[Fan Fiction] Between Us  | Chapter 4

between us2

Title : Between Us

Main Cast : Shin Yeonmi – Kim Ryeowook – Kim Jae In

Genre : Sad, Romance, Friendship

Between Us 1 | Between Us 2 | Between Us 3

======Happy Reading======

“Aku ingin mencintaimu dengan jujur, tanpa harus menyembunyikan perasaanku-tanpa harus membunuh bayanganmu. Tapi sayangnya aku tidak bisa~”

“Kita hanya 2 orang yang sedang saling menginginkan, namun tak bisa bersatu karena keadaan. Menunggu adalah jalan, bersabar sampai waktu menyatukan.~”

“Ternyata ada yang lebih sulit dari pada mengikhlaskan dan kehilangan. Yaitu menerima kenyataan, bahwa kita bukan bahagia yang dia cari..”

.

.

~Story Begin~

“Wooaahhhh.. Neomu Yeoppo..”

Puji seorang gadis yang tengah berjalan jalan ditepi pantai dan melihat semburat kemerahan berada dilangit seiring tenggelamnya matahari. Hari sudah mulai gelap dan gadis ini tak ada niat sama sekali untuk kembali kerumahnya atau hanya untuk meninggalkan tempat ini. ia hanya merasa ditempat ini ia menemukan banyak ketenangan dan kenyamanan.. tak banyak orang yang berkunjung ditempat seperti ini saat musim gugur bukan? Karena mereka mungkin akan sakit flu jika memaksakan untuk pergi ketempat ini.. Dan kenyataan itulah Yang gadis ini gunakan sebagai alasan untuk pergi ketempat ini.. ia butuh sendiri dan sepertinya Pantai Haeundae, Busan  Menjadi tempat yang ia pilih untuk menyendiri.

Shin Yeonmi gadis manis dengan rambut panjang sebahu itu kemudian mengeratkan jaket serta syalnya saat angin malam dengan angin musim gugur kembali bertiup membuatnya sedikit merasa kedinginan. Akhir – akhir ini Yeonmi sedang menyukai Sunset untuk menjernihkan pikirannya. Menurutnya Sunset merupakan karya alam yang begitu menakjubkan baginya.. dengan seperti itu, masalah yang tengah dialaminya seakan tenggelam bersama matahari yang juga menghilang..

Ia pergi ke tempat ini tanpa diketahui siapapun.. Bahkan Jae in pun tidak tahu. Ia takut jika kehadirannya justru akan membuat sahabat tercintanya itu hancur. Ya.. Seharusnya ia tidak perlu kembali ke Korea jika pada akhirnya kedatangannya akan membuat seseorang terluka..

Sejenak ia kembali mengingat seorang pria yang menjadi tujuannya untuk kembali pulang Ke Korea—Kim Ryeowook.. Pria yang sudah ia cintai selama bertahun – tahun terakhir ini dan juga seorang pria yang sudah dikecewakan olehnya. Menyesal? Tentu saja ia menyesal.. Hanya orang bodoh yang tidak akan menyesal atas kesalahan besar yang telah diperbuat..

Mengingat itu semua membuatnya kembali merasakan sesak didadanya.. seolah ada tali tak kasat mata yang mengikat paru – parunya sehingga ia sangat sulit untuk bernafas. Semua kenangan – kenangan itu semua bermunculan didalam pikiran Yeonmi. ia tidak tahu harus berbuat apa.. Yang jelas ini semua membuatnya hancur..

Dan tiba – tiba muncul sekelebat pemikiran tentang Jae In, ia merindukan sahabatnya itu.. Apa yang sahabatnya itu lakukan sekarang? Apa dia sedang bersama Ryeowook? Ohh tentu saja Yeonmi Paboya~ Ryeowookkan kekasihnya mana mungkin sahabatmu itu tidak bersama Ryeowook sekarang.. Batin Yeonmi berdebat..

Yeonmi juga merindukan Ryeowook.. Terlebih saat hampir bertemu dengan Ryeowook dihalte beberapa minggu lalu, rasanya menyenangkan mengingat Ryeowook yang masih mengetahuinya dan juga berusaha mengejarnya. Tapi ada rasa sakit juga yang hadir karena harus memaksakan diri untuk tidak bertemu dan menghilang saat itu juga. Beruntung ada ahjuma yang baik dan membantunya.. jadi ia tidak perlu berhadapan dengan Ryeowook langsung.. ia tidak mungkin bukan menghancurkan sebuah hubungan seseorang hanya karena egonya? Ohh Tuhan.. Ia mungkin akan menjadi orang paling rendahan sekali jika itu terjadi..

