[Two Shoot] Midnight Blues Part 2

midnight blues2

Author : Jung Hye Rim

Pairing : Ryeonmi

Rate : PG +17

Length : Twoshoot

Genre : Romance, Sad, Angst, Comfort, Hurts, abal abal, gaje, failed, and other ><

Main cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi

WARNING!!

FF ini ada unsur DEWASA-nya sedikit, tapi nggak banyak kok Cuma nyempil sedikit doang, dan satu lagi ff ini murni dari otak saya yang sedikit dibantu oleh teman saya yang cantik @lialialiiaa, jadi jika para reders yang saya cintai mendapatkan jebakan typo, EYD (Ejaan Yang Diinginkan), serta alur yang kecepetan dan berantakan, serta cerita yang amburadul harap di maklum nde~ para readers ku yang baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung.. Dan… bagi yang tidak suka lebih baik jangan dibaca.. dari pada nantinya nge bash kan nggak enak 😦 FF ini juga panjang banget hampir 7000 lebih kata.. Makasih atas perhatiannya 😉

.

.

======Happy Reading======

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Dan sepertinya ia mengalami hal menggelikan itu sekarang. Sudah hampir 1 bulan ini Yeonmi tinggal diapartemen Pria itu dan ia selalu saja mendapati perasaan perasaan aneh yang begitu menggelitik saat Ryeowook berada disekitarnya. Tak jarang ia mendapati dirinya yang sedang berdebar tanpa alasan, perut yang selalu seperti ada kupu kupu yang berterbangan dan begitu menggelitik, serta kaki yang tiba tiba saja melemas seketika. Dan itu semua hanya ia rasakan saat Pria itu berada disekitarnya. Dan Yeonmi mendeskripsikan perasaan itu sebagai perasaan Cinta.

Ryeowook adalah orang yang sangat baik menurut Yeonmi. Pria itu selalu menjaga kehormatannya sebagai wanita. Ia telah membuktikan ucapannya 1 bulan lalu bahwa ia bukanlah lelaki brengsek yang Yeonmi tahu selama ini. Dan bagi Yeonmi yang tidak pernah berpacaran sebelumnya tentu merasa sangat senang diperlakukan dengan lembut dan semestinya oleh seorang pria bukan? Pria itu selalu menyapanya saat pagi menjelang dan mengucapkan selamat malam saat ia ingin memejamkan matanya tertidur. Sungguh Yeonmi tak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Apalagi saat malam itu.. malam saat pertama kali keperawanannya direnggut secara paksa oleh pria pria brengsek yang tidak bertanggung jawab. Ia marah sekali dan ingin memberontak. Tapi apa daya tubuhnya begitu lemah dan tidak berdaya. Ia tak bisa melakukan apapun selain menangis dan memohon, hingga pada akhirnya Ryeowook menolongnya.. Pria itu membawanya pada titik terang dalam hidupnya.

Sudut bibir Yeonmi terangkat mengulas senyum saat mengingat kejadian kejadian dimana Ryeowook membantunya, menggenggamnya dan membawanya berlari. Yeonmi senang karena kepahitan yang ia alami tidak selama seperti apa yang dipikirkannya, karena ternyata pria itu cepat membantunya dan membawanya pada ketenangan.

Ada sesuatu yang mengganjal dihati Yeonmi mengenai pria itu. Ini bukan lagi mengenai alasan Ryeowook tentang penyelamatannya, karena Yeonmi sudah tahu pasti alasannya. Ini juga bukan masalah tentang Ryeowook yang mencintainya, karena sejujurnya Yeonmi juga mencintai Pria itu dan tidak ada yang mengganjal mengenai itu.. Tapi ini mengenai dirinya.. ia merasa bahwa dirinya tidak sempurna dan tidak pantas untuk Ryeowook. Pria itu terlalu sempurna bahkan untuk hal apapun. Yeonmi bukan lah wanita Suci yang memiliki banyak harta dan kecantikan yang luar biasa dan ia merasa  tidak pantas untuk bersanding pada pria sempurna seperti Ryeowook.

Yeonmi tersenyum miris ketika mengingat itu, baru saja ia hendak menghela nafasnya seseorang sudah memeluknya dari belakang dan tentu saja membuatnya terkejut bukan main. Yeonmi membulatkan matanya sempurna saat seseorang yang memeluknya dari belakang itu mempererat pelukannya dan menyandarkan kepalanya dipundaknya.

“Eomma menginginkan kita menikah segera. Dia merindukanmu Yeonnie~”

Jantungnya mendadak berdegup hebat saat Pria yang memeluknya dari belakang itu membuka mulutnya mengatakan sesuatu. Sebenarnya bukan hanya perkataannya yang membuat dadanya beredebar hebat seperti ini, tapi juga perlakuan pria ini yang memang baru pertama kali dilakukannya. Selama ini Ryeowook tidak pernah memeluknya dari belakang seperti ini walaupun pria itu secara terang terangan sudah mengajaknya menikah. Dan entah mengapa mendadak menjadi suatu yang sangat disukai Yeonmi. Pelukan Pria itu memberinya banyak kehangatan dan ketenangan.

Yeonmi sedikit menolehkan kepalanya ragu menatap Ryeowook. Dan kemudian ia tersenyum manis melihat wajah tampan dan juga imut milik Ryeowook, bahkan wajah itu tidak terlihat seperti wajah orang dewasa terlebih saat memejamkan matanya seperti itu.

Ryeowook membuka matanya saat dirasa seperti ada sesuatu yang mengamatinya, kemudian ia terkekeh pelan saat melihat sikap Yeonmi yang berubah gugup dan begitu sangat menggemaskan. Ryeowook tak berkata apapun melihat itu.. Tapi Ia justru semakin mengeratkan pelukannya seraya menunggu reaksi Yeonmi setelahnya. Pria manis itu tersenyum saat melihat tingkah Yeonmi yang tengah kebingungan mencari cara agar Ryeowook tidak seperti ini padanya. Sebenarnya Ryeowook tidak tega melihat Yeonmi gelagapan seperti ini. Tapi melihat ekspresi gadis ini yang lucu membuat Ryeowook tega membuatnya gelagapan seperti itu. Yeonmi terlalu polos baginya..

“Eunng.. Apa benar Eommonim merindukanku? Aku bahkan tidak pernah merasa dekat sekali dengannya..” Ucap Yeonmi berusaha mencari cara agar Ryeowook tidak terlalu memeluknya erat. Ryeowook yang mendengar pertanyaan Yeonmi hanya bisa menyunggingkan senyumnya..

“Dia selalu merindukanmu Yeonnie.. bahkan saat kau pergi dulu. Aku dan Eomma merasa kehilangan saat kau pergi..” ucap Ryeowook dan diakhiri dengan helaan nafas panjang.

“Apa aku terlalu berpengaruh bagimu? Mian.. aku tidak memiliki ingatan yang baik..” ucapnya dengan nada bersalah.

“Tentu saja kau berpengaruh bagiku.. kau hampir membuatku gila.. dan masalah kenangan kenangan yang tidak kau ingat.. aku tidak masalah, lagi pula itu kisah yang sangat lama sekali wajar saja jika kau tidak mengingatnya.. dan soal pernikahan… Eomma ingin kita segera menemuinya dan menentukan tanggalnya” ucapnya. Yeonmi terdiam, baginya pria ini salah karena harus memilihnya sebagai pendamping. Tapi Yeonmi juga tidak ingin menghindar dari Ryeowook tapi juga tak bisa membiarkannya terus melangkah kearah yang salah..

“Kenapa kau selalu bersikeras untuk memilikiku?” tanya Yeonmi akhirnya. Ryeowook mengernyit heran mendengar pertanyaan aneh barusan. Kenapa gadis ini tiba tiba bertanya hal aneh lagi? Bukankah ia sudah tahu alasannya mengapa? Karena Ryeowook mencintainya dan tidak ingin kehilangannya.

“Nde?”

“Maksudku.. Kenapa kau tidak memilih seorang gadis yang bahkan lebih sempurna dan cantik seperti yang lain?”

