit merespon bahkan mungkin tertawa mendengarnya.

Lama berharap.. tak ada respon apapun membuat Yeonmi merasa dongkol dan gondok setengah hidup, pria ini ternyata lebih cuek dari kerang yang bahkan tak bisa berbicara. Benar benar menyebalkan..

“apa oppa bisa berbicara?”

“kenapa oppa tak menjawab pertanyaanku??”

“apa oppa adalah orang yang misterius? Sehingga tak mau berbicara?”

“oh.. oh.. oh.. apa oppa memiliki agen khusus yang mengharuskan oppa tidak berbicara pada siapapun?”

Yeonmi bertanya dengan semua pertanyaan konyolnya yang membuat orang orang yang berada disekitarnya memperhatikannya dengan tatapan nanar karena ia mengganggu ketenangan perjalanan mereka, tapi ia tak peduli!! Yang ia pedulikan sekarang adalah pria disampingnya ini yang tak ingin berbicara.

“ahh.. apa oppa ternyata adalah seorang pembunuh? Jadi oppa tak ingin berbicara pada siapapun?” dan.. pertanyaan terkahir Yeonmi ini membuat pria itu akhirnya menolehkan kepalanya menatap gadis ini dengan tatapan nanar dan kesal bukan main, pasalnya gadis ini sudah mengganggu ketenganan dalam perjalanannya dan juga menyebutnya yang tidak tidak, serta cerewet dan sangat ceroboh. Seandainya gadis ini tidak ceroboh.. maka ia tidak akan bertemu dengannya

“aishh!! Kau membuat telingaku sakit bodoh!” ucap pria itu akhirnya, Yeonmi mengembangkan senyumannya manis, akhirnya usahanya tak terlalu sia sia karena akhirnya pria ini berbicara juga, entahlah bagi Yeonmi suara pria itu sangat lembut dan tidak menandakan bahwa ia adalah seseorang yang sangat cuek dan dingin.

“akhirnya kau berbicara juga..” ucap gadis itu yang sekali lagi membuat pria itu sedikit menoleh, dan hampir tersenyum, namun niatnya terhenti ketika gadis itu mengambil paksa headsetnya dan memasukkannya kepada telinga kecilnya.

Pria itu mendengus kesal dan memberikan yang satunya lagi pada Yeonmi, tapi karena gadis ini berbeda dengan gadis pada umumnya  ia malah kembali memasukkan headsetnya pada telinga pria itu.

“kita dengarkan lagu sama sama nde~” ucap Yeonmi dengan lembut, Pria itu hanya diam tak menggubris ucapan Yeonmi barusan, Terserah gadis itu mau bersikap apa dan bertingkah aneh yang seenak jidatnya itu, ia tak peduli!! Yang penting ia segera sampai ketempat tujuannya dan segera bebas dari gadis ini..

Yeonmi bernyanyi dengan riangnya sembari tertawa kecil saat mendengar semua lagu lagu yang mengalir lembut ketelinganya, membuat pria disampingnya ini merasa jengah luar binasa.. Gadis ini terlalu heboh dan berisik sekali, ia juga tidak memperhatikan keadaan sekitar yang juga menatapnya tak suka, ia benar benar pengganggu yang pernah hadir dalam hidupnya.

Pria itu berusaha memejamkan matanya untuk menghindar dari celotehan – celotehan tak berguna dari mulut gadis itu, namun sayangnya ia tidak bisa karena gadis itu yang terus menganggunya. Tapi ia mulai heran sekaligus senang ketika suara gadis itu lenyap dengan perlahan dan berganti dengan ketenangan, ia meliriknya kearah samping melihat keadaan gadis aneh disampingnya. Dan ternyata gadis itu tertidur rupanya, Pria itu sedikit tertegun melihat wajah sayu milik gadis disampingnya ini, tanpa ia sadari ia mengagumi wajah manisnya, ia benar benar cantik untuk wanita seumurannya..

