[One Shoot] A Love Story

Tittle : A Love Story

Author : Jung Hye Rim

Pairing : Ryeonmi, Haeji, Yeyoung, Hyunjae, Eunhyun

Rating : T

Genre : Romance, Comfort, Geje, Abal – abal, Absurd ><

Main Cast : Ryeowook – Yeonmi | Donghae – Eunji | Yesung – Soo Young | Kyuhyun – Jae in | Eunhyuk – Hyunmi

======Happy Reading======

Cinta itu sederhana. Ia ada didalam hati kita, yang selalu menyatu dengan jiwa kita, Tak bisa terdengar dan tak bisa kita lihat. Ia seperti angin yang bisa kita rasakan kehadirannya.

~Story Begin~

Korean Girl 58

Yeyoung Couple [Kim Yesung – Park Soo Young]

Hari sudah mulai gelap, tampaknya matahari sudah mulai bersembunyi dari tempatnya dan akan berganti dengan bulan yang menggantikan posisi matahari. Hewan hewan akan pulang kerumah mereka masing masing dan mungkin akan berkumpul dengan keluarganya.. Jalanan juga sudah mulai sepi karena setiap orang pasti juga sudah berada dirumah mereka dan akan menghabiskan waktu bersama dengan keluarga mereka. Begitupun dengan seorang gadis ini, ia juga tengah melangkahkan kakinya menuju perjalanan pulang. Tapi wajahnya terlihat lesu dan sangat lelah, mungkin karena perkejaannya seharian ini.

Tapi ternyata bukan, ya,, ia akui itu bahwa ia memang lelah seharian ini tapi ada satu hal yang membuatnya lelah.. Kekasihnya telah berubah.. semuanya telah berubah..

Ia mengecek ponselnya perlahan, berharap bahwa ada satu panggilan untuknya dari kekasihnya. Tapi seketika wajahnya kembali terlihat lesu karena memang kekasihnya itu tak menghubunginya sama sekali, membuatnya sedikit berdecak kesal.

“lihat!! Bahkan tak ada satupun panggilan untukku..”

Entahlah ia merasa semuanya telah berubah, tak ada kata kata romantic seperti dulu, bahkan pria itu sudah sangat jarang menghubunginya. Dan itu sangat menyebalkan.. ia selalu berfikir bahwa hati pria itu telah berubah.

Ia menghentikan langkahnya ketika iris matanya menangkap sebuah kertas yang terpampang jelas disamping jalanan, ia menyipitkan matanya membaca tulisan yang berada didalam kertas tsb.

“Katakan sebelumnya bahwa semua itu sudah tidak lagi hangat.”

Soo Young menggidikkan bahunya acuh menatap tulisan tulisan aneh itu, ia berfikir mungkin itu hanyalah orang iseng saja senang tulis tulisan hal hal yang tidak penting seperti itu. Tapi belum lama berjalan ia kembali melihat tulisan aneh itu lagi, namun kali ini isinya berbeda.

“Apa di dunia ini akan kehilangan kehangatan?”

Kali ini ia mulai penasaran, tapi sebisa mungkin ia tak memperdulikan tulisan aneh itu dan kembali melangkahkan kakinya menuju Rumahnya. Dan seperti hal yang ia lakukan sebelumnya, langkahnya kembali terhenti ketika Ia melihat tulisan aneh itu lagi.

“dan sepertinya Cinta kita kini sudah berubah menjadi dingin.”

Dan oke!! Kali ini ia penasaran siapa yang membuat tulisan tulisan aneh itu, apa tulisan itu ditunjukkan Untuk dirinya? Atau mereka sengaja membuat tulisan aneh itu agar para pejalan kaki sepertinya dibuat bingung. Oh ayolah.. apa mereka semua tidak memiliki perkerjaan penting yang dilkakukan mereka selain mengganggu para pejalan kaki sepertinya? Soo young kembali melangkahkan kakinya menuju rumahnya dan kembali bersikap acuh dengan tidak memikirkan tulisan tulisan itu.

Dan.. kali ini langkahnya kembali berhenti tapi bukan karena ia menemukan kertas putih yang bertulisan hal hal aneh seperti barusan melainkan kini sebuah suara seorang pria yang telah membuatnya kesal setengah hidup itu.

“Aku tidak ingin menjadi dingin untuk membuat hatimu merasa dingin..”

Soo young mengedarkan pandanganya berusaha mencari cari keberadaan orang yang tengah berkata aneh.. dan ia menghela nafasnya lega ketika matanya sudah menangkap keberadaan pria menyebalkan itu.

