[Fan Fiction] Between Us  || Chapter 6

between us3

Chap 1 || Chap 2 || Chap 3 || Chap 4 || Chap 5

Jae In mengerjapkan matanya beberapa kali dengan mulut nya yang masih setia bebentuk huruf O itu saat mendengar semua penuturan seseorang dari sebrang sana. Degup jantungnya berkerja 2 kali lebih cepat dari normalnya manusia. Dalam hatinya ada perasaan senang juga sedih serta kaget yang bercampur menjadi satu, dan perasaan yang mendominasinya adalah kaget. Ia benar – benar terkejut.

“Eomma? Apa kau yakin? Aku bahkan belum menyelesaikan kuliahku..” Jawabnya kemudian.

Eomma yakin sayang~ Sekarang bersiaplah.. Eomma akan menjemputmu sekarang..”

Jae In perlahan mulai mengeluarkan senyum manisnya. Entah mengapa keterkejutan itu menghilang begitu saja dan digantikan dengan senyuman manis miliknya yang luar biasa. Hubungannya dengan Ryeowook ternyata bukan hanya sebatas sepasang kekasih. Kedua Orang tua mereka bahkan berniat untuk segera menikahkan mereka, Oh betapa senangnya Jae In akan hal ini.. Dan hari ini kedua belah pihak ingin bertemu satu sama lain, dan membicarakan hal – hal yang harus dibicarakan mengenai hubungannya. Itu artinya ia tidak akan lagi merasa khawatir, mereka akan benar – benar bersama. Ryeowook ternyata benar – benar menepati janjinya.

Secepat kilat. Akhirnya Jae In pun segera membersihkan tubuhnya bersiap – siap untuk hari yang luar biasa dalam hidupnya. Entahlah ia merasa ini menjadi awal yang baik. Dengan kakinjenjang nya ia mampir dulu kekakamar milik Yeonmi berniat ingin memberitahu gadis itu menganai ini. tapi senyumnya memudar kala melihat kamar itu sudah kosong.

Ia menepuk jidatnya pelan. Ia hampir lupa kalau hari ini Yeonmi akan mengurus kepulangannya ke Paris tentu pagi – pagi seperti sekarang ia tidak ada dirumah. Tsk Jae In Pabbo~

Dengan Perasaan senang luar biasa ia pun segera membersihkan tubuhnya, berdandan yang cantik dan mempersiapkan diri agar tidak diselimuti oleh rasa gugup nanti. Oh ayolah ini hanya pertemuan keluarga,, entahlah walaupun ini hanya pertemuan keluar ia benar – benar bahagia. Ia penasaran dengan Pria itu nanti saat didepan Altar menunggunya seraya tersenyum manis dengannya. Ia benar – benar sudah gila jika menyangkut hal berbau pernikahan seperti ini. Oh Kim Ryeowook aku benar – benar mencintaimu~ Gumamnya dalam hati.

Title : Between Us

Main Cast : Shin Yeonmi – Kim Ryeowook – Kim Jae In

Genre : Sad, Romance, Friendship

======Happy Reading======

Perpisahan memang seperti ini adanya. Semuanya akan membaik seiring berjalannya waktu. Aku akan baik – baik saja…”

Tak peduli berapa kali aku menggelengkan kepalaku, Hatiku tetap memanggil namamu..”

Aku tau, aku tidak akan mampu melupakanmu tapi aku juga tidak akan bisa menahanmu.”

~Between Us~

Pria itu tersenyum, senyum manis yang tulus akhirnya ia keluarkan setelah 10 tahun terakhir ini. Senyum yang hanya mampu ia keluarkan pada seorang gadis pemilik hatinya yang sudah menghilang dan kini datang kembali. Sebuah senyuman yang selalu bisa membuat Shin Yeonmi merasa melayang keudara, membuatnya sulit sekali tidur karena senyumannya. Yeonmi membatu kala melihat pria itu kembali berada dihadapannya, tersenyum sangat manis kepadanya.

Ingin sekali rasanya ia segera pergi dari tempat ini setiap kali ia mengingat bahwa ia kini bukan lah siapa – siapa lagi bagi pria itu. Ego dan pikirannya terus berdebat antara ingin pergi dan tetap tinggal. Rasa egois itu perlahan datang. Egois karena ingin kembali memiliki sang pemilik hati untuk kembali pada pelukannya. Tapi pikirannya selalu menolak itu semua, ia menolak untuk bersikap egois.. ia menolak untuk tetap tinggal. Bukankah sejak awal memang ia tidak merencanakan ini?

