[Fan Fiction] Romance City #2

romance city

Author       : Jung Hye Rim

Main Cast  : Lee Donghae, Choi Eunji

Kim Ryeowook, Shin Yeonmi

Cho Kyuhyun, Kim Jae In

Lee Hyukjae, Lee Hyunmi

Kim Jong Woon, Park Soo Young

Genre        : Romance, Married Life, Sad

Length       : Chaptered

Disclaimer  : This FF is Real,, Semuanya asli dari otak author. Don’t PLAGIAT and Don’t BASHING Me, Jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat dll.. maka hanya sebuah kebetulan belaka..

======Happy Reading======

Chap 1

Bahagialah bagi orang yang mengerti akan arti cinta,
Karena Cinta itu akan memberikan warna bagi kehidupannya
Cinta yang teramat besar kadang dapat membuat kita
tak bisa mencintai lagi.”

 

Hidup dengan kepura-puraan memang tidak semudah seperti apa yang dibayangkannya. Ia selalu berfikir dengan hidup dengan penuh kepura-puraan akan berjalan normal layaknya manusia hidup, tapi nyatanya tidak. Ia salah jika beranggapan bahwa semua itu akan baik-baik saja. Sejak semua itu terjadi hidupnya seolah berubah, ia tak pernah merasakan apapun itu yang dinamakan bahagia.

Seperti saat ini, saat dimana kedua mertuanya datang mengunjunginya dan menginap dirumahnya. Saat dimana dia harus berakting hebat untuk melakukan ‘kepura-puraan’ nya dalam hal bahagia dan nyaman.

Dia menatap Donghae yang sedang duduk disampingnya dengan tatapan sendu. Entah mengapa hatinya selalu merasa sakit jika harus mengingat bahwa semua kebahagiaan yang ia tunjukan pada mertuanya adalah kebohongan. Entah mengapa hatinya selalu merasa sakit jika melihat Donghae marangkul dirinya dengan senyum merekah yang ditunjungan kepada mertuanya adalah kebohongan belaka. Tidakkah pria itu memikirkan perasaannya? Perasaan seorang wanita yang ingin diperlakukan dengan kejujuran dan ketulusan?.

Hidup selama hampir dua bulan dengan pria itu setelah acara pernikahannya, rupanya sudah membuat sesuatu yang berada didalam dirinya berubah. Perasaan aneh yang perlahan muncul setiap kali ia menghabiskan waktu dengan pria itu. Walaupun hal yang dilakukannya bukanlah hal yang istimewa, hanya menghabiskan waktu ketika makan malam dan sarapan bersama. Namun entah mengapa itu membuat dirinya merasa bahagia, melihat senyum kasual milik pria itu yang ditunjukan padanya –walaupun ia tidak tahu senyum itu tulus atau hanya dibuat-buat—itupun sudah membuatnya merasa dianggap ada. Ya,, hanya sebuah kebahagian kecil yang selalu beriringan dengan kesakitan yang mampu ia rasakan.

“Eomma akan pulang besok pagi, kau tidak keberatankan untuk malam Ini tidur denganku?”

Eunji mengangguk menjawab pertanyaan Donghae padanya, yang pria itu tahu hanyalah bahwa ia bahagia dengan keadaannya sekarang, bahkan pria itu selalu beranggapan bahwa ia memiliki pikiran yang sama dengannya. Membuatnya selalu bertingkah seenaknya dan menganggapnya bahagia dengan keputusannya.

Ia menoleh kearah Donghae yang tengah tersenyum menatap focus kelayar ponselnya, diiringi dengan senyuman menawan yang begitu menggoda terukir jelas diwajah tampannya. Ia tersenyum miris, berandai-andai jika senyuman itu diberikan hanya untuknya.. tidakkah ia merasa bahwa ia seperti gadis beruntung didunia ini?

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Eunji tiba-tiba. Donghae menoleh dengan tatapan bingung dan heran. Melihat itu eunji buru-buru melanjutkan perkataannya, “Maksudku,, Bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu.. apa dia sudah tahu soal ini?” sambungnya..

Eumm.. Dia sudah tahu semuanya, dan dia menerimanya. Ia bersedia menungguku..” Ucapnya santai. Perkataan biasa namun berdampak besar bagi Eunji,, tidakkah itu berarti bahwa ia akan segera berpisah dengan pria ini?

Eunji tersenyum miris, “Geurae, Aku senang hubunganmu baik-baik saja..” Ucapnya singkat lalu bersiap untuk tidur, ia takut jika berlama-lama berbicara dengan Donghae membuat air matanya mengalir begitu saja. Tapi sebelum ia merebahkan diri Pria itu menahannya dengan berkata

“Bagaimana denganmu, apa kau bahagia?” tanyanya yang seketika itu juga membuat Eunji membatu. Ia mengurungkan niatnya untuk tidur dan kembali menatap Donghae lembut “Apa aku terlihat bahagia?” tanyanya. Donghae tersenyum sembari menggedikkan bahunya “Entahlah, aku merasa kau bahagia bersama seorang pria yang eumm.. siapa itu__

“Kyuhyun?”

“Ah ya.. dia..”