“Apa cinta harus memiliki alasan? Apa cinta ada aturannya? Misalnya seperti.. seseorang yang sempurna harus mencintai yang sempurna.. apa harus seperti itu? Coba katakan pada ku jika memang ada yang seperti itu..” ucap Ryeowook tegas. Yeonmi membatu.. Pria ini selalu saja mengeluarkan kata kata yang membuat entah mengapa ia selalu tidak bisa berbicara apapun lagi setelahnya..

“bukan begitu___

“Lalu apa?”

“Maksudku.. Aku bukan orang yang pantas untukmu. Kau bukan yang pertama untukku.. Sudah pernah ada yang manjamah tubuhku, dan mereka juga-” Yeonmi menghentikan perkataannya karena Air matanya yang juga mulai mengalir dipelipisnya. Ryeowook tersenyum miris mendenagarnya. Perlahan ia membalikkan tubuh mungil itu agar dapat menghadapnya dan menatapnya.

“aku-” Yeonmi masih menahan ucapannya. Sedangkan Ryeowook.. Pria itu hanya ingin mendengarkan semua perkataan gadis ini saja, walau hatinya sakit mendengarnya “Aku bahkan sudah tidak perawan lagi.. Kau bukan yang pertama untukku.. Karena itu aku merasa tidak pantas untukmu Ryeowook-ssi..” ucapnya dan kali ini tangis nya benar benar pecah. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis.

Ryeowook menghela nafasnya perlahan. Sungguh sakit mendengar itu semua. Tanpa Yeonmi sadari Ryeowook menitikkan air matanya, dan kemudian membawa Yeonmi kedalam pelukannya. Ryeowook mengusap dengan lembut belakang kepala Yeonmi, Dikecupnya ujung kepala Yeonmi dengan lama seakan menyalurkan seluruh perasaannya pada gadis itu.

“Aku tidak peduli Yeonmi-ya.. Aku tidak peduli ada yang pernah menjamah tubuhmu karena yang hanya ingin kujamah adalah hatimu dan rasamu.. Dan satu lagi.. Aku tidak mencintai Keperawananmu Yeonmi-ah.. yang ku cintai adalah dirimu sepenuhnya. Jadi jangan pernah beranggapan lagi bahwa kau tidak pantas untukku. Aku mencintaimu..”

Yeonmi mencoba menghentikan tangisannya dan terdiam, tangannya mulai terangkat membalas pelukan Ryeowook. Ia tersenyum tanpa sepengetahuan Ryeowook. Dalam hati ia bersukur karena sudah menghadirkan Ryeowook dalam kehidupannya. Seseorang yang mau menerimanya dengan semua kekurangannya dan seseorang yang bertanggung jawab serta mencintainya dengan tulus. ‘Aku Juga mencintaimu, Ryeowook-ssi’ ucapnya dalam hati.

~Midnight Blues~

Ryeowook terkekeh saat melihat kesampingnya dan mendapati gadisnya yang tengah cemas. Hari ini adalah pertemuannya dengan Eomma serta Appa Ryeowook. Dan Yeonmi tentu gugup dengan ini semua.. walaupun Eomma Ryeowook sudah mengenal baik Yeonmi.. tetap saja itu tidak perpengaruh apapun bagi kegugupannya sekarang.

Yeonmi menoleh kearah Ryeowook ketika tangan Pria itu sudah sudah menggenggam tangannya erat. “kau tidak perlu gugup.. ada aku disini..” ucapnya yang masih focus pada jalanan. Yeonmi tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya menjawab ucapan Ryeowook.

“Eungg.. Ryeowook-ssi.. Tolong ceritakan sedikit mengenai Eommamu..” Pinta Yeonmi, Ryeowook kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Eomma.. Sangat menyukai segala hal yang mewah dan terlihat glamour, ia sangat displin dan juga galak. Dan mungkin untuk seorang gadis yang akan menjadi istriku.. Eomma pasti akan banyak mengujinya, misalnya dalam hal tatakrama.. kesopanan.. memasak.. mengurus rumah tangga.. dan satu lagi.. kau harus pandai dalam tradisi.. karena Eomma selalu menyangkut bautkan dengan tradisi..”

Yeonmi terdiam mendengar penuturan Ryeowook barusan.. Entahlah ada rasa penasaran dan juga takut. “Benarkah?.. Maksudku.. Benarkah Eommamu seperti itu? Ani.. bukan hal yang lain yang kumaksud.. Eung.. Apa Eommamu benar benar galak? Aku rasa setiap kali kau membicarakan tentang Eommamu tidak menggambarkan ada kata galak disana..” ucap Yeonmi setengah takut setengah penasaran.

Ryeowook sedikit menolehkan kepalanya kearah Yeonmi dan kemudian terkekeh pelan “kau tidak pandai dibohongi ternyata. Nde~ kau benar, Eomma tidak segalak itu.. ia juga tidak serepot itu. Eomma menyukai segala sesuatu yang sederhana dan apa adanya, ia memiliki tingkat penilaian tersendiri untuk seseorang yang akan menjadi menantunya. Jadi kau tidak perlu khawatir.. heum?” ucap Ryeowook sambil sesekali menoleh kearahnya dan memberinya banyak kekuatan.

Yeonmi menganggukkan kepalanya pelan merespon ucapan Ryeowook barusan, ia sudah mulai tenang sekarang. Terlebih saat Ryeowook mulai menggenggam tangannya dan memberikan banyak kekuatan didalam sana.

~Midnight Blues~

Ryeowook dan Yeonmi membungkuk memberi hormat saat mereka sudah sampai dikediaman Rumah Ryeowook. Jantung Yeonmi berdegup tidak karuan sejak ia sudah sampai dirumah Ryeowook. Sebenarnya bukan ketakutan berlebih seperti yang dipikirkannya tadi, tapi ia takut kalau ternyata Eomma dan Appa Ryeowook tidak menyukainya dan malah tidak merestui hubungannya sekarang. Hanya itu yang ia takutkan sekarang.

Tapi sepertinya dugaannya salah ketika melihat ekspresi Eomma Ryeowook yang terlihat gembira melihatnya.

“Eoh.. Yeonmi?” tanya Eomma Ryeowook ragu. Yeonmi tersenyum Kikuk lalu melihat Ryeowook, Pria itu tengah tersenyum santai sekarang kemudian juga meliriknya “Nde~ Eomma.. Dia Yeonmi..” Ucap Ryeowook lagi lalu kini tatapannya beralih kembali untuk menatap kedua orang tuanya..

Seketika Yeonmi mengeratkan genggamannya pada Ryeowook saat melihat Eomma Ryeowook yang datang menghampirinya. Ia gugup jujur saja.. Dan Ryeowook yang melihatnya bukannya membantu tapi malah terkekeh pelan karena sikap kekanak kanakkannya yang lucu itu.

“Aigoo.. Yeonmi kecil kini sudah tumbuh jadi wanita cantik nde~” ucap Eomma Ryeowook. “Kemarilah Eomma ingin mengobrol denganmu..” sambungnya lagi lalu menggandeng Yeonmi pergi. Gadis itu melirik Ryeowook takut ia menatap Ryeowook seakan bertanya ‘apa ini akan baik baik saja?’ dan Ryeowook yang mengerti akan tatapan gadisnya hanya menganggukkan kepalanya singkat seraya tersenyum manis. Yeonmi sedikit merasa lega saat Ryeowook tersenyum dan mengangguk seperti itu. itu artinya memang tidak akan apa apa.

Selagi Eomma Ryeowook serta Yeonmi pergi meninggalkan mereka berdua, Ryeowook menyempatkan diri berbicara pada Appanya. Ryeowook bukanlah orang dengan tipe yang jauh dengan kedua orang tuanya, ia bahkan sangat dekat dengan mereka. Kali ini Ryeowook ingin berbicara mengenai perkerjaannya yang sedikit membingungkan baginya dan ia rasa ia membutuhkan saran dari Appa nya untuk masalah ini..