Yeonmi mengerjap saat ia tersadar bahwa tindakannya ini salah, tanpa berkata apapun ia membalikkan tubuhnya dan berniat pergi. Namun Pria itu sudah lebih dulu berucap membuatnya berhenti

“Aku tahu kau akan kembali Yeonnie-ya dan aku menunggumu..”

Yeonmi menahan nafas mendengar ucapan Ryeowook barusan, entah mengapa hatinya tiba – tiba merasa sakit mendengar rentetan kata yang baru saja dikeluarkan Ryeowook padanya. Pria itu tidak menunggunya, sama sekali tidak menunggunya dan kenapa ia berkata seperti itu? Tidak tahukah dia kalau ia baru saja ditinggalkan??

“Yeonnie~” Panggil Ryeowook lirih. Yeonmi menghela nafasnya mencoba menahan tangis dan rasa gugupnya. Ia tidak boleh menghancurkan semuanya. Cukup hanya ia saja disini yang merasa terluka. Ia kemudian berbali dan memberanikan diri menatap Ryeowook.

“Senang bertemu dengan mu lagi Kim Ryeowook-ssi.. tapi mian sepertinya aku tidak bisa berlama – lama berbica denganmu, mianhae_” Ucapnya seraya menunduk memberi salam pada Ryeowook dan kemudian kembali berbalik.

“Tidakkah kau merindukanku?” Yeonmi kembali menghentikan langkahnya. Ia terpaku untuk beberapa saat. Lelaki itu benar, ia merindukannya. Dan bukankah seharusnya ia berlari menghambur kedalam pelukan Pria  itu dan berkata ‘Aku merindukanmu’? Yeonmi tersenyum kecut, bukankah tidak seharusnya ia bertingkah bodoh dan konyol. Seharusnya ia tidak disinikan? Pria itu bukanlah tujuannya bukan?

Baru saja ia hendak kembali melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun ia lagi-lagi tertahan, bukan karena perkataan pria itu yang membuatnya tak sanggup melanjutkan langkahnya namun dekapan pria itu yang tiba-tiba menyambarnya dan membuat dirinya seolah luluh.

“Aku merindukanmu Yeonnie-ya”

“Tak bisakah kau berhenti? Bukankah tidak seharusnya kita bertemu?”

Ryeowook mematung mendengar rentetan kalimat yang entah kenapa terasa sakit sekali. Tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk menormalkan emosinya. Ia lantas tersenyum dan membalikkan tubuh gadis itu agar menatapnya.

Yeonmi terdiam membiarkan pria itu melakukan yang ia inginkan, walau pikirannya terus menjerit untuk mengatakan tidak. Tangan pria itu terulur membelai rambutnya dan menyingkirkan beberapa anak rambut yang sempat menghalangi wajah ayunya. Tangannya kemudian turun mengusap pipi chubby miliknya. Sorot mata Yeonmi tak lepas dari tatapan pria itu, ia menjadikan pria itu seperti sebuah objek yang harus ia tatap. Pria itu tersenyum “Aku merindukanmu..” Dan kata itulah yang entah mengapa membuat pertahanannya seolah runtuh seketika.

“Aku pergi~” Jawabnya. Ia memundurkan langkahnya membuat Ryeowook sedikit terkejut sebelum akirnya ia kembali memajukan langkahnya hingga tubuh mereka kembali berdekatan.

“Kau tidak merindukanku Ryeowook-ssi kau bahkan tidak menungguku..” Ryeowook terdiam “Aku pergi~ Bukankah seharusnya aku tidak berada disini?” Sambungnya.

Wae?” Tanya  Ryeowook lirih.

“Karena aku tak ingin menjadi monster untuk orang lain. Karena itu aku tak bisa disini..”

“Maksudmu?”

Ia tersenyum sebelum melanjutkan “Aku tak ingin merebut kebahagiaan orang lain, Dan aku cukup menjadi monster untuk diriku sendiri..” Ucapnya dengan setenang mungkin. Ryeowook mengernyit sama sekali tidak mengerti dengan ucapan gadis dihadapannya ini.

“Kumohon katakana semuanya dengan jelas. Aku tak mengerti..”

“Kau tahu? Banyak kata yang ingin aku sampaikan untukmu, banyak perasaan yang ingin aku tunjukkan untukmu. Tapi rasanya tidak mungkin dan aku tak bisa. Aku tak bisa terlalu egois untuk menyakiti dan merebut kebahagiaan orang lain.”

