[Fan Fiction] Romance City #3

romance city

Author : Bunga Harnum a.k.a Jung Hye Rim || Genre : Romance, Sad, Married Life, Geje, Failed || Length : Chaptered || Main Cast : Kim Ryeowook, Shin Yeonmi, Lee Donghae, Choi Eunji, Lee Hyukjae, Lee Hyunmi, Cho Kyuhyun, Kim Jae In, Kim Yesung, Park Soo Young || Disclaimer : Plot and Story is mine, All the Main cast belong to God, their parents, and their agency. Don’t copy-paste this story. This is just a fanfiction.

==Happy Reading==

Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu diberikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apapun

Ryeowook melipat kedua tangannya sembari menghela nafas selama beberapa kali, ia menatap datar 3 foto gadis yang Eommanya itu tunjukkan padanya sebelum akhirnya kembali menatap Eommanya yang terlihat begitu antusias menunjukkan foto-foto gadis itu padanya.

Eomma, Berapa kali sudah kukatakan bahwa aku tak akan pernah menerima perjodohan yang Eomma lakukan..” ucap Ryeowook santai. Raut wajah Eomma Ryeowook langsung berubah mendengar respon yang dilontarkan putra semata wayangnya.

“Ryeowook-ah, Lihat dulu siapa mereka, Eomma yakin kau akan tertarik saat telah melihat salah satu diantara mereka. Semua berasal dari kalangan atas Wookie..” ucap Eomma Ryeowook membujuk. Ryeowook menghela nafasnya mendengar perkataan Eomma nya yang terkesan membosankan itu. tidakkah Eommanya menyerah setelah hampir 10 orang gadis ia tolak mentah-mentah, bahkan dihadapan Eommanya sendiri? Ryeowook sendiri bahkan bosan menerima hampir setiap minggunya beberapa foto yang katakanya gadis yang ingin dijodohkan olehnya. Dan ini juga bukan soal gadis yang berasal dari kalangan atas dan bawahnya,, namun ini masalah hatinya. Ia menolak semua gadis yang Eommanya itu tunjukan memang benar-benar dari hati bahwa ia tidak tertarik dengan gadis-gadis itu, walau harus ia akui bahwa gadis-gadis yang Eommanya itu tunjukkan semuanya terlihat cantik dan manis bersifat baik dan lemah lembut. Tapi bagaimana jika hatinya tetap tak tertarik? Ia tak masalah kepada siapa nanti hatinya akan berlabuh entah itu berasal dari kalangan atas atau kalangan bawah, asalkan hatinya bahagia jika ada gadis itu disisinya kelak, maka ia bersedia hidup dengan gadis itu. Bukankah cinta memang seperti itu?

Ryeowook menghela nafasnya berat kemudian kembali menatap Eommanya datar. “Eomma, kenapa Eomma senang sekali menjodohkanku?” tanya Ryeowook kemudian. Pertanyaan itu memang sudah bersarang sangat lama diotaknya, ia ingin bertanya jauh-jauh hari ini sebelumnya, namun melihat keantusiasan Eommanya membuatnya entah mengapa melupakan pertanyaan itu, karena digantikan oleh rasa kesal yang mendalam.

Eomma Ryeowook tersenyum sembari menatap kedua bola mata anaknya dengan penuh, “Kau sudah dewasa Wookie dan Eomma pun semakin tua, Eomma hanya ingin kau segera menikah dan memberikan Eomma seorang cucu yang tampan sepertimu, Eomma ingin melihat cucu Eomma sebelum Eomma sudah tiada nanti. Apa Eomma salah memiliki permintaan itu?” ucap Eommanya yang entah mengapa bagi Ryeowook terdengar lirih, “Lagi pula kau juga harus meneruskan perusahaan Appa, dan dunia bisnis itu terlalu kejam Wookie kau membutuhkan seorang pendamping untuk terus menjalankan bisnismu, kau membutuhkan tempat untuk bersandar jika kau lelah, karena tak selamanya Eomma dan Appa terus berada disisimu seperti sekarang..” Ryeowook bungkam, entah mengapa ia tak bisa menjawab ucapan yang Eomma nya itu lontarkan padanya. Eomma benar, ia semakin dewasa dan membutuhkan seorang pendamping. Ia juga ingin membahagiakan Eommanya, tapi entah mengapa cara yang Eommanya tunjukkan padanya, menurutnya itu salah. Demi apapun ia sama sekali tak tertarik dengan gadis-gadis itu, bagaimana nanti jika ia memilih salah satu gadis diantara mereka yang tanpa didasari cinta, akan membuat gadis itu tersakiti? Bukankah itu artinya masalahnya akan beranak?