-Reminiscence-

‘DUKKK!!’

Yeonmi membuka matanya dengan cepat disertai perasaan yang sangat mengejutkannya, kepalanya menyentuh sesuatu yang pastinya tidak baik karena setelahnya ia meringis kesakitan, ia mengusap usap kepalanya dengan lembut dan mengernyit heran karena sudah tidak ada siapa siapa di bus ini, hanya dirinya saja dengan bayangannya, dan pria tadi? Pria yang menjadi sandarannya juga sudah pergi entah kemana, pantas saja kepalanya yang berisi otak yang pas pasannya itu mendarat tidak sempurna di badan bus yang didekatnya saat ia tertidur..

Dengan perasaan campur aduk Ia melangkahkan kakinya keluar dan tiba tiba saja sudut bibirnya terangkat keatas membentuk lengkungan indah saat ia melihat kedaan sekitar.. Ia tersenyum bahkan sangat indah dari pemandangan ini, Yeonmi senang akhirnya ia bisa pulang ke kampung halamannya lagi setelah 3 tahun tak pulang karena studynya yang padat di Seoul.

“HUWAAAHHHH Busann.. I’m Cominnnnnnnggggggggg!!!”

Ucapnya sedikit berteriak di ambang pintu bus, dan tentunya kegiatannya itu mengundang tatapan aneh dari para pejalan kaki yang berada disektar busnya itu. Untung ia segera tersadar dan berpura pura tengah mengeratkan jaketnya lalu berjalan pergi menuju rumahnya.

Sambil menunggu eommanya yang belum datang menjemputnya Yeonmi berniat mengelilingi tempat ini sebentar, pemandangan indah dipantai saat sore hari ini disuguhkan dengan special hanya untuknya, Pantai Haeundae, Busan. Merupakan tempat favoritenya karena pantai ini memiliki pesona yang luar biasa baginya, sebuah pantai juga yang selalu menyimpan banyak cerita menarik dan indah dimasa lalu nya yang tak ingin ia lupakan.

Yeonmi berjalan dengan riang hingga mata nya menangkap seseorang yang tadi meninggalkannya di bus.. matanya berbinar melihat pria itu lagi dan segera menghampirinya dengan berlari.

Pria itu hampir saja terjatuh jika ia tak berhati hati saat seseorang memeluknya dari belakang dengan cepat, ia mendesah kesal.. baru saja ia terbebas dari nuansa berisik gadis ini dan hidup dengan nyaman kini gadis yang berisik itu datang kembali.. bahkan sekarang tengah memeluknya heboh.

“yak!! Kau menggangguku pabo!!” ucap pria itu sembari melepaskan tangan Yeonmi dengan kasar, namun Yeonmi menolak, ia semakin megeratkan pelukannya agar pria ini tak bisa pergi..

“ini hukuman oppa karena meninggalkanku di bus tadi..” ucapnya dengan santai, Pria itu memutarkan matanya jengah menghadapi gadis sialan ini, mulutnya tak berhenti komat kamit mengucapkan sumpah serapah untuk gadis ini, bagaimana bisa diakhir hidupnya ini ia bersama gadis berisik dan suka sekali merajuk serta ceroboh dan cerewet ini.

Mengingat akhir hidup.. ya.. seperti itulah.. hidup memang tidak selalu mulus seperti apa yang diinginkannya, ia menderita penyakit luar biasa mematikan, Kanker Otak yang sudah dideritanya selama bertahun tahun ini kini sudah mencapai puncaknya, hanya menunggu hari agar ia bisa cepat cepat pergi dari dunia ini. alasan itulah yang membuatnya ingin pergi ketempat ini untuk terakhir kalinya, tempat yang selalu menghadirkan kenangan kenangan indah disetiap sudutnya..