Yeonmi memejamkan matanya membiarkan angin malam menerpa wajahnya yang ayu. Sepi.. adalah sebuah kata yang menggambarkan keadaan Yeonmi sekarang. Ia  benar – benar merasa kesepian. Ia ingin pulang.. kembali pada kehidupan lamanya sebelum ia kembali ke Korea.. Sepertinya Paris –Tempat tinggal lamanya- lebih cocok untuk keadaannya sekarang.. Setidaknya di Paris masih ada orang tuanya.. Juga ada teman teman kuliahnya.. jadi ia tidak terlalu kesepian seperti ini.. Mungkin kembali ke Paris akan tetap membuat keadaan ini masih sesuai dengan alur yang sudah dibuat. Ia tak perlu repot – repot dan juga terlalu merasa bersalah. Toh Ia juga belum bertemu dengan Ryeowook dan berbicara dengannya juga ia belum mengatakan pada Jae In sedikitpun tentang masalahnya.. Jadi lebih baik ia segera pergi sebelum semuanya benar – benar berubah. Karena dalam masalah ini hanya dia –mungkin- yang merasa bahwa semuanya berubah, Keadaan Ryeowook dan Jae In tidak aka nada perubahan walaupun ia pergi, mereka akan terus mencintai dan melangkah lebih maju.. Yeonmi juga harus berubah tidak selamanya ia harus merasakan hal seperti ini terus,, Hidupnya masih panjang dan  cukup sia – sia jika ia hidup hanya untuk memikirkan persoalan cinta.

Ya.. Sejauh ini rencana terlihat cukup mudah, ia hanya perlu segera meninggalkan Korea, kalau pun Jae In bertanya.. Ia tak perlu repot – repot menjawab. Ia akan mengatakan pada Jae In bahwa ia merindukan Orang Tuanya di Paris.. Dan setelah itu ia mungkin akan hidup dengan tenang –Mungkin-

~Between Us~

Semua berjalan lancar.. Jae In bahkan tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa hubungannya akan seserius ini dengan Ryeowook. Pria itu bahkan sudah menemui orang tuanya walaupun hanya pembicaraan kecil namun kentara betul bahwa Pria itu tengah mendengkati orang tuanya guna mempermudah lamarannya kelak. Jae In menyukainya.. Dia suka cara Ryeowook yang seperti itu, semakin hari Jae In semakin mencintai Ryeowook, Demi apapun ia tidak ingin melepaskan Ryeowook begitu saja pada siapapun.. ini saatnya untuk bersikap egois, egois karena tidak ingin orang yang ia cintai diambil begitu saja oleh orang lain.

4 bulan bukanlah waktu yang panjang, bahkan itu adalah waktu yang sangat singkat – singkat sekali bagi seseorang sepertinya yang memiliki hubungan. Selama 4 bulan itu hubungannya perkembang pesat. Jae In sebenarnya bingung kenapa hal itu bisa terjadi, diumur hubungannya yang masih muda itu tak seharusnya mereka membicarakan soal pernikahan bukan?. Yeah.. Walaupun ia tahu mungkin beberapa pasangan akan membicarakan hal itu, tapi kenapa ia merasa ini semua begitu cepat. Hanya ia sendiri mungkin yang merasakannya.. Menurutnya Ryeowook seperti terburu – buru.. entahlah Jae In sendiri tidak tahu pasti apa yang membuat Ryeowook terburu – buru, Alasan karena Ryeowook terlalu  mencintainya dan tidak ingin kehilangannya? Yahh semoga dugaannya itu benar.. ia berharap Ryeowook benar – benar mencintainya dan tidak ingin kehilangannya mengingat dialah yang pertama menyukai Ryeowook bukan Pria itu duluan yang menyukainya.. tapi ini bukan berarti Jae In tidak percaya Ryeowook. Ia bahkan terlalu yakin bahwa Ryeowook benar – benar mencintainya.. hanya saja rasa khawatir itu siapa saja pasti akan mengalaminya bukan?