Ryeowook menyerah bingung harus melakukan apa jika masuk dalam situasi seperti ini, tanpa mengucapkan apapun ia segera mengulurkan tangannya meraih salah satu foto diatas meja itu dan melihatnya dengan seksama. Ia dapat merasakan Raut wajah bahagia yang Eommainya itu keluarkan saat melihatnya mengambil salah satu foto diantara mereka.

Eomma, mari kita buat perjanjian” tawar Ryeowook, Eomma Ryeowook tampak bingung namun setelahnya ia justru mengangguk setuju, berusaha menuruti apa permintaan putra semata wayangnya itu.

“Ini akan menjadi acara perjodohan terakhir, jika aku tak merasa cocok maka aku akan menolaknya dan setelah itu berikan aku waktu satu minggu untuk mencari seorang gadis yang kusukai, jika dalam satu minggu itu aku tak menemukan wanita yang kusukai, maka aku akan menerima perjodohan yang Eomma lakukan padaku nanti.” Ucap Ryeowook. Eomma Ryeowook tampak berfikir sejenak sebelum akhirnya menyetujui apa yang Ryeowook usulkan padanya.

Ryeowook tersenyum tipis saat Eommanya menyetujui apa yang diusulkannya. Ia kemudian mengambil asal salah satu foto itu dan kemudian menunjukkannya pada Eommanya, “Eomma, beritahu aku mengenai gadis ini..” Pintanya, dengan senyum mengembang Eomma Ryeowook segera memberitahunya.

“Dia adalah Shin Ji Hye, gadis yang berkerja sebagai direktur Shin’s Group. Dia adalah putri sulung dari dua saudara, adiknya juga seorang perempuan namun sayang Eomma tak mengetahui siapa namanya. Gadis yang berumur 24 tahun, dia sangat cerdas juga periang, Eomma yakin kau akan tertarik dengannya saat melihatnya langsung..” Ucap Eomma Ryeowook dengan semangat tentara.

“Dimana aku akan menemuinya Eomma?” tanyanya to the pint. Eomma Ryeowook tersenyum sembari menunjukkan selembar kertas dan juga foto pada Ryeowook, “Ini di café Mouse Rabbit.. kau bisa menemuinya..” ucap Eommanya, Ryeowook mengangguk sembari mengambil kertas itu dan melihatnya.

“Semoga kencanmu berhasil Ryeowookie” ucap Eommanya.

[Romance City]

Jika ada orang lain yang mengatakan bahwa Cinta pada pandangan pertama itu ada, ia sama sekali tak percaya akan hal itu. Tapi jika orang lain mengatakan bahwa rasa nyaman hadir pada pandangan pertama, ia mungkin akan percaya. Konyol? Iya hal itu memang konyol, ia mungkin saja belum bisa membedakan apa itu rasa Cinta atau Nyaman saat orang itu berada disisi kita, tapi memang itu hal kenyataan yang ia alami saat ini.

Seperti sekarang, Saat dimana untuk pertama kalinya ia tidak berkonsentrasi saat menyetir mobil, saat matanya terus dan terus ingin menatap seorang gadis yang tengah berada disampingnya itu. Gadis yang sejak tadi hanya diam tak mengucapkan satu patah katapun. Dan bahkan gadis itu tengah merengut kesal entah apa penyebabnya. Tapi ia merasa nyaman akan saat itu, saat ia tengah berada disisi gadis itu dan sedang menatap wajah damainya yang ia tak bisa mengelak bahwa wajahnya begitu sangat mempesona.