“dan aku juga tidak ingin menjadi panas untuk menyakitimu.. maka ijikan aku menjadi kekasih yang yang selalu berada disampingmu..”

Soo young terdiam saat pria itu mengucapkan kalimat terakhirnya lalu berjalan mendekatinya. Dan tanpa dapat diantisipasi Soo young, pria itu sudah menarik tengkuknya dan mendekatkan bibirnya dengan bibir pria itu lalu mengecupnya lama seraya melumat sebentar bibir Soo young yang sudah seperti candu baginya.

“Mianhae.. Aku datang terlambat..”

Kali ini Soo young tidak dapat menahan senyumnya, hatinya sekarang merasa sangat senang. Ia bodoh karena sudah menganggap pria ini sudah berubah.. tapi entahlah hari ini ia merasa bahwa pria ini kembali romantic seperti dulu. Dan tanpa berbicara apapun Soo young langsung memeluk erat Yesung yang tengah menatapnya dengan tatapan sendunya.

“Saranghae..”

“nado..”

Terkadang, meski marah atas apa yang telah dilakukan dia yang kamu cinta, kamu tetap tak mampu berhenti mencintainya. Dan begitu pun dengan Soo young, seberapa keraspun ia mencoba untuk kesal dan bersikap acuh pada pria itu, ia tetap tidak bisa. Entahlah karena memang seperti itu. mungkin akan kalanya pria itu bersikap acuh dan tidak mengabarinya karena mungkin pria itu memiliki kesibukan lain yang tidak diketahu Soo young, dan ia harus mulai terbiasa karena itu. ia tak bisa terus menerus seperti ini setiap kali Yesung tidak menghubunginya.

large

Eunhyun Couple [Lee Hyukjae – Lee Hyunmi]

Hyunmi baru saja mengikat anjing peliharaan nya itu dipagar sebuah café yang selalu menjadi tempat favoritenya untuk berkunjung. Mata cantiknya terlihat tengah melihat melihat kearah etalase yang menghadirkan banyak makanan kesukaannya.

“cha… aku ingin ice cream teh hijau dengan blueberry sirup dan biscuit macaron almond..” ucapnya ketika memesan makanan yang sangat disukainya.. ia kemudian duduk disalah satu bangku yang ada disana seraya memainkan ponselnya.

Baru saja ia akan membuka akun sosialnya seorang pelayan sudah memanggil pesanannya, ia mengernyit heran ketika pelayan itu menyebutkan pesanannya ‘Cepat sekali’ batinnya..

Ia berjalan melangkahkan kakinya untuk mengambil pesanannya “pesananku?” tanya Hyunmi sambil meminta kepada pelayan yang baru saja menyebutkan pesanannya. Tapi ia kembali mengernyit saat melihat wajah pelayan itu yang terlihat bingung dengan kedatangannya.

“mianhae nona.. tapi tuan ini yang sudah memesan lebih dulu..” mendengar perkataan pelayan tadi Hyunmi langsung menolehkan kepalanya melihat siapa yang telah memesan pesanannya barusan, dan benar ternyata ada seorang pria yang tengah menunggu pesanannya diberikan. Tentu saja hal itu membuatnya malu setengah mati.,. ia hanya bisa tersenyum kikuk seraya menggarukkan tengkuknya yang tidak gatal itu saat melihat tatapan aneh pria itu.

“mianhae..” ucap Hyunmi kikuk untuk menutupi kegondokkannya. Astaga kenapa ia bisa seceroboh ini?

Pria itu hanya tersenyum ramah merespon permintaan maaf Hyunmi barusan dan kemudian pergi entah kemana, Hyunmi menepuk jidatnya pelan ia merutuki dirinya sendiri yang terlihat sangat badoh barusan.

.~~~~.

Hyunmi baru saja menduduki kursi ditaman kota bersama anjing kesayangannya, seraya menyantap dengan santai biscuit macaron almond miliknya dan ice cream the hijau dengan blueberry sirup kesukaannya.

“ketika itu sangat dingin, kita memiliki affogato yang cocok dengannya..” ucapnya sendiri pada anjing kecil kesayangannya, kemudian gadis manis itu menuangkan affogato yang dimilikinya keatas ice cream yang baru saja ia beli.