“Dia hanya sahabatku..”Ya.. Kyuhyun memang sahabatnya, sahabat terbaik yang ia miliki. Setidaknya masih ada satu orang yang mampu membuatnya untuk selalu teringat bagaimana cara tersenyum dan tertawa, walau pada akhirnya sahabatnya itu mungkin akan mencari cinta yang lain dan perlahan melupakannya..

“Kukira kalian sepasang kekasih, kalian terlihat cocok..”

Jinja?”

Eumm.. Hiduplah bahagia, karena aku pun akan bahagia..” Ucapnya seraya mengusap ujung kepala Eunji lembut. Sentuhan yang sangat jarang sekali ia rasakan denagn kejujuran. Eunji tersenyum membenarkan ucapan Donghae, Tentu ia akan mencoba bahagia. Walaupun ia tidak yakin setelah ini ia akan bahagia atau tidak..

[Romance City]

Eunji menghela nafasnya perlahan, tangan kanannya sesekali bergerak mengaduk coffee late yang sudah mulai mendingin. Tatapan matanya terus mengarah pada pintu masuk ketika ia mendengar bell café berbunyi. Ia mendesah, Seharusnya aku tahu dia akan terlambat, Ucapnya dalam hati.

Ya.. ia tengah menunggu seseorang tapi sepertinya seseorang yang ditunggunya sudah terbiasa datang terlambat, dan tidak seharusnya ia datang lebih awal tadi. Ia menumpukan kepalanya dimeja tempatnya berada, menghela nafas sebanyak-sebanyaknya berusaha untuk mengurangi rasa lelah yang selalu menderanya akhir-akhir ini.

“Eunji-ya Mianhae,, Apa kau menunggu terlalu lama?”

Eunji mengangkat kepalanya ketika seseorang menyebut namanya. Ia tersenyum cerah saat melihat Kyuhyun yang sudah duduk didepannya. “Gwaenchana.. Bukankah kau biasa seperti ini?” Tanya Eunji dengan ekspresi normal, namun terlihat bahagia. Ya.. ia bahagia jika ada Kyuhyun, entahlah mungkin hanya Sahabatnya itulah yang mampu mengertinya dengan baik.

Kyuhyun balas tersenyum sembari mengusap ujung kepala Eunji gemas, sahabatnya ini memang tak pernah berubah bahkan setelah ia menikah. “Bagaimana keadaanmu?” Tanya Kyuhyun kemudian. Eunji tersenyum, dan kali ini bukan senyuman manis melainkan senyuman miris.

“Apa aku terlihat bahagia?”

Ani.. Kau terlihat menyedihkan..” Ejek Kyuhyun yang sayangnya benar dan menimbulkan kekehan kecil dari Eunji “Kau benar. Aku menyedihkan” Ucapnya “Lalu bagaimana denganmu?” tanyanya lagi.

“Seperti yang kau lihat, aku bahagia.. Gadis yang kusukai rupanya  juga menyukaiku..” Ucapnya menggebu-gebu. Eunji terkekeh melihat ekspresi Kyuhyun tentang gadis yang disukainya. “Kau beruntung..” Pujinya.

“Hhh~ Jika kau tidak bahagia kau boleh kembali..” Ucap Kyuhyun tiba-tiba saat melihat ekspresi Eunji yang berubah menjadi sedikit tak bersemangat. Gadis itu mendongakkan kepalanya kembali menatap Kyuhyun yang tengah tersenyum padanya dengan bingung.

“Seharusnya kau menikah denganku agar kau tidak seperti ini..” Ucapnya santai sembari memanggil pelayan untuk memesan sesuatu, ia hampir lupa kalau belum memesan sesuatu.

“Pernikahan bukanlah hal yang mudah Kyu~”

“Tapi kau mungkin akan bahagia menikah denganku..” Eunji terkekeh, merasa konyol mendengar ucapan Kyuhyun padanya. Apa pria itu menganggap pernikahan semudah seperti membalikkan telapak tangan? Tsk,, Bocah ini memang benar-benar!

“Setidaknya aku pernah menyukaimu.. dan kau tidak mungkin akan merasakan sakit seperti ini..” Ucap Kyuhyun yang seketika itu juga membuat kekehan Eunji berhenti dan beralih dengan menatapnya aneh. Apa katanya?

“Kau masih bisa kembali..”Ucapnya sekali lagi.

“Apa yang kau bilang? Kau menyukaiku? Aigoo~” Ejeknya, Kyuhyun tersenyum miris. “Aku menyukaimu nyonya Choi, bahkan sebelum kau menikah.. Saat itu aku benar-benar tak percaya adanya persahabatan antara lelaki dan perempuan karena perasaanku padamu. Tapi kau mengajarkanku apa itu persahabatan dan cinta setelah kau menikah. Tapi kalau kau memang merasa tidak bahagia.. Aku masih menerimamu, hatiku masih tertarik padamu. Kita bisa melakukan dua-duanya Persahabatan dan Cinta. Aku rasa ini semua belum terlambat..”

Eunji terdiam mencerna semua perkataan Kyuhyun padanya. Benarkah itu? Benarkah Kyuhyun menyukainya? Eunji lantas menyunggingkan senyum manis miliknya, bukankah ia salah satu dari banyak wanita yang beruntung? Rupanya masih ada yang menyukainya dengan tulus tanpa ada kepura-puraan.