Ia melanjutkan “Aku pergi.. Karena aku baru menyadari. Aku menyangimu. Dan aku tak bisa bertahan dan terus berharap padamu lagi. Kau sudah bahagia bersamanya begitupun dirinya. Kumohon.. Jangan buat dia terluka. Biar kan seperti ini. Biarkan aku yang terluka disini. Tadinya aku ingin bertahan dan membiarkan semuanya berlalu, perasaan itu mungkin akan hilang seiring waktu. Tapi kenyataannya jika aku bertahan maka aku akan menjadi monster yang akan merebuh kebahagiaan orang lain..” Ia menarik nafasnya perlahan. Entalah. Ada sesuatu yang membuatnya sesak hingga sulit bernafas.

“Kau harus bahagia, begitupun denganku.. Aku akan mencoba bahagia dengan kehidupan baruku.. Kim Jae In adalah gadis yang baik. Ia__

Geumanhae

Gadis itu kembali tersenyum dan kembali melanjutkan kata-katanya yang tadi sempat tertunda “Ia gadis yang hanya menyukai satu pria didalam hidupnya, Dia____ Hmpphhttt

Yeonmi membulatkan matanya saat material lembut menyentuh bibirnya. Jantungnya sukses berdegup lebih cepat dari yang tercepat. Ia merasa aneh. Ryeowook menciumnya.. Ciuman pertamanya. Ia mengerjap dan mencoba sadar dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Yeonmi berusaha mendorong Ryeowook yang perlahan mengubah kecupan itu menjadi sebuah lumatan-lumatan Lembut yang begitu memabukkan. Ohh! Sadarlah Yeonmi! Ini Bukanlah hal yang wajar. Gadis itu masih sempat bermolog dalam hatinya.

Ia menyerah! Semakin ia berusaha menjauhkan Ryeowook dari hadapannya maka semakin kuat Ryeowook mendekatkan dirinya. Bahkan saat ini tubuh mereka sudah menempel seperti perangko. Yeonmi menyerah dan pada akhirnya ia ikut memejamkan matanya berusaha menikmati serangan tiba-tiba yang tak seharusnya ia rasakan.

Tanpa sadar ia meneteskan air matanya. Perasaan itu kembali hadir. perasaan yang tidak menginkan pria ini dimiliki oleh orang lain. Perasaan Egois yang selama ini ia hindari. Dan apakah ia harus berhenti atau tetap bertahan pada posisinya sekarang?

Tak hanya Yeonmi yang menitikkan matanya saat itu. Rupanya Ryeowook pun terlihat melakukan hal yang sama. Ciuman ini bahkan terasa basah saat kedua nya menitikkan air mata. Entahlah Ryeowook merasa kecewa dengan semua yang dikatakan gadis ini pada dirinya. Ia kecewa dengan dirinya sendiri yang tak bisa menepati janji. Jika saja ia masih berteguh hati menjaga janji gadis ini, bukankah keadaan seperti ini tidak akan pernah terjadi?

Andai waktu itu masih bisa diputar. Ryeowook tak ingin melakukan kesalahan, ia hanya ingin melakukan apa yang harus ia lakukan. Tanpa keraguan dan kegoyahan hati. Ia ingin bersama gadis ini dengan tenang layaknya pasangan pada umumnya. Dan ia sangat menyesali perbuatan yang ia lakukan sekarang. Ryeowook terdiam setelah hampir beberapa detik ia telah melumat bibir itu lembut. Perlahan ia berusaha menjauhkan wajahnya. Walau ada perasaan tidak rela, menarik-ulur ragu hingga menyisakan kecupan-kecupan ringan sebelum benar-benar melepaskan tautannya.

Ryeowook tersenyum sembari mengusap air mata gadis itu lembut. Berharap bahwa saat ini juga waktu berhenti dan semuanya kembali normal. Namun tak ada yang bisa ia lakukan, semuanya tetap akan berjalan dan mereka tak bisa bersama.

“Ponselmu berbunyi..” Ucap gadis itu saat mendengar dering ponsel milik Ryeowook. Sama sekali tak menggubris dering ponsel miliknya. “Biarkan seperti ini, Aku tak ingin kegiatanku terganggu..” Ucapnya tanpa lepas pandangan dari wajah ayu dan jelita milik Yeoja  dihadapannya sekarang. Menyelami keindahan surga dunia dihadapannya dan berusaha menyimpan banyak-banyak memori gadis itu didalam otaknya. Biarkan seperti ini, setidaknya sebelum semua benar-benar berubah.