Dan kegiatannya itu terhenti ketika ujung matanya menangkap seseorang yang juga tengah menuangkan sesuatu ke ice creamnya sama seperti kegiatan yang dia lakukan sekarang, gadis tu menoleh kearah seseorang itu yang merupakan pria tadi yang memesan dengan pesanan yang sama dengannya. Ia mengernyit heran lalu melihat botol affogato miliknya. Dan kau tau? Pria itu juga melakukan hal yang sama dengannya kemudian mereka berdua terkekeh kecil. Pria itu sedikit menurunkan makanannya dan menatap Hyunmi yand duduk ditempat yang tak jauh darinya.

“eummm.. apa kau juga akan mengahdiri music festifal minggu nanti?”

Hyunmi yang mendengar pertanyaan pria itu langsung membulatkan matanya tidak percaya.. pria ini sungguh memiliki kebiasaan yang sangat sama dengannya.. bagaimana bisa ia mengetahui dirinya yang akan menghadiri festifal music minggu nanti. Hyunmi menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan pria tadi dengan tatapan terkejut, membuat pria itu tersenyum.. sangat manis.

Ia melihat pria itu yang kini sudah beranjak dan menghampirinya, kemudian kembali tersenyum. “bisa aku duduk disini?” tanyanya yang langsung dijawab oleh anggukan Hyunmi yang mantap seraya menggeser tubuhnya agar pria itu bisa duduk disampingnya..

“siapa namamu..?” tanya pria itu kemudian. Hyunmi tersenyum “Lee Hyunmi.. Kau?”

“Lee Hyukjae..” ucapnya.. “kau sadar? Nama kita pun hampir mirip.. kau juga menggunakan marga ‘Lee’ pada namamu..” ucapnya sambil terkekeh pelan dan membuat Hyunmi juga tertawa mendengarnya, sungguh sesuatu yang sangat tak terduga sebelumnya.

Tawa Hyunmi terhenti ketika ia menyadari sesuatu.. anjingnya.. bagaimana dengan kabarnya? Ia sedikit menengokkan kepalannya agar melihat keberadaan anjingnya. Namun sedetik kemudian ia kembali terkekeh ketika melihat anjing mereka yang juga sedang berdua.. dan lucunya.. anjing mereka juga dalam spesies yang sama..

Hyukjae dan juga Hyunmi tertawa melihat itu, ini sungguh lucu.. bagaiamana ia bisa bertemu dengan seseorang yang memiliki kebiasaan dan kesukaan yang sama? Dan bukannya merasa risih.. Hyunmi bahkan menyukainya..

1file_downnn

Haeji Couple [Lee Donghae – Choi Eunji]

Eunji baru saja memasuki sebuah ruangan kerja seorang dokter pria yang disukainya. Ia melihat keadaan sekitar ruangan itu dan mendapati Donghae yang tengah tertidur pulas dimeja kerjanya, melihat itu Eunji sungguh tidak tega.. tertidur dengan posisi terduduk dan hanya menggunakan kedua tangannya untuk menjadikan bantal itu sungguh sangat tidak nyaman.. karena Eunji pernah merasakan seperti itu. ia mungkin akan sakit leher ketika bangun nanti.

3 tahun berteman dan 3 tahun pula menyimpan perasaan menyebalkan itu. Sebenarnya ia sudah berusaha menepis jauh jauh perasaannya itu tapi tetap tidak bisa.. perasaan it uterus saja hadir dalam hatinya membuatnya sendiri merasa frustasi.. ia hanya merasa sia sia dan terlalu menghabiskan banyak waktu untuk menunggu seseorang yang bahkan tidak menyukainya.

Eunji menghela nafasnya melihat Donghae yang masih tertidur dengan pulas, pria ini sungguh keras kepala.. bagaiamana tidak? Pria ini mengaku bahwa dirinya tengah tidak enak badan, tapi tetap saja ia memaksakan dirinya untuk berkerja. Eunji meletakkan sebotol ramuan China untuk obat alami pria ini disampingnya. Dan menuliskan sesuatu dikertas kecil agar pria itu tidak salah paham.

“Ini obat China, Kau harus meminumnya!!”

.~~~~.

Donghae menghentikan langkahnya didepan lift menunggu pintu lift terbuka, ia baru saja meneguk obat China yang diberikan temannya itu lalu tersenyum dan kemudian kembali pada posisinya untuk menunggu pintu lift terbuka. Ia menolehkan kepalanya Reflex saat Eunji mengejutkannya dari belakang, ia menatap Eunji aneh yang sedang tersenyum aneh kearahnya.

“Kau suah meminumnya?” tanya Eunji semangat, Donghae memutar matanya jengah. Gadis diampingnya ini sungguh berisik sekali.

“apa nya?”

