[Drabble] Saturday Night || HaeJi Ver.

Author : Jung Hye Rim || Pairing : HaeJi Couple || Main Cast : Lee Donghae – Choi Eunji || Rate : T || Genre : Romance, Comfort, Happy, Abal, Gaje, Failed >< || Disclaimer : The plot and story is mine, Ini hanya kisah fiktif biasa. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan waktu kejadian hanya kebetulan belaka, Don’t Copy – Paste it! Because this story pure from my brain.. Tinggalkan komentar kalian ^^
Don’t Like Don’t Read 🙂

======Happy Reading======

Pintu Lift terbuka menampakkan seorang gadis dengan wajah yang bertekuk – tekuk dengan mata sembab itu perlahan keluar dari lift. Sorot matanya menampakkan kesedihan dan kekecewaan yang besar. Ia menatap 3 pintu dari tempatnya berdiri dengan tatapan sedih. Kemudian dengan perlahan ia menarik nafas banyak – banyak dan kemudian membuangnya perlahan, berusaha membangun suasana hati baik sebelum pada akhirnya ia kembali mengayunkan kakinya menuju pintu yang sudah menjadi objek pandangnya sejak tadi.

Gadis itu kembali menghela nafasnya sebelum menekan bel pintu apartemen itu dengan sedikit senyuman simpul menghiasi wajahnya. Sebenarnya ia bisa langsung memasuki apartemen mewah itu tanpa harus menunggu dibukakan oleh sang empu apartemen toh ia juga sudah hapal betul apa kata sandinya. Tapi untuk kali ini biarkan ia melihat wajah ‘kekasih’ nya itu saat ia membukakan pintu untuknya.

Dan benar, setelah satu kali ia memencet bell pintu itu terbuka menampilkan seorang pria tampan yang menatapnya setengah terkejut. Namun itu tak berlangsung lama karena pada akhirnya pria itu mengeluarkan senyum manisnya dan mempersilahkannya masuk. Tanpa mengucapkan apapun Eunji segera mendudukkan tubuhnya disofa berwarna abu – abu yang terdapat diapartemen mewah ini.

Eunji menatap ruangan dihadapannya dengan seksama, menghirup dalam – dalam aroma masculine yang menyebar dalam ruangan ini mengingat sang empu adalah seorang pria. Pandangan matanya kemudian beralih menatap seorang pria yang kini datang menghampirinya dengan dua gelas hot chocolate dalam bawaannya.

“Aku merindukanmu Eunji-ya,,” Ucapnya lembut. Yang diajak bicara tidak menjawab ucapan pria didepannya, tubuhnya sedikit bergetar menahan tangis yang entah sejak kapan ia tahan. Sorot matanya memperlihatkan kesedihan yang mendalam. Donghae tidak tahu kesedihan apa yang sedang dialami pemilik hatinya itu yang jelas itu membuatnya khawatir. Tanpa suruhan, pria itu perlahan mendekatkan tubuhnya kearah gadis itu seraya merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapannya. Mencoba memberi sedikit ketenangan untuk gadisnya yang datang dengan tiba – tiba dengan mood yang tidak baik.

Gadis itu tak mampu lagi menahan tangisnya saat Donghae membawanya kedalam pelukan hangatnya. Kedua tangannya terangkat membalas pelukan Donghae dan menangis sejadi – jadinya. Mengeluarkan semua rasa sakit yang mendera hatinya.

“Ada yang ingin diceritakan? Aku siap menjadi pendengar setia,,” Ucapnya kala dirasa suara tangis yang kemudian mereda.

“Kau jahat! Apa aku orang terakhir yang mengetahui waktu wajib militermu sudah dekat?” Ucap gadisnya sedikit dengan nada mengejek. Donghae tersenyum manis dan sedikit menjauhkan tubuhnya agar bisa menatap gadis nya lebih jelas. Masalah itu,, ia memang sengaja untuk memberi tahu gadis ini terakhir bahkan ia berniat membertahunya sehari sebelum ia berangkat. Semua itu ia sengaja lakukan agar gadis ini tidak terlalu sedih nantinya, walaupun itu tentu akan sangat mengejutkan. Tapi Donghae memang menginginkannya seperti itu. Tapi rupanya gadis itu sudah tahu sebelum ia memberitahu.

“Aku bahkan tidak mengetahui langsung dari mulutmu..” Lanjut gadis itu lirih. Donghae kembali tersenyum dan menyingkirkan anak rambut Eunji yang menghalangi wajah cantiknya.