“Ryeowook-ssi.. Kau tau__

Jebal Geumanhae, Kumohon biarkan seperti ini dan jangan katakan apapun..” Ucapnya memotong ucapan Yeonmi. Gadis itu ikut terdiam, membiarkan dirinya seperti ini. Melakukan apa yang bisa ia lakukan.

Aku menyayangimu Ryeowook-ah

[Between Us]

Jae In menghela nafasnya berat, sudah hampir lebih dari 10 kali ia menghubungi Ryeowook namun tak pria itu sama sekali tak mengangkat ponselnya. Ia bahkan sudah berada dirumah Ryeowook, orang tua mereka bahkan sudah saling berbicara bahkan sesekali menyinggung soal pernikahan. Membuat Jae In yang berada ditempat ini memerah sempurna.

Ia kembali mengangkat telephonenya berharab bahwa Ryeowook segera menghubunginya, dan mengatakan sesuatu padanya. Tapi nihil, keadaan ponselnya tetaplah sama. Tak ada satupun panggilan Dari seorang Kim Ryeowook untuknya.

Ia kemudian kembali menekan beberapa digit angka dan segera menempelkannya ketelinga setelah sebelumnya menekan tombol call. Ia lantas berdiri saat mendengar nada sambung, mencari tempat kosong agar tidak mengganggu orang lain. Tak hanya Jae in yang merasa khawatir dengan keadaan Ryeowook sekarang, Eomma nya pun sama menghawatirkannya. Sesekali Jae in melihat wajah kekhawatirannya dari Eomma Ryeowook.

Yeobseyo?” Jae In hampir tak mampu mengeluarkan senyumnya saat mengetahui panggilannya yang sekarang diangkat oleh Ryeowook. Namun ia harus kembali khawatir saat mendengar suara Ryeowook yang terdengar sangat lirih dan serak, seperti habis menangis. Jae In tahu, bahwa Ryeowook adalah orang yang mudah tersentuh, dan ia yakin bahwa saat ini pria itu sedang tidak baik-baik saja.

“Ryeowook-ah,, Gwaenchana? Kenapa.. Apa ada yang terjadi?” pertanyaan Khawatir berhasil ia keluarkan, dan seseorang disebrang sana terdengar tengah menghela nafasnya. Dan kegiatan pria itu sekarang semakin membuat Jae in khawatir.

Gwaenchana, Ada apa kau menghubungiku heum?” tanya Pria itu kemudian setelah berusaha menormalkan suaranya, namun tetap terdengar sangat lirih.

“Sedang ada pertemuan keluarga, mereka meminta kita untuk segera menentukan tanggal pertunangannya..” Ucapnya pelan. Ryeowook terdiam untuk beberapa saat. Yang Jae in yakini bahwa pria itu tengah terkejut sama sepertinya saat pagi tadi.

“Ryeowook-ah?” tanya pelan. Takut-takut ada yang salah dari ucapannya barusan. Tak lama setelah itu ia mendengar suara deheman dari Ryeowook “Nde~ Aku mengerti,, aku akan segera kesana, kau tak perlu khawatir..” Ucapnya kemudian. Jae In menghela nafasnya lega.

“Berhati-hatilah.. Aku menunggumu Saranghae~” ucapnya dengan sungguh-sungguh. Pria itu kembali terdiam dan beberapa saat kemudian “Nado saranghae Jae In-ya~” Ucapnya yang seketika itu juga membuat Jae in tersenyum senang. Dan setelah itu sambungan terputus, dengan kebahagiaan yang membuncah ia pun kembali masuk kedalam dan mendapati semua orang yang berada disana memasang wajah penasaran. Ia tersenyum “Ryeowook akan segera kemari..” Ucapnya santai dengan penuh rasa bahagia, yang disusul dengan helaan nafas lega dari semuannya terutama Eomma Ryeowook.

[Between Us]

Setengah jam kemudian Ryeowook sudah tiba dirumahnya dengan penampilan senormal mungkin. Ia lantas duduk disalah satu kursi yang berada disana. Terlihat jelas sekali bahwa Wajah kedua orang tuanya tampak sangat senang ketika melihatnya datang.

“Apa kita bisa mulai sekarang?” tanya Appa Ryeowook membuka suara. Semua anggota keluarga diam menunggu apa yang akan dikatakan Appa Ryeowook setelah ini.