“Bagaimana dengan wanita yang kau sukai?”

“Aku hanya menyukainya dan dia menyukaiku. Lagi pula dia juga belum tahu bahwa aku menyukainya. Sudah kukatakan bukan bahwa semuanya belum terlambat. Ini mungkin akan terdengar konyol, tapi entah mengapa aku merasa tidak rela melihatmu disakiti oleh pria itu. Aku bersusah payah selalu ingin melihatmu tersenyum dan pria itu seenaknya membuatmu menangis, bukankah itu tidak bisa dibiarkan? Oleh karena itu,, aku ingin menjagamu dengan kau yang menjadi istriku.. setidaknya kau akan bahagia..”

“Tidakkah kau merasa bahwa tindakanmu salah Kyu? Aku menghargai perasaanmu padaku, tapi.. Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku dan gadis itu? Orang yang aku cintai sekarang adalah Pria yang menikahiku dan yang telah menyakitiku. Kau ingin melihatku bahagia bukan? Maka biarkan aku mencari kebahagianku sendiri. Selama ini aku masih bisa bahagia saat bersamamu Kyu~ Aku bahagia dalam keadaanku seperti ini, Kumohon jangan ubah kebahagiaanku. Dan gadis itu, dia diam karena ia ingin kau menunjukkan perasaanmu  Kyu, dia seorang wanita sama sepertiku yang ingin diperjuangkan bukan memperjuangkan. Kau mengerti apa maksudku kan Kyu?”

“Aku hanya menginginkan kau bahagia Eunji-ya..”

“Selama kau masih berada disisiku dan menjadi sahabatku, maka aku masih mampu bahagia..”

[Romance City]

Kim Jong Woon seorang pria yang biasa dipanggil Yesung itu tersenyum melihat gadis didepannya yang tengah tersenyum manis kearahnya, seorang gadis yang sepertinya telah mencuri hatinya. Namun gadis itu membiarkannya, ya.. membiarkannya karena kenyataannya gadis ini sudah memiliki kekasih, Kekasih yang bahkan sudah memiliki seorang istri. Ironis bukan? Tapi memang seperti itu keadaannya.

“Oppa? Apa yang kau pikirkan?” Yesung tersadar dari lamunannya ia lantas tersenyum sembari mengusap ujung kepala Soo young gemas. “Ani..” Jawabnya. Gadis itu mengangguk menyetujui ucapan Yesung barusan.

Gadis itu kembali terdiam dan larut dalam pikirannya. Ada banyak hal yang ingin ia bicarakan pada Yesung, Banyak masalah yang ia ingin ceritakan pada Yesung. Tapi entah mengapa ia enggan berbicara, rasanya sangat sulit. Ia tak pernah seperti ini sebelumnya, Jika ada masalah ataupun sesuatu yang ingin ia bicarakan, tanpa segan ia langsung berbicara panjang lebar pada Yesung. Bahkan tak jarang ia harus kembali mengulang semua ucapannya karena Yesung yang tidak mengerti, Ani.. Maksudnya ia yang bicara terlalu cepat tanpa titik dan koma membuat pria itu sedikit bingung. Dan sekarang? Entahlah,, ia sedikit takut membicarakannya pada Yesung, Tak ada alasan heboh tentang itu, tapi ia takut Yesung akan mengkhawatirkannya.

Yesung adalah Pria pertama yang mampu mengertinya selama ia hidup, pria yang mau berteman dengan apa adanya padanya, Pria yang mampu menangani semua tingkah konyol miliknya. Ia benar-benar seorang pria yang ia sayangi setelah Appanya. Ia sudah menganggap Yesung seperti kakak sendiri, seorang kakak yang selalu bersikap dewasa dan membuatnya selalu merasa nyaman dan aman. Hal itulah yang membuatnya tanpa canggung bercerita apapun pada Yesung, Apapun,, Termasuk hati dan perasaannya yang ia berikan pada seorang pria. Seperti saat ini, ia sengaja bertemu Yesung untuk bercerita sesuatu. Namun ia bingung harus memulai dari mana, Pikirannya saat ini benar benar kalut dan bingung.

Ia mendongakkan kepalanya berusaha menatap Yesung yang tengah berkutat dengan ponselnya seperti sekarang. Ia berdehem kemudian menyeruput Jus Jeruknya sebelum bicara. “Oppa?” Panggilnya pelan. Yesung menghentikan kegiatannya dan segera menatap Soo Young dengan tatapan hangat seperti biasa.

“Apa aku sudah memilih jalan yang benar?” Yesung mengernyit mendengar perkataan Soo Young yang sama sekali tidak dimengertinya. Yesung menangkap tatapan Soo Young yang terlihat begitu takut dan bingung. Pria itu lantas tersenyum dan menjawab dengan tenang “Tentang apa?” tanyanya kemudian.

