[One Shoot] Everything has Changed

everythinghaschanged

Author : Jung Hye Rim

Pairing : Ryeonmi

Rate : T

Genre : Romance, School Life, Geje, Abal – abal, Failed, Ide pasaran ><

Main Cast : Kim Ryeowook | Shin Yeonmi

======Happy Reading=======

Aku terbangun dengan perasaan yang berbeda pagi ini. Rasanya otakku dan hatiku tak lagi kosong seperti hari-hari kemarin. Ada sesuatu di dalamnya, dan sesuatu itu baru, dan aku tahu apa yang ada di sana.

Terdengar suara burung – burung kecil yang nampak asik melantunkan sebuah nyanyian alam yang begitu nyaman dan merdu seraya bertengger manis menikmati indahnya alam ketika pagi menjelang dan disusulnya Cahaya Matahari bersama dengan teman – teman sebangsanya, memanggil jiwa – jiwa yang masih berkelana di alam tidurnya untuk segera kembali pada raga mereka masing – masing, memberitahu pada satiap manusia dimuka bumi ini untuk segera bangun dari tidurnya dan menikmati sebuah pagi yang sangat indah seperti saat ini.

Tapi rupanya panggilan – panggilan burung – burung manis itu tidak mampu membangangunkan seorang gadis yang masih asik dalam mimpinya itu. Karena terbukti bahwa gadis itu masih terlihat begitu nyaman dengan selimutnya dan membenahkan posisi tidurnya untuk menadapatkan kenyamanan yang ekstra bagi tidurnya. Bahkan alarm yang biasanya selalu semangat membangunkan setiap orang itu kini sudah menyerah dan lebih memilih diam membiarkan pemiliknya untuk kembali menikmati tidurnya.

Hingga terlihat seorang pria paruh baya tengah memutar knop pintu dan kemudian memasuki ruangan dengan nuansa biru itu dan mendapati Putri kesayangannya yang masih asik bermalas – malasan. Sungguh bukan pemandangan yang diharapkannya, karena tak biasanya Putri kesayangannya masih tertidur pulas di waktu yang tidak terlalu pagi seperti sekarang. Pria paruh baya itu berkacak pinggang seraya mendekati Putri kesayangannya dan kemudian mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang berniat membangunkan putrinya,,

“Yeonnie-ya.. Ppalli ireona.. bukankah kau ada kuliah pagi ini?” ucap Pria paruh baya itu membangunkan Putrinya dengan lembut.

—Shin Yeonmi—Gadis manis itu hanya menggeliat pelan menyadari seseorang yang berani – beraninya menganggu tidurnya. Appa dari gadis itu hanya terkekeh pelan melihat putrinya yang sepertinya sangat kelelahan sekarang.

“Appa membuatkan Nasi Goreng Kimchi kesukaanmu..” Bisik Appanya pelan membangunkan gadisnya.. Namun gadisnya itu tetap tak mengeluarkan respon apapun mendengar bisikan Appanya. Karena ia masih dilanda rasa kantuk yang berat membuatnya menghiraukan makanan kesukaannya.

Appa nya kembali tersenyum “Kau juga harus kuliah pagi ini, bukankah saat ini jadwal Guru Killer yang sering kau ceritakan itu?” Bisik Appanya. Dan Bingo!! Putrinya langsung membuka matanya mengingat hal yang baru saja diucapkan Appanya. Pria paruh baya itu tersenyum penuh kemenangan karena usaha nya berhasil membangunkan putri kesayangannya itu..

“Omo!! Appa sekarang jam berapa?” tanya gadis itu mulai panic.

“Jam 8”

“Omo!! Aish jinja!!” Pekik gadis itu dan segera beranjak dari tidurnya menghiraukan Appanya yang masih berada disana yang tengah terkekeh pelan melihat tingkah Putrinya yang saat ini berubah panic berlari kekamar mandi..

-****-

Shin Yeonmi- Berulang kali merutuki dirinya sendiri yang bisa – bisa nya yang terlambat bangun pagi ini, dan ini semua gara – gara semalam otaknya terus dipenuhi oleh hal – hal yang membuatnya tidak bisa tidur hingga pukul dua malam. Sejenak ia mengingat kejadian – kejadian menyebalkan itu yang sudah menganggu pagi cerahnya, kepalanya menggeleng keras, berusaha menghilangkan sekelebat pemikiran aneh itu yang melintasi pikirannya kembali.