Yeonmi yang masih sibuk berkesal ria, merasa sedikit terganggu saat ia merasakan pria yang disampingnya terus saja mencuri pandang kearahnya. Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya ia pun menoleh dan mendapati Ryeowook yang baru saja memandang kearahnya dan karena terkejut ia segera memalingkan wajahnya kembali menatap jalanan. Yeonmi tertawa melihat ekspresi bodoh Ryeowook yang menggelikan. Lihat wajahnya, apa ia terlalu mempesona hingga membuat pria itu merona?

Ia mengerjap, entah ia salah lihat atau memang Ryeowook tampak manis dengan wajah merona seperti itu? Ini kali pertamanya ia mendapati seorang pria yang sedang merona akibat ketahuan tertangkap basah akibat tengah mencuri pandang kearahnya. Sedangkan Ryeowook sendiri, ia tak henti-hentinya merutuk dalam hati. Kenapa ia bisa bertingkah bodoh seperti itu? Tsk ia merasa harga dirinya sudah hancur sekarang. Dan kenapa ia tak bisa mengontrol wajahnya yang tiba-tiba memasang tampang bodoh seperti itu? Aigoo Kim Ryeowook, kau memang sedang tak beres!

“Ya! Tuan Kim! Apa kau menyukaiku eh?” Tanya Yeonmi yang lebih bertujuan menggoda. Ryeowook berdecak, mengangkat tangannya untuk menoyor kepala gadis itu pelan. “Yak!” Pekik gadis itu tak terima.

“Dalam mimpimu saja Nona Shin..” Ucap Ryeowook dan diakhiri dengan gelak tawa garing. Yeonmi mendengus, mengusap kasar kepala nya yang baru saja di toyor Ryeowook. Ia tak menyangka bisa berada didalam satu mobil dengan pria kasar dan jahil seperti Ryeowook sekarang. Tsk seandainya saja ia tak menyetujui tawaran pria itu yang akan mengantarkannya ke kampusnya.

Ia memalingkan wajahnya kembali menatap jalanan disampingnya, menatap jalanan itu dalam diamnya. Ia sedikit bingung dengan hari ini, kenapa ia bisa dengan begitu saja menyetujui Ryeowook untuk menaiki mobilnya? Bukankah ia tidak menyukai Ryeowook? Bahkan saat awal pertemuan mereka yang memang tak ada manis-manisnya sama sekali. Ryeowook selalu kasar padanya dan senang sekali menjahilinya, mengejeknya jika ia tertangkap tengah menangis sendirian. Pria itu juga sudah seperti hantu yang muncul kapan saja bahkan disaat yang ia tak menginginkan pria itu. Beberapa bulan lalu contohnya, saat ia sedang menikmati hari minggunya yang cerah dan tiba-tiba saja pria itu hadir dan kembali menjahilinya. Walau harus ia akui bahwa pria itu datang untuk melakukan perkerjaannya bersama Donghae, tapi tetap saja ia merasa kesal. Kenapa harus Ryeowook yang menemuinya lebih dulu, dan bukannya Donghae saja yang bertemu dengannya?

Tapi entah mengapa ia merasa pertemuannya dengan Ryeowook merupakan hal yang biasa? Biasa dalam artian ia sudah tak merasa asing dengan kehadiran Ryeowook, dan ia baru menyadari ini barusan, bahwa kegiatannya bersama Ryeowook tidak terlihat bahwa ia tak pernah saling mengenal sebelumnya. Mereka sangat dekat dan tanpa disadari saling mengerti satu sama lain, membuat kenyaman dalam diri masing-masing tanpa disadari keduanya. Seperti saat ini, saat Ryeowook mengajaknya untuk berangkat bersama dan tanpa berfikir panjang Yeonmi menyetujuinya begitu saja. Ini aneh kan?! Aneh untuk orang yang saling membenci seperti keduanya.