Jae In melirik alroji ditangannya jam sudah menunjukkan pukul 6 tepat dan Ryeowook belum juga pulang dari apartemennya. Ya.. harus Jae in akui bahwa akhir – akhir ini pria itu tampak lebih sibuk dengan perkerjaannya.. Pria itu bahkan membiarkan Jae In kuliah sendiri membuatnya kesal sekaligus khawatir.

Jae In buru – buru menolehkan pandangannya melihat kearah pintu masuk ketika mendengar suara pintu apartemen terbuka, sudut bibirnya otomatis terangkat keatas membentuk lengkungan saat melihat Pria yang tengah ditunggunya akhirnya datang juga. Ryeowook sedikit terkejut melihat gadisnya yang tengah berada didapur dan tengah menjamah dapurnya, bukan keterkejutan yang berlebihan karena Ryeowook sudah mulai terbiasa melihat Jae In masuk keapartemennya tanpa permisi. Ia juga senang gadis itu ada disini, setidaknya gadis itu sudah memberikan sedikit warna dalam hidupnya yang semula suram..

“Kau datang?” Tanya Ryeowook saat ia sudah berada di samping gadis itu, melihat kegiatan yang gadis itu lakukan. Jae In tersenyum dan mengangguk “Eo..” Jawabnya, Ia memang sengaja datang kemari tampa memberi tahu Ryeowook terlebih dahulu sekedar hanya ingin memastikan keadaan Pria itu juga ia ingin membuatkannya makan malam seraya melepas rindu..

Ryeowook tersenyum seraya mengacak rambut gadis itu gemas “Kalau begitu aku mandi dulu nde~” ucapnya.

“Ehhmm..”  Jae In berdehem menanggapi ucapan Ryeowook, dilihatnya Pria itu yang kemudian melangkahkan kakinya menjauh darinya untuk segera membersihkan tubuhnya.

~~.

Jae In meletakkan masakannya diatas meja makan yang Ryeowook miliki, walaupun hanya meja makan kecil dan cukup untuk dua orang saja mengingat pria itu memang tinggal sendiri jadi wajar saja jika meja makannya hanya cukup untuk dua orang. Baru saja Jae In meletakkan makanan yang terakhir iris matanya mendapati Ryeowook yang sudah selesai dari kegiatan membersihkan tubuhnya dan hendak menghampirinya.

Seketika aroma sabun masculine tercium sangat saat Ryeowook sudah berada didepannya, pria itu mengenakan kaos hitam dengan celana santai panjang berwarna abu, rambutnya yang masih sedikit basah pun tak luput dari penglihatan Jae In sekarang. Ini kali pertamanya ia melihat Ryeowook berpakaian santai seperti itu.. Dan dengan berpakaian seperti itu Ryeowook terlihat lebih tampan.

“Wahh.. Kau pandai memasak juga rupanya..” Ujar Ryeowook semangat seraya mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan miliknya. Jae In yang tersadar dari lamunannya hanya mampu tersenyum malu seraya membuka apron ungu yang sebelumnya melekat pada tubuhnya, setelah menyimpan apron ungu itu Jae In segera duduk dihadapan Ryeowook menempati kursi kosong yang masih tersisa disana.

“Makanlah.. Kau pasti lapar..” Ucapnya mempersilahkan. Ryeowook yang memang sedang dilanda kelaparan hanya mengangguk lalu mengambil sendoknya untuk segera makan.

~Between Us~

Jae In menyunggingkan senyumnya otomatis saat melihat Ryeowook yang tengah memakan strawberry, matanya terus menatap kearah Ryeowook dan sama sekali tidak ada niat untuk mengalihkan pandangannya. Pria ini sungguh manis tak seperti kebanyakan pria yang memiliki wajah manly dan terkesan sexy, Ryeowook justru memiliki wajah imut dan lucu membuat Jae In sendiri tidak yakin bahwa saat ia sedang mengencani seorang pria dewasa.

Ryeowook yang merasa diperhatikan kemudian menundukkan wajahnya kebawah melihat Jae In yang tengah menatapnya. Gadis itu sedang tidur – tiduran dan menjadikan pahanya sebagai bantal untuk menyangga kepalanya. Ryeowook tersenyum saat melihat gadis itu yang tengah tersenyum bocah.. Tangannya ia gerakkan untuk mengambil sebuah strawberry dan menyuapi gadisnya..

“AAA… Dari pada kau melihatku seperti itu..” ucap Ryeowook sambil menyuapi Jae In. Gadis itu terkekeh dan kemudian membuka mulutnya menerima suapan yang Ryeowook berikan.