Disamping itu Yeonmi merasa senang bertemu dengan Eomma Ryeowook, baginya Eomma Ryeowook memang benar benar baik, ia begitu sederhana dan murah hati dan tak lupa wajahnya yang sepertinya selalu tersenyum pada siapapun.. Yeonmi seperti merasakan bagaimana kasih sayang seorang ibu lagi. Melihat Eomma Ryeowook yang begitu baik mengingatkannya pada Mendiang Eommanya.. Ia merindukan Eommanya, jika saja saat ini Eomma Yeonmi masih hidup mungkin ia akan lebih bahagia dari pada sekarang. Dan sifat Eomma Ryeowook sangat mirip dengan sifat Eommanya.

Eomma Ryeowook mengajarkannya banyak hal. Ternyata banyak sekali pengalaman yang Eomma Ryeowook alami dan dengan senang hati Eomma Ryeowook memberitahunya membuatnya banyak pelajaran pelajaran hidup yang memang harus diketahuinya. Eomma Ryeowook juga menceritakan masa kecilnya dan hal yang membuat Eomma Ryeowook bisa menyayanginya. Ia juga memberitahukan hal hal yang disukai Ryeowook dan juga yang tidak disukainya. Mengajarkannya memasak terlebih masakan yang disukai Ryeowook.

Eomma Ryeowook juga humoris tidak ada kesan menakutkan dan menegangkan yang ada pada diri Eommanya. Membuat Yeonmi mulai sedikit akrab tanpa waktu yang panjang. Sungguh pertemuan pertama yang sangat mengesankan bagi Yeonmi. Dan ia tak ingin pertemuan ini berakhir begitu saja, ia sangat senang mejadi salah satu bagian dari keluarga kecil Ryeowook yang bahagia, ia seperti menemukan arti keluarga yang sebenarnya.

Dan semenjak hari itu kedekatan Yeonmi dengan Eommanya semakin bertambah. Ia juga tak perlu merasa bosan lagi berada diapartemen Ryeowook karena selalu ada Eommanya yang berkunjung dan menemaninya belajar memasak. Hari hari nya semakin indah saat Eomma Ryeowook masuk kedalam hidupnya. Eomma Ryeowook juga sering membawanya keluar seperti bebelanja dan.. ya.. mengajaknya melihat gaun pengantin yang indah.. Sungguh ia bahagia sekarang..

“Emmonim.. apa gaun ini tidak terlalu terbuka untukku?” tanya Yeonmi pada Eomma Ryeowook. Dilihatnya Yeonmi yang sedang menggunakan gaun pengantin yang baru saja dipilihnya, Eomma Ryeowook sedikit berfikir dan kemudian tersenyum “Anioo.. kau terlihat cantik Yeonni Chagi.. Tapi kalau kau memang tidak merasa nyaman kau bisa menggantinya..” Ucap Eomma Ryeowook.

Ya seperti itulah yang dilakukan mereka. Ryeowook juga tak jarang mengajak Yeonmi untuk makan malam bersama dengan kedua orang tuanya. Dan tak jarang juga Yeonmi serta Ryeowook tidak diizinkan pulang oleh Eomma Ryeowook karena ingin bersama mereka dan itu tentu membuat Ryeowook dan Yeonmi terpaksa menginap dirumah orang tuanya. Dan saat saat seperti itulah Yeonmi merindukan seseorang. Seseorang yang disayanginya selama ini. Appanya.. ia sangat merindukan pria itu, bagaimana dengan keadaan Appanya sekarang. Apa ia baik baik saja? Apa Appanya bahagia sama sepertinya? Walaupun pria itu pernah menyakiti Yeonmi sebelumnya dengan menjualnya ketempat yang sangat menjijikan itu.. tapi tetap saja pria itu ada sosok Ayahnya yang sangat dicintainya. Yeonmi bisa saja meminta Ryeowook untuk mempertemukannya dengan Appanya.. tapi, ia takut.. ia takut kalau Appanya masih bersikeras untuk menjualnya. Walaupun saat ini hutang Appanya sudah dilunasi oleh Ryeowook, tapi tetap saja ia merasa takut.

~Midnight Blues~

Hari ini Yeonmi lagi – lagi berdiam diri dibalkon apartemennya melihat pemandangan kota Seoul yang tengah diguyur hujan saat ini. Ia sedang merindukan seseorang sekarang. Appanya.. ia benar benar merindukannya, sudah hampir 2 bulan ini ia tidak mendengar kabarnya.

Bagaimana keadaannya?

Apa dia baik – baik saja?

Apa dia bahagia sekarang?

Apa ia aman?

Ya.. pertanyaan – pertanyaan itu terus saja mengelilingi kepalanya akhir akhri ini. Pernikahannya sudah semakin dekat dan ia belum mengunjungi Appanya sama sekali. Sungguh ia sangat khawatir sekarang..

Yeonmi menolehkan kepalanya saat mendengar suara pintu apartemennya terbuka dan kembali melihat sosok yang akan menjadi tempatnya bersanding itu. Ryeowook tersenyum seraya berjalan mendekati gadis nya yang tengah berada dibalkon apartemennya.

“Apa yang kau lakukan disini? Bukankah cuaca sangat dingin sekarang? Bagaimana jika kau masuk angin heum?” ucapnya yang merasa khawatir.. Yeonmi tersenyum manis mendengar kekhawatiran Ryeowook sekarang.. “Gwaenchana.. Aku menyukai hujan..” Ucapnya.. kini giliran Ryeowook yang tersenyum, ia memang mengetahui gadisnya itu sangat menyukai hujan.. tapi walau begitu Ryeowook tetap khawatir, angin diatas sini bahkan lebih terasa dan sangat dingin.. ia hanya takut Yeonmi sakit dan semacamnya.

“Apa kau mau makan? Aku akan membuatkanmu makanan..”

Ryeowook terdiam untuk beberapa saat dan kemudian mengganggukkan kepalanya perlahan, jika dipikir pikir ia lapar sekarang, dan beruntung gadisnya ini menawarkannya makan karena ia tidak usah repot repot merasa kelelahan untuk memasak.

~Midnight Blues~

Yeonmi selalu dibuat bingung dengan Pria yang tengah duduk dibalik kemudi dengan tatapan santai yang terus Focus pada jalanan.  Pagi ini tiba – tiba saja Ryeowook sudah berada dikamarnya dan menunggunya bangun dengan pakaian yang tentunya sudah sangat rapi seperti akan berkerja, namun pakaian kali ini tidak terlihat terlalu resmi melainkan lebih terlihat santai membuat kesan berbeda dari biasanya. Pria itu juga sudah membuatkan sarapan untuk mereka berdua yang biasanya selalu dilakukan Yeonmi. Dan pagi itu juga Ryeowook mengajaknya pergi tanpa memberitahu tempat yang dimaksud. Benar benar suatu hal yang sangat membingungkan bagi Yeonmi pagi ini.

Yeonmi menolehkan kepalanya melihat Ryeowook yang masih focus pada jalanan, ya.. dan tiba – tiba saja jantungnya kembali berdegup hebat melihat wajahnya. Pernah ia katakan sebelumnya kalau pria ini begitu terlihat tampan dan menggemasakan. Aigoo.. Yeonmi bahkan sudah sering mengakui hal itu. Tapi entalah.. kali ini Pria itu terlihat lebih berbeda. Mungkin hanya Yeonmi yang merasakan hal ini… Rambutnya yang sedikit ia potong lebih pendek mengubah tampilannya sekarang. Benar – benar tampan.

Yeonmi kembali menolehkan kepalanya menatap jalanan. Ia tidak ingin tertangkap basah hanya karena menatap perubahan Ryeowook sekarang. Ia memilih diam dan tidak bertanya Ryeowook akan membawanya kemana, ia percaya pada Pria itu kalau Pria itu tidak akan membawanya ketempat yang aneh aneh.

Lama menatap jalanan akhirnya ia terasadar ada sesuatu yang mengganjal disini. Ia merasa pernah melewati jalan ini sebelumnya. Dengan cepat ia kembali menolehkan kepalanya menatap Ryeowook “Kita mau kemana?” tanya nya sedikit ragu. Ryeowook meliriknya seraya tersenyum dan kembali focus pada jalanan. Dan tak lama kemudian mobilnya menepi menandakan bahwa ia telah sampai pada tujuan.