Banyak berfikir membuatnya sedikit merasakan kantuk, malam tadi ia memang banyak melakukan kegiatan hingga tidurnya menjadi sangat larut. Jadi wajar saja kan jika ia mengantuk? Terlebih perjalan kekampusnya memang sangat jauh dan Ryeowook mengendarainya sangat lembut dan berhati-hati, walau kecepatannya masih merupakan kecepatan standar.

Ryeowook menghela nafasnya saat mobilnya sudah sampai tepat didepan sebuah bangunan kampus yang ditempati Yeonmi. Ia menghela nafasnya lagi sebelum akhirnya melirik kearah Yeonmi yang masih terdiam ditempatnya. Pria itu mengernyit sebelum akhirnya sedikit mengguncangkan tubuh gadis itu pelan. Ia tertegun mendapati Yeonmi yang tengah tertidur dengan damainya. Gadis itu sedikit menggeliat dan membenarkan posisi tidurnya, membuat Ryeowook terkikik sekaligus terpesona.

Entah apa yang terjadi dalam dirinya sekarang, karena saat ini jantungnya tengah berdebar hebat saat memandangi wajah ayu dan damai milik Yeonmi. Ia,, tak mungkin menyukai Yeonmi ‘kan?

[Romance City]

Love is Simple

Ya,, Cinta itu memang sederhana. Cukup melihat nya dari jauh dan selalu menyebutkan namanya dalam do’a mu dan membiarkan dia bahagia dengan apa yang dia inginkan. Bukan begitu?

Seperti saat ini, ketika ia tengah memandang seorang pria yang amat ia cintai sedang bermain basket dengan lincahnya. Mendribble bola dengan tenang hingga memasukkannya dalam ring, indah juga menawan. Ia bahkan dibuat berdecak kagum untuk entah yang keberapa kalinya saat ia memutuskan untuk melihat permainan pria itu.

Duduk diujung kursi penonton sendirian, membuatnya merasa nyaman. Melihat dari kejauhan pria yang tengah bermain dengan mempesona itu. Cinta itu sederhana ‘kan? Dan karena kesederhanaan itu ia mampu bahagia walau dalam keadaan seperti ini. Ia merasa senang, toh ia tak bisa mengungkapkan perasaannya jadi wajar kan ia dalam posisi seperti ini. Memandangnya dari kejauhan. Rasanya sudah cukup.

Gadis itu tersenyum, kemudian dengan gerakan cepat ia lantas mengambil buku catatan pribadinya yang bewarna merah muda. Helaan nafas keluar dari hidungnya saat ia melihat buku catatan itu. Sejenak, ia kembali merindukan buku catatan lamanya. Yang kini hilang entah kemana.. sebenarnya tak akan jadi masalah jika didalam buku itu hanya ada tulisan tak penting, tapi bagaimana jika didalam buku itu semuanya merupakan tulisan curahan hatinya? Tulisan dimana ia mencantumkan nama pria yang disukai, ohh bodohnya kau Kim Jae In!

Ia kembali menghela nafas, mencoba menghiraukan pikiran-pikiran negative tentang kemungkinan buruk buku itu. Semoga saja bukunya itu tak ada yang menemukannya, terutama Kyuhyun.

“Cho Kyuhyunnnn!”

Jae in mengangkat kepalanya saat mendengar para gadis menyebut nama Kyuhyun. Ia tersenyum tipis sebelum akhirnya kembali pada pada fokusnya sebelumnya. Rupanya permainan telah berakhir, dan sudah dapat dipastikan para gadis akan berlomba-lomba memberikan Kyuhyun minuman untuk menarik perhatiannya. Ia tak cemburu, toh ia memang sudah kalah sejak awal, karena tak memiliki keberanian untuk mengatakannya seperti yang lain.