“aish.. paboya!! Tentu saja obat China itu..”

“ahh.. nde~”

Melihat Donghae menganggukkan kepalanya, Eunji tersenyum cerah. Kemudian menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Donghae, ia menjinjitkan tubuhnya dan berbisik “Eotte? Bagaimana rasanya? Apa manis?” bisiknya lucu, membuat Donghae dengan reflex menjauhkan tubuhnya dengan gadis disampingnya ini dan mengusap telinganya yang geli. Tingkah Donghae membuat Eunji terkekeh.. pria ini terlalu manis untuk menjadi seorang dokter..

“kau terlalu berlebihan Donghae-ssi.. bagaiamana? Kau belum menjawab pertanyaanku.. apa obat itu manis?” tanya Eunji lagi dengan nada kekanak kanakkannya, Donghae memutar matanya jengah dan menghela nafasnya berat seraya menatap lurus kearah lift yang belum terbuka juga.

“pahit!” ucapnya singkat..

Mata cantik Eunji membulat sempurna mendengar ucapan Donghae barusan “ya!! Apa kau sudah meminum semuanya?” tanya Eunji memastikan.. jujur saja ia tidak percaya dengan ucapan Donghae barusan karena setahunya obat itu terasa manis dan nikmat.

“nde~ semuanya dan pahit.” Ucapnya lagi dengan pandangan yang lurus kedepan, membuat hati Eunji terasa sakit.. ya.. jikalau memang obat itu pahit seharusnya ia mengatakannya dengan hati hati. Setidaknya Donghae harus menghargainya yang sudah repot repot membuatnya ramuan itu dengan jerih payahnya.. dengan mengucapkannya terimakasih dan mengatakannya dengan baik baik kalau obat itu sangat pahit dan Donghae tidak menyukainya..

Belum saja Eunji hendak menyangkal ucapan Donghae barusan. Segerombolan suster melewat diantara mereka.. dan seperti biasa mereka akan selalu memuji ketampanan Donghae.. dan itu justru tambah membuatnya kesal setengah mati.

“Annyeong Doctor.. kau terlihat tampan malam ini..” ucap salah seorang suster disana, Eunji memutar matanya jengah dan hendak meninggalkan Donghae sendirian. Namun baru saja ia ingin pergi pintu list terbuka dan dengan cepat Donghae menarik Eunji agar ikut memasuki lift dan tidak meninggalkannya. Membuat Eunji terkejut tentu saja karena Donghae menariknya dengan tiba tiba.

Eunji melirik donghae yang tengah tersenyum aneh dan mendengus kesal, pria ini sungguh aneh sekali baru saja ia bersikap dingin dan sekarang sudah senyum senyum sendiri dengan aneh..

“nah.. apa kau suka jika aku mengatakan bahwa ini manis?” tanya Donghae seraya mengeluarkan botol obat itu dan menunjukkannya kearah Eunji. Gadis itu hanya melirik sekilas dan disambung dengan dengusan kesal, kerena pria ini terlalu menyebalkan.

Merasa diacuhkan, Donghae akhirnya menghela nafas berat dan menarik tangan Eunji agar mendekat kearahnya dan menatapnya. Eunji membulatkan matanya seketika saat tubuhnya ditarik begitu saja oleh Donghae dan berada dijarak yang sedekat ini dengan pria itu.. bahkan sekarang hidung mereka hampir menyatu.. astaga!!

“aku menyukaimu.. aku juga menyukai obat China buatanmu.. gomawo..” ucapnya lalu mengecup singkat bibir Eunji dan kemudian tersenyum. Sedangkan Eunji ia hanya bisa melongo tidak percaya melihat perlakuan Donghae yang tiba tiba ini, dan jantungnya.. jantungnya bahkan sudah berdegup tidak karuan terlebih saat Donghae mengecupnya singkat.. Buru buru Eunji memeluk tubuh Donghae sebelum terjadi sesuatu yang sangat tidak memungkinkan untuk jantungnya.. karena sejak tadi jantungnya sudah berdegup tidak karuan

“sarangahae..”

1557501_585116898233375_821032455_n

Ryeonmi Couple [Kim Ryeowook – Shin Yeonmi]

Yeonmi tengah duduk dihalte menunggu bus seperti biasa, ia mengeluarkan sebuah buku dari tas sekolahnya untuk menemaninya menunggu sebuah bus yang akan mengantarkannya kesekolahnya. Novel adalah buku yang beruntung dipilih oleh Yeonmi untuk dibacanya sekarang, karena Yeonmi tidak akan mungkin membaca buku pelajaran sekarang dan juga ia sangat tidak suka membaca pelajaran dipagi hari seperti ini.. ya.. ini semua karena Yeonmi bukanlah seseorang yang memiliki sifat suka membaca pelajaran seperti yang lainnya. Disaat yang seperti ini ia lebih memilih untuk membaca novel favorite nya dari pada membaca pelajaran.