“Manis?” tanya Ryeowook.. Jae In mengangguk menjawab pertanyaan Ryeowook..

“Manis.. Semanis dirimu.. Kkk~” Ucap Jae In sambil terkikik pelan membuat Ryeowook sedikit tersipu. Gadis ini terlalu pandai menggombal. Tsk..

“Aigoo… Kau pandai sekali menggombal Nona..” Ucap Ryeowook seraya mencubit kedua pipi Jae In.

Baru saja Jae In ingin membalas apa yang Ryeowook lakukan, ponselnya tiba – tiba saja berbunyi. Keduanya reflex melihat kearah ponsel Jae In. Hanya sebuah pesan singkat yang masuk. Jae In lantas menegakkan tubuhnya melihat ponselnya. –Shin Yeonmi- adalah sebuah nama yang tertera dilayar ponselnya.

Aku baik – baik saja..

Tsk.. Jae In berdecak, ini pesan yang ia kirim 3 hari lalu dan sahabatnya itu baru membalasnya sekarang.. Aigoo apa yang dilakukannya? Apa ia tidak merindukan sahabatnya? Ucap jae in dalam hati. Ryeowook yang melihat gadis nya tengah berdecak hanya mampu tersenyum dan mendekat, melihat kearah posel Jae In.

“Nugu?” tanyanya.. Jae In menoleh dan kemudian menghela nafasnya “Shin Yeonmi.. Dia baru membalas pesan ku setelah 3 hari aku mengirimnya.. Tsk Dia benar – benar..” Ucap Jae In kesal.

Ryeowook mengernyit mendengar sebuah nama yang baru saja diucapkan Jae In, -Shin Yeonmi- kenapa nama nya sama persis dengan nama gadis masalalunya? Apa gadis yang disebut Jae In adalah gadis yang yang ia cari selama ini?

“Dia siapa?” tanya Ryeowook penasaran.

“Dia sahabatku, Wae?”

“A.. Ani.. Aku seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya..” Jae in menggedikkan bahunya acuh melihat wajah bingung Ryeowook, gadis itu kembali focus pada ponselnya menjawab pesan singkat yang Yeonmi kirimkan padanya, gadis itu bahkan tidak memberitahunya dimana ia berada.. apa sebenarnya yang Yeonmi pikirkan eh? Apa sahabatnya itu sudah menemukan pria nya dan melupakannya begitu? Aigoo bagus sekali Yeonnie-ya.. kau hebat! Ucap Jae in dalam hatinya..

Jae In meletakkan kembali ponselnya diatas meja setelah membalas pesan singkat yang Yeonmi kirimkan. Ia kemudian berniat menjatuhkan kembali kepalanya diatas paha Ryeowook namun ia kurungkan saat Ryeowook menatapnya aneh dan bertanya “Siapa gadis itu.. Aku baru tahu kau punya sahabat?” tanya pria itu. Jae in mendesis,, pria ini bertanya atau mengejek? Kenapa nada bicaranya seperti mengejek.. Aigoo semua bebas bukan mempunyai teman atau sahabat? Memangnya ia tidak seperti orang yang memiliki teman begitu? Tsk..

“Sudah kukatakan dia Shin Yeonmi.. Temanku yang baru saja kembali ke Korea..”

Okee.. Jawaban Jae in barusan semakin memancing Ryeowook untuk terus bertanya, Ryeowook penasaran dengan sosok –Shin Yeonmi- yang Jae In bicarakan.. dan kenapa jantungnya terus berdegup hebat mendengar nama itu..

“Seperti apa dia?” tanya Ryeowook lagi.. Jae In memicingkan matanya menatap Ryeowook curiga, “Wae? Kenapa kau sangat ingin tahu Yeonmi?” tanya Jae In. Ryeowook membatu, ia bingung harus menjelaskannya bagaimana..

“Anioo hanya ingin tahu.. Ceritakan sedikit padaku tentangnya.. Aku rasa temanku pernah menyebut nama gadis itu..” Ucap Ryeowook bohong, ia sedikit menahan nafasnya berharap Jae In percaya apa yang dikatakannya, dan demi apapun ia senang sekarang karena gadis itu terlihat menganggukkan kepalanya. Itu artina gadis ini percaya ucapannya..