“Tidak! Tidak! Yeomi-ya!! Sekarang bukan saatnya kau berpikiran tidak waras!!” Sekali lagi Yeonmi merutuk dalam hati, ia kemudian kembali melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kelasnya. Seperti kata Appanya tadi pagi bahwa hari ini ia benar – benar jadwal Guru Killer yang membuat pagi ini semakin memburuk. Yeonmi menggigit bibir bawahnya saat melihat ruang kelasnya yang berjarak kurang dari 10 meter itu, ia hampir sampai pada kelasnya dan itu artinya ia mungkin akan mendapatkan masalah baru. Walaupun Yeonmi yakin 100 % bahwa Guru Killer itu tidak mungkin menghukumnya dengan hukuman yang berat karena selama ia hidup dan sekolah ditempat ini ia belum pernah terlambat. Tapi tetap saja kekhawatiran itu selalu ada mengingat mungkin keputusan Guru Killer itu yang bisa saja berubah.

Yeonmi terdiam tepat didepan pintu kelasnya. Ia menarik nafasnya dalam dalam berusaha mengumpulkan keberaniannya sebelum akhirnya ia mengetuk pintu ruang kelas itu.

“Saem..”

~Everything has Changed~

Delapan belas jam terakhir sebelum aku terbangun pagi ini, hanya ada dirimu. Semua pemandangan di depan mataku adalah wajahmu. Matamu yang hijau menawan, kerutan halus di wajahmu yang tak mungkin kulupakan, dan senyummu yang melelehkan belulang. Sejak saat itu, aku merasa bahwa…

Jari – jari Gadis manis itu dengan pelan mengetuk mejanya dengan pikiran yang melayang entah kemana. Padahal saat ini ia sedang berada di kelasnya dengan seorang Guru Matematika, seharusnya ia semakin giat belajar karena Guru Killer ini telah memberinya izin untuk masuk kedalam kelas tanpa hukuman sedikitpun karena keterlambatannya pagi ini. Tapi entah mengapa Angka dan Rumus itu seakan hanya melewati kepalanya tanpa masuk sedikitpun. Pikirannya kacau sekali hari ini, terlebih pelajaran saat ini adalah pelajaran yang mampu mengingatkannya pada kejadian delapan belas jam terakhir ini.

Perlahan ia menolehkan kepalanya kebelakang dengan ragu, Iris matanya kemudian menangkap seorang pria yang berjarak beberapa meja dari tempatnya duduk. Dilihatnya pria itu yang tampak serius dengan pelajaran kali ini, Ia.. Adalah Pria yang ternyata sudah menyita seluruh perhatiannya beberapa jam terakhir ini. Kim Ryeowook, Pria tampan yang seenaknya membuat memory otaknya penuh hanya karena memikirkannya.

Yeonmi heran mengapa Pria itu terlihat baik – baik saja setelah hal menyebalkan itu terjadi?? Oh ayolah.. Shin Yeonmi sadarlah.. Dia seorang Pria dingin yang tidak mungkin menganggap kejadian semalam adalah hal yang serius. Tapi tidak baginya, ia justru menganggap hal itu hal yang sangat serius dan perlu dibicarakan. Tapi bagaimana bisa? Jika hanya melihatnya seperti ini saja sudah membuat jantungnya berdegup tidak karuan?? Apa ia mampu bertatap muka dan berbicara dengan Pria itu?

Tiba – tiba saja pria itu mengalihkan pandangannya yang semula menatap lurus kearah papan tulis kini beralih menatap Yeonmi datar.

Deg! Jantung Yeonmi semakin menggila melihat Ryeowook yang menatapnya datar seperti itu. Napas nya tartahan untuk beberapa saat dan kemudian berniat untuk segera memalingkan wajahnya, namun sayang ia justru sudah lebih dulu dibekukan oleh senyum Ryeowook yang akhir – akhir ini entah mengapa sangat ia sukai.

A..Apa?? Ryeowook tersenyum padaku? Apa maksudnya? Apa ia sengaja membuatku terlihat bodoh seperti ini eh?” Batin Yeonmi bertanya.

Mata cantiknya kemudian mengernyit melihat Ryeowook yang menggendikkan bahunya kedepan mengisyaratkan sesuatu yang tidak dimengertinya dan tak lama kemudian..

“Shin Yeonmi!!”

Jantung Yeonmi seakan berhenti berdegup saat mendengar suara mistis dari depan sana. Ia memejamkan matanya seraya merutuki dirinya kembali dan perlahan berusaha menolehkan kepalanya menatap Guru Jung, Ryeowook benar – benar selalu membuatnya terlihat bodoh.

“Nde Saem..” Ucapnya pelan. Beruntung semua murid masih dalam kondisinya yang semula, karena Yeonmi tahu Guru Jung ini selalu memiliki aura mistis yang membuat setiap orang selalu takut padanya dan tidak mungkin ada yang berani tertawa sekarang.

“Perhatikan baik – baik!! Karena minggu depan akan ada ujian..”