Setahu Jae in, Kyuhyun dekat dengan dengan seorang gadis yang ia sendiri tidak tahu siapa namanya. Ia sering melihatnya setiap kali Kyuhyun membawanya kekampus. Gadis yang Jae in kira bahwa Kyuhyun sangat menyukainya. Terlihat bagaimana saat pria itu menatap gadis itu dan bagaimana cara ia menggenggam tangannya.

Ia saat ini sudah dewasa dan sudah mengerti apa itu cinta. Jadi tentu ia mengerti maksud akan tatapan Kyuhyun pada gadis itu. Tak salah jika Kyuhyun menyukai gadis itu, gadis itu terlihat cantik dan anggun, pria manapun pasti akan menyukainya. Termasuk Kyuhyun.

Jae in kembali mendongak, melihat keadaan sekitar saat dirasa suara kerumunan gadis sudah tak terdengar lagi. Ia terdiam untuk beberapa saat, ketika matanya menangkap seorang gadis yang tengah dipikirkannya itu sedang bersama Kyuhyun. Terkejut? Tentu saja, tapi tak ada yang bisa dilakukannya. Karena ia memang bukan siapa-siapa bagi pria itu. Dan saat seperti inilah ia menyadari satu hal. Rasa senang yang beriringan dengan kesakitan ketika mengetahui bahwa cinta itu sederhana.

Sederhana ketika ingin merasa bahagia, dan sederhana ketika merasakan bahwa sakit selalu beriringan dengan bahagia.

[Romance City]

Donghae baru saja hendak beranjak dari tempatnya namun diurungkan saat ia melihat Yesung yang baru saja tiba. Ia tak terlalu mengenal pria yang bernama Yesung itu, tapi ia tahu kalau pria itu adalah sahabat dekat Soo Young.

Yesung berjalan sembari menatap Donghae tajam sebelum akhirnya melewati Donghae dan berdiri tepat didepan pintu apartemen Soo Young. Mengetuknya perlahan sembari bergumam nama Soo Young dengan sedikit keras, menekan bel apartemennya beberapa kali. Berharap wanita itu mau membukakan pintu untuknya.

“Sudah kucoba, tapi ia tak kunjung keluar..” Gumam Donghae pada Yesung.

Yesung menoleh, mendapati pria itu yang masih berdiri dengan tubuh yang disandarkan kebelakang juga kepala yang menunduk sebelum kembali menatap pintu apartemen itu hampa. Ini salahnya, seharusnya ia tak mengungkapkan perasaannya minggu lalu. Jika seandainya ia tak mengatakannya, mungkin saat ini ia masih bisa melihat senyum manis yang merekah diwajah gadis itu.

Ya.. sejak tempo lalu Yesung mengatakan pada Soo Young untuk berhenti mengharapkan Donghae, saat itu juga ia mengatakan perasaannya. Dan ia tidak menyangka bahwa hanya dengan menyatakan hal itu membuat Soo Young marah hingga keluar dari Rumahnya. Beruntung Donghae masih mengetahuinya dan memberitahunya.

Ia kemudian melirik Donghae, “Apa yang kau katakan padanya terakhir kali?” tanya Yesung akhirnya. Donghae menoleh, tersenyum sekilas sebelum akhirnya kembali menunduk.

“Ia hanya bertanya padaku kapan aku akan menceraikan istriku..”

Helaan nafas terdengar keluar dari hidung Yesung. Yesung tahu.. bahwa gadis itu sangat tak menyukai ketidakpastian, ia yakin ia tengah mencoba untuk kuat saat ini. Untuk itu ia bertanya pada Donghae mengenai hal itu.

“Lalu kau jawab apa?”

“Secepatnya..” jawab Donghae, ia kemudian menaikkan kepalanya dan menolehkannya kesamping menatap Yesung datar, “Tapi sejak saat itu ia tak mau menemuiku lagi..” sambungnya. Yesung mengangguk dan kemudian menunduk. Ia yakin gadis itu tengah hancur saat ini. Soo Young bukanlah wanita kuat seperti apa yang orang lain tahu. Ia tampak ceria diluar, tapi hatinya begitu rapuh. Dan ia yakin alasannya untuk tidak ingin membukakan pintu untuk Donghae karena ia tak mendapatkan kepastian dari pria itu. Bukankah setiap wanita ingin memiliki kepastian dalam hubungannya? Dan sepertinya Donghae tak memberikan kepastian itu..