Dilihatnya gadis itu yang tengah menghela nafasnya berat, dan kembali menatap Yesung “Apa aku sudah benar berada didalam posisiku sekarang? Kau tahukan kalau Donghae Oppa .. Dia sudah memiliki seorang istri. Aku baru mengetahui ini dan kurasa ini begitu konyol! Bagaimana bisa ia menikahi orang lain sedangkan aku sendiri masih sah menjadi kekasihnya,, Aku tahu ini hanyalah sebuah perjodohan dan tak lama lagi ia akan menceraikan kekasihnya. Tapi apa itu justru akan membuat posisiku semakin sulit? Bukankah itu artinya aku penghancur hubungan?” Soo Young menghela nafas pendek setelah mengatakannya. Yesung terdiam, ikut bingung mendengar ini semua. Walaupun baginya masalah ini tidaklah sulit bagi Yesung. Ia hanya tinggal menyuruh gadis itu untuk mengakhiri hubungannya dengan Pria itu dan dengan begitu ia akan mudah mendapatkan Soo Young. Egois memang.

Tapi ia tidak bisa melakukannya karena ia ingin gadis itu bahagia, sekalipun ia akan sakit mungkin saat melihat seorang yang dicintainya bersama orang lain. Tapi setidaknya dengan begitu ia masih bisa melihat senyum manis gadis itu yang menawan.

“Apa kau menerimanya?”

Soo Young yang semula menunduk kembali mendongakkan kepalanya menatap Yesung bingung. Ia jelas menerimanya, jika tidak,, Ia tidak mungkin tetap bertahan disamping pria itu dan berlaku egois. “Entahlah, aku merasa menerimanya namun hatiku seolah berkata tidak.” Lirihnya.

“Itu artinya kau tidak menerimanya bodoh!” Ucapnya sekenanya yang seketika itu juga membuat Soo Young merengut.

“Jalani apa yang bisa kau jalani, Jika kau merasa itu salah maka tinggalkan. Jika kau merasa benar lanjutkan. Aku tidak bisa berbuat apapun karena aku tidak tahu perasaanmu. Aku hanya ingin kau bahagia, Jadi lakukan sesukamu..”

“Bagaimana jika aku bertahan justru akan membuat gadis yang kini bersama Donghae Oppa tersakiti? Apa aku masih akan merasa bahagia? Dia wanita sama sepertiku Oppa. Aku menginginkannya tapi tidak bisa melakukan apapun..”

“Kalau begitu lupakan dia!”

“Eh?”

“Dan belajarlah menerimaku..”

“Mwo?!”

[Romance City]

Yeonmi mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya diatas meja sembari menatap pria yang berada didepannya kesal. Jus Jeruk yang dipesannya barusan sudah tidak menarik lagi untuk dicicipi saat ‘Ahjussi menyebalkan’ itu tiba-tiba saja muncul dihadapannya tanpa permisi. Ini hari minggu, dan bisa-bisanya pria itu menghancurkan hari minggu berharganya tanpa sebab? Oh ayolah, beberapa hari ini ia sangat sibuk mengurusi kuliahnya yang tiba-tiba memadat, dan hari minggu adalah satu-satunya hari yang bisa digunakannya untuk beristirahat. Bagaimana jadinya nanti jika pria itu menghancurkan hari yang begitu berharga baginya?

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau tertarik padaku heh?” Tanya Pria itu sekenanya. Yeonmi mencibir dan meneguk Jus Jeruk miliknya tanpa minat. Dan tanpa sadar tingkahnya sudah membuat pria didepannya ini terkikik geli.

Ia hampir tersedak saat merasakan tangan lembut pria itu mengusap ujung kepalanya dengan gemas. Beruntung ia tidak tersedak dan menyemburkan minuman yang ada dimulutnya ini kewajah imut + menyebalkan milik pria itu. Ia tidak suka tetapi membiarkannya. Sekarang siapa yang tertarik disini, bukankah dengan jelas bahwa pria itu yang tertarik padanya? Aigoo-_-

“Sedang apa kau kesini huh?” Tanyanya ketus. Ryeowook berdecak lalu kembali menyeruput Coffee miliknya sebelum menjawab gadis ini.

“Tentu saja berkerja, wae? Apa kau kira aku akan menemuimu?”

“Tsk.. Yang benar saja?! Mana ada orang berkerja hari minggu seperti ini. Ck.. memangnya perkerjaan apa? Menggangguku?” Ucapnya sembari berkacak pinggang. Ryeowook mencibir, merasa tidak setuju dengan argument yang gadis itu ucapkan padanya.

“Bodoh! Manamungkin aku sudi mengganggumu? Rasanya waktu terlalu sia-sia jika aku habiskan untuk mengganggumu Ahjumma!”

“YAA!”

Ryeowook menggelak tawa ketika melihat ekspresi gadis itu yang entah sejak kapan terlihat sangat lucu dan menggemaskan, terlebih dengan suara cemprengnya saat ia berteriak. Sungguh, ia gadis yang sangat menyebalkan bagi Ryeowook. Tak pernah ia bertemu dengan gadis semenyebalkan dia, yang suka sekali berteriak dan menangis, gadis yang dengan berani-beraninya membentaknya dan tidak berlaku seperti wanita pada umumnya. Karena Gadis yang selalu ia temui –Saat dijodohkan Eomma nya- semuanya bertingkah manis dan menggemaskan, walaupun Ryeowook sama sekali tidak tertarik dengan mereka.