“Nde Saem~” Ucap Yeonmi lagi.

Ia sama sekali tidak focus untuk hari ini. Pikirannya selalu melayang pada kejadian semalam yang membuatnya sulit tidur hingga bangun terlambat seperti ini. Dan jika ia ingin menyalahkan seseorang maka ia ingin sekali menyalahkan Ryeowook untuk semuanya. Karena pria itu yang tiba tiba saja membuat hidupnya berubah hanya dalam delapan belas jam!!

Ia yang semula selalu bangun pagi sebelum Appanya bangun dan kemudian memasak sarapan kini berubah menjadi gadis yang terlambat bangun tanpa membuatkan sarapan terlebih dahulu. Ia yang semula adalah seorang gadis yang selalu memperhatikan pelajaran kini berubah menjadi gadis yang tidak pernah bisa focus pada pelajaran hanya karena hal sepele.

Kim Ryeowook. Benar – benar pria yang membuat memory otaknya penuh dan sudah mulai merubah hidupnya.

~Everything has Changed~

 

Aku, yang dulu membentengi hatiku dengan luka yang tak ingin kusembuhkan, tiba-tiba dengan seenaknya kubobol dinding benteng itu, agar kau bisa melewatinya dan menyusup dengan mudah ke dalam hatiku.

Ryeowook melangkahkan kakinya keluar kelas, ia berniat untuk pergi keperpustakaan mencari beberapa buku untuk tugas yang belum ia kerjakan. Namun saat ia sedang berada diLorong yang akan menuju perpustakaan Iris matanya menangkap seorang gadis yang tengah sibuk membawa beberapa buku didalam dekapannya dan tengah berjalan yang berlawanan arah dengannya. Dan seiring berjalannya waktu gadis itu semakin mendekat kearahnya.

Ryeowook tersenyum manis melihatnya sebelum akhirnya ia melihat gadis itu yang tidak sengaja melihat kearahnya dan dengan reflex menghentikan langkahnya, namun sayang gadis itu sepertinya terlalu terkejut hingga bukannya berhenti dan segera berbalik ia justru terpeleset saking terkejutnya. Dan itu tentu membuat Ryeowook juga merasa terkejut yang kemudian sebisa mungkin ia menahan tawanya.

Yeonmi meringis kesakitan ketika patatnya mencium lantai yang dingin itu. ia kemudian merutuki dirinya sendiri yang begitu ceroboh. Malu!! Tentu saja ia malu.. bagaimana bisa ia sampai seterkejut itu melihat Ryeowook yang berjalan kearahnya hingga ia terpeleset seperti ini. Buat malu saja!

Mata Yeonmi membulat ketika indra penglihatnnya menangakap Ryeowook yang tengah berlari kecil menghampirinya. Cepat – cepat Yeonmi berdiri dan meninggalkan buku – buku itu yang masih tergeletak disana untuk segera pergi menjauh dari Ryeowook. Ini memalukan sekali! Satu – satu cara untuk menghindar dari rasa malu itu adalah ia berlari sejauh mungkin dari Ryeowook, kalau perlu ia harus menghilang sekarang!! Shin Yeonmi Paboya~

Ryeowook reflex menghentikan langkahnya melihat Yeonmi yang malah berlari menjauh darinya. Tapi sesaat kemudian ia tersenyum penuh arti melihat gadis itu yang selalu bertingkah kekanak – kanakan. Ryeowook kemudian menjongkokkan tubuhnya untuk mengambil buku – buku yang masih berserakan dilantai itu, dan kemudian membawanya untuk Ia berikan pada Yeonmi.

Ini aneh!! Ia tak pernah merasa seperti ini sebelumnya, berfikir untuk membuka hatinya pada seorang gadis bukanlah sesuatu hal yang direncanakannya. Ia benar – benar tak pernah berfikir ini sebelumnya, sungguh!! Tapi dengan mudahnya ia justru mengijinkan Yeonmi untuk memasuki hatinya, dan bahkan ia mungkin tidak akan membiarkan gadis itu keluar begitu saja.

Kenangan masa lalu yang begitu menyakitkan seolah olah tidak pernah terjadi pada Ryeowook saat Gadis itu masuk dalam hidupnya, tanpa sadar gadis itu telah memberikan warna indah dalam hari – harinya. Ia.. Sudah lama memperhatikan Yeonmi. Bahkan sebelum tragedy 2 hari lalu..