“Tanggal pertunangannya akan lebih baik jika dilaksanakan lebih cepat..” Sambungnya.. Appa Jae in mengangguk setuju lagi pula putrid tunggal nya ini sudah cukup dewasa untuk menikah.

“Saya setuju.. lebih cepat maka lebih baik..” Ucapnya.

Ryeowook tertunduk mendengar seluruh ucapan Kedua orang tuanya barusan. Ia tidak menyangka akan sampai pada tingkat yang seperti ini. dalam hati terdalamnya ia tak pernah benar-benar serius menjalani hubungan dengan Jae in. ia hanya menjadikan Jae in pelarian. Jahat bukan? Ya.. salahkan saja ia untuk hal ini. ia benar-benar tak bisa berfikir jauh kala itu. seharusnya ia tidak melakukan apapun dan mengikuti semua perkataan sahabatnya. Seharusnya ia menunggu seperti apa yang seharusnya ia lakukan. Bukankah jika seperti ini tak akan bisa diubah? Kedua keluarga sudah bertemu, Appa nya yang memang ingin cepat ia menikah, sangat bahagia ketika mengetahui bahwa ia telah memiliki kekasih. Tak bisa menggelak, Ryeowook akhirnya mengikuti jalan cerita yang sudah terjadi sekarang.

Jae in sama sekali tak focus mendengarkan semua yang dibicarakan kedua belah pihak. Pandangan dan pikirannya terus melayang kearah Ryeowook yang sering menundukkan kepalanya dan sesekali tersenyum—palsu. Ia tahu ada yang disembunyikan pria itu darinya. Dan ia tahu bahwa pria itu melakukan ini semua dengan terpaksa. Ia tahu karena sorot mata Ryeowook yang sama sekali tak memancarkan kebahagiaan.

Apakah cintanya hanya sepihak?

Jae In tidak tahu itu dan tidak ingin tahu. Pikirannya terus berteriak bahwa semuanya masih baik-baik saja. Ia mencintai pria itu, dan pria itu mencintainya. Tapi kenapa hatinya berkata lain? Hatinya seolah berkata bahwa semuanya sedang tak dalam keadaan baik-baik saja. Ada orang baru diantara mereka. Orang baru yang lama.. Sulit menjelaskannya tapi ia mengerti. Dan ia menolak untuk mencari tahu. Biarkan,, biarkan seperti ini.. biarkan ia berlaku egois untuk cintanya sekarang.

“Bagaimana? Apa kalian menyetujuinya?” Jae In dan Ryeowook reflex menoleh kearah Appa Jae in yang tengah berbicara pada mereka. Jae in tersenyum begitu pun dengan Ryeowook, ia sama sekali tak mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya.

“Aku setuju dengan keputusan Appa, kapanpun itu.. saya bersedia..” Ucapnya sambil tersenyum manis yang sangat dipaksakannya. Kedua orang tuanya tersenyum cerah. Namun tidak bagi Ryeowook maupun Jae in.

“Kalau begitu tanggal pertunangan telah ditetapkan, minggu depan kalian akan bertunangan..” Appa nya berucap. Disusul dengan Appa Ryeowook yang menganggukkan kepalanya setuju. Hal itu tentu saja membuatnya terkejut, ia kemudian tersenyum walau tak semanis biasanya dan kemudian melirik Ryeowook yang masih tampak tenang dan tersenyum paksa seperti barusan. Ia tahu,, dibalik ketenangan Ryeowook sekarang adalah rasa takut dan bingung.

[Between Us]

Siang telah berganti malam, matahari kini sudah kembali keperaduannya dan kini sang bulan muncul dengan sinar malamnya yang indah.

Jae in dan Ryeowook sama-sama berjalan disepanjang jalanan sungai han. Mereka berudua diam larut dalam pikiran masing-masing. Setelah pertemuan keluarga tadi, kedua orang tuanya membiarkan mereka menikmati waktu berdua sementara mereka mengurus pertunangan yang akan dilakukan minggu depan.

Jae in menghela nafas perlahan, entahlah.. sejak tadi ada sesuatu yang menahan nafasnya hingga terasa sesak. Ia kemudian melirik Ryeowook yang tengah berjalan disampingnya dengan pandangan lurus kedepan dan tampak bingung. Ia kemudian tersenyum dan meraih tangan Ryeowook dan merangkulnya. Mencoba bersifat seperti biasanya..