Yesung kembali menatap Donghae, “Ceraikan istrimu atau biarkan saja Soo Young hidup tanpamu” Ucapnya datar dan langsung mendapatkan tatapan penuh tanya dari Donghae.

“Kau tak bisa membiarkannya menunggu Donghae-ssi. Dia seorang wanita dan juga ingin memiliki kepastian dalam hubungannya, begitu juga istrimu. Kau tak pernah bertanya bagaimana perasaannya dan juga keadaannya saat kau memberikan harapan palsu padanya? Dia juga seorang wanita, dan kau harus pikirkan itu!

“Aku mencintai Soo Young, jadi Kumohon jangan beri dia rasa sakit lagi..” Ucap Yesung yang diakhiri dengan tepukan ringan dipunggungnya sebelum ia pergi berlalu, meninggalkan Donghae yang masih mematung ditempatnya dengan tercengang. Apa ia sejahat itu?

Apa ia se brengsek itu sampai-sampai ia tak memikirkan perasaan orang lain? Kenapa ia tak pernah berfikir bahwa mungkin saja Soo Young tersakiti dengan ketidakpastian yang ia miliki, ia juga tak pernah mengerti perasaan Eunji yang mungkin saja sama terlukanya dengan Soo Young. Ia hanya mengikuti apa keinginan hatinya tampa berniat mengerti perasaan orang lain.

Ia beranjak dari tempatnya menghadap pintu apartemen Soo Young itu sejenak, “Maafkan aku Youngie-ya..” Gumamnya sebelum akhirnya ia juga melenggangkan kakinya pergi dengan langkah gontai. Kenapa ia begitu bodoh?

Soo young mematung ditempatnya saat ia berhasil mendengar semua perkataan Yesung pada Donghae barusan. Air matanya perlahan keluar, benarkah Yesung mencintainya seperti itu? Benarkah pernyataan itu bukan hanya untuk menghiburnya semata? Tapi sejak kapan perasaan itu hadir pada Yesung?

Ia tidak tahu jika akan serumit ini kisah cintanya, kenapa? Karena saat ini ia bingung dengan perasaannya, kenapa ia memikirkan Yesung? Dan kenapa ia tidak suka dengan apa yang Donghae lakukan? Yesung benar, bahwa istri Donghae jugalah seorang wanita yang pasti juga sama memiliki perasaan, sama sepertinya. Dan apa harus ia melepaskan Donghae dan mencoba membuka hatinya pada Yesung?

[Romance City]

Disaat dunia tengah tidak sedang memihakmu, saat dunia seolah mengkucilkanmu, menjauhkan mu dari apa yang mereka sebut bahagia, disaat setiap manusia tak ada yang peduli denganmu maka keadaan beruntung adalah ketika kau menemukan seseorang yang dengan tulus menerimamu dan membawamu pada titik terang sebuah kebahagiaan. Dan saat itu terjadi maka kau akan menjadi wanita paling beruntung didunia ini.

Hyunmi menghela nafasnya yang terasa sedikit sesak saat Kakeknya mengulurkan tangannya untuk digenggamnya. Hari ini, hari ini ia akan bertemu dengan seorang pria yang akan membawanya pada titik terang kebahagiaan, hari ini, hari dimana akan diucapkannya sebuah janji suci untuk yang kedua kalinya pada seorang pria yang bersedia mencintainya dengan tulus.