“Kau tahu dari siapa heum?” Tanya pria itu

“Apa itu penting bagimu? Yang jelas aku kecewa padamu! Apa kau tak memikirkan bagaimana perasaanku? Aku membutuhkan persiapan yang matang untuk melihatmu pergi,, Sampai kapan kau merahasiakannya padaku? Sampai saat itu tiba? Dan kau membuatku tampak menyedihkan karena kepergianmu yang mendadak?” Ucap gadis itu dengan pertanyaan beruntun membuat Donghae membungkam mulutnya sendiri.

Donghae terdiam untuk beberapa saat. Gadis ini memang benar, ia tidak seharusnya mengatakan kepergiannya secara mendadak nanti. Tapi bagaimana? Bagaimana jika ia memberitahunya sekarang itu akan membuatnya semakin enggan meninggalkannya? Entahlah ia sendiri merasa berat meninggalkan gadis itu sendirian. Ia takut jika ia kembali maka semuanya akan berubah.

Eunji adalah gadis yang sangat berbeda menurutnya. Gadis itu adalah gadis yang ceria memiliki banyak orang yang menyayanginya, sikapnya yang blak – blakkan, polos, juga jujur itu membuatnya memiliki banyak teman. Tapi ia membutuhkan seseorang disampingnya.. seseorang yang setia selalu mengingatkannya untuk makan dan beristirahat. Seseorang yang dengan setianya harus mendengarkan semua ceritanya semua keluh kesahnya, karena dibalik semua keceriannya terkadang ia menyimpan sesuatu. Sesuatu yang ia sendiri tidak ingin menunjukkannya pada orang lain. Gadis itu juga selalu mementingkan orang lain sehingga tak jarang ia melupakan kondisi dirinya sendiri. Dan alasan semua itulah membuat Donghae ragu meninggalkannya wajib militer selama hampir 2 tahun. Walaupun saat ini Donghae sedang mempersiapkannya. Tapi tetap saja ia merasa khawatir karena –Eunji- adalah orang yang berbeda menurutnya.

“Kau menangis hanya karena ingin mengatakan hal itu? Aigoo—Eunji-ya Kau lucu sekali..” Ucap Donghae dengan emosi yang dibuat senormal mungkin. Pria itu sedikit mengacak rambut gadis itu gemas membuat gadis itu mendengus sebal.

“Saat genting seperti ini kau masih tertawa Oppa? Ck,, Aku tidak yakin kalau kau sedih saat akan meninggalkanku nanti..” Eunji mencibir membuat pria itu terkikik geli melihatnya.

“Kau selalu menyimpulkannya sendiri.. Dan parahnya kesimpulanmu itu semuanya salah besar, Kutekankan kembali S A L A H   B E S A R.” Ucapnya dengan penuh penekanan. Eunji kembali mencibir dan kemudian mengerutkan bibirnya lucu.

Sedangkan pria itu. Donghae hanya tertawa hebat melihat ekspresi menggelikan kekasihnya. Sifat dan tingkahnya yang polos kelewat bodoh itu selalu saja membuatnya tertawa. Yah,, sepertinya Eunji adalah orang pertama yang akan dirindukannya nanti. Rasanya aneh saat ia mengingat 2 tahun lamanya tidak melihat senyum manis, sifat manja dan kekanakan gadis yang dicintainya itu. ia merasa bahwa sesuatu akan ada yang menghilang dari hidupnya.

“Kau jahat! Aku membencimu!” Ucapnya dengan mata yang kembali berkaca – kaca. Donghae menghentikan tawanya dan kembali menatap Eunji lekat – lekat.

“Kau sepertinya senang sekali ya mengucapkan ‘Jahat dan Benci’ eh?” Ucap Donghae gemas sembari mencubit hidung mungil gadis itu lembut.

“Berapa lama lagi kau akan pergi?” tanya gadis itu dengan suara parau. Ia lebih melanjutkan ini permasalahan dari pada berdebat yang sangat tidak penting sekali. Pria `itu pun membungkam mulutnya sendiri saat mendengar pertanyaan itu lolos dari bibir sang kekasih, dan beberapa saat kemudian ia menghela nafas berat dan menghembuskannya perlahan.s

“Empat—

“Stop! Kumohon jangan lanjutkan! Aku tau kau tidak akan lama lagi akan berangkat,, jadi kumohon jangan katakan..” Ucap gadis itu cepat sembari membungkam mulut prianya dengan telapak tangan kanannya. Pria itu tersenyum sembari melepaskan bungkaman dimulutnya.

“Jika Kau pergi nanti.. Siapa yang akan mengingatkanku makan?” Nada suara Eunji parau.

