[Sequel] Good Morning~

good morning5

Tittle : Good Morning [Sequel of Midnight Blues]

Author : Jung Hye Rim

Pairing : Ryeonmi

Rate : PG +17

Genre : Romance, Gaje, Abal – abal, Typo, ide pasaran ><

Main cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi

-WARNING-

Ini adalah Sequel dari ff Midnight Blues..jadi author saranin buat baca ff Midnight Blues nya sebelum baca FF ini.. Kalau ada yang nggak suka lebih baik jangan baca.. dari pada nantinya ngebash kan nggak enak 😦 . Don’t Like. Don’t Read!!

Jadi jika para readers yang terhormat dan tercinta mendapatkan jebakan Typo, alur yang berantakan, EYD (Ejaan Yang Diinginkan), mohon pengertiannya.. ><

======Happy Reading======

.

.

Kicauan burung terdengar nyaring pagi itu. Sinar mentari yang belum terlalu terik itu perlahan memasuki celah – celah jendela dari sebuah kamar. Sinar mentari yang cukup membuat setiap orang merasa hangat ditambah dengan kicauan burung – burung kecil yang bertengger pada ranting pohon menyajikan sebuah lantunan – lantunan indah yang memberi semangat bagi setiap manusia yang hendak memulai hari baru. Sungguh suasana berisik namun menyenangkan..

Dan sepertinya sinar mentari itu telah mengganggu seseorang yang masih berkelana dalam tidurnya. Yeonmi terbangun saat dirasa sinar mentari yang tiba – tiba menusuk kornea matanya dan menganggu tidurnya. Mata cantiknya mengerjap begitu merasakan sesuatu yang kekar menahan sekitar pinggul hingga perutnya. Dan seketika itu juga pipinya memerah mengingat kejadian malam tadi. Seingatnya beberapa jam lalu ia masih berada di ruangan yang tidak diketahuinya dengan seorang pria brengsek yang pernah menghancurkan hidupnya. Dan kemudian Ryeowook datang menjemputnya dan membawanya kembali pada pelukan hangat Pria itu yang selalu memberinya keamanan dan kenyamanan. Hingga pernyataan itu keluar dengan lolos dari bibir Ryeowook.

Penyataan yang mengatakan dan bahkan menegaskan bahwa Yeonmi hanyalah milik Ryeowook seorang. Ia tak mengizinkan Pria manapun mendekati atau bahkan menyentuh Yeonmi. Yang Ryeowook izinkan untuk bersama gadis ini, mendekati gadis ini, dan bahkan menyentuh gadis ini hanyalah dirinya. Ryeowook sendiri..

Dan sama sekali Yeonmi tidak menolak semua pernyataan yang berujung pada peraturan itu. ia justru senang Ryeowook melakukan hal semacam itu padanya. Karena ia memang tidak ingin disentuh siapapun, didekati siapapun. Yang ia inginkan hanyalah Kim Ryeowook—Suaminya.. Yang ia izinkan.

Ia bahkan terbuai dan mungkin gila saat Ryeowook menciumnya lembut, menyentuh setiap inci kulit tubuh Yeonmi dengan lembut, membuatnya tidak tahan dengan gairahnya sendiri. Ryeowook seperti mengerti bagian – bagian tertentu yang Yeonmi suka. Dan Ryeowook menyentuh ditempat yang tepat.

Hingga pada akhinya ia terbaring tak berdaya tanpa mengenakan apapun. Ryeowook terlalu menunjukkan pada Yeonmi bahwa gadis ini adalah miliknya. Dengan menghujam kedalam tubuhnya tanpa ampun, membuatnya melayang dalam kenikmatan. Semakin membuat Yeonmi benar – benar yakin dengan semua perkataan Ryeowook kala itu.

Yeonmi memerah. Terlebih mendapati Ryeowook yang begitu posesif padanya. Ia kemudian dengan perlahan memutarkan tubuhnya agar bisa menatap Ryeowook. Dan sepertinya kegiatannya itu dikira Ryeowook bahwa gadis ini akan pergi dari dekapannya karena setelahnya Yeonmi merasakan pelukan pria itu semakin mengerat. Seolah – olah tak mengizinkan Yeonmi untuk bangun.