Baru saja Ryeowook hendak mengeluarkan suaranya, Seseorang dari pintu masuk mengejutkannya. Mengurungkan niatnya yang hendak mengerjai gadis  itu. “Chakkaman! Klien ku sudah datang..” Ucapnya mengakhiri pembicaraan dan berdiri menyambut ‘Klien’ yang memang sedang ditunggunya.

Yeonmi terdiam dan segera mengikuti arah pandang Ryeowook yang menuju Pintu masuk. Seketika itu juga wajahnya memerah dengan mata yang membulat lucu. Pria itu.. Pria yang kini menjadi objek pandangnya, kenapa ada disini? Dan kenapa ia menghampirinya?

Yeonmi termangu saat melihat pria itu yang tengah berjabat tangan dengan Ryeowook. Tak menyadari bahwa tingkahnya saat ini tengah menjadi pusat perhatian kedua pria tampan yang tengah dberada didepannya.

“Eh? Yeonnie-ya Kau ada disini?” Yeonmi tersadar dari lamunannya saat suara –Donghae- yang merdu itu memasuki gendang telinganya.

“Kau mengenalnya?” Tanya Ryeowook. Donghae menangguk memberi jawaban atas pertanyaan Ryeowook. “Tentu,, Dia sahabat terbaikku..” Ungkapnya seraya mengusap gemas ujung kepala Yeonmi. Tak tahukah dia kalau sentuhan kecil yang ia lakukan membuat tubuhku bergetar? Ujar Yeonmi dalam hati. Semburat kemerahan sudah berhasil menghiasi kulit putih wajahnya. Beruntung baik Ryeowook maupun Donghae tak menyadarinya. Ia tidak tahu apa yang terjadi jika mereka mengetahuinya.

Ryeowook mengangguk mengerti merespon ucapan Donghae. Ia lantas tersenyum dan menatap Yeonmi “Dia gadis menyebalkan yang pernah aku temui, kau hebat jika bertahan bersamanya..” Ucapnya setengah mengejek dan saat itu juga Yeonmi bersiap memukulnya dengan jurus mautnya. Membuat Ryeowook terkikik geli. Berhasil karena selalu mempu membuat gadis itu marah dan kesal.

“Jinja? Ia memang cerewet dan menyebalkan, tapi ia gadis terbaik yang pernah aku temui..” Ucap Donghae sedikit memuji, membuat Yeonmi dengan bangganya mengeluarkan senyum kemenangannya sekaligus wajahnya yang kembali bersemu merah.

“Ada apa Oppa kemari.. Apa Oppa akan bertemu Ahjussi menyebalkan ini?” Ucap Yeonmi polos sehingga membuat Donghae menggelak tawa seketika. Ryeowook yang melihatnya langsung mempoutkan bibirnya lucu. Hingga tanpa sadar tingkahnya itu membuat Yeonmi juga ikut tertawa, merasa senang karena berhasil membuat pria dihadapannya ini mempoutkan bibirnya lucu.

Aish.. Sudahlah,, Donghae-ssi kita duduk disana saja, aku tidak akan bisa berkerja jika ada gadis ini..” Donghae menggeleng maklum sebelum pada akhirnya ia mengikuti Ryeowook untuk duduk ditempat lain.

Yeonmi menghela nafas seperginya kedua pria itu. Ia lantas kembali mendudukkan tubuhnya dan kembali menikmati Jus Jeruknya. Sesekali mata cantiknya terus melihat kearah Donghae, memperhatikan baik-baik semua tingkah yang dilakukannya, berusaha merekamnya baik-baik sebelum ia pulang kerumah dan pergi tidur. Walau ia tidak bisa menjamin jika ia mampu untuk tidur setelah melihat Donghae seperti ini.

Donghae adalah pria yang menurutnya sangat baik. Persahabatan mereka yang sudah hampir berjalan selama hampir 4 tahun ini tak pernah goyah, Semua masih berjalan dengan lancar dan Yeonmi beruntung akan hal itu. Ia tidak tahu jika pria itu mengetahui perasaannya dan menghilang begitu saja. Setidaknya untuk saat ini ia masih bisa tersenyum dan melihat pria itu bahagia. Walaupun setelah pria itu menikah, jarak diantara mereka merenggang. Entah karena pria itu yang menghindar atau ia yang tidak enak. Atau mungkin sudah ada seseorang yang mengalihkan duniannya? Entalah..

Pandangan Yeonmi kini beralih, menatap Pria imut yang tingkat kejahilannya diambang batas. Ia terkekeh, pertemuannya dengan pria itu tak semulus apa yang ia kira. Pertemuan memalukan yang menuntunnya untuk terus bertemu. Entahlah, ia tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, semuanya terjadi begitu saja. Tanpa diinginkan dan diharapkan. Dan setelah pertemuan mereka di café itu, sesuatu selalu saja membuat mereka bertemu. Entah karena apa, disengaja ataupun tidak. Dan lagi-lagi semuanya berjalan begitu saja dan ia menerimanya. Pria yang terkadang selalu menjahilinya saat diperpustakaan ataupun di café seperti ini. Tapi semua pertemuan itu tak pernah ia rencanakan. Dan sesuatu hadir dalam dirinya. Perasaan campur aduk yang tak pernah ia pahami sebelumnya. Dan satu-satunya perasaan yang mendominasi adalanya rasa –Nyaman-

[Romance City]

Soo Young menutup pintu kamarnya dengan keras menimbulkan dentuman besar memekakkan telinga. Disusul dengan ketukan pintu setelahnya. Ia menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya dan entah mengapa air mata tiba-tiba saja keluar. Menelusupkan kepalanya kedalam tumpukan bantal-bantal empuk yang menghiasi kamar mewahnya. Mengabaikan ketukan-ketukan pintu yang kian mengeras dan banyak.