“Akan ada Bibi Jung yang akan mengingatkannya..”

“Lalu siapa yang akan membangunkanku setiap hari?”

“Bukankah Bibi Jung selalu mengingatkanmu? Kau saja sendiri yang susah bangun hingga aku juga ikut membangunkanmu.. Kau harus belajar mandiri Eunji-ya~”

“Lalu? Lalu siapa yang akan peduli padaku? Menasehatiku yang sangat susah sekali memperhatikan kondisi tubuhku sendiri? Siapa yang akan memarahiku ketika aku dengan seenaknya tidur larut malam tanpa membersihkan tubuh lebih dulu? Lalu siapa yang dengan setia mendengarkan semua keluh kesahku? Menenangkanku saat aku menangis? Siapa? Apa bibi Jung juga yang melakukannya?” Ucap gadis itu dengan suara sedikit keras yang terdengar sangat lirih. Gadis itu kembali mengeluarkan air matanya. Kedua tangannya terangkat menangkup wajahnya sendiri mencoba menyembunyikan tangisannya.

“Aku percaya sahabatmu yang bernama Kim SeunMi itu akan melakukannya, Juga ada Bibi Jung yang akan membantumu..” Ucap Donghae bingung~ Ia benar – benar menitipkan Eunji pada Bibi Jung karena hanya Bibi Jung yang dengan setia menemaninya..

Eunji membuka wajahnya dan menatap Donghae sedikit nanar “Kau Jahat Lee Donghae! Tak kusangka!” Ucapnya seraya mendengus sebal.

“Heh! Kau akan menghabiskan malam minggu mu dengan menangis heh? Apa kau tidak menyadari bahwa malam minggu yang akan kita lalui bersama hanya sedikit? Dan kau menghabiskannya dengan menangis dan memarahiku Heum?”

Gadis itu terdiam, menatap prianya dengan tatapan yang sedikit lebih tenang juga sedikit kaget. Apa benar waktunya untuk menghabiskan waktu bersama pria ini hanya sedikit? Kenapa secepat itu?

Pria itu kembali menyunggingkan senyumnya dan membawa gadis itu kedalam pelukannya. Untuk beberapa saat keduanya masih diam. Larut dalam pikiran masing – masing. Walaupun saat ini Eunji pun sudah membalas pelukan erat Donghae, bahkan gadis itu memeluknya sangat erat menyandarkan kepalanya pada dada bidang Donghae, berharap bahwa dengan cara seperti ini pria yang dicintainya itu tidak akan meninggalkannya, barang satu menit pun.

“Apa yang harus kulakukan?” Tanya gadis itu pelan. Donghae mengernyitkan matanya bingung dengan pertanyaan gadisnya yang terdengar aneh. Tapi pria itu memilih diam, membiarkan gadis itu melanjutkan kata – katanya “Apa yang harus kulakukan untuk menunggumu dengan perasaan yang sama?” ucapnya. Donghae terdiam..

Pria itu lantas menghela nafasnya dan kembali mencoba bersuara “Cukup untuk tidak melakukan hal – hal yang tidak penting. Hanya tetap focus padaku tanpa berniat mengalihkan fokusmu kearah lain. Dan percaya padaku bahwa semuanya akan baik – baik saja..”

“Aku akan melakukannya..” Ucap gadis itu lembut.

“Aku tahu.. Jadi jangan menangis lagi nde~ Ini bukan perpisahan sayang.. Kita masih memiliki ikatan. Jangan khawatir ya?” Gadis itu mengangguk mengiyakan ucapan Donghae.

“Lalu? Apa yang akan kita lakukan Malam minggu sekarang?”

“Jalan – jalan?”

“Ide bagus.. bersihkan dulu wajahmu, kau terlihat jelek dengan mata sembab bekas air mata seperti itu..”

“Tsk Oppa benar – benar jahat! Aku membencimu..”

“Ck,, Apa kata yang bisa kau ucapkan hanya ‘Benci dan Jahat’ heh?”

“Apa pedulimu? Yang jelas aku membencimu!”

“Tapi sayangnya Pria yang kau benci dan kau anggap jahat ini adalah orang yang sangat kau cintai..” Ucap Donghae diiringi dengan kekehan pelan.

“Ya.. Sayangnya begitu -_-”

CUT

Endingnya absurd banget -_- aku nggak tahu kenapa bisa buat SATURDAY NIGHT yang sangat absurd seperti ini,, entahlah.. aku nggak akan komentar banyak. Yang suka silahkan baca yang tidak boleh tekan tombol back dilayar ponsel atau monitor kalian. 😀

Thanks for reading^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s