~Everything has Changed~

 

Aku juga bingung apa yang terjadi pada diriku. Padahal kita baru saja kenal. Apakah ini yang disebut jatuh cinta? Kurasakan sensasi sayap kupu-kupu di perutku setiap kali memikirkan dirimu. Menggelitik, lembut dan nyaman. Segala kesedihanku sirna, berganti kebahagiaan yang tak tergambarkan. Rasa ini, membuatku melayang, hingga kuputuskan bahwa…

Yeonmi memeluk lututnya sendiri, menenggelamkan kepalanya diantara lengannya, berusaha untuk menahan rasa malunya saat ini. Bibirnya terus berucap merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh bahkan didepan orang yang membuat hidupnya aneh belakangan ini.

Ini semua membuatnya bingung! Apa arti perasaan ini?

Jantung yang berdegup kecang ketika bertatap muka dengan Pria itu, Pikiran yang tiba – tiba saja menjadi tidak focus hanya karena Pria itu yang tersenyum padanya bahkan berbicara padanya, Serta sensasi sayap kupu – kupu yang bertebangan diperutnya setiap kali ia memikirkan Pria itu. Caranya tersenyum, caranya tertawa, bahkan caranya yang terkejut membuatnya semakin terlihat bodoh. Menggelitik, Lembut, dan Nyaman..

Ia bahagia.. tapi ia sendiri bingung harus apa dengan kebahagiaannya sekarang. Ia tak pernah merasakan hal ini sebelumnya.. Apa inikah yang orang sebut dengan CINTA? Tapi ia baru saja mengenal pria itu, selama berbulan – bulan ia sekelas dengan pria itu. Tapi ia tak pernah mengenal pria itu  dengan sebelumnya. Sungguh aneh.. Tapi entah mengapa ini begitu.. Menyenangkan?

Ia ingin menangis.. tapi tidak bisa.. Apa yang harus ia tangisi? Rasa sakit pada pantanya saja sudah hilang saat Ryeowook dengan senyumannya berlari kearahnya. Malu?! Ini Gila! Mana mungkin ia menangis karena itu? Toh juga disana hanya ada Ryeowook.. Tak ada mahasiswa lain yang mengetahuinya.. Ayolah Yeonmi.. Kenapa kau berubah jadi gadis yang pemalu seperti ini? Kejadian itu sudah berlalu mana mungkin Ryeowook mengingatnya..

“Aish Jinja!!”

Yeonmi mengerang frustasi, ini adalah perasaan pertama yang ia rasakan selama ia hidup. Jika ini sebuah Cinta, Yeonmi tak percaya itu. Appa nya lah yang ia cintai selama ini. Ia tak begitu percaya pada pria manapun untuk masalah Cinta.. Tapi kenapa?? Kenapa Pria yang ada dipikirannya sekarang bukanlah Appanya?? Kenapa hanya ada Kim Ryeowook yang terus menghantui dirinya? Kenapa hanya ada Kim Ryeowook yang terus terbayang olehnya? Dan kenapa hanya seorang Kim Ryeowook yang tiba – tiba ia rindukan sekarang??

Begitu banyak pertanyaan yang bersemayam di otak nya untuk saat ini. Dan ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu semua. Kecuali ia bertanya pada Ryeowook. Tapi itu Gila?! Hampir berpapasan saja dengannya sudah membuatnya terpeleset seperti ini. Apa lagi harus berbicara? Ia bisa – bisa mati ditempat.. Aigoo~ Itu berlebihan Shin Yeonmi..

“BUUKK~”

Yeonmi tersentak kaget saat merasakan disekitarnya seperti suara buku – buku yang sengaja disimpan didekatnya. Ia juga merasakan seseorang duduk disampingnya. Tapi ia tidak tahu itu siapa, Yeonmi terlalu takut untuk mengangkat kepalanya sendiri..

“Yeonmi-ssi..”

Deg!! A.. Apa ini? Suara lembut ini? Kenapa bisa terdengar lebih dekat?

“Neo Gwaenchana??”

Ini benar – benar gila!! Bagaimana bisa pria itu menemukannya ditempat ini?

“Heyy!! Kau sedang tidak memikirkan kejadian 2 hari lalu kan??”

“YA!!” Pekik Yeonmi seraya mengangkat kepalanya dan sesaat kemudian ia mematung, melihat Ryeowook dengan jarak sedekat ini sudah hampir membuat jantungnya copot.

Ryeowook tersenyum melihat gadis yang didepannya ini tengah terkejut melihatnya.. Rupanya caranya berhasil untuk membuat gadis itu mengangkat kepalanya. Mata caramel cerahnya, Rambut Coklat panjangnya yang tergerai bebas dengan Poni yang menutupi keningnya. Dan juga pipi yang memerah merona, membuat Ryeowook semakin terpesona dengan gadis ini.

Dan sepertinya gadis ini sudah dengan benar – benar memasuki hatinya, dan ia sendiri enggan mengusirnya.. Ryeowook~ Menyukai gadis ini..