Ryeowook menghela nafas lalu menatap menatap Yeonmi ketika ia sudah benar benar berhenti “Kita kerumahmu.. Temui Appamu Yeonni~ dia merindukanmu..” ucap Ryeowook yang membuat mata cantik Yeonmi membulat sempurna mendengarnya. Ryeowook seakan akan tahu isi hatinya yang sedang sangat merindukan Appanya. Dan satu lagi Ryeowook mengatakan bahwa Appanya merindukannya? Benarkah itu?

“Kotjimma!!” ucap Yeonmi. “Appa tidak mungkin merindukanku..” ucapnya yang tanpa sadar matanya mulai berkaca kaca. Ryeowook tersenyum dan kemudian tangan kanannya terangkat membelai rambut panjang gadis itu dan beralih pada pipinya yang selalu merona merah ketika Ryeowook menggodanya “Aku sudah menemuinya kemarin.. dia benar benar merindukanmu Yeonnie-ya.. ada yang ingin ia sampaikan..” ucap Ryeowook. Satu lagi yang membuatnya terkejut.. Pria itu ternyata sudah menemui Appanya. Tapi Kapan? Kenapa Ryeowook tidak memberi tahunya.

“Kajja.. aku akan menemanimu..” ucapnya kemudian..

-****-

Suasana canggung tercipta dengan begitu alaminya saat Ryeowook dan Yeonmi memasuki Rumah sederhana ini. Tak ada pembicaraan yang dilakukan mereka untuk beberapa menit setelahnya hanya diam dengan pikiran masing masing. Sebenarnya Yeonmi sangat ingin memeluk Appanya yang terlihat semakin kurus itu, tapi ia kurungkan niatnya mengigat rasa traumanya saat ini.

“Yeonnie~” Panggilan Appanya untuk yang pertama kali. Yeonmi menolehkan kepalanya menatap Appanya yang duduk tidak jauh dari tempatnya duduk.

Ryeowook yang merasa dirinya seperti penghalang pun hendak beranjak dari tempatnya. Ia ingin membiarkan Yeonmi berbicara dengan leluasa pada Appanya “Ahh.. aku ingin keluar sebentar., Permisi..” ucapnya langsung beranjak pergi menyisakan dua orang saja didalam.

“Appa minta maaf Yeonnie-ya..” ucapnya dengan nada menyesal. Mata Yeonmi kembali berkaca kaca mendengar permintaan maaf appanya. Appa nya benar benar telah membuatnya sakit. “Kenapa Appa begitu jahat Eoh? Kau tega Appa.. aku tidak menyangka kau akan seperti itu.. kau__” ucapan Yeonmi tertahan ketika Appanya menghampirinya dan memeluknya erat. Dan saat itu tiba tangisnya pecah begitu saja.

“mianhae.. mianhae.. mianhae.. mianhae Yeonnie-ya.. Appa minta maaf atas semuanya.. Appa benar benar bukanlah seorang Ayah yang baik.. Mianhae..” ucapnya benar benar menyesal. Yeonmi mengangguk dalam pelukan Appanya. Ia memaafkan semua kesalahan Appanya selama ini, ia begitu sangat mencintai Appanya sehingga membuatnya sangat sulit untuk membencinya..

“aku sudah memaafkanmu Appa..” ucapnya..

“Gomawo.. Mulai hari ini hiduplah dengan tenang, menikahlah dengan pria yang membuatmu bahagia.. Appa merestuimu menikah Yeonmi-ya.. hiduplah dengan bahagia..” ucapnya.. Yeonmi menatap Appanya bingung.

“Lalu Appa bagaimana? Apa Appa baik baik saja?” tanya nya lagi. Sungguh Yeonmi merasa khawatir pada Appanya.

“Appa akan baik baik saja kalau kau juga baik baik saja.. Dan calon suamimu.. dia benar benar terlihat tampan dan sepertinya sangat baik, dia menemui Appa kemarin meminta restu pada Appa.. Kau beruntung mendapatkan pria yang baik sepertinya..” Ucap Appanya sedikit menggoda. Dan ucapan itu berdampak besar bagi Yeonmi karena saat ini ia sudah merona merah menahan malunya.

“Appa minta maaf nde~ Appa bukanlah seorang Ayah yang baik untukmu..” Ucap Appanya lagi dengan nada menyesal. Yeonmi terdiam seraya menggelengkan kepalanya “Anioo Appa.. Bukankah setiap orang selalu memiliki kesalahan? Hanya tingkat kesalahannya yang berbeda.. Aku sudah memaafkan Appa.. jadi jangan ungkin masa lalu lagi nde~” Ucap Yeonmi. Bagaimanapun Pria yang ada dihadapannya ini adalah seorang Ayahnya yang sangat ia cintai tentu saja. Sebesar Apapun kesalahan Appanya.. sebesar pula rasa bencinya ia rasa ia tetap tidak bisa untuk tidak memaafkannya. Ia terlalu mencintai Appanya.. Dan Yeonmi juga bukan orang dengan tipe pendendam. Ia akan mudah melupakan masalah masalah itu walaupun hatinya tentu masih akan terasa sakit jika mengingatnya.

~Midnight Blues~

Ryeowook tersenyum cerah saat melihatnya melangkah menuju Altar. Cantik. Ya ia memang selalu cantik dimata Ryeowook. Dan Pria itu yakin siapun yang memandangnya pasti akan setuju dengannya. Yeonmi memang terlihat berbeda dengan balutan dress putih sedada yang memanjang hingga menutupi kaki jenjangnya yang indah, dan juga rambut yang digelung keatas dengan rapi memperlihatkan Leher jenjang nan indah milik gadis itu, membuatnya benar benar terpesona dengan penampilannya sekarang.

Entah sejak kapan Jantung Yeonmi berdegup hebat seperti ini. Tinggal beberapa menit lagi ia akan melepas statusnya sebagai lajang dan berganti status menjadi istri. Ia mencengkram kuat tangan Appanya sekarang untuk menghilangkan rasa gugupnya saat ini.

“Kau gugup Eoh?” tanya Appanya yang melihat tangannya digenggam kuat oleh putri kesayangannya itu.. tangannya juga terasa sangat dingin sekali. Melihat respon Appanya yang terkekeh melihatnya Yeonmi hanya bisa mendengus kesal meliatnya. Kemudian sorot mata Yeonmi beralih pada Seorang Pria yang tengah menunggunya di Altar. Sorot mata yang terlihat begitu teduh yang mampu membuatnya merasa tenang. Perlahan Yeonmi menyunggingkan senyumannya saat melihat sepasang mata itu yang mengisyaratkan dirinya untuk tersenyum.

Hingga sampailah ia pada tempat yang tadi ditujunya itu. Appanya tersenyum pada Ryeowook seraya memberi alih untuk pria itu atas gadis yang selama ini ia sayangi. Ryeowook tersenyum penuh arti menerima apa yang telah Appa Yeonmi berikan padanya.

“Kau cantik..” Puji Ryeowook

“Gomawo..” Jawab gadis itu dengan rona merah dipipinya saat Ryeowook melontarkan pujian padanya. Mereka berdua terdiam sesaat, saling melempar pandangan kagum dan ketertarikan masing masing. Benar benar Lucu!! Bukankah mereka sudah bertemu setiap hari?. Kegiatan itu terhenti ketika suara Pendeta mengintrupsi mereka berdua.

“Apa kalian Siap?”

.~~~~.

Yeonmi menghela nafasnya panjang dengan senyuman yang merekah diwajah manisnya itu. Pandangannya ia edarkan keseluruh penjuru melihat keindahan alam sekitar. Ia lelah hari ini, tapi ia membiarkan tubuhnya berdiri dibalkon apartemen milik ‘Suami’ nya itu dan menikmati alam sekitar. Ia sangat bahagia sekarang. Hari ini ia sudah Resmi menjadi Istri sahnya seorang Kim Ryeowook. Dan itu artinya marganya sudah berganti. Ya.. Kim Yeonmi.