Dan gadis ini mengganggunya!! Ia mengganggu ketenangan yang terakhir kalinya dibumi.. “Mau mu apa eoh?” tanya pria itu dengan jengah.. Terdengar bahwa gadis itu telah bergumam sesuatu.. “aku ingin tau siapa namamu oppa..” ucap gadis itu dengan penuh harap.

“Kim Ryeowook.. sekarang lepaskan aku…” ucapnya Sembari melepaskan pelukan konyol gadis ini dan bernafas dengan lega..

“Wahh.. kau juga punya nama yang indah.. sama sepertiku..” ucapnya.. ryeowook kembali memutar kepalanya jengah dan bosan lalu kembali melangkahkan kakinya berjalan menyelusuri bibir pantai yang indah ini..

Entah sadar atau tidak.. Ryeowook menarik sudut bibirnya mengulas senyum saat melihat tingkah konyol gadis ini, bagaimana bisa? Gadis itu berlari seolah olah ia masih berumur 5 tahun.. lihat wajahnya!! Sikap polosnya itu selalu memperlihatkan bahwa gadis ini memang kekanak kanakan, tapi cantik.. Cantik sekali..

“oppa!! Kita kemari lagi nde~ tahun depan.. Saat musim dingin seperti ini..”

Ryeowook terdiam, ia tak dapat berjanji untuk soal itu.. tapi pria itu kembali tersenyum tanpa dilihat gadis itu.. gadis ini benar benar bodoh atau bagaimana? Kenapa ia selalu bersikap seolah olah ia dengannya adalah teman yang sudah dekat, bahkan sangat dekat.. sampai berani beraninya mengajaknya untuk bertemu lagi ditempat ini saat musim dingin..

Gadis itu terus berlari layaknya anak kecil, bibirnya terus berteriak teriak tidak jelas dan membuat Ryeowook jengah dibuatnya.. gadis itu juga tak jarang bersembunyi di belakang punggungnya ketika angin dan ombak menuju karahnya. Tapi semua tingkah konyol gadis itu rupanya telah berhasil membangun nuansa baru dalam diri Ryeowook, entahlah ia hanya merasa berbeda..

Ryeowook mendudukkan tubuhnya saat dirasa ia sudah mulai lelah, diikuti gadis konyol itu yang juga ikut duduk disamping nya yang masih memasang wajah konyolnya yang terlihat manis itu.. ia menghela nafasnya berat ketika ia merasa pening dikepalanya, penyakit menyebalkan itu kembali mengganggunya.. ia tak bisa melakukan apa apa.. yang bisa ia lakukan hanyalah memejamkan matanya menunggu rasa nyeri itu agar cepat menghilang.. ia sengaja tak meminum obat penahan rasa sakitnya karena menurutnya memang tidak berguna sama sekali..

“ombak tak akan seceria ini jika kita tidak kemari..” ucap gadis itu tiba tiba yang reflex membuat Ryeowook menolehkan kepalanya, melihat wajah cantik gadis itu yang tengah menatap lurus kearah lautan lepas dengan mata yang berbinar binar.

“Dia akan terlihat sangat menyedihkan ketika kita tak berkunjung..” sambungnya lagi.. seraya menolehkan kepalanya menatap Ryeowook yang tengah menatapnya dengan tatapan heran. Yeonmi terkekeh pelan melihatnya “Untuk itu kita harus kemari lagi tahun depan.. saat musim dingin seperti ini.. karena laut berserta ombak pasti akan merindukan kita..” ucapnya sambil tersenyum.

“Memangnya kenapa?” tanya Ryeowook kemudian.

“saat musim dingin seperti ini tak aka nada pengunjung yang datang.. karena itulah laut akan terlihat sangat menyedihkan, dan aku tidak ingin melihat laut bersedih..”

“kenapa kau beranggapan seperti itu?”

“entahlah.. Aku hanya merasa seperti itu..”