~Everything has Changed~

 

Kembalilah, temuilah aku lagi, dan berikan aku alasan yang masuk akal, mengapa tubuhku bereaksi seperti ini. Baru semalam kita berpisah, rasanya aku sudah merindukanmu setengah mati. Mari kita buat janji, temuilah aku di tempat kita dulu malam ini, agar aku tidak merasa gila sendirian, dan aku tahu ini semua bukanlah sebuah khayalan. Kau ada, dan aku benar-benar jatuh cinta.

Aku harus mengenalmu lebih jauh. Aku ingin tahu segala hal tentang dirimu. Apa yang kau sukai dan apa yang tidak kau sukai.

Karena, yang kuingat dari pertemuan kita adalah, sapaan sederhana. Kita basa-basi tentang cuaca, tapi matamu menyatakan seolah kau telah mengenalku untuk selamanya. Sedangkan aku, hanya tahu nama panggilanmu saja. Apa yang terjadi padaku hingga aku terus kepikiran dirimu? Harusnya kau adalah seseorang yang akan langsung kulupa begitu aku terlelap. Tapi, segalanya berubah. Sejak kemarin, aku tahu ada ikrar tak kasat mata diantara kita. Saat kau menahan daun pintu seolah kau tak rela dengan kepulanganku, aku tahu kau adalah milikku, dan aku adalah milikmu. Hidupku berubah, hatiku berubah.

Yeonmi masih berdiam diri di balkon kamarnya dan membiarkan angin malam yang dingin menerpa tubuhnya. Pikirannya kali ini benar – benar sangat kalut. Sudah hampir lebih dari empat hari dan ia tak pernah bisa berfikir dengan jernih, otaknya seolah – olah dipenuhi oleh bayang – bayang Ryeowook. Senyuman pria itu dan tatapan pria itu.. Benar – benar membuatnya tak bisa berpikir waras.

Mereka tak pernah saling mengenal sebelumnya. Yeonmi hanya mengetahui Nama pria itu, tidak lebih. Tapi kenapa? Kenapa pria itu melakukan hal bodoh semacam itu padanya? Apa pria itu tak memikirkan perasannya?? Ia adalah gadis polos yang belum pernah berciuman sebelumnya.. Dan Ryeowook dengan seenaknya mengambil First Kiss nya tanpa alasan yang jelas.

Ya.. Memang harus Yeonmi akui saat itu Yeonmi memang dalam situasi yang buruk, ia terjebak dalam permainan konyol teman – teman kampusnya. Di dalam permainan itu juga ada Ryeowook yang ikut bermain, Ryeowook kalah dan ia terpaksa harus menerima tantangan dari teman – temannya yang menang. Dan saat itu Ryeowook ditantang untuk berciuman dengan salah satu gadis yang berada dalam permainan tersebut. Ryeowook memang menolak tantangan konyol itu, tapi dalam peraturan tertulis bahwa ‘Yang kalah harus menerima konsekuensinya’ hingga akhirnya Ryeowook menyetujui itu.

Dan sialnya.. Sebegitu banyak gadis yang bermain kenapa dia yang dipilih Ryeowook?! Pria itu kemudian mengedarkan pandangannya dan kemudian berhenti pada Yeonmi. Tentu Yeonmi terkejut melihat itu, terlebih saat Ryeowook mulai berjalan menghampirinya dan kemudian menarik pinggangnya membawanya lebih dekat pada Ryeowook hingga tak lama kemudian ia merasakan benda kenyal dan basah menyentuh bibirnya.. Yeonmi terkejut saat itu.. Jantungnya tiba tiba saja berdegup hebat, tapi entah apa yang yang terjadi. Yeonmi sama sekali tidak menolak pria itu.. Seharusnya ia langsung mendorong pria itu agar menjauh darinya.. tapi tidak!! Ia sama sekali tak melakukan penolakan sekalipun..

Yeonmi mengerang frustasi. Kenapa ia begitu bodoh? Berulang kali ia berusaha menganggap bahwa itu hanya permain belaka.. tapi kenapa hati dan pikirannya tak pernah bisa menganggap itu hanya sebuah permainan. Ada sesuatu dalam dirinya..

Ia menoleh kearah ponselnya ketika suara pesan masuk mengintrupsinya. Bibirnya tiba – tiba terangkat membentuk senyuman membaca pesan teks yang tertera pada ponselnya. Pesan dari seorang pria yang membuatnya gila sekarang.

“Yeonnie??”

Kepala Yeonmi menoleh ketika Suara Appanya mengintrupsinya. “Nde Appa?” Tanyanya..

“Aigoo~ Rupanya Putri Appa Sekarang sudah dewasa nde.. Apa kau sedang jatuh cinta?”

“Nde??”