Tubuhnya hampir saja terjatu jika ia tidak benar benar menjaga keseimbangannya karena Pria yang sudah menjadi Suaminya ini tengah memeluknya hangat dari belakang. “Sedang apa kau disini?” tanya Ryeowook kemudian. Yeonmi kembali tersenyum dan memegang kedua tangan Ryeowook yang tengah memeluknya hangat itu seakan akan membalas pelukan hangat pria ini.

“Menikmati udara dimalam hari. Kau sudah mandi?” tanya Yeonmi. Ryeowook mengangguk lalu kembali mengeratkan pelukannya “Nde~” ucapnya.

Jantungnya berdetak cepat dan aliran darahnya seakan turun dengan kecepatan tinggi dari kepalanya saat Ryeowook membalikkan tubuhnya dan menarik pinggangnya mendekat. Tangan Pria itu sudah menjelajah diwajahnya, mengesampingkan anak anak rambut yang menghalangi wajah manisnya lalu dengan lembut ia mendaratkan ciumannya dibibir kissable miliknya.

Jantung Yeonmi semakin berdetak hebat saat Ryeowook menciumnya lembut dan tentu sangat memabukkan. Karena ini kedua kalinya ia dicium pria itu setelah pertemuannya pertama kali dulu. Entah karena apa Yeonmi justru tidak menolak sentuhan lebut yang Ryeowook berikan padanya ia malah memejamkan matanya dan kemudian mengalungkan tangannya keleher Ryeowook dan membiarkan Ryeowook mengambil kendali atas dirinya. Tidak lama setelah itu ia merasakan tubuhnya sudah terangkat. Tanpa banyak bicara Ryeowook sudah membawanya masuk. Bibir mereka masih bertautan saat hendak memasuki kamarnya.

Yeonmi tidak tau apa yang ada diotaknya saat ini. yang dia tahu saat Ryeowook sudah menindihnya diaatas kasur mereka. Dan kembali melumat bibirnya lembut. Dan kemudian ciuman ciuman itu kini sudah berubah sedikit menuntut dan tanpa diminta Yeonmi sudah memberi celah untuk Pria itu memperdalam ciumannya. Bergantian dia melumat bibir atas dan bawah Yeonmi.

Entah sudah berapa lama Ryeowook terus memberikan ciuman ciuman yang memabukkan ini yang ia tahu ia menginginkannya. Ia sama sekali tidak menolak sentuhan – sentuhan lembut itu. Bahkan tangannya sekarang sudah melingkar dengan nyaman dileher Ryeowook dan membawanya semakin mendekat. Sebuah tangan yang semula meremas remas dadanya lembut itu kini sudah beralih menjelajah punggungnya.. ini benar benar gila!! Entah apa yang ada dipikirannya sekarang, ia bahkan sudah mengeluarkan suara suara aneh saat Ryeowook bermain main dileher jenjangnya.

Namun kegiatan mereka terhenti seketika saat indra pendengaran mereka menangkap sebuah suara yang tidak asing. Ponsel Ryeowook berbunyi.

“Ponselmu..” ucap Yeonmi. Ia melihat wajah Ryeowook yang tengah mendengus kesal karena kegiatannya terganggu. Ryeowook lantas turun dari tubuh Yeonmi dan mengambil ponselnya yang berada dimeja saping tempat tidurnya.

Yeonmi tersenyum kearah Ryeowook yang beralih menatapnya “Kau sepertinya sangat sibuk ya? Angkatlah siapa tahu itu memang perkerjaan penting..” ucap Yeonmi yang menyadari arti tatapan Ryeowook. Ya.. harus Yeonmi akui bahwa Pria itu tengah sibuk akhir akhir ini bahkan sehari sebelum ia menikah. Dan mungkin saat dihari pernikahannya sekarang ia juga harus rela membiarkan pria itu sibuk dengan perkerjaannya.

“Aishh.. kenapa mereka selalu menggangguku bahkan dihari pernikahanku.. tsk.. benar benar menyebalkan..” desisnya pelan membuat Yeonmi terkekeh melihatnya. Yeonmi kemudian mendudukkan tubuhnya dan menatap Ryeowook lekat “Angkat saja.. aku akan membuatkan makan malam sekarang..” ucap gadis itu dan sekilas mengecup pipi Ryeowook dan kemudian berjalan keluar menuju dapurnya. Ya.. disamping itu juga ia harus mengisi perutnya yang sejak tadi siang tidak diisi karena sibuk dengan pernikahannya.

In the Morning

Yeonmi mengerjapkan matanya terbangun saat matahari memasuki celah jendela dan menerpa wajahnya. Ia sedikit menggeliat pelan dan dirasakannya pelukan lembut yang semakin mengerat seolah olah tidak mengijinkannya beranjak bangun. Ia kemudian tersenyum lalu membalikkan tubuhnya menatap seseorang yang tengah memeluk dalam tidurnya itu. Jantungnya kembali berdegup cepat melihat wajah yang seperti malaikat itu masih terlelap. Ini pertama kalinya ia tidur seranjang dengan Ryeowook dan mengingat hal itu membuatnya kembali teringat pada kejadian tadi malam yang sangat membuatnya malu setengah mati.

Dia menatap Ryeowook lekat, wajah pria itu bahkan terlihat sangat lelah sekarang. Seusai makan malam tadi ia melihat Ryeowook yang langsung mengerjakan tugas kantornya dan akhirnya ia memutuskan untuk tidur lebih dulu. Bahkan ia sama sekali tidak tahu kapan Ryeowook menyusulnya ketempat tidur.

Ryeowook mengerjap saat merasakan matahari yang sudah mulai mengganggu tidurnya. Ia kemudian sedikit terkejut melihat Yeonmi yang sudah lebih dulu terjaga dan menatapnya dengan tatapan lucu. “Selamat Pagi..” sapanya Yeonmi kemudian. Ryeowook terkekeh dan kemudian mengecup singkat kening Yeonmi. “Selamat pagi juga Chagi~” jawabnya yang tentu saja langsung membuat pipinya merona merah.

“bukankah kau ada meeting hari ini?” tanya Yeonmi dan dijawab dengan anggukan singkat Ryeowook

“Hn..”

“Kalau begitu bersiaplah.. aku juga akan menyiapkan sarapan..” ucapnya. Namun saat ia hendak beranjak dari tempatnya pria itu malah mengeratkan pelukannya seakan akan tidak ingin gadisnya meninggalkannya.. Yeonmi lantas menatap Ryeowook heran saat itu. melihat tatapan Yeonmi, Ryeowook akhirnya tersenyum dan memajukan bibirnya lucu “Morning Kiss~” pintanya. Yeonmi kembali merona merah dan entah dari mana ia mendapatkan keberanian itu sehingga tangannya mulai membingkai wajah Ryeowook dan mengecupnya singkat..

“sudah.. cepat mandi sana..” ucapnya dan kembali beranjak, namun lagi lagi Ryeowook menahannya membuat Yeonmi kini melemparkan tatapan kesal “Apa lagi?” tanyanya..

“Kini giliranku..” ucap Ryeowook yang hendak kembali menciumnya. Yeonmi yang menyadari itu langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya sehingga yang Pria itu cium bukanlah bibirnya melainkan telapak tangannya. Ryeowook menatap Yeonmi heran melihat itu.

“Wae?”

Yeonmi hanya menggelengkan kepalanya saja menjawab pertanyaan Ryeowook tadi. Untuk kali ini ia tidak akan membiarkan otaknya menjadi tidak waras hanya karena Ryeowook yang menciumnya. Ryeowook kemudian terkekeh pelan melihat tingkah istrinya itu kemudian mencium telapak tangan istrinya dan kemudian tersenyum manis. “Cha.. Kalau begitu.. aku mandi dulu nde~” Ucapnya.