“kau kekanakkan..” ucap Ryeowook akhirnya dan kembali memalingkan wajahnya dan kembali menatap hamparan laut yang luas.

Sedangkan yeonmi sendiri hanya mampu mempotkan bibirnya lucu mendengar komentar yang membuatnya kesal setengah hidup!! Tapi sama sekali Yeonmi tak mengindahkan tatapannya dari pria yang duduk berada disampingnya ini, entahlah meskipun pria ini sangat menyebalkan.. tapi Yeonmi sangat mengaguminya.. ini terlalu cepat!! Bagaimana bisa ia menyukai seorang pria yang lebih tua darinya dalam waktu yang sangat cepat seperti ini? ia hanya bertemu dengan pria itu beberapa jam lalu dan perasaan apa ini? kenapa ia bisa menyukai pria dingin dan membosankan ini?

Yeonmi terkekeh pelan menyadari itu semua.. membuat Ryeowook yang tengah asik menikmati ketenangan terpaksa menoleh ketika mendengar gadis ini terkekeh sendiri.

“ada apa?” tanya Ryeowook kemudian, Yeonmi terdiam menghentikan kekehannya ketika mendapatkan tatapan heran dari pria disampingnya ini.

“eoh? Ahh.. anioo, aku hanya merasa ini terlalu cepat..”

“maksudmu?”

“Aku menyukaimu Oppa..” ucapnya yang langsung dapat membuat mata Ryeowook membulat sempurna. Heyy!! Ada apa dengan gadis ini? kenapa ia mengatakan sesuatu yang bahkan tak pernah ia pikirkan sebelumnya.. Dan.. kenapa ia merasa sangat bahagia mendengarnya. Tapi juga merasakan kesedihan ketika gadis itu mengucapkan hal itu.

“tidak perlu dijawab.. aku tau ini terlalu cepat.. kau tak perlu seterkejut itu.. hahaha~” ucapnya sambil tertawa garing dan kembali menatap hamparan laut yang luas itu.. Sejujurnya Yeonmi merutuki dirinya sendiri karena sudah berbicara sangat lancang, ia seharusnya menyadari sesuatu kalau ia bahkan masih terlalu kecil untuk mengucapkan kata kata itu pada seorang pria yang lebih tua darinya.. bahkan sekarang Yeonmi masih duduk dikelas 2 SMU..

“lebih baik kau tidak melanjutkan rasa sukamu.. karena___

“aku tau.. kau tidak akan menerimaku kan?” tanya Yeonmi yang memotong pembicaraan Ryeowook, pria itu terdiam.. bukan seperti ini yang dia maksud, entahlah ia juga tidak tau mengapa yang jelas ia tidak ingin gadis itu menghentikan perasaannya, tapi Ryeowook bisa apa? Ia juga tak punya alasan yang kuat mengapa ia tak ingin gadis itu menghentikan perasaannya..

“mianhae..” ucap Ryeowook seketika, yang langsung membuat Yeonmi menatap heran kearah pria yang disampingnya ini.

Tapi seketika itu juga angin bertiup dengan kencang membuat ombak yang berada disekitar juga sedikit membesar, membuat Yeonmi sedikit takut, reflex ia mendekatkan tubuhnya kedekat Ryeowook dan bersembunyi di balik tubuh mungil pria ini..

“aku tidak apa apa.. jika kau menolakku oppa.. aku sadar diri, kalau aku masih terlalu muda untukmu.. tapi tak bisakah aku bisa melihatmu setiap saat.. terlebih saat musim dingin seperti ini.. apa aku boleh melakukannya?”

Pertanyaan Yeonmi sungguh membuat Ryeowook tak bisa berucap apapun, ia bingung harus memberitahu gadis ini dengan cara apa.. gadis ini begitu ceria dan selalu tersenyum dan Ryeowook entah sejak kapan tidak ingin menghilangkan senyum milik gadis ini, gadis yang jauh lebih muda darinya dan dengan seenak jidatnya mengganggunya dan membuatnya merasa berubah, untuk pertama kalinya Ryeowook tidak ingin kehilangan gadis ini..