Ryeowook menoleh melihat Jae In yang tengah merangkulnya dengan senyum bocah seperti biasa. Senyuman yang dulu sempat menjadi favoritenya. Gadis itu kemudian tersenyum sembari menyandarkan kepalanya  ke lengan Ryeowook “Aku kedinginan..” Gumamnya. Ryeowook terkekeh, ia selalu senang saat gadis itu merajuk.

Ryeowook menghentikan langkahnya dan diikuti dengan Jae in. Ryeowook kemudian melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Jae in “Sudah kukatakan bahwa malam ini sangat dingin,, Apa perlu kita pulang sekarang heum?” tanya nya lembut sembari memakaikan jaketnya pada Jae in. Gadis itu tersenyum dan kemudian menggeleng pelan. “Aku masih ingin bersamamu..” ucapnya..

“Rasanya tak ingin hari ini segera berakhir..” Sambungnya. Ryeowook terdiam mendengarkan apa yang dikatakan gadis itu. “Aku tak ingin mengetahui hal yang saat ini belum aku ketahui. Biarkan seperti ini, setidaknya sebelum aku mengetahui semuanya..” Ucapnya lirih lalu mengeratkan rangkulannya pada Ryeowook.

Ryeowook terhenyak dari tempatnya saat Jae in mengatakan hal itu padanya. Apa gadis itu mengetahui apa yang belum diketahuinya? Atau ia mulai curiga dengan tingkah Ryeowook akhir-akhir ini?

“Bagaimana jika semuanya berubah?” tanya Ryeowook kemudian..

“Aku tak akan membiarkan semuanya berubah..”

“Maafkan aku,,”

“Jangan meminta maaf.. biarkan seperti ini..” Ucapnya dengan mata yang terpejam, ia tidak tahu arah bicaranya. Namun ia mengerti maksud Ryeowook “Aku mencintaimu..” Ungkapnya kemudian.

Ia lantas melepaskan rangkulannya dan berdiri dihadapan Ryeowook. Mengalungkan kedua tangannya keleher Ryeowook. Pria itu tampak terkejut namun membiarkannya. Ia kemudian menghela nafasnya dan kemudian menempelkan bibirnya pada bibir tipis Ryeowook.

Ryeowook membulatkan matanya sempurna saat bibir tipis Jae in menempel sempurna pada bibirnya. Ia kemudian ikut memejamkan matanya dan memiringkan kepalanya memperdalam ciumannya. Sedikit menimbulkan keterkejutan bagi Jae in, namun ada perasaan senang setelahnya.

“Aku mencintaimu..” Ucapnya sekali lagi saat tautan keduanya terlepas. Ryeowook tersenyum lalu membawa gadis itu kedalam dekapannya “Aku tahu..” Ucapnya.

TBC

 

Advertisements

12 thoughts on “[Fan Fiction] Between Us  || Chapter 6

  1. Mita

    Kyyaaaaaaaa 😄 akhirnya update juga between us nya…
    Aku sebenarnya nggak tega sama jae in… dia kayaknya udah sayang banget ama wookie… tapi aku suka pairing ryeowook – yeonmi #eh?
    Cha.. dilanjut lagi ya thor.. tapi jan lama lama…

    Like

  2. wookpil

    Aku sbnernya suka sama pair ryeonmi. Tapi entah knpa aku ko pengen ryeowook sama jae in. Dududu kasian soalnya jae in udh cinta bngt sama ryeong tapi kasian yeonmi sama ryeowook nya jga sih.
    Ughh ryeowook sih kasih harapan palsu mulu ke si jae in.
    Lanjuuuut yaaa aku tnggu. Makin rumit ceritanya

    Like

  3. Risa Ryeosomnia

    Kenapa wookie php sama jae in?? Ck.. ryeowook harus milih salah satu kalo nggak.. jangan pilih dua duanya.. mending plih aku aja 😄😄 biar nggak ribet .. greget soalnya… ini ceritanya makin rumit.. aku nggak sabar nunggu kelanjutannya… jan lama lama ya eon.. awas kalo lama 😂#maksa xD

    Like

  4. Min Hyora

    kok gue ngerasa beb wook di sini jahat banget ya? dia masih cinta sana Yeonmi tapi ngasih harapan or php’in Jae In.. kasian banget mereka bertiga,semoga cepat ketemu titik terang nya deh..
    penasaran juga gimana lanjutan nya,apakah pertunangan Jae In Ryeowook berlanjut atau Wook malahan milih Yeonmi dan ninggalin Jae In.. keep writing saengie 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s