Yeonmi tersenyum senang mendapati Suaminya yang memiliki wajah tampan dan tentram bagaikan malaikat itu yang masih tertidur dengan pulas. Ia mungkin adalah gadis paling beruntung di Dunia ini karena telah mendapatkan seorang pria yang sangat baik, perhatian, dan setampan Ryeowook. Bahkan pria itu sudah mencintainya di saat yang bahkan tak disangka Yeonmi sebelumnya.

Tangan kanannya kemudian bergerak dan membelai wajah Ryeowook yang begitu terlihat sempurna. Mulai dari matanya yang indah dan selalu memancarkan ketenangan, keceriaan, bahkan kenyamanan yang selalu membuat Yeonmi terpaku jika menatapnya, kemudian hidung mancungnya yang semakin memperindah ciptaan tuhan ini, dan kemudian turun pada bibir ranum yang sudah menjadi candu baginya, yang selalu mengeluarkan kata – kata yang membuat Yeonmi tidak bisa berkata apapun. Benar – benar ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.

Entah Yeonmi mendapatkan keberanian dari mana karena setelah itu Yeonmi justru mendekatkan kepalanya dan menempelkan bibirnya pada bibir ranum milik Ryeowook. Mengecupnya sekilas lalu kembali pada posisinya semula. Ia takut jika kegiatannya justru mengganggu ketenangan Ryeowook yang masih tertidur pulas. Ia tidak tega jika harus membangunkan Ryeowook yang jelas jelas terlihat sekali diwajahnya kalau pria itu sangatlah lelah..

“Aku mencintaimu..” Ucap Yeonmi kemudian lalu membenarkan posisinya dengan senyaman mungkin berada didekapan hangat Ryeowook dan mencoba kembali tidur. Ia juga sepertinya sangat lelah dan membutuhkan istirahat yang lebih.

Selepasnya Yeonmi yang kembali dalam dunia mimpi.. Mata Ryeowook perlahan membuka, ia sebenarnya sudah terjaga sejak awal gadisnya mengubah posisi untuk menghadapnya, ia juga menyadari tangan nakal gadis itu yang menjelajahi wajahnya, dan jangan lupa soal kecupan singkat dibibirnya yang tentu membuatnya sangat terkejut bukan main. Ia sebenarnya ingin cepat menahan tengkuk gadis itu dan membalas ciumannya. Tapi ia takut membuat gadis itu terkejut.

Ryeowook kemudian sedikit menurunkan tubuhnya agar bisa menatap gadisnya yang seperti nya sudah kembali kealam tidurnya. Dan kemudian tangan kanannya yang semula berada diperut gadis itu mulai terangkat membalai rambut panjang gadisnya dan menyingkirkan anak anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya agar Ryeowook bisa melihatnya dengan jelas. Ryeowook tersenyum melihat istrinya itu yang masih memejamkan matanya. “Aku juga mencintaimu Yeonnie-ya~” ucap Ryeowook akhirnya. Ia benar – benar mencintai Yeonmi dengan tulus. Alasan itulah yang ia gunakan untuk melarang siapapun terutama Pria mendekati Yeonmi atau bahkan berusaha merebut Yeonmi darinya.

Tangan kanan Ryeowook kemudian menyentuh tengkuk Yeonmi dan mendekatkan kearahnya lalu menempelkan bibir nya pada bibir kissable Yeonmi dan mengecupnya lama.

Yeonmi yang memang belum sempurna masuk kealam mimpinya kemudian terkejut saat benda kenyal yang basah itu menyentuh bibirnya. Jantung tiba – tiba saja berdegup sedikit lebih cepat, serta darah yang berdesir hebat dalam tubuhnya, dan jangan lupakan kupu – kupu yang kembali hadir memasuki perutnya membuatnya tidak bisa mengontrol diri ketika Ryeowook menciumnya secara tiba – tiba seperti ini.

Ryeowook yang semula hanya berniat mengecup saja, entah ada setan apa yang memasuki dirinya sekarang karena tiba – tiba ia ingin melakukan lebih dari ini saat menyadari Yeonmi yang terbangun dan terkejut menikmati sentuhannya. Ia terus melumat bibir Yeonmi dengan lembut dengan posisi yang entah sejak kapan sudah berada diatas Yeonmi.