Ada sedikit perasaan lega saat sang Kakek tersenyum padanya, saat melihat kakeknya tersenyum maka saat itu ia yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja. Perlahan ia lantas melangkahkan kakinya memasuki sebuah gereja yang sudah disulap menjadi sebuah acara upacara pernikahan, dua baris kursi yang tersedia disebelah kanan dan kirinya terisi penuh oleh tamu undangan. Dan matanya akhirnya menemukan seorang laki-laki yang tengah menunggunya didepan pendeta. Laki-laki itu mengenakan tuxedo berwarna senada dengan gaun pengantin yang ia kenakan.

Tidak terlalu jelas, tetapi Hyunmi yakin pria yang menunggunya itu tengah tesenyum melihatnya memasuki pintu dan berjalan di altar. Entah perasaan apa itu, yang jelas senyum pria itu mampu menenangkannya, seperti senyum kakeknya yang selalu mampu menjaganya dari rasa khawatir yang dia sendiri tak bisa mengatasinya.

Sesampainya ia dipenghujung altar, pria itu menjemputnya menerima tangannya yang dipindah alihkan dari sang kakek, “Tolong jaga dia Lee Hyukjae-ssi” Ucap kakek nya sebelum benar-benar melepaskan tangannya. Lee Hyukjae, pria yang berada dihadapannya tersenyum dan membungkuk hormat.

“Lee Hyukjae, Apa kau bersedia menerima Lee Hyunmi sebagai istrimu? Bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat? Baik kaya maupun miskin? Ketika susah ataupun senang? Mencintainya selamanya dan tulus sampai ajal memisahkan kalian?” Ucap sang pendeta bertanya pada Eunhyuk.

“Aku Lee Hyukjae bersedia menerima Lee Hyunmi sebagai istriku, bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat, baik kaya maupun miskin, ketika susah ataupun senang, mencintainya selamanya dan tulus sampai ajal memisahkan kami.” Jawab Eunhyuk lancar. Kali ini sang pendeta melirik Hyunmi, membuat gadis itu itu tiba-tiba saja dilanda kegugupan.

“Dan Kau Lee Hyunmi? Apa kah kau menerima Lee Hyukjae sebagai suamimu? Bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat? Baik kaya ataupun miskin? Ketika susah ataupun senang? Mencintainya selamanya dengan tulus?  Menuruti dan mengikuti semua perintah dan nasihatnya sebagai kepala keluarga sampai ajal memisahkan kalian?”

Hyunmi menarik nafas sejenak dalam-dalam, ia yakin ia tidak akan salah melangkah dalam hal ini. Hidupnya harus berubah, ia tidak perlu lagi harus menangis setiap hari hanya karena seseorang, biarkan Choi Siwon meninggalkannya lebih dulu dengan semua kebahagiaan yang ia miliki. Sedangkan ia disini harus terus melanjutkan hidupnya dengan sewajarnya, Walau sosok Choi Siwon tak akan pernah tergantikan dalam hidupnya, “Aku bersedia menerima Lee Hyukjae sebagai suamiku bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat, baik kaya maupun miskin, baik susah ataupun senang, mencintai selamanya dan tulus, menuruti dan mematuhi semua perintah dan nasehatnya sebagai kepala keluarga sampai ajal memisahkan kami..”

Ia mengucapkannya dengan lancar, Pria itu lantas menghadapnya, menatapnya lembut dan lama. Dan tidak butuh waktu lama untuk Hyunmi menikmati moment kebahagiaan itu karena saat ini Lee Hyukjae sudah menempelkan bibirnya dengan bibir pria itu. Membuat letupan-letupan menggelitik didalam dadanya yang kian menggila. Saat ini semuanya sudah berubah, ia mencintai pria ini tanpa harus ada bayang-bayang Siwon dalam hidupnya. Siwon hanyalah sebuah masa lalu dalam hidupnya yang berharga, ia tak perlu lagi mengungkitnya katika ia bersama dengan pria lain. Tapi walau begitu Siwon masih memiliki posisi nomor satu dalam hidupnya, tapi bukan untuk ditangisi atau diungkit kepergiannya.