Ia menangis sesegukkan. Kecewa dengan apa yang tengah terjadi dalam dirinya saat ini. Ia tak menyangka bahwa pria itu mengeluarkan kata-kata yang selama ini tak ingin ia dengar dari mulut pria itu. Persahabatan mereka,, haruskah pupus dengan cara seperti ini?

Sebelumnya semua baik-baik saja. Ia bercerita dengan wajar mengenai kehidupannya sekarang. Kehidupannya yang terus diikuti dengan rasa bimbang dengan kisah cintanya. Bingung antara bertahan ataukah harus pergi. Hingga pernyataan itu keluar dari bibir Yesung.

Aku mencintaimu

Kata-kata itu terus saja terngiang dikepalanya. Bukan, bukan seperti ini yang ia inginkan. Tidak kah pria itu tahu bahwa bukan ini yang ia inginkan. Tidakkah pria itu menyadari bahwa persahabatan lebih pantas diantara mereka? Ini bukan karena Soo Young tak menyukai Yesung. Ia hanya tidak ingin berpisah dengan Yesung. Setidaknya tidak ada alasan untuknya pergi jika hubungan mereka hanya sebatas sahabat. Mereka sahabat dan Soo Young hanya menginginkan seperti itu.

Perlahan-lahan ketukan pintu yang terdengar keras itu sedikit memelan, menyisakan ketukan-ketukan ringan dan suara lirih. Soo Young tahu diluar sana siapa. Tapi ia tak berniat untuk bertemu ataupun berbicara. Ia hanya ingin sendiri dan berusaha menyadarkan pria itu bahwa ia tak menginginkan ini semua.

Yesung adalah pria pertama yang membuatnya bahagia, Pria itu adalah pria pertama yang membuatnya mengerti akan kasih sayang. Pria itu yang telah membuatnya merasa nyaman dan aman. Ia laki-laki kedua yang paling disayanginya setelah Ayahnya. Dan jika pria itu berubah menjadi kekasihnya. Bukankah itu artinya ia akan lebih mudah kehilangannya? Bukankah cinta dengan perlahan akan berubah? Ia hanya tidak menginginkan itu. ia tidak menyukai perubahan itu. jadi lebih baik seperti ini, persahabatan tidak mungkin terpisahkan bukan?

Youngie.. Maafkan aku..” suara terakhir yang mampu didengar oleh Soo Young, setelah itu suara ketukan benar-benar hilang dan ia yakin pria itu sudah pergi. Gadis itu lantas meraih ponselnya dan mengetik beberapa digit angka dan segera menekan tombol call.

Oppa, apa kau bisa ketempatku?” Tanyanya Lirih.

[Romance City]

Eunhyuk menghela nafasnya perlahan saat pertama kali membuka pintu kamar mewah seorang gadis yang perlahan mulai sangat dicintainya. Ia tersenyum melihat gadis itu yang masih tetap pada tempatnya. Melihat kearah jendela dengan tatapan lurus dan kosong. Sesekali bahu gadis itu bergetar dan tak lama setelahnya keluar isak tangis yang sangat dibencinya.

Eunhyuk mendekat, mengirup dalam-dalam aroma ruangan ini sebanyak-banyaknya. Ruangan ini tidak pernah berubah dari hari kehari. Tetap rapih dan bersih. Ia lantas memeluk gadis itu dari belakang dengan hangat. Sedikit reflex yang gadis itu keluarkan, ia hanya terhenyak sesaat namun kembali mengacuhkannya seperti biasa. Masih belum banyak perubahan yang Eunhyuk tahu selama ia berkunjung ketempat ini. Namun satu yang ia ketahui, bahwa gadis ini perlahan menyadari keberadaannya walau ia tak pernah menggubris semua ucapannya. Setidaknya itu awal yang baik bukan?

“Kau semakin kurus..” Ucap Eunhyuk saat memeluk gadis itu dengan hangat. Ya,, kian hari gadis itu tampak semakin kurus dan Eunhyuk sangat tak menyukainya. Tapi ia tak bisa berbuat apapun, gadis ini tak ingin makan jika memang tak ingin.

Ia menelusupkan wajahnya kesela-sela leher Hyunmi, menghirup aromanya dalam-dalam dan kemudian mengecupi nya dengan lembut. Hal yang biasa ia lakukan untuk membuat gadis itu menyadari keberadaannya.

“Satu minggu laki pernikahan akan dilaksanakan, aku benar-benar bahagia. Dan kuharap kau pun merasakan hal yang sama denganku..” Ucapnya lagi.