“ya tuhann.. jika aku boleh meminta.. ijinkan aku bersama pria ini meski hanya sebagai adiknya, aku tidak apa apa.. yang terpenting aku bisa selalu melihat wajah tampannya yang sangat dingin dan cuek itu, dan buatlah dia selalu tersenyum tuhan.. aku.. sangat ingin melihatnya tersenyum, pasti akan terlihat sangat indah.. aku ingin bersamanya.. apapun yang terjadi..” ucap gadis itu sedikit berbisik, Ryeowook kembali terkekeh mendengarnya.. gadis ini sangat polos, Ryeowook mendengar semua do’a polos gadis ini yang membuat hatinya sakit..

“kau berdoa?” tanya Ryeowook kemudian yang langsung membuat mata Yeonmi membulat sempurna..

“yak!! Apa Oppa mendengarkanku?” tanya Yeonmi dengan keras membuat telinga Ryeowook sedikit sakit..

“kau berdoa terlalu keras.. tentu saja aku mendengarnya..”

“aishh.. padahal tadi aku berucap sangat pelan..”

“kau benar benar kekanakkan.. bagaimana jika tuhan tak mengabulkan semua permintaanmu.. kau tetap tak akan bisa bersamaku walau hanya ingin menjadi adikku..”

“kenapa? Setidaknya aku sudah berharap..”

“jangan berharap.. lagi pula aku tidak suka adik perempuan, ia terlalu berisik dan manja..”

“yak!!” ucap Yeonmi sambil memukul kepala Ryeowook dengan tangannya ringan, membuat Ryeowook tertawa seketika, dan itu tentu saja membuat Yeonmi terdiam seribu bahasa.. ini pertama kalinya Ryeowook tersenyum dihadapannya, dan tuhan telah mengabulkan permintaannya yang entah keberapa untuk melihat pria ini tersenyum.. ternyata benar benar indah.. indah sekali..

“permintaanku entah yang keberapa telah terkabulkan oppa.. kau salah menganggap tuhan tak mengabulkan permintaanku..”

“apa itu?” ucap ryeowook sambil menghentikan tawanya..

“melihatmu tersenyum.. aku akan tumbuh menjadi wanita cantik untukmu.. agar kau bisa menyukaiku.. maka dari itu tetaplah bersamaku..” ucap yeonmi, yang langsung mengambil topi milik Ryeowook dengan cepat berniat untuk memakainya.. namun niatnya terhenti ketika melihat bekas jahitan yang panjang terpampang jelas di belakang kepala Ryeowook membuatnya kembali terdiam.. Sedangkan Ryeowook.. ia buru buru mengambil topinya dan memasangkannya dan cepat berbalik menghadap gadis ini, dan tersenyum..

Ia menghela nafasnya melihat keterkejutan diwajah Yeonmi, ini mungkin memang sudah jalannya untuk gadis itu mengetahui semuanya.. “kau tau? Alasanku mengatakan bahwa tuhan tak akan mengabulkan permintaanmu? Aku tak akan hidup lebih lama lagi gadis manis.. jadi jangan berharap lebih nde~”

“kenapa?” tanya gadis itu seraya menitikkan air matanya.. bukannya menjawab Ryeowook membuka syal yang ia pakai sejak tadi dan segera mengalungkannya pada gadis ini. “ini juga sebagai alasan mengapa kau harus menghentikan perasaanmu.. tapi sebenarnya aku tak menginginkannya.. hiduplah dengan baik Yeonmi-ya.. jangan pernah bersifat ceroboh lagi.. kau akan rugi jika kehilangan dompetmu itu.. ya.. walaupun aku tau tak akan banyak isi yang berada didalamnya.. kekeke~” ucap Ryeowook seraya tertawa garing.. karena Yeonmi sama sekali tak merasa terhibur..