~Midnight Blues~

1 minggu berlalu dan semuanya masih baik baik saja. Tak ada perubahan kecuali Ryeowook yang semakin sibuk akhir akhir ini. Pria itu bahkan sama sekali tak mendapat jatah libur pasca hari pernikahannya, membuat Yeonmi semakin khawatir. Bagaimana tidak? Pria itu selalu berangkat pagi sekali dan akan pulang setelah Yeonmi tertidur. Itu membuatnya khawatir. Bahkan wajah Ryeowook juga terlihat sangat melelahkan.

Dan Yeonmi begitu sangat bersyukur ketika melihat hari ini Ryeowook tidak berkerja, disamping ia senang karena mungkin Ryeowook akan beristirahat, ia juga memang sangat merindukan pria itu yang sekarang – sekarang jarang sekali meluangkan waktunya untuknya.

Yeonmi sedikit mendongakkan kepalanya keatas berusaha melihat pria yang tengah memeluknya erat sambil menonton acara TV kesukaannya. Dan saat itu juga ia mengeluarkan senyumnya merasa senang karena akhirnya pria itu bisa meluangkan sedikit waktunya untuk menghabiskan waktu bersamanya. Walaupun mereka hanya menghabiskan waktu didepan TV tapi Yeonmi entah mengapa merasa bahagia. Ia tidak perlu merasa kesepian lagi hanya karena Ryeowook sedang sibuk berkerja.

Ryeowook sendiri yang merasa diperhatikan langsung menolehkan kepalanya kebawah membalas tatapan Yeonmi.

“Kau memperhatikanku?” tanyanya.

Yeonmi tersenyum lalu menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Ryeowook dan membenahi duduknya agar ia bisa sejajar dengan Pria itu. Menatapnya lekat – lekat seperti orang yang tidak akan pernah bertemu lagi.

“Aku hanya ingin memperhatikanmu.. Siapa tahu aku tidak bisa bersamamu lagi..” Ucapnya. Ryeowook mendengus lalu kembali membawa gadis itu kedalam dekapannya.

“Kau selalu bersamaku Yeonnie-ya..” jawab pria itu. Yeonmi menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Ryeowook barusan. Ya, Ia memang selalu merasa takut bahwa entah kapan yang pasti suatu saat nanti mungkin ia tidak bisa bersama Ryeowook lagi seperti ini. Yeonmi sama sekali tidak pernah menginginkan hal seperti itu, hanya saja ia memiliki ketakutan. Bukankah seperti itu?

“Ryeowook-ssi.. Bagaimana jika suatu saat nanti aku tiba tiba menghilang?” tanya Yeonmi. Ryeowook kembali melirik gadisnya dengan tatapan herannya.

“Tentu aku akan menemukanmu.. kau tidak percaya? Bukankah kau pernah menghilang dari hidupku selama 10 tahun lebih? Tapi sekarang kau bersama ku lagi Yeonnie.. Jadi percayalah bahwa kau selalu berada disampingku karena aku tak akan pernah melepaskanmu..” Ucapnya.. Yeonmi tersenyum mendengar penuturan Ryeowook barusan, sebelum Ryeowook mengatakan itu Yeonmi sudah tahu.. kalau pria itu tak akan pernah melepaskannya.. Ia hanya ingin mendengarnya langsung dari bibir pria itu.

“Aku percaya..” Ucapnya.. lalu kembali memeluk erat Ryeowook.

****-

Yeonmi melangkahkan kakinya menuju super market terdekat dari apartemennya. Ia sedang tak bersama Ryeowook sekarang. Kenapa? Karena Pria itu kembali sibuk seperti biasanya. Bahkan Yeonmi sendiri heran, sebenarnya istrinya itu siapa? Dirinyakah? Atau semua perkerjaan – perkerjaan itu. Tsk.. Yeonmi sendiri tidak habis pikir kenapa bisa seperti itu. Bukankah dia seharusnya masih merasakan manis manis pada awal pernikahan? Ck.. Ia bahkan sama sekali belum ‘melakukan itu’ dengan Ryeowook sejak awal pernikahannya. Jadi, ia memang tidak memiliki hal yang sangat manis diawal pernikahannya..

Tapi apa boleh buat? Sepertinya ia juga harus berusaha mengalah pada semua perkerjaan Ryeowook karena bagaimanapun pria itu pasti akan memilih perkerjaannya.

Dan untuk menghilangkan kebosanannya diapartemen ia memutuskan untuk keluar mencari udara segar sembari mampir ke Super Market untuk membeli beberapa bahan makanan yang sudah menipis di Apartemennnya. Baru saja pagi tadi Yeonmi merasa senang karena prianya bisa meluangkan waktunya untuk bisa beristirahat dan sekarang ia harus kembali menghapus kata – katanya karena pria itu memang tak bisa beristirahat. Walaupun perkerjaannya ia lakukan di Apartemennya tapi tetap saja bukan? Itu bukan istirahat..

Yeonmi memilih bahan makanan sesuai dengan kebutuhannya dan yang ingin ia masak untuk hari ini. Semuanya ia lakukan dengan cepat karena ia sendiri tidak ingin menghabiskan waktunya di Super Market.

Yeonmi mendesah kesal melihat Hujan yang turun membasahi Kota Seoul sebelum ia sampai Rumah. Yeonmi memang menyukai Hujan. Tapi jika disaat seperti ini ia bisa saja membenci hujan, bagaimana jika Ryeowook mencarinya nanti? Karena ia pergi ke tempat ini tanpa sepengetahuan Ryeowook. Ia takut jika kegiatannya justru mengganggu semua perkerjaan Ryeowook..

Yeonmi kemudian meraih ponsel yang ada didalam saku jaketnya dan kemudian jari jari cantiknya mengutak atik ponsel itu. Ia sedang mencoba mengabari Ryeowook atau bahkan jika pria itu sedang tidak sangat sibuk sekarang ia meminta pria itu untuk menjemputnya.

Tapi ternyata ia sepertinya terpaksa harus pulang sendiri setelah hujan reda karena pria itu sama sekali tidak menjawab telephonenya. Yang ada hanyalah suara operator yang mengatakan bahwa yang ditelponnya sedang sibuk. Ya.. ia harus kembali mengalah pada perkerjaan pria itu. Tapi Yeonmi tidak begitu masalah jika harus pulang sendiri. Disamping jarak antara Apartemennya dengan Super Market ini sangat dekat.. ia juga ingin lebih lama menikmati hujan. Pria itu tengah sibuk sekarang dan kemungkinan besar ia tidak menjari Yeonmi yang sedang pergi untuk beberapa saat dari sekarang.

Semuanya nampak baik – baik saja sebelum akhirnya ia merasa ada yang mengamatinya. Samar – samar Yeonmi melihat seseorang sedang mengamatinya dibalik mobil berwarna hitam yang sedang terparkir tidak terlalu jauh dari tempatnya duduk. Tapi Yeonmi masih bisa bersikap biasa – biasa saja karena mungkin yang orang itu sedang amati bukanlah dirinya tetapi orang lain. Dan mungkin ia saja yang merasa terlalu percaya diri bahwa sedang diamati.

Tapi entah kenapa beberapa saat setelahnya ia justru semakin merasa sedang diamati ketika pria dibalik mobil itu justru membuka kaca mobilnya dan semakin melihatnya. Dan satuhal yang membuatnya yakin bahwa pria itu tengah mengamatinya adalah seringaiannya yang begitu menakutkan mengingatkannya pada seseorang yang pernah ada diclub menjijikan itu. Yeonmi masih terdiam ditempatnya, tangannya kembali meraih ponselnya dan berusaha menghubungi seseorang. Dan kembali ia mendesah kesal karena yang dihubungi tidak bisa mengangkat ponselnya karena sibuk. Apa Ryeowook sesibuk itu? Ia merasa takut sekarang…

Ia mencoba mengirimi pesan singkat dan juga mencoba menghubungi kembali pria itu. Namun sudah banyak kali pula ia tak mendapat jawaban apapun dari Ryeowook. Hanya suara operator yang selalu mengatakan bahwa Ryeowook sedang sibuk.

~Midnight Blues~

Ryeowook baru saja hendak mengambil botol berisi air didalam kulkasnya tapi ia kurungkan niatnya karena ia merasa seperti ada sesuatu yang hilang. Gadisnya. Kemana ia?