Yeonmi seolah – olah mengerti apa maksud dan tujuan Ryeowook kemudian mulai mengalungkan tangannya keleher Ryeowook, membuat Pria itu semakin leluasa memperdalam ciumannya.

Ryeowook perlahan mulai membuka matanya saat ia telah melepaskan tautannya pada bibir Yeonmi. Pria manis itu kemudian tersenyum saat melihat gadis yang berada dibawahnya tengah menghirup oksigen sebanyak banyaknya karena kehabisan nafas akibat ulahnya.

“Morning Kiss Chagi-ya~ Kkkke~” Ucap Ryeowook seraya terkekeh pelan karena melihat tingkah Yeonmi yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan itu.

Sedangkan Yeonmi, dia justru mati – matian menahan malu saat Ryeowook tengah menertawainya karena sikapnya yang entah mengapa selalu membuat Ryeowook tertawa. Dan kegiatan Ryeowook barusan selain membuat malu Yeonmi pria itu juga membuat semburat merah di pipi mulusnya.

“Selamat Pagi~ Aku senang kau masih ada disini saat aku terbangun..” ucapnya.. Yeonmi mengernyit heran menatap Ryeowook “Wae? Apa pernah aku tidak bersamamu saat kau terbangun?” tanya Yeonmi kemudian.

Ryeowook tersenyum “Anioo.. Kau memang selalu ada saat aku terbangun dari tidur… Tapi kau pernah menghilang saat aku sedang sibuk..” Ujar Ryeowook yang mengingat kejadian menyebalkan kemarin saat ia kehilangan gadisnya. Beruntung ia masih bisa menemukan Yeonmi masih utuh walaupun Pria brengsek yang menculik Yeonmi sempat menyentuhnya..

“Tenanglah.. yang lalu biarlah berlalu.. Aku akan selalu berada disampingmu sampai kapanpun heum?..” Ucap Yeonmi yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh Ryeowook.

“Mandilah.. Aku akan membuatkan sarapan untuk kita..” Ucapnya. Ryeowook tersenyum aneh dengan mengeluarkan Smirk nya menatap Yeonmi “Kalau begitu mari kita mandi berdua..” Ucap Ryeowook.

Mendengar itu reflex Yeonmi memukul dada Ryeowook ringan “Ya!! Kenapa Ryeowookku yang manis berubah jadi mesum begini? Aigoo~” Ucap Yeonmi setengah bercanda. Ryeowook yang mendengarnya hanya mampu mendengus kesal.. “Sejak aku hampir gila karena nyaris kehilanganmu..” Ucap Ryeowook yang kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan segera berlalu kekamar mandi.. membuat Yeonmi terkekeh pelan melihatnya.

~Good Morning~

Ryeowook baru saja keluar dari kamar mandinya karena telah selesai dengan urusan membersihkan tubuhnya itu. Ryeowook mengedarkan pandangannya kesegala penjuru arah dikamarnya dan tidak mendapati Istrinya. Bahkan saat ini kamarnya sudah rapi seperti sedia kala tidak lagi berantakan seperti kapal pecah. Yeonmi benar benar hebat.. Istrinya itu ternyata mampu membersihkan kamar hanya dalam waktu yang singkat.

Memangnya membersikan kamar itu susah ya??

Ryeowook kemudian melangkahkan kakinya berusaha mencari – cari keberadaan gadisnya. Jujur saja ia masih merasa trauma saat menyadari bahwa gadisnya itu menghilang dan dibawa oleh pria yang sangat tidak baik. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan kedua karna telah lalai menjaga orang yang sangat ia cintai itu.

Tapi kemudian rasa takut itu kembali muncul saat tidak menemukan Yeonmi diruang lainnya. “Yeonnie~” Panggilnya dan tidak ada jawaban.

“Yeonnie Sayang.. kau sedang tidak bercanda kan??” panggilnya lagi.. ia sudah mencari ke semua ruangan di apartemennya. Tapi tetap saja ia tak menemukan keberadaan Istrinya.

