[Drabble] I’m in Love

Author : Jung Hye Rim || Pairing : Ryeonmi Couple || Main Cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi || Rating : T || Genre : Romance, Friendship, Drabble, Comfort, Gaje, Failed, abal || Disclaimer : Plot and Story is mine, Ryeowook and other cast hanya milik Tuhan yang maha kuasa, Orang tua, dan keluarga mereka masing – masing. Don’t Plagiat and Bashing me,,
Don’t Like don’t Read

======Happy Reading======

Seorang gadis mungil dengan rambut lurus sebahu serta poni yang menutupi keningnya itu, tengah duduk manis seraya membaca buku di tangga depan kelasnya. Mata cantiknya sesekali melirik kearah sebuah kelas yang terletak tepat disamping kelasnya, bibirnya terus berdecak setiap kali melihat pintu kelas yang sedang -diamatinya- itu tak kunjung mengeluarkan seseorang yang ia cari.

Ia menarik nafas gusar, buku yang dibaca nya sekarang kini bahkan sudah tidak menadi hal yang menarik lagi baginya. Berulang kali ia menatap jam tangan berwarna birunya dengan gusar seraya mengubah posisi duduk nya. Ia berdecak. Jam istirahat sudah hampir selesai tapi kenapa orang yang ia tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya, apa ia tidak sekolah? Apa ia sakit? Ah,, sepertinya pertanyaan – pertanyaan itu terus memutari otaknya sekarang hingga nanti..

Ia kembali menghembuskan nafasnya dengan kasar saat mendengar suara mistis menyeruak masuk kedalam gendang telinganya, suara bel masuk yang sangat dibencinya itu akhirnya terdengar juga. Dengan kekesalan yang memuncak ia pun beranjak dari tempatnya mengikuti murid – murid lain yang berhamburan masuk kedalam kelasnya untuk pelajaran selanjutnya.

Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri, sumpah serapah keluar begitu saja dari mulutnya. Hari ini ia sama sekali belum melihat seorang Pria yang akhir – akhir ini mengganggu pikirannya. Ia rela duduk selama jam istirahat di depan kelasnya agar bisa melihat langsung saat pria itu keluar dari kelasnya. Ia juga rela mengorbankan waktu istirahatnya yang biasa ia gunakan untuk membeli makanan agar cacing diperutnya tidak berdemo minta diisi. Dan untuk pertama kalinya ia menyesal menunggu pria itu keluar dari kelasnya karena saat ini cacing diperutnya tengah berdemo,,

Ia meringis kemudian mengusap perut datarnya dengan lembut, seolah memberikan ketenangan pada cacing yang sedang berdemo didalam perutnya itu dan berdoa agar jam pelajaran segera habis dan ia bisa pulang dengan tenang. Masalah pria itu,, ia bisa bertanya nanti pada teman sekelasnya, walau ia tidak yakin ia bisa melakukannya sendiri.

Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring, membuat setiap siswa yang sedang berada dikelas segera berhamburan keluar untuk pulang sekolah. Begitupun dengan gadis itu. Ia segera keluar kelas setelah ia membereskan buku – buku pelajarannya.

Ia berjalan dengan lesu dan kesal menuju rumahnya. Kaki jenjangnya ia gunakan untuk menendang apa saja yang menghalangi jalannya. Dengan bibir yang mempout lucu juga tangan yang setia memegang erat tali tas ranselnya. Baik dalam hati maupun bibirnya terus mengucapkan sumpah serapah yang ditujukan entah untuk siapa. Membuat para pejalan kaki lainnya menatapnya aneh, tapi ia tidak memperdulikannya. Yang ia pedulikan hanyalah mood nya yang semakin memburuk.

Dan pria itulah yang membuatnya seperti ini. Tidak bisa dipungkiri kalau pria itu benar – benar berpengaruh penting bagi mood nya. Rindu? Ia bahkan tidak menyangka kalau tidak melihat pria itu ternyata membuatnya merindukan pria itu hingga seperti ini. Ia sendiri bingung dengan perasaannya, orang bilang itu adalah Cinta. Ohh ayolah ia sendiri bahkan sudah membentengi dirinya sendiri untuk hal yang seperti itu. Sudah cukup ia merasakan sakitnya cinta pada masa lalu, ia tidak ingin jatuh lagi pada jurang yang sama.

Ia kembali mendengus. Tapi kenapa adanya pria itu seolah membuatnya terpaksa untuk menghancurkan benteng yang sudah ia bangun dengan susah payah itu? Dan membiarkan pria itu memasukinya begitu saja. Bukankah ia orang yang bodoh?

Gadis itu kembali merutuki dirinya, ia mengacak rambutnya frustasi. Kenapa bisa seperti ini? Kenapa ia tidak bisa menjawab pertanyaannya sendiri? Disisi lain ia mengagumi pria itu dan sisi lainnya ia membenci pria itu. Benci karena harus kembali merasakan perasaan itu, perasaan yang sudah ia buang jauh – jauh.

“Yak! Kim Ryeowook! Aku membencimu!” Teriak gadis itu frustasi. Beruntung jalan ini tidak banyak orang yang berlalu lalang sehingga sedikit kemungkinan orang yang melihatnya. Kenapa bayangan pria itu yang tengah tersenyum selalu saja melintas dipikirannya. Kenapa ia tidak melupakan atau membenci pria itu untuk sejenak. Dan kenapa ia begitu bodoh?