“kau belum menjawab pertanyaanku tadi oppa.. kenapa kau bisa mengatakan hal bodoh seperti itu? bekas luka itu bukan apa apa kan? Kau tidak memiliki penyakit apa apa kan? Kau tidak mungkin____

Ucapan Yeonmi terhenti ketika benda kenyal dan basah itu menyentuh bibirnya dan digantikannya dengan matanya yang sudah membulat sempurna, ada apa ini? Pria ini? Mencium bibirnya!! Dan kau tau? Ini ciuman pertamanya!!

Yeonmi memejamkan matanya ketika Ryeowook mulai melumat lembut bibirnya, entah setan apa yang merasuk dalam diri Ryeowook sekarang, salahkan saja dia karena sudah menodai otak polos gadis ini dengan ciuman ini, Ryeowook tak bisa menghentikan kegiatannya, hingga perlahan ia mulai meneteskan air matanya dan juga gadis ini yang sama sama meneteskan air matanya..

Hingga ryeowook menghentikan ciumannya dan menatap gadis ini dengan lembut..

“Uljimma.. tetaplah ceria.. dan mianhae oppa menciummu barusan.. aku anggap ciuman ini sebagai hadiah terakhirku.. annyeong.. gadis cerewet, dan juga ceroboh..” ucapnya seraya tertawa garing, dan mengusap kepala gadis ini dengan tangannya dan segera pergi..

“Opp__

“Yeonnie-ya!!”

Belum sempat Yeonmi memanggil pria itu, seseorang sudah memanggilnya.. Eommanya yang memang sejak tadi ia tunggu tunggu, tapi dia datang disaat yeonmi tak menginginkan eommanya itu datang.. ia ingin mengejar Ryeowook tapi tak bisa karena eomma nya yang terus memanggilnya..

~Reminiscence~

-Yeonmi Pov’s-

Aku melangkahkan kakiku menuju halte bus yang akan segera membawaku kembali pulang kerumah yang sudah sangat aku rindukan karena jadwal kuliahku yang begitu padat, aku menghela nafasku saat aku mendudukkan tubuhku di kursi tunggu. Tempat ini selalu sama seperti 5 tahun lalu saat pertama kali perjalanan cintaku dimulai kekeke~

Ahh entahlah kenangan kenangan masa lalu kembali teringat oleh ku.. saat ia membawakan dompetku yang tertinggal, dan saat aku mulai mendekatinya karena hanya ingin melihatnya tersenyum, ck.. begitu menggelikan dan sangat kekanakkan..

Aku tersenyum saat bus yang sudah kutunggu sejak tadi akhirnya datang juga, kali ini aku tak melupakan dompetku lagi.. aku melihat kursi paling belakang yang sangat aku harapkan masih kosong, dan ternyata benar.. tempat itu masih kosong.. tanpa basa basi aku segera menempati tempat itu..

Ya.. selalu seperti ini.. kenangan itu seolah olah datang sendiri kedalam otakku, aku masih ingat saat ia memilih duduk ditempat ini untuk mendapatkan ketenangan. Tapi aku mengganggunya..aku benar – benar anak yang nakal nde~

Aku memasukkan headset ketelingaku dan mendengarkan semua lagu lagu yang menjadi favorite ku, lagu yan dinyanyikan oleh seorang pria yang begitu berarti, pria yang kuganggu 5 tahun lalu.. ya.. aku baru tahu kalau lagu lagu yang kudengar kala itu adalah lagu buatannya. Dan aku segera mengunduh semua lagunya saat kutahu dia juga yang menyanyikannya.. suara nya bagus dan sangat indah membuatku ingin melanjutkan cita cita nya.. aku ingin menjadi pianist terkenal agar bisa menyanyikan semua lagunya dihadapan public, dan memamerkannya bahwa lagu ini sangatlah indah..