“Tsk.. Jangan berpura – pura Yeonnie.. Berdandanlah.. Ada seseorang yang menunggumu dibawah..”

“Mwo?”

Belum sempat Yeonmi menggelak pertanyaan Appanya. Pria paruh baya itu sudah kembali keluar dari kamarnya membuatnya dibuat bingung. Siapa? Siapa yang menunggunya? Apa Ryeowookkah?

Yeonmi kembali melihat ponselnya ketika ada pesan masuk..

RW: Kita bertemu sekarang nde~

YM: Neo Eoddiya?

RW: Dirumahmu..

Mata caramel Yeonmi membulat.. Ternyata itu benar – benar Ryeowook, kenapa pria itu ada disini? Apa yang dilakukannya malam – malam begini? Dan.. Ohh.. Jantung nya kembali berdegup hebat.. Ada perasaan senang dan juga takut.. Baru saja Ryeowook mengatakan bahwa ia ingin bertemu. Dan saat ini pria itu sudah berada dirumahnya..

Ppalli Nona Shin!! Aku menunggumu..

Dan SMS terakhir itu lah yang akhirnya membuat Yeonmi tersadar dari lamunannya bahwa pria itu benar benar dirumahnya. SMS itu juga sudah seperti sihir bagi Yeonmi yang saat ini tengah bersiap – siap dan segera turun kebawah.

Yeonmi menghentikan langkahnya ketika matanya kembali menangkap sosok Ryeowook yang saat ini benar – benar berada dirumahnya dan bahkan saat ini pria itu tengah berbicara santai pada Appanya. Sungguh sebuah moment yang tidak mampu menahan senyum Yeonmi untuk sekarang. Sejak insiden terpeleset itu Ryeowook memang sering mengajaknya bertemu walaupun tak jarang Yeonmi sering menghindar..

Ryeowook yang pada akhirnya menyadari kedatangan Yeonmi pun kemudian menolehkan kepalanya katempat Yeonmi berdiri dan kemudian tersenyum, Sebuah senyuman yang mampu membuat tulang belulang Yeonmi seperti meleleh..

~Everything has Changed~

 

Izinkan aku mengenalmu lebih jauh lagi, mengetahui seluk beluk tentang dirimu, menjawab segala rasa penasaranku.

Sekarang sudah pukul 8 malam. Dan hanya orang – orang konyol yang akan mengajak seorang gadis untuk berkencan. Dan Sepertinya Ryeowook memang termasuk dalam golongan orang konyol itu karena saat ini ia mengajak Yeonmi berkencan. Sebenarnya bukan berkencan.. Ryeowook hanya mengajaknya keluar untuk menikmati indahnya malam hari berdua.. ini memang terdengar konyol tapi Ryeowook benar – benar melakukannya..

Ryeowook berjalan 3 langkah dibelakang Yeonmi, matanya terus terfocus pada gadis manis pencuri hatinya itu, untuk sekarang Ryeowook tak bisa menahan dirinya untuk tidak bertemu Yeonmi. ia sungguh merindukan gadis manis itu.

Ryeowook menghentikan langkahnya saat melihat Yeonmi yang lebih dulu menghentikan langkahnya. Yeonmi berbalik menatap Ryeowook yang juga tengah menatapnya. Ada sesuatu yang ingin Yeonmi tanyakan pada Ryeowook.. dan mungkin saat ini adalah waktu yang sangat tepat..

Yeonmi terdiam begitupun dengan Ryeowook, Yeonmi bingung harus memulai pembicaraan nya dari mana. Ia gugup sekarang, belum lagi suasanya canggung yang mencengram seperti ini, sebisa mungkin Yeonmi menghilangkan rasa gugupnya dengan memasang wajah santai namun tangannya saling meremas seolah memberi kekuatan tersendiri baginya.

“Kau gugup?”

Dan yah.. memang seperti itu.. sekuat tenaga Yeonmi mencoba menyembunyikan ekspresi gugupnya tapi rupanya Ryeowook memang pandai membaca ekspresi wajahnya. Tidak sepertinya yang tidak mudah membaca ekspresi seseorang. Ia sama sekali tak melihat rasa gugup atau apalah itu namanya diwajah Ryeowook. Yang Yeonmi lihat hanyalah wajah dinginnya namun selalu membuatnya merasa tenang..

Yeonmi memilih diam dan menundukkan wajahnya dari pada menjawab pertanyaan Ryeowook yang harus dijawab ‘Iya Aku gugup’..

“ada sesuatu yang ingin kutanyakan..” ucap Yeonmi kemudian. Ryeowook kemudian mengangguk dan tersenyum memberi kesempatan gadis ini untuk berbicara..