Ia kembali menutup pintu kulkas itu dan kemudian mencari – cari keberadaan gadisnya. Ia sangat sibuk tadi banyak klien yang menelponenya membuatnya tanpa sadar tidak mengetahui kemana gadisnya pergi.

Pria itu semakin panic ketika ia tak mendapati Yeonmi dimanapun termasuk kamar mandi. Membuatnya sangat cemas. Ryeowook segera berlari menuju ruang kerjanya, untuk mengambil ponselnya. Ia ingin mencoba menghubungi gadis itu. Tapi tiba tiba tangannya bergetar seketika saat melihat layar ponselnya yang sudah banyak sekali pesan pesan serta panggilan tak terjawab dari gadisnya.

Ryeowook-ssi.. kau sibuk? Tak bisakah kau menjemputku di Super Market?

 

Ada seseorang yang mengamatiku.. aku takut.. kau bisa menjemputku?

 

Ryeowook-ssi.. kau masih sibuk? Kumohon aku takut sekarang..

 

Hujannya sangat besar.. aku tak bisa pulang.. apa kau bisa menjemputku?

 

Kenapa kau sibuk sekali?? Aku menghubungimu beberapa kali.. tolong jemput aku sekali ini saja.. Aku sangat takut..

 

Seseorang yang mengamatiku adalah.. pria jahat yang ada di Club.. tak bisakah kau menjawab pesanku? Aku sangat takut Ryeowook-ssi

Ryeowook hampir tak bisa bernafas melihat semua pesan pesan itu. Kenapa ? Kenapa ia begitu ceroboh membiarkan gadisnya seperti itu?

Tanpa pikir panjang Ryeowook segera menghubungi gadisnya dan juga keluar apartemennya mencari gadisnya sekarang. Ia hampir gila saat ini karena gadisnya sama sekali tak mengangkat teleponnya. Ryeowook tak bisa berkata apapun ketika Super Market itu tak ada siapapun. Gadisnya pergi entah kemana..

Ia tak bisa tinggal diam sekarang. Sudah entah ini yang keberapa kalinya Ryeowook mencoba menghubungi gadisnya dan entah berapa kali juga ia mendengus kesal karena gadisnya tak mengangkat ponselnya. Ryeowook khawatir sekarang.. bagaimana jika pria pria brengsek itu kembali menyakiti Yeonmi seperti dulu?

Ryeowook menggelengkan kepalanya mencoba menepis semua pikiran buruknya tentang gadis itu. Tapi bagaimana bisa? Jika semua SMS tadi justru semakin membuatnya berpikiran yang aneh – aneh??

Ia menepikan mobilnya. Mencoba untuk bersikap tenang dan berfikir jernih. Ia menyesali dirinya yang terus focus pada perkerjaan dan sampai lalai menjaga gadisnya. Ia akan membenci dirinya sendiri jika gadis yang ia cintai sekarang tidak sedang dalam keadaan baik baik saja.

Ryeowook kemudian mengingat sesuatu yang bisa mengantarkannya pada gadis itu. Setahunya ia pernah memasang alat pelacak di ponsel Yeonmi. Dan mungkin alat itu masih berfungsi. Segera Ryeowook melihat ponselnya dan mulai melacak gadis itu dengan alat pelacaknya, sesaat kemudian ia menghela nafas lega karena ia masih diberi kesempatan untuk menemui gadisnya. Sesegera mungkin Ryeowook menjalankan mobilnya mengikuti semua arah yang ditunjukkan pada alat pelacak itu.

Ryeowook terus menjalankan mobilnya hingga alat pelacak itu berhenti pada sebuah hotel mewah yang terdapat didaerah Busan. Tanpa pikir panjang Pria itu langsung melangkah kakinya dengan cepat menuju hotel mewah itu.

“Yak!! Maaf tuan.. tapi anda tak bisa memasuki tempat ini jika belum Check in terlebih dahulu..”

Ryeowook menghela nafas kasar.. “Kumohon.. ada gadis yang sedang dalam bahaya sekarang..”

“Kami minta maaf tuan.. anda tetap harus mengikuti peraturan yang sudah ada..”

“Tapi__

~Midnight Blues~

Yeonmi mengerjapkan matanya tersadar. Ia kemudian memegangi kepanya yang begitu sakit, ia kemudian melihat kesegala arah berusaha mengingat apa yang terjadi. Ruangan ini begitu aneh dimatanya. Setahunya ia tidak pernah pergi ketempat Ini sebelumnya.

‘Tempat apa ini?’

‘Kenapa aku bisa berada ditempat ini?’

Pertanyaan – pertanyaan itu terus saja menghantuinya saat ia mulai tersadar dari tidurnya. Dan semua pertanyaan –pertanyaan itu terjawab ketika iris matanya menangkap seseorang yang memang sudah tidak asing baginya. Seorang pria bertubuh atletis datang menghampirinya, Pria itu tersenyum saat melihat tatapan Yeonmi yang terlihat sangat ketakutan.

“Kita bertemu lagi.. Dan untuk saat ini aku tidak akan melepaskanmu, nona cantik!!” Ucap Pria itu. Yeonmi terdiam tak berkata apapun, jantungnya seakan berhenti berdegup saat melihat pria yang sangat tidak ingin ditemuinya itu kembali menghampirinya , dan sudah membawanya ketempat yang sama sekali tidak diketahuinya. Yeonmi sangat takut sekarang..

“Ya!! Mau apa kau?” ucap Yeonmi berteriak, seraya melemparkan semua bantal – bantal yang berada didekatnya. Namun sudah ia duga sebelumnya kalau semua bantal – bantal yang Yeonmi lemparkan tidak akan mempan untuk menghentikan pria brengsek itu.

“Tentu aku ingin bercinta dengan mu Nona Cantik..” Ucapnya seraya membuka kaos yang dipakainya. Yeonmi menggelengkan kepalanya menolak ucapan pria itu. Air matanya mengalir seketika saat pria brengsek itu mendekatinya. Ia tidak akan menyerah untuk sekarang, ia tidak ingin diperlakukan seperti itu lagi.

“Shirreo!! Aku tidak ingin melakukannya denganmu lagi!!” Terianya. Pria itu berhenti ketika Yeonmi berteriak seperti itu, dan sesaat kemudian ia justru terkekeh pelan mendengarnya. “Memangnya setelah kau mengatakan seperti itu aku akan berhenti? Oh ayolah.. Memangnya kenapa? Apa ada pria lain yang lebih hebat diranjang??” tanya Pria brengsek itu dengan nada mengejek.

Yeonmi tak bisa melakukan apa apa saat tangan Pria itu menggenggam kedua tangannya dan mengunci gerakannya. Kedua kakinya yang semula bergerak memberontakpun kini sudah dikunci dengan kedua kaki pria itu. Yang mampu Yeonmi lakukan sekarang adalah berteriak meminta tolong, walaupun ia yakin bahwa tidak ada yang mampu mendengar teriakkannya.

“Tolong!! Lepaskan Aku!! Aku tidak ing___

Ucapan Yeonmi terhenti ketika bibir pria itu sudah membungkam mulutnya memaksanya untuk terdiam, ia masih berusaha menolak semua perlakuan Pria itu. Pria itu melepaskan Ciumannya dan kemudian menatap Yeonmi dengan penuh gairah “Jangan memberontak Nona Cantik. Kau hanya perlu menikmati saja heum..” Ucapnya dan kembali membungkam bibir Yeonmi dengan bibirnya. Yeonmi kembali tak bisa melakukan apapun selain menangis dan memberontak..

Tak lama setelah itu Pria brengsek tadi tiba tiba menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara dobrakan pintu hotelnya. Dan mata Yeonmi membulat seketika saat melihat siapa yang memasuki kamarnya dan langsung membawa Pria brengsek itu menjauh darinya.