Yeonmi menghela nafasnya berat ketika ia membaca pada bagian hal yang romantic.. jujur saja Yeonmi sangat ingin mengalami kisah cinta seperti yang ada pada novel novel yang dibacanya selama ini. Tapi sepertinya tidak ada.. karena hingga kini ia belum pernah menemukan hal yang seperti itu.

Baru saja Yeonmi ingin membuka halaman selanjutnya seseorang menegurnya, membuatnya terpaksa menghentikan kegiatannya dan beralih menatap sesorang itu yang tidak lain adalah hoobae disekolahnya.

“Eoh.. Wookie-ah.. kau membawa sepeda?” tanya Yeonmi dengan wajah terkejutnya, dan yang diajak berbicara hanya tersenyum gaje menanggapi sunbae nya itu.

“Nde~ apa noona ingin ikut bersamaku?” tanya Ryeowook menawarkan tumpangan untuk Yeonmi, tapi belum sempat Yeonmi menjawab rupanya bus yang sudah di tunggu tunggu Yeonmi akhirnya datang juga, melihat itu Ryeowook hanya bisa menghela nafasnya pasrah mengingat pasti ajakannya ditolak karena bus yang menyebalkan itu datang mengganggunya..

“mianhae Wookie-ya.. tapi kali ini aku akan menaiki bus saja.. mungkin lain kali..” ucap Yeonmi sambil memasukkan novelnya dan beranjak dari tempatnya. Ryeowook hanya bisa menghela nafasnya dan mengerutkan bibirnya lucu..

“ahh.. noona!! Kumohon kali ini saja noona naik bersamaku..” teriak Ryeowook saat Yeonmi sudah menaiki bus itu, Yeonmi hanya tersenyum menanggapi ucapan Ryeowook. Itu tentu saja membuat Ryeowook kesal. Seharusnya Ryeowook datang lebih dulu agar Yeonmi bisa ikut dengannya..

“noona!!” panggil Ryeowook saat bus yang Yeonmi tumpangi mulai berangkat. Ia berusaha sekuat tenaga menggayuh sepedanya agar tetap berada didekat bus itu dan terus melihat wajah Yeonmi yang sangat cantik saat dia terdiam seperti ini..

Yeonmi baru saja ingin kembali membaca novelnya sebelum akhirnya indra pendengarnya mendengar seseorang memanggil namanya, ia sedikit menolehkan kepalanya dan matanya membulat seketika melihat Ryeowook yang ternyata menyusulnya dengan sepedanya.. ia tak habis pikir kalau pria itu ternyata mengikutinya sampai seperti ini.

Ryeowook yang melihat bahwa Yeonmi sudah menyadarinya hanya bisa tersenyum senang dan melambaikan tangannya kearah gadis itu. melihat tatapan Yeonmi yang khawatir Ryeowook dengan santai berkata “Noona aku baik baik saja.. kau tidak perlu khawatir..” ucapnya yang kembali menggayuh sepedanya dengan cepat saat ia mulai merasa tertinggal. Tak jarang Ryeowook hampir terjatuh karena terlalu terlena menatap Yeonmi dan membuat gadis itu merona merah dan juga merasa khawatir karenanya.

“Noona?! Saranghae.. maukah noona jadi pacarku?” teriak Ryeowook lagi dan tentu itu membuat Yeonmi kembali terkejut. Yeonmi bingung harus menjawab apa.. karena ia sendiri juga bingung dengan perasaannya sekarang.. tapi tetap saja walaupun begitu rona merah dipipinya masih terlihat dengan jelas saat Ryeowook mengatakan kalimat itu..

“noona!! Saranghae.. Jeongmal saranghae!!” ucapnya lalu menghentikan sepedanya, Yeonmi yang mendengar pengakuan Ryeowook barusan hanya bisa tersenyum malu dengan rona merah dipinya yang masih terlihat.. Ryeowook benar benar seseorang yang romantic..

.~~~~.

Yeonmi berdiri saat matanya melihat Ryeowook yang sudah terlihat dari jauh tengah menggayuh sepedanya. Ia tersenyum geli melihat wajah Ryeowook yang sedikit berkeringat karena kelelahan. Ryeowook menjatuhkan sepedanya asal dengan nafas yang masih memburu. Melihat itu membuat Yeonmi tertawa tanpa sadar.