Yeonmi yang merasa sudah mendapat kesempatan hanya bisa menghela nafasnya sebelum bericara. Dan ini sama sekali bukan gayanya.. biasanya ia selalu berbicara blak blakkan pada siapapun jika dipikirannya dipenuhi oleh partanyaan pertanyaan yang tidak sanggup ia jawab. Tapi kali ini berbeda.. berbica dengan Ryeowook membuatnya tak bisa mengeluarkan sifat aslinya..

“Kenapa kau menciumku?” Tanya Yeonmi sambil memejamkan matanya. Melihat itu Ryeowook sama sekali tak bisa menahan tawanya. Ekspresi gadis itu membuatnya tak tahan untuk tidak tertawa dan mencubit pipinya.. tapi sebisa mungkin ia tak mencubit pipi chubby gadis itu..

“Aigoo.. Apa itu yang selalu membuatmu menghindar dari ku? Aku tidak menciummu Yeonmi-ssi..” Ucap Ryeowook sambil terkekeh.. Yeonmi membuka matanya dan menatap Ryeowook kesal. Tidak mencium bagaimana?? Jelas sekali ia merasakan bibir Ryeowook menmpel pada bibirnya.. Apa namanya jika bukan ciuman??

“Jika bukan ciuman lalu apa? Jelas sekali bibir mu menempel pada bibir ku.. Apa itu bukan ciuman? Tsk.. Yang benar saja??” Ucapnya.

Ryeowook tersenyum “Itu memang bukan ciuman..  tapi kecupan.. Ingat! Bibir kita hanya menempel tak ada gerakan lain disana..” ucap Ryeowook santai.. Yeonmi mendesis melihat pria itu..

“Mworago? Kecupan?? Itu sama saja..” Ucapnya.. Matanya kembali melihat kearah Ryeowook “Apa kau tidak pernah memikirkan perasaanku? Entah itu ciuman atau kecupan aku tidak peduli.. tapi kau benar – benar kelewatan, Kenapa dari sekian gadis yang berada disana Akulah yang kau pilih?? Kenapa harus aku?? Seorang gadis yang belum pernah berciuman sebelumnya.. Kau keterlaluan Ryeowook-ssi.. Aku hampir tidur hanya karena memikirkan itu..” Ucap Yeonmi.. Sudut matanya kemudian mengeluarkan cairan bening.. Yeonmi menangis.. Bingung dengan perasaannya sendiri..

“Itu hanya permainan Yeonmi-ssi.. jadi anggap saja permainan.. mungkin kau akan melupakannya..” Ucap Ryeowook pelan.. Yeonmi kembali menatap Ryeowook “Sudah kucoba.. tapi tidak bisa.. kau terlalu mempengaruhi hidupku sejak itu.. aku tidak tahu kenapa yang jelas hatiku berubah saat itu..”

“Kalau begitu jangan anggap itu sebuah permainan..”

“Mwo??” Tanya Yeonmi..

Ryeowook kembali tersenyum “Aku juga tidak ingin kau menganggapnya sebuah permainan.. Aku.. Menyukaimu..” Ucap Ryeowook..

Yeonmi terdiam dengan wajah terkejut.. Apa yang ia barus saja dengar?? Apa Ryeowook benar – benar menyukainya? Itu terdengar aneh.. Tapi entah mengapa ia begitu sangat menyukainya..

“Kotjimma!!!.. Bagaimana bisa kau menyukaiku padahal kita belum pernah saling mengenal.. bahkan berbicara pun seperlunya, tidak ada kedekatan lebih diantara kita.. bagaimana bisa kau—”

Yeonmi menghentikan ucapannya saat melihat Ryeowook yang tiba tiba mendekat kearahnya menarik pinggangnya mendekat dan tanpa diantisipasi oleh Yeonmi.. Pria itu sudah menempelkan bibirnya pada bibir Yeonmi..

Mata Yeonmi membulat merasakan hal itu lagi.. tapi kali ini hanya ada dirinya saja dengan Ryeowook tidak seperti suasana tempo hari yang begitu banyak sekali manusia.. dan kenapa ia tidak menolaknya? Ia justru memejamkan matanya membiarkan bibir Ryeowook menari – nari diatas bibirnya.. kedua tangannya mencengram kuat kerah kemeja Ryeowook ketika merasakan sensasi sensasi aneh yang Ryeowook berikan untuknya..

Ryeowook melumat bibir Yeonmi dengan lembut, sebisa mungkin ia menahan dirinya agar tidak menyakiti Yeonmi yang belum pernah berciuman sebelumnya. Ia mengaku bersalah telah mencium gadis ini.. dan untuk kali ini ia ingin membuktikan pad Yeonmi bahwa ia benar benar menyukai gadis ini.. Ryeowook bahkan sangat mencintai gadis ini..