“YA!! Apa yang kau lakukan?!” tanya Pria brengsek itu. Ryeowook terkekeh pelan “Seharusnya aku yang pertanya padamu Bajingan!! Apa yang kau lakukan dengan istriku?!” tanyanya yang kemudian memberikan satu pukulan yang membuat pria itu tersungkur. Untuk kali ini Ryeowook tak bisa memaafkan pria brengsek itu yang dengan hanya memberikan 1 pukulan diwajahnya, karena saat ini Ryeowook kembali mendekati pria itu kembali memberinya pukulan pukulan tanpa ampun.

Yeonmi menghela nafas melihat pria yang ditunggunya kemudian datang menyalamatkannya untuk yang kesekian kali. Ada perasaan senang dan juga sedih melihat Ryeowook datang menolongnya, senang karena ia akhirnya selamat.. sedih karena mungkin hal ini kembali menyakiti Ryeowook untuk yang kedua kalinya. Yeonmi hanya bisa menangis seraya memeluk kedua lututnya dan menenggelamkan kepalanya di kedua tangannya.

Ryeowook benar benar memberi pukulan pada pria itu tanpa ampun hingga akhirnya para petugas hotel menghampirinya karena Ryeowook yang memasuki hotel ini tanpa izin. Menghentikan Ryeowook yang terus memukuli pria itu.

“Lihat?! Apa kalian tidak percaya? Istriku dalam bahaya!!” Ucap Ryeowook bermaksud memarahi para petugas hotel yang tadi menghalanginya masuk.

“Tangkap dia!! Aku tak ingin melihat wajahnya lagi..” titak Ryeowook dengan air mata yang mengalir dipelipisnya. Para peugas hotel pun mengangguk lalu membawa pria yang sudah tak berdaya itu keluar.

Ryeowook memghela nafasnya dan kemudian mulai membalikkan tubuhnya melihat keadaan gadisnya. Ia tersenyum simpul melihat istrinya yang masih dalam keadaan baik. Ia hampir membenci dirinya sendiri jika ia datang terlambat tadi. Dan ia juga sudah hampir terlambat, bagaimana jika pria brengsek itu sudah melakukan hal lain yang membuat Yeonmi terluka?

Ryeowook berjalan gontai mendekati gadisnya dan kemudian duduk ditepi ranjang disamping gadisnya duduk. Melihat gadis ini tersakiti sama saja sudah menyakitinya. “Uljimma.. Ada aku disini..” Ucapnya lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya. Yeonmi tidak menolak perlakuan Ryeowook dan justru malah membalas pelukan Ryeowook dan menangis disana. Ryeowook menghela nafas menahan tangis dan kembali mengeratkan pelukannya lalu mengecupi ujung kepala Yeonmi dengan Lembut.

“Nappeun!! Apa kau sesibuk itu hingga kau tidak menyadari aku menghubungi mu dan memberi SMS banyak kali??” ucap Yeonmi sambil menangis seraya memukul ringan dada bidang Ryeowook. Jujur saja Yeonmi juga merasa kesal karena pria itu tak kunjung mengangkat teleponnya ataupun membalas SMS nya saat ia membutuhkan pria itu untuk datang menjemputnya..

“Mianhae..” Lirihnya.. Yeonmi masih menangis dalam pelukan Ryeowook seraya memukul ringan dada Ryeowook.

“Nappeun.. Nappeun.. Nappeun..” Lirih Yeonmi..

“Apa kau baik – baik saja? Apa ada yang terluka?” tanya Ryeowook kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan agar gadis itu tidak menangis terus. Ia kemudian melonggarkan pelukannya dan menatap gadis itu lekat – lekat.

Ryeowook kembali merutuki dirinya sendiri melihat keadaan gadis nya.. rambut yang berantakan, mata sembab, dan bajunya yang sangat – sangat berantakan. Pria brengsek itu.. Apa yang ia lakukan pada gadis tercintanya?

Tangan Ryeowook terulur mengusap air mata Yeonmi dan kemudian menyingkir kan anak anak rambut gadis nya yang menghalangi wajah cantiknya dan kemudian Ryeowook mencium bibir gadisnya dengan lembut, ia yakin 100 % bahwa pria brengsek tadi sudah menyentuh bibir kissable milik gadis nya yang juga merupakan miliknya. Dan ia ingin menghapusnya.. menghapus jejak pria brengsek itu dibibir Yeonmi. Ia benar benar tidak Rela!

Yeonmi memejamkan matanya saat Ryeowook mulai mencium bibir nya. Ryeowook melakukannya dengan hati hati bahkan Yeonmi sendiri yakin Bahwa pria itu sangat tidak ingin menyakiti Yeonmi dengan Ciumannya.

~Midnight Blues~

Ryeowook menurunkan Yeonmi keatas ranjang milik Ryeowook dengan lembut. “Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu atau bahkan membuatmu menghilang dari kehidupanku. Walau itu hanya satu detik.. karena aku akan memilikimu seutuhnya mulai malam ini.. jadi jangan pergi dari ku Nona Kim.. karena aku sudah menjadikanmu milikku..” Ucap Ryeowook yang kemudian mencium bibir Yeonmi dengan lembut. Yeonmi menyunggingkan senyumnya mendengar pengakuan itu dari mulut Ryeowook. Sejak awal ia memang milik pria ini, dan ia juga tidak akan berniat untuk pergi dari dekapan pria ini. ia juga tidak ingin disentuh atau dimiliki orang lain. Karena yang diizinkannya untuk berada disampingnya, menjaganya, bahkan menyentuhnya hanyalah Kim Ryeowook. Suaminya.

Yeonmi sama sekali tidak menolak sentuhan Ryeowook. Untuk yang kedua kalinya ia membiarkan Ryeowook mengambil kendali atas dirinya. Bahkan tangannya sudah ia kalungkan keleher Ryeowook membuat pria itu semakin mendekat kearahnya. Ia juga sudah mengeluarkan suara – suara aneh saat Ryeowook bermain dileher jenjangnya. Dan sesaat rona merah mucul di pipi Yeonmi, mengingat kejadian ini yang hampir ia lakukan satu minggu lalu..

Yeonmi kemudian sedikit mendorong tubuh Ryeowook menjauh darinya mengingat sesuatu “Apa?” tanya Ryeowook kemudian yang merasa kegiatannya terganggu..

“Kau tidak sibuk?” tanya Yeonmi kemudian. Ia tidak ingin kegiatannya terganggu seperti minggu lalu saat Ryeowook tiba tiba mendapat panggilan dan terpaksa harus mengalah pada perkerjaan pria itu.

“Aku memaksa meminta libur. Untuk hari ini dan 5 hari kedepan..” Ucapnya kemudian kembali mendekati Yeonmi.. namun Yeonmi kembali menahannya “Chakamman!!” Ucap Yeonmi lagi,

“Apa lagi?”

“Kau tidak sedang berbohongkan?” tanya Yeonmi. Ryeowook tersenyum dan kemudian kembali mencium bibir Yeonmi dengan lembut. Yeonmi yang mengerti maksud Ryeowook hanya mampu menyunggingkan senyumnya disela ciuman Ryeowook dan mulai memejamkan matanya membalas semua sentuhan yang Ryeowook berikan padanya. Ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua. Benar – benar gila?!

-CUT-

Fiuhhh #Lapkeringet. Akhirnya ni Ff udah selesai juga..

Absurdkah?

Ff ini panjang banget dan bagi yang tidak suka nc – nc an lebih baik jangan membaca, dari pada nantinya jadi nge bash kan nggak enak.. yang suka.. tolong beri komentarnya..

Gomawo~ sudah berkunjung

Advertisements

4 thoughts on “[Two Shoot] Midnight Blues Part 2

  1. tri

    wah suka dengan ff na.cos q jga suka banget ma ryeowook.n sulit bnget nemu ff yg cast utma na ryeowook.
    lw bsa ff ni di bwt squel lagi ya.cos dlm ff ni ryeowook kereb bget.plisssssss

    Liked by 1 person

    • bungaharnum

      Gomawo sudah berkunjung dan berkomentar di wordpress pribadiku.. insya allah author buat squelnya.. baca yang lain juga ya.. kekeke~ jangan kapok berkunjung ke sini.. 🙂 kamsahamnida chingu-ya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s