Banyak hal yang baru kutahu tentangnya.. dan semua itu membuatku semangat.. entah ada apa yang membuatku perlahan lahan mengetahui asal usulnya.. padahal aku tak pernah berharam untuk mengetahui tentangnya.. tapi semua itu datang seolah olah angin yang bertiup entah kemana hingga dapat menghampiriku..

Bus berhenti ketika ia sudah sampai ketempat tujuan.. kali ini aku tidak tertidur karena kelelahan.. jadi aku tidak tertinggal sendirian ditempat ini..

Kulangkahkan kakiku menelusuri bibir pantai yang luas ini, kueratkan syalku yang dengan senang hati menghangatkan tubuhku, syal yang diberikan olehnya.. meskipun sudah kucuci berkali kali.. aku masih merasa kalau aroma pria itu masih menempel dengan lekat di syal ini..

Aku masih ingat dengan jelas saat ia menatapku dengan nanar ketika aku bertingkah seperti anak kecil dan membuatnya jengah, aku masih ingat dengan semua itu..

Tanpa kusadari liquid bening itu jatuh dari sudut mataku ketika mengingat itu semua, akan selalu seperti ini.. dan aku tak bisa menahan perasaanku.. aku.. aku merindukannya, aku merindukan semua kebiasaanku yang hanya dilakukan dalam sehari itu bersamanya, aku merindukan senyumannya saat ia menertawakanku ketika aku berdoa pada tuhan mengenai hal hal yang tidak mungkin, aku merindukan tatapan sinisnya saat ia jengah melihat tingkahku..

Tak bisakah ia kembali? Aku tak apa jika ia kembali dengan wujud lain.. tapi aku menginginkan dia kembali.. tak taukah ia bahwa laut dan ombak disini menangis karena merindukannya? Tak taukah ia bahwa mereka ingin melihatnya kembali? Bukankah ia akan menemani laut dan ombak ketika musim dingin tiba? Kenapa kau pergi?

Dan ciuman itu… kau tau? Bahwa ciumanmu itu benar benar membuat otakku terkontaminasi!! Aku tak bisa tidur untuk beberapa hari karena mengingat hal itu, kau mencuri first kiss ku!! Dan kau adalah cinta pertamaku!! Tapi kau tak bertanggung jawab!! Kau pergi begitu saja..

Aku merindukanmu oppa.. sekarang aku sudah menjadi gadis yang tumbuh dengan cantik.. aku akui bahwa aku sudah jadi lebih cantik sekarang.. dan aku akan lebih senang jika kau melihatku.. maka kembalilah.. banyak hadiah yang ingin aku berikan padamu.. dan juga banyak pertanyaan pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu.. kembalilah!! Aku menunggumu.. Kim Ryeowook, oppaku..

Jika kau tak bisa kembali.. maka tunggu aku.. aku akan menyusulmu..

Jika ada orang lain yang hidup bersamaku.. percayalah.. bahwa hanya ada oppa yang selalu berada dihatiku.. terimakasih karena sudah memberikanku 1 hari yang indah, memberikanku hadiah yang manis dan juga mendebarkan.. gomawo oppa~ Saranghae ❤

-CUT-

Annyeong 🙂 author balik lagi dengan ff geje bin absurd ini.. ini panjang banget lhoo… mianhae karena suda terjebak dalam ff geje abal bin absurd ini..

Ff ini terinspirasi saat nggak sengaja liat video – video suju.. dan eh.. akhirnya nemu yang judulnya Reminiscence.. itu lohh yang dinyanyiin sama Suju KRY.. jadi ajah aku bikin ff ini.. sekalian mengisi waktu senggang karena stress menghadapi UKK..

Yaudah deh.. author ngomong malah makin geje aja.. gomawo readers karena sudah berkunjung minta review nya ya.. thanks 😉 saranghae :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s