Ryeowook memberikan kecupan – kecupan manis sebelum akhirnya ia menyudahi kegiatannya. Matanya menatap penuh kearah Yeonmi yang masih berada dihadapannya, kedua tangan Ryeowook juga masih betah memeluk pinggang Yeonmi agar terus berada didekatnya..

Sedangkan Yeonmi sendiri.. Ia mati matian menutupi debaran jantungnya dan juga rona merah diwajahnya. Dan sepertinya Ryeowook sudah mengetahuinya karena saat ini pria itu tengah terkekeh pelan.

“Kau sudah tahukan apa itu ciuman dan kecupan??” tanya Ryeowook menggoda Yeonmi.

“Aish Jinja!!” Umpat Yeonmi dengan memukul pelan dada bidang Ryeowook.

“Kalau begitu.. mari kita saling mengenal, saling berbicara dan berkeluh kesah bersama.. Kau ada dan aku benar benar jatuh cinta.. Aku akan membuatmu bahagia Shin Yeonmi, Bagaimanapun akan kulakukan.. Eummm dan soal Ciuman tadi anggap saja itu ikrar tak kasat mata diantara kita.. Aku sudah menahanmu jadi kau jangan coba coba untuk lari..” Ucap Ryeowook membuat Rona merah dipipi Yeonmi semakin terlihat..

Yeonmi kemudian mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap Ryeowook dan kemudian menarik kerah pria itu agar kembali mendekat kearahnya lalu mengecup bibirnya singkat dan kemudian tersenyum “Arraseo Tuan Kim~”

Ryeowook yang masih terkejut dengan tindakan Yeonmi akhirnya tersenyum dan menggesekkan hidungnya dengan hidung Yeonmi disertai dengan kekehan ringan mereka berdua sebelum akhirnya Ryeowook kembali melumat bibir itu sekali lagi..

Dan ini benar – benar gila!!

Meski kita baru mengenal, meski obrolan kita baru sebatas cuaca, tapi hatiku sudah merindukanmu. Entah mengapa, ada yang berubah dalam diriku, dan semua itu karena dirimu.

Mungkin, ini adalah anugerah tuhan, hingga aku berkesempatan dipertemukan denganmu, mengenalmu. Sejak saat itu, hatiku dipenuhi harapan untuk bisa bertemu denganmu kembali

 

-FIN-

Alllooooohhhaaaaaa 😀 Author Comeback dengan ff romance geje (?) lagi.. mian kalau kali ini tambah geje nde~ XD

Disini keliatan banget ya.. kalau Yeonmi itu baperan.. Kkk~

FF ini pure milikku sendiri yang terinspirasi oleh lagunya Taylor Swift ft Ed.Sheeran yang judulnya sama kayak judul FF ini ‘Everything has Changed’.. Dan juga dari Cerita pendek milik temanku yang paling baik.. Aku hanya mengikuti tema nya saja.. dan selebihnya itu asli dari otakku sendiri..

Yang berkunjung dan juga mau berkomentar terimakasih banyak.. 😉

Advertisements

8 thoughts on “[One Shoot] Everything has Changed

  1. keyla

    annyeong.. saya readers baru disini… Aku dapet blog ini dari teman saya…
    Wahh ceritanya bagus thor saya suka 🙂 susah banget soalnya nyari ff yang main cast nya Wookie oppa… disini Yeonmi memang baper ya… Kkk~ tapi kalau dipikir pikir orang mana coba thor yang nggak baper kalau digituin hehehe 😀
    okee.. kalau begitu aku izin baca cerita yang lainnya juga ya.. semangat!!

    Like

  2. minju

    Ck ck ck… cerita ini aku suka eon.. so sweet banget kayak lagu nya Kkk~ emang Cara orang jatuh cinta itu berbeda beda ya… dan ini jatuh cinta setelah kejadian yang mendebarkan.. aigoo.. kalau aku jadi Yeonmi sudah dapat dipastikan eon aku nggak akan bisa hidup.. Kkk XD
    .
    .
    Okee semangat Eon.. Keep Writing♡ aku tunggu cerita lainnya…

    Like

  3. nina wookie

    Bagus ceritanya thor.. pas banget sama lagu nya taylor swift ft ed sheeran… bahasanya bagus, alurnya juga udah bagus aku suka.. aku tunggu ff oneshot lainnya dan juga ff between us nya..
    Oke… hwaiting..

    Like

  4. wookpil

    Kyaa ryeowook maen cium cium anak orang aja :v
    Aku kalau jadi yeonmi juga baper lah.
    Duuuuuh tapi aku pen jadi yeonmi.wkwk cium aku wook*ngomongsamawalpaperhape*gelindingangaje*wkwkabaikanakuuu :’v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s