Tanpa disadari Eunhyuk, gadis itu tersenyum dan perlahan mengangkat tangannya dan sedikit membalas pelukan hangat Eunhyuk. Dan tentu hal kecil yang ia lakukan berdampak besar bagi Eunhyuk. Pria itu mengangkat kepalanya dan menatap gadis itu dengan terkejut. Sungguh perubahan yang begitu menarik. Eunhyuk tak berkata apapun namun ia kembali semakin mengeratkan pelukan hangatnya dan tentu dengan rasa bahagia yang membuncah.

Hyunmi menyunggingkan senyumnya merasakan pelukan Eunhyuk kembali mengerat. Ini pertama kalinya ia tersenyum untuk pria itu. Hyunmi sadar, bahwa selama ini semuanya telah berubah, dan pria yang dicintainya tak pernah kembali. Dan bukan sesuatu yang salah jika ia membuka hatinya untuk pria lain bukan? Ia memang belum benar-benar melakukannya. Kesedihan itu terus saja menghampirinya ketika Eunhyuk bersamanya. Pelukan hangat Eunhyuk selalu saja mengingatkan akan sosok Siwon yang telah meninggalkannya. Dan saat itu terjadi maka ia kembali tak bisa melupakan Siwon.

Siwon, pria satu-satunya yang ia cintai. Tak ada pria manapun yang mampu menggantikan posisi Siwon dalam hidupnya. Namun setelah Eunhyuk datang, ada sesuatu yang berubah. Ia tak mampu mendeskripsikannya namun ia mengerti. Pria itu berbeda, Dan pada awalnya ia tak ingin Eunhyuk masuk kedalam hidupnya. Ia takut jika ia mencintai, maka ia akan kembali terluka. Namun melihat kesungguhan Eunhyuk padanya selama hampir 2 bulan ini membuatnya mengerti bahwa tak selamanya ia harus seperti ini. Ia rasa ia masih mampu untuk mencintai lagi, walaupun hal seperti itu mungkin sangat sulit dilakukannya..

“Aku mencintaimu..” Hyunmi membulatkan matanya mendengar pernyataan itu keluar dari bibir Eunhyuk. Perasaannya tiba-tiba bercampur, antara bingung dan bahagia. Namun Ia sama sekali tak menjawabnya hanya menyunggingkan senyum yang tidak diketahui Eunhyuk.

[Romance City]

Kyuhyun menghentikan langkahnya saat seorang gadis cantik yang pemalu menghampirinya. Kyuhyun tersenyum, sedikit tertegun melihat penampilan gadis yang disukainya itu. selalu memukau dengan penampilan sederhana yang digunakannya.

Chogi.. Apa kau melihat buku ku?”

Kyuhyun tercekat. Ia seharusnya tahu gadis itu akan menanyakan hal itu. Ia kemudian mengeryit, memasang pose berfikir bahwa ia sama sekali tidak tahu buku apa yang dimaksud gadis itu. “Ani.. Buku seperti apa?” tanyanya ambigu.

Jae In tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia salah memberikan pertanyaan. Pastilah Kyuhyun tidak mengetahuinya, ia bahkan tak pernah bertemu dan berbicara dengan Kyuhyun sebelumnya. Tsk Jae in Pabo.

Eung.. Tempo hari saat kau menabrakku, apa kau tak melihat buku berwrna merah muda?” ia mencoba bertanya sekali lagi, dan ia melihat lagi-lagi Kyuhyun tampak berfikir. Sangat tampan, Tsk bisa-bisanya ia memperhatikan Kyuhyun seperti itu.

Mianhae, tapi aku benar-benar tidak tahu buku apa yang kau maksud..” Akhirnya Kyuhyun mengetakan itu. ia mengigit bibir bawahnya, berdoa dalam hati semoga tingkahnya gak diketahui gadis itu kalau ia menyimpan bukunya. Berdoa dalam hati semoga gadis itu tak bertanya hal lain lagi, yang akan membuatnya ketahuan.

Kyuhyun menjadi merasa bersalah kala melihat helaan nafas berat dari gadis itu, wajahnya yang semula terlihat merah merona kini terlihat begitu sangat kelelahan. Haruskah ia mengembalikan buku itu? Jika memang harus, apa yang harus ia katakan setelah ini? haruskah ia kembali berbohong?

Geurae,, gomawo Kyuhyun-ssi” Ucapnya yang entah mengapa bagi Kyuhyun terdengar sangat lirih. Ia kemudian menunduk memberi salam sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkannya. Namun sesaat kemudian ia harus menggulum senyum dan hampir tertawa saat melihat seorang pria yang sepertinya sangat menyukai gadis itu. Pria itu mendekati Jae In yang baru beberapa langkah darinya. Terlihat bahwa pria itu mengeluarkan bunga lily yang indah untuk diberikannya pada Jae In, dan lucunya, gadis itu sama sekali tak tertarik. Ia hanya memberikan salam kemudian pergi, membiarkan Pria itu yang masih bertekuk lutut. Ketika pria itu tersadar, ia kemudian kembali mengejar Jae In dan tetap bersikukuh untuk menerimanya. Lucu sekali, wajar saja jika Jae In digilai oleh banyak orang. Sifatnya yang pemalu dan sepertinya lemah lembut itu pasti akan memikat banyak hati seorang pria, termasuk dirinya.