“Eh? Shin Yeonmi, kau membenciku?”

Langkahnya terhenti beriringan dengan Tubuhnya yang menegang kala mendengar suara lembut yang jarang sekali masuk kedalam gendang telinganya itu. Bulu kuduknya tiba – tiba saja meremang saat suara derap langkah kaki berjalan menghampiri dirinya dari belakang. Ia menundukkan kepalanya takut, dalam hatinya ia merutuk, kenapa bodohnya tidak hilang – hilang eh? Aish Jinja Yeonmi Paboya~

Matanya membulat saat ia melihat sepasang sepatu berdiri tepat dihadapannya bersamaan dengan suara “Kenapa kau membenciku?” yang terdengar begitu menyeramkan sekarang. Sebisa mungkin ia menahan rasa gugupnya itu.

“Eung,, anu,, itu_

“Apa?”

“Eung_” Yeonmi memberi jeda sebentar sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan itu, menghela nafas lalu membuangnya perlahan berusaha mengilangkan rasa gugupnya yang tidak akan hilang – hilang “Eumm.. Aku membencimu karena aku tidak bisa membencimu! Aku membencimu karena kau yang diam – diam membuatku tak bisa bersikap normal! Aku membencimu karena kau membuatku tanpa sadar sudah meruntuhkan benteng dalam diriku sendiri agar kau bisa memasukinya begitu saja. Aku membencimu Kim Ryeowook! Dan itu sangat!” Ucapnya dengan mata yang terpejam. Air mata entah sejak kapan sudah menetes dari sudut mata indahnya.

Diam – diam perkataan gadis itu membuat Ryeowook tersenyum. Senyum indah terukir sempurna di wajah tampannya “Aku menyukaimu~” Ucapnya tiba – tiba..

Yeonmi terperangah dan dengan reflex ia mengangkat wajahnya menatap pria itu. Degup Jantungnya semakin menggila saat melihat sepasang manic mata caramel cerah milik pria itu. Ada rasa percaya dan juga tidak disaat yang bersamaan. Apa katanya? Ia menyukaiku? Innernya

Melihat tatapan Yeonmi yang kebingungan Ryeowook kembali bersuara “Aku menyukaimu~ Jadi jangan pernah berniat untuk membenciku Aratchi?!” Ucapnya sambil tersenyum. Ryeowook berdecak seraya mencubit pipi chubby gadis itu lembut “Kau lucu kalau sedang seperti ini, Kajja! Aku tahu kau lapar, disekitar sini ada kedai ramen dan ice cream kesukaanku.. Kau suka ice cream kan?” ajak Ryeowook seraya menggandeng tangan Yeonmi, membuatnya terpaksa berjalan disampingnya masih dengan wajah kaget.

“Kau kenapa?” Tanya Yeonmi membuka suara. Ryeowook kembali menghentikan langkahnya kemudian menatap gadis manis disampingnya ini lembut. “Menurutmu kenapa? Aku menyukaimu dan kau juga menyukaiku, jadi mulai sekarang kau kekasihku~” Ucap Ryeowook santai dan langsung membuat Yeonmi cengo seketika. Ia mengerjap dan kemudian mulai tersenyum saat perkataan Ryeowook sudah tercerna dengan sempurna diotaknya, ia juga membalas rangkulan Ryeowook saat dengan seenaknya pria itu merangkulnya dan membawanya lebih dekat dengan pria itu. Sekali lagi sepertinya ia terjebak dalam sebuah kisah cinta yang dibuatnya sendiri.

Ini seperti mimpi! Ia tidak tahu kenapa pria itu berada dibelakangnya tadi.. ia tidak tahu kenapa ia mempunyai keberanian untuk mengatakan pada pria itu sekenanya dan kemudian mendapat pernyataan yang sama sekali tidak ada romatis – romantisnya, bahkan pria ini memutuskannya menjadi kekasih pria itu tanpa bertanya lebih dulu. Setahunya juga ia sama sekali tidak mengatakan ‘Aku menyukaimu’ pada Ryeowook tadi.. tapi kenapa ia menyukainya? Ia menyukai cara Ryeowook yang terkesan aneh ini.

“Aku mencintaimu..” Gumamnya pelan.

“Aku tahu..” Jawab pria itu yang mendengar gumaman gadis itu yang terdengar seperti bisikan, kemudian ia kembali membawa gadis itu lebih dekat dengannya dengan senyum dan wajah bahagia di antara keduanya.

Bukan kepalang indahnya ketika kamu bertemu dengan seseorang yang jatuh cinta dengan jiwamu. Seseorang yang ingin menelusuri kesadaran dirimu dan bercinta dengan pikiran-pikiranmu. Seseorang yang ingin melihatmu ketika kamu meruntuhkan segala dinding yang kamu bangun untuk menyelubungi jiwamu dan kemudian mempersilahkan dia masuk.

CUT

Advertisements

4 thoughts on “[Drabble] I’m in Love

  1. mita

    Drabble nya so sweet.. coba aja kalau kisah cintaku sama seperti itu xD pasti indah 😍#jadicurhat okee thor.. aku tunggu cerita mu yang lain.. semangat!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s