Ryeowook kemudian mengingat sesuatu. Kalau tidak salah tadi Istrinya itu akan memasak sarapan. Buru – buru menghampiri dapur miliknya dan tidak mendapati Yeonmi.. yang ada hanyalah sebuah bahan – bahan masakan yang dibiarkan begitu saja. Ryeowook kembali mendesah frustasi. Ia baru saja hendak melangkahkan kakinya pergi namun indra pendengarannya menangkap sesuatu yang misterius. Pria manis itu kemudian sedikit menajamkan telinganya berusaha mendengar apa yang barusan ia dengar samar – samar itu.

“Aish.. Pisau nakal!! Dimana kau?”

Ryeowook bernafas lega seraya menahan gelak tawanya. Tubuhnya sedikit ia bungkukkan kebawah dan kemudian indra penglihatannya menangkap seorang perempuan yang sejak tadi ia cari. Ia benar – benar lega sekarang. Ternyata gadisnya itu masih ada di apartemen ini dan masih baik – baik saja. Apa yang dilakukannya?

“AHhhhhh Jinja.. Akhirnya kau kudapat juga..” Ucap Yeonmi yang kemudian kembali berdiri ketika sudah mendapatkan Pisau ‘Nakal’ yang ia cari. Namun Yeonmi menghentikan kegiatannya ketika mendapati Ryeowook yang tengah berdiri dihadapannya dengan kedua tangan yang terlipat didada dan tengah menatapnya tajam.

“Eoh.. Kau disini?” Tanya Yeonmi..

“Kenapa kau tidak menjawab Panggilanku?” tanya Ryeowook mengabaikan pertanyaan Yeonmi barusan. Yeonmi tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yang gatal. Ia sama sekali tidak mendengar panggilan Ryeowook barusan..

“Mian.. Aku mencari Pisau ini.. jadi aku tidak mendengar ucapanmu..” Ucapnya.. Ryeowook kemudian terkekeh pelan lalu membalikkan tubuh Yeonmi dan memeluknya dari belakang “Sukurlah.. Aku masih takut..” Ucap Ryeowook Lirih.. Yeonmi tersenyum simpul mendengar penuturan Ryeowook barusan. Apa pria itu benar – benar menghawatirkannya? Yeonmi senang sekali mengetahui kenyataan itu. Tapi.. Apa Ryeowook tidak terlalu berlebihan?

Tangan kanan Yeonmi yang tidak memegang Pisau kemudian terangkat membelai pipi Ryeowook yang berada tepat disamping kepalanya. “Sudah aku katakan sebelumnya bukan? Aku tidak akan pergi lagi darimu.. Aku selalu disampingmu dimanapun kau berada.. Percayalah.. jadi jangan khawatir lagi nde~” Ucap Yeonmi menenangkan Ryeowook. Ia juga sangat tahu Ryeowook begitu sangat menghawatirkannya. Tapi ia benar – benar tidak akan pergi lagi dari dekapan Ryeowook. Ia berjanji..

“Bagaimana bisa aku tidak khawatir.. Ketika melihat seorang wanita yang aku cintai, tengah disakiti yang hampir membuatku gila?? Aku hanya takut itu saja..” Ucap Ryeowook. Yeonmi terkekeh pelan lalu meletakkan pisau miliknya dan kemudian membalikkan tubuhnya menatap Ryeowook. Kedua tangannya kemudian membingkai wajah Ryeowook agar menatapnya.

“Kau lihat?? Aku ada disini sekarang.. Dihadapanmu.. Jadi jangan terlalu khawatir nde~” Ucap Yeonmi yang kemudian mengecup singkat bibir Ryeowook dan memeluknya. Ryeowook kemudian menganggukk dan membalas pelukan Yeonmi dengan erat.

Ia benar – benar tidak ingin melihat gadisnya itu mengalami hal mengerikan seperti kemarin lagi. Sudah cukup ia mendengar teriakan dan tangisan Yeonmi saat ia diperlakukan yang tidak wajar oleh seorang pria yang berani menyakitinya. Ia akan melakukan apapun untuk selalu menjaga gadis ini agar selalu aman dalam dekapannya. Ia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan untuk yang kedua kalinya karena hampir kehilangan Istrinya untuk yang kedua kalinya.

-FIN-

Tolong tinggalkan jejak kalian nde~ Gomawo :*

Advertisements

4 thoughts on “[Sequel] Good Morning~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s