Jae in menghela nafasnya berkali-kali. Ia kemudian kembali mengobrak-abrik tas selempangan miliknya untuk kembali mencari buku merah muda miliknya. Sudah hampir lebih dari dua minggu ia mencari dan benar-benar tak ketemu. Ia khawatir jika seseorang akan menemukannya dan membacanya tanpa sepengatahuannya. Ia tak suka jika itu terjadi. Bukankah buku itu privasi? Dan seharusnya orang yang menemukannya mengembalikannya padanya bukan?

Jae in menggerang frustasi. Ia benar-benar kalut jika buku itu tak bersamanya. Takut jika buku itu jatuh ditangan orang yang salah, bagaimana jika mereka tahu bahwa ia menyukai Kyuhyun, dan mengatakannya pada pria itu? mau disimpan dimana wajahnya jika hal itu terjadi? Aigoo-_- apa yang harus ia lakukan sekarang?

Kegiatan Jae in terhenti ketika pikirannya kembali melayang pada sosok Kyuhyun yang baru saja ditemuinya, sangat tampan. Sekali lagi ia katakan sangat tampan, beruntung ia tak salah berbicara dan cepat pergi sebelum jantungnya benar-benar copot jika terus berada didekat Kyuhyun. Ia tersenyum saat mengingat bagaimana cara Kyuhyun tersenyum padannya, sangat manis. Hingga rasanya ia seperti memiliki penyakit diabetes kalau mengingatnya. Tsk kau terlalu berlebihan Jae in-ya!

[Romance City]

Donghae baru saja memasuki rumahnya setelah pulang kerja, ia kemudian melonggarkan dasinya dan hendak masuk kedalam kamarnya. Namun langkahnya terpaksa terhenti ketika melihat Eunji yang tengah menelphone seseorang. Dan terdengar sekali nada bicara terlihat sangat sopan. Donghae sangat penasaran hingga kemudian ia berjalan mendekati Eunji.

Nde Eommonim..” Ucapnya kemudian, dan hal itu semakin membuat Donghae penasaran. Ia kemudian berdiri disamping Eunji berusaha mendengar percakapan istrinya dengan kedua Orang tuannya.

Eunji hampir saja terjungkal karena terkejut saat menyadari bahwa Donghae sudah berada disampingnya dengan tatapan menyelidik, ia bahkan mengabaikan beberapa pertanyaan yang dilontarkan mertuanya itu saking terkejutnya. Dan Donghae malah tersenyum bocah melihat tingkahnya yang tengah terkejut.

Eunji-ya.. Apa Donghae sudah pulang?” dan pertanyaan itulah yang membuat Eunji tersadar, ia kemudian menggangguk dan bergumam sebagai jawabannya.

Ahh,, kebetulan sekali, berikan ponselnya pada Donghae! Aku ingin berbicara padanya..

“Iya Eomma” Jawab Eunji dan segera ia berikan pada Donghae setelah sebelumnya ia memberi isyarat bahwa Eommanya ingin berbicara dengannya.

Yeobseyo?

Donghae-ya! Jaga istrimu dengan baik Eoh? Eomma tak ingin kau menyakitinya.. dan juga ppali berikan kami seorang cucu, aku ingin sekali menimang cucu. Hmm? Kau mengertikan Donghae?” Donghae terdiam untuk beberapa saat mendnegar rentetan kalimat yang baru saja ia dengar. Eomma nya ini benar-benar! Berbicara tak pernah basa-basi selalu to the point. Eunji yang melihat raut wajah Donghae yang berubah sedikit khawatir namun tak berani bertanya. Ia takut jika salah melangkah, jadi ia memilih diam dan menunggu Donghae berbicara padanya.

Arraseo Eomma.. Aku akan berusaha sekeras mungkin..” Ucapnya dengan nada dingin dan menurut Eunji sangatlah lirih. Pria itu kemudian menutup sambungannya dan menatap Eunji bingung. “Eomma berbicara apa?” tanya pelan.

“Ia ingin kita cepat memiliki seorang anak..” ucapnya to the point. Dan seketika itu juga membuat wajah Eunji memerah, entahlah kenapa bisa seperti ini. yang jelas jantungnya sudah berdegup dengan cepat antara takut dan ingin. Tsk

“Apa kau akan melakukannya?”

TBC

Advertisements

4 thoughts on “[Fan Fiction] Romance City #2

  1. Mita

    Romance city?? Ahh kayaknya author hampir mengabaikan cerita ini.. kekeke..😁aku sampe lupa cerita sebelumnya #mian
    kenapa ryeowook nya sedikit banget?? Banyakin moment ryeowook yeonmi nya ya thor.. haha.. lanjuuuuuuuuuuuuuttttttttttt

    Like

  2. wookpil

    Yah ryeonmi momentnya sdkit banget.
    Uuuuh si kuyun php ternyata untung eunji nya ga nerima si kyuhyun dan brtahan sama donghae.
    Aaah akhirnya hyunmi mau buka hati juga buat eunhyuk.
    Omo.. apa donghae bakal ngelakuin itu?
    Aku tnggu yaaa jan lama lama soalnya ini seru loh 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s