“Ahh begitu geuromyo.. Dia baru saja kembali dari Paris.. Katanya ia ingin melanjutkan kuliah di sini sembari belajar bisnis keluarganya.. Ia juga sengaja kembali untuk menemui seseorang, katanya ada janji yang harus ia tepati..”

“Janji apa?”

“Molla.. Yang jelas itu janji pada seorang pria.. ada seorang pria yang ia cintai disini, dan ia berniat menemuinya.. tapi dia bilang dia takut..”

“Kenapa?”

“Dia takut semuanya berubah dan pria itu sudah dimiliki orang lain.. ia takut kedatangannya justru menghancurkan kehidupan orang lain.. dia merasa terlambat datang..”

“Jeongmal? Siapa nama pria itu?”

“Eumm.. Molla.. Yeonmi tidak pernah memberitahuku siapa namanya..”

“Dia dimana sekarang?”

“Entahlah.. Sudah hampir 1 minggu ini ia menghilang. Tsk.. padahal semua barangnya masih ada dirumahku..”

“Eoh? Dia tinggal dirumahmu?” tanya Ryeowook bingung, Jae In mengangguk menjawab pertanyaan Ryeowook “Nde~ Untuk sementara waktu ia tinggal dirumahku..”

“Bagaimana keadaannya?” tanya Ryeowook, Jae In mengernyit heran menatap Pria disampingnya. “Kenapa kau sangat ingin tahu tentangnya? Kau mengenalnya?” tanya Jae In. Ryeowook terdiam dan buru – buru menggelengkan kepalanya, apa gadis ini mulai curiga?

“Ani.. Kan sudah kubilang temanku pernah menyebutnya..”

“Kau tidak sedang berbohongkan? Kau tidak mungkin seorang pria yang selama ini Yeonmi cari kan?” tanya Jae In.. ada rasa takut disana.. entahlah tiba – tiba perasaan khawatir menyerangnya saat ini, terlebih saat Ryeowook menghujaninya beberapa pertanyaan mengenai sahabatnya. Demi apapun ia tidak ingin Ryeowook pergi darinya..

Ryeowook menggeleng. Ia tidak yakin gadis itu adalah Yeonmi yang ia maksud.. tapi kenapa beberapa kisah yang Jae In sebutkan tadi benar – benar menggambarkan bahwa gadis itu adalah gadis masa lalunya? Dan bagaimana jika gadis itu adalah gadis yang ia maksud.. bagaimana dengan Jae In? Apa ia akan baik – baik saja? Ryeowook tidak yakin kalau gadis itu akan baik – baik saja nantinya.. terlihat jelas sekali dimatanya bahwa ia sangat tidak Rela..

Ryeowook tersenyum lalu mengusap pipi gadis itu pelan “Tenang.. Aku tidak akan pergi darimu Jae In-ya.. Kenapa kau menatapku seolah aku akan pergi eh?” tanya Ryeowook.

Jae In menghela nafas berat. Berusaha percaya adalah hal yang bisa ia lakukan sekarang.. Bagaimana pun ia harus percaya bahwa tidak ada hubungan antara Ryeowook dan Yeonmi seperti apa yang dipikirkannya.. Ryeowook hanya penasaran itu saja.. pria itu miliknya dan akan selalu menjadi miliknya..

“Janji?” tanya Jae In seraya menunjukkan jari kelingkingnya. Pria itu tersenyum dan juga mengeluarkan jari kelingkingnya menautkannya pada jari kelingking Jae In. “Janji!..” ucapnya.

TBC

Ini part kelanjutannya dari ‘Between Us’.. Silahkan berikan komentarnya Chingu~

Gomawo yang sudah berkunjung dan berkenan untuk meninggalkan komentar kalian :*

Advertisements

12 thoughts on “[Fan Fiction] Between Us  | Chapter 4

  1. kim jang mi

    Duh jae in udah mulai curiga… yeonmi juga mau balik lagi ke paris… masalah mereka kayaknya merumit…aku tunggu chapter berikutnya… jangan update terlalu lama ne.. jhaha.. 😀 fighting!!

    Like

  2. nina wookie

    Akhirnya di update juga… chap ini pendek banget thor… kurang panjang jadi nanggung bacanya 😂…. tapi ceritanya bagus saya suka😍..
    .
    Yeonmi mau balik ke paris? Gimana sama cintanya?
    Dilanjut! Aku tunggu chap berikutnya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s