Merasa ditertawakan, Ryeowook  hanya mendesah pelan dan menatap Noona yang dicintainya itu tengah menertawakannya..

“ini.. kau mungkin haus..” ucap gadis itu seraya memberikan sebotol minuman untuk Ryeowook..
“Tentu saja..” ucap Ryeowook dan membuat Yeonmi kembali terkekeh.. “Apa ini hangat?” tanya Ryeowook lagi. Yeonmi mengangguk menjawab pertanyaan Ryeowook “Sedikit..” ucapnya..

Ryeowook yang memang tengah kehausan tanpa basa basi langsung meneguk minuman yang Yeonmi berikan itu dengan pelan. Dan kemudian ia mendudukkan tubuhnya dikursi taman samping Yeonmi yang tengah menatapnya heran.

“wae?” tanya Ryeowook.
“kenapa kau menyukaiku?” tanya Yeonmi akhirnya. Entahlah pertanyaan itu terus terus saja menghantui pikirannya sejak tadi. Ryeowook terkekeh melihat Yeonmi yang bertanya seperti itu, kemudian pria manis itu mengubah posisi duduknya menatap gadis disampingnya ini.

“apa cinta perlu alasan?” tanya Ryeowook yang membuat Yeonmi terdiam seraya mempoutkan bibirnya lucu. “tapi aku yakin.. kau pasti memiliki alasan Wookie.. berikan aku satu alasan mengapa kau menyukaiku..” ujar Yeonmi lagi, dan dijawab dengan anggukan enteng Ryeowook.

“arraseo.. kau cantik.. kau adalah wanita tercantik ke 2 setelah Eommaku.. kau baik seperti Eomma.. memiliki sifat yang lembut dan aku menyukainya.. kau sangat mirip dengan Eomma.. itu alasanku..”
“itu artinya aku sudah terlihat tua?” tanya Yeonmi dengan wajah polosnya, melihat tingkah gadis dihadapannya ini membuat Ryeowook ingin sekali mencubit pipinya yang lucu itu.

“aish.. kau ini terlalu kekanakkan noona!!” ucap Ryeowook sambil mencubit pelan pipi Yeonmi, yang membuat gadis itu sedikit mendengus kesal.

Ryeowook tertawa melihat gadisnya yang tengah mendengus kesal, sungguh tak ada alasan tertentu untuk mencintai gadis yang jelas jelas lebih tua darinya ini, karena memang seperti itu bukan? Orang jatuh cinta tanpa alasan, dan bahkan tanpa menginginkannya, Ia sendiri tidak bisa memprediksinya. Bukankah begitu? Dan Ryeowook juga sepertinya begitu.. ia tidak pernah memprediksi bahwa ia akan mencintai gadis yang lebih tua darinya satu tahun itu..semua mengalir begitu saja dan Ryeowook tanpa sadar menerima takdir itu.. Begitupun dengan Yeonmi ia selalu berfikir untuk memiliki kisah cinta yang sangat manis seperti pada cerita cerita romantic dinovel yang selalu ia baca. Tapi ia bodoh kerna tidak melihat kesekelilingnya karena ternyata ada seseorang yang mencintainya bahkan memperlakukannya dengan sangat romantic dibandingkan dengan cerita cerita dalam novel. Ia menyukainya.. dan ia juga menyukai cara Ryeowook mengungkapkan perasaannya.. dan pada akhirnya ia ternyata menyukai seorang pria yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Ia menyukai Ryeowook.

c18f9bf1973999c1ff58b252c4f7c8c3.

Hyunjae Couple [Cho Kyuhyun – Kim Jae In]

Jae in menghela nafasnya kesal saat ia sudah mulai bosan, ia melirik kearah Cho Kyuhyun yang masih serius dengan buku buku matematikanya, terlebih saat ini ia sedang berada diperpustakaan sudah dipastikan akan lebih membosankan karena ia tak bisa berbicara apapun karena hal itu pasti akan mengganggu ketenangan orang lain yang sedang membaca..

Dengan malas akhirnya Jae in mengeluarkan kertas selembar dan menuliskan hal hal yang sangat tidak penting, ia bosan sekarang.. dan ia bingung harus berbuat apa sekarang. Nyanyi jelas tidak bisa.. bisa bisa ia mendapatkan tatapan nanar dari orang orang disini, disamping ia mengganggu orang orang disini suaranya juga tidak bagus dan sangat tidak layak untuk dikeluarkan. Kalau mengobrol? Hhh~ ia bahkan tidak yakin pria disampingnya ini akan berkompromi dengannya untuk tidak berbicara dengan suara kerasnya..

Jae in dan Kyuhyun sudah berteman sejak kecil, mereka bersahabat sangat dekat malah. Jae in dilahirkan 3 tahun setelah Kyuhyun lahir, rumah mereka berdekatan dan orang tua mereka pun bersahabat. Jadi mau tidak mau, disengaja ataupun tidak.. Kyuhyun dan Jae in sudah pasti bersahabat. Dan saat – saat itu juga Jae in rupanya menyukai Kyuhyun.. Kyuhyun yang selalu memiliki sifat jahil dan menyebalkan.. selalu mengganggunya dan tak jarang membuatnya menangis karena barang barang kesayangannya hilang disembunyikan oleh kyuhyun.. tapi dibalik semua itu Kyuhyun selalu memiliki sikap bertanggung jawab dan selalu menjaga Jai in dimanapun.. dan itu lah yang membuat Jae in mengubah perasaannya yang semula hanya Cinta sahabat kini Cinta dari seorang gadis pada seorang pria.

Tapi ia tidak berani mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Kyuhyun.. ia mungkin hanya bisa menunggu sampai Kyuhyun menyukainya atau pria itu menyukai gadis lain.. Jae in hanya bisa menunggu keputusan Kyuhyun yang sangat tidak pasti itu.

Jae in tersadar dari lamunannya saat sebuah kertas berwarna kuning berada tepat didepannya menghalangi kertasnya yang sedang ditulis tulis. Ia melirik sekilas Kyuhyun yang masih asik membaca dan kemudian mendengus kesal karena sikap dingin pria itu. ia mengambil kertas itu dan membacanya..

“Aku ingin pensil itu..”

Begitu kalimat yang ada didalam kertas kecil berwarna kuning itu, ia kembali melirik Kyuhyun yang ternyata sudah mengeluarkan tangannya untuk mengambil pensilnya. Jae in mendelik seraya memberikan pensil itu pada Kyuhyun, dan lihat wajah Kyuhyun yang terlihat berseri seri karena telah mendapatkan pensil.

Jae in yang kemudian bingung mau berbuat apa lagi karena pensil satu satunya miliknya sudah diambil Kyuhyun akhirnya mengambil botol minum miliknya lalu diteguknyalah air yang ada didalamnya, disamping ia juga haus, air putih mampu mendinginkan otaknya. Belum selesai ia meminum air putihnya sebuah kertas kuning sudah mendarat sempurna dibukunya membuatnya mau tidak mau melihat apa isinya.

“Aku ingin minum juga..”

Begitu tulisan yang terdapat di kertas berwarna kuning itu.. ia kembali melirik Kyuhyun yang sudah menengadahkan tangannya untuk mengambil botol minum miliknya. Kyuhyun benar benar menyebalkan. Untuk kali ini Jae in tak memberikannya pada Kyuhyun ia memilih untuk kembali meminumnya namun bukan Kyuhyun namanya kalau ia hanya diam saja di acuhkan oleh Jae in. karena sekarang Kyuhyun langsung mengambil botol minumnya dengan kasar dan mambuat Jae in terkejut.

Kyuhyun hanya memberikan senyum anehnya dan kemudian meminum minuman itu lalu tersenyum puas dan mengembalikan botol minumannya pada Jae in. Jae in tentu kesal setengah mati.. tapi ia tidak mungkin memari Kyuhyun sekarang jika ia tidak ingin dimarahi oleh orang sekitar. Toh ia tidak perna bisa marah pada Kyuhyun karena selalu saja setiap Kyuhyun melakukan sesuatu padanya sekalipun itu sangat menyebalkan jantungnya tetap berdebar dengan hebat. Jadi rasa kesal itu akan hilang berganti dengan debaran jantung yang hebat dan menyebalkan.

Dan menatap pria itu dari sedekat ini selalu membuat otaknya menjadi tidak beres, Kyuhyun selalu terlihat tampan saat sedang membaca buku seperti itu.. Jae in menghela nafas pendek dan mengalihkan pandangannya dari kyuhyun ia takut jika kerja otaknya semakin tidak beres karena harus menatap Kyuhyun seperti itu.

Jae in menjatuhkan kepalanya keatas meja dan menjadikan kedua tangannya untuk menjadi bantalnya sekarang, ia ingin tidur sebentar. Hanya mengisi waktu untuk menunggu Kyuhyun selesai dengan tugasnya.

Kyuhyun yang merasa diacuhkan oleh sahabatnya hanya mendengus dengan kesal, ia sangat tidak suka diacuhkan seperti ini oleh seseorang terlebih oleh sahabatnya yang diam diam Kyuhyun juga menyukainya. Untuk itu tadi ia sengaja mengambil pensil serta mengambil paksa minuman Jae in. ia hanya ingin mengalihkan semua perhatian sahabatnya itu hanya untuknya.

Kyuhyun kembali menghela nafasnya sahabatnya ini bukan hanya mengacuhkan ia juga rupanya tertidur dan itu lebih menyebalkan dari pada mengacuhkan. Kyuhyun mencoba meluruskan ototnya yang lelah akibat duduk lama ditempat ini.. kemudian ia hendak pergi keluar dulu untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Ia melirik Jae in sebentar lalu menuliskan sesuatu dikertas kuning kecil itu lalu menempelkannya di pipi chubby milik gadis itu dan kemudian segera pergi keluar.

Jae in terbangun saat sesuatu menempel pada pipinya ia kemudian mengambil kertas kuning itu dan melirik kearah tempat duduk Kyuhyun yang sudah tidak ada orangnya, ia mendengus lalu membaca kertas kuning itu.

“Terus saja mengacuhkanku sesukamu nona!!”

Jae in tersenyum membaca kertas itu, baginya Kyuhyun sangat kekanakan.. tapi ia suka.. ia suka cara Kyuhyun yang kekanakkan seperti itu. Dan bukankah dengan kata kata Kyuhyun barusan itu mendakan bahwa pria itu tidak ingin diacuhkan oleh dirinya? Oh ayolah.. ia bukannya mengacuhkan Kyuhyun tadi, Jae in hanya tidak ingin jantung dan otaknya semakin tidak beres karena terus terusan memandang Kyuhyun dan berada dijarak yang sangat dekat dengannya. Jae in mengambil botol minumnya dan mencium botol itu dengan senang, sungguh kalimat Kyuhyun barusan membuatnya melayang diudara. Dan ia hanya bisa melampiaskan kesenangannya pada sebuah botol karena ia tidak mungkin berteriak di perpustakaan bukan?

.~~~~.

Jae in kembali terbangun saat dirasa ada sesuatu yang menghangatkan punggungnya, ia menolehkan kepalanya dan sudah mendapati Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan senyuman manis yang menghiasi wajah tampannya.

Kyuhyun tersenyum saat melihat sahabat yang ia sukai itu terbangun dengan wajah lucunya, membuat Kyuhyun tidak kuat untuk tidak mencubit pipi Chubbynya..

“Aigoo.. kau lucu sekali nona kim..” ucapnya tanpa sadar, membuat orang lain yang berada disana menatapnya dengan tatapan membunuh karena suara Kyuhyun berhasil mengganggu mereka. Jae in yang tersadar lalu terkekeh pelan “Shhh” ucapnya lalu dijawab dengan kekehan pelan Kyuhyun.

Mereka saling menatap satu sama lain, seakan akan dari tatapan itulah mereka menyalurkan semua perasaannya.. karena Cinta itu sederhana bukan? Kau tak perlu repot repot untuk mengungkapkannya dengan berbicara keras keras.. cukup saling bertatapan sebuah Cinta akan mengalir begitu saja.. Dan entah sampai kapan Jae in dan Kyuhyun akan terus bertatapan seperti ini, karena mereka berdua sama sama nyaman dengan tatapan masing masing, Jae in sangat sanang kali ini.. ia tidak perlu repot repot lagi menahan perasaannya karena ternyata Kyuhyun juga menyukainya.

-FIN-

Annyeong.. :*
author balik lagi dengan ff gaje dan amburadul ini kekeke 😀
Ff ini terinspirasi dari itu loh.. acaranya Lee Jong Suk di Lock and Lock.. ahh author gak tau persis nama acaranya seperti apa.. Cuma author lebih kembangin aja lagi ceritanya.. mian kalau para readersnim sangat tidak suka dengan ff ini dengan versiku..

Minta review nya aja ya Chingu 😉

Advertisements

4 thoughts on “[One Shoot] A Love Story

  1. wookpil

    Kyuhyuuun yaampun kekanakan tapi mengenang dihati bikin nambah cinta XD
    Aku kurang dapet feelnya kalau ryeowook yg jadi hoobae. Hehe
    Ah overall bagus ko aku suka ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s