“Aku mencintaimu..” Satu kalimat yang selalu membuat Hyunmi merasa bahagia, terlebih saat Eunhyuk yang mengatakannya hanya untuknya. Tak ada yang bisa ia lakukan selain mengangguk mengiyakan dan kemudian bergerak memeluk hangat pria itu. Ia mendengar suara riuh tepuk tangan dari para hadirin, tapi yang paling dekat dengannya adalah suara debaran jantung keduanya yang terasa berbeda.

[Romance City]

Ryeowook menghela nafas sebelum ia melenggang masuk kedalam café yang Eomma nya tadi sebutkan. Ia tidak tahu hal ini akan terjadi lagi dalam hidupnya. Mengenal seorang wanita pilihan Eomma nya. Ia tahu orang tuanya memang tidak akan pernah salah dalam tindakannya, ia mengerti karena setiap Orang tua selalu ingin yang terbaik bagi anaknya bukan? Ia juga mengerti jika Eommanya melakukan ini semata karena khawatir dengannya yang tak kunjung memiliki kekasih. Hey~ ia bukan tidak laku, tapi ia memang belum memilih, sama sekali belum ada seorang gadis yang singgah kedalam hatinya. Ia bukan tipe pria yang ingin memiliki seorang gadis hanya untuk kepuasan nafsu semata, selama ini ia tak memiliki kekasih Karena memang tak ada seorang gadis yang membuatnya tertarik. Banyak gadis yang berusaha mengejarnya agar mendapatkan cintanya, tapi sayang gadis-gadis itu sama sekali tak membuat hatinya tersentuh

Ryeowook melenggang masuk kedalam café itu, bola matanya bergerak lincah mencari keberadaan seorang gadis yang hendak ditemuinya dengan sebuah petunjuk sebuah foto yang berada pegangannya. Setelah beberapa saat ia mencari akhirnya sosok gadis yang hendak ditemuinya akhirnya terlihat juga. Ryeowook terdiam untuk beberapa saat, sedikit tertegun dengan penampilan gadis itu. Ya,, benar kata Eommanya bahwa gadis itu memang terlihat cantik dan anggun, tapi tak pernah menghilangkan kesan sederhana yang dimilikinya, walaupun Ryeowook tahu dia adalah Putri sulung pemilik Shin’s Group. Tapi dilihat penampilannya ia terlalu sederhana untuk seorang gadis yang menjadi direktur sekaligus putri sulung pemilik Shin’s Group yang kesuksesan perusahaannya memang tak bisa dianggap sepele.

Pria itu tersenyum ramah dan kemudian melangkahkan kaki mendekat saat Gadis itu menoleh kearahnya dan tersenyum padanya, mengisyaratkan padanya untuk mendekat. Ryeowook lantas menduduki kursi yang berada tepat dihadapannya dengan tenang.

“Shin Ji Hye,,” Ucapnya lembut dengan mengulurkan tangannya memulai pembicaraan dan langsung disambut Ryeowook begitu saja “Kim Ryeowook” Jawabnya sembari membalas uluran tangan gadis itu.

Tangannya lembut dan suaranya juga terdengar merdu. Ia juga berpenampilan sederhana, membuatnya terlihat lebih mempesona. Tapi bukan berarti Ryeowook menyukainya hanya dalam sekali melihat. Ia hanya memberikan sedikit penilaian tentang apa yang Eommanya katakan sebelumnya.

Pembicaraan mereka juga sepertinya tak berakhir hanya sebatas perkenalan saja seperti apa yang Ryeowook lakukan sebelumnya. Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan hingga mulai dari kehidupan, hal yang disukai dan tidak disukai, bahkan hal-hal yang berbau bisnis. Dan karena itu Ryeowook harus kembali mengakui satu hal bahwa gadis itu juga teman pembicara yang baik. Obrolan mereka tidak canggung seperti biasa. Dan sepertinya untuk kali ini Ryeowook akan memberikan gadis itu sedikit waktu untuk memasuki hatinya. Setidaknya sebelum menyetuji perjodohan ia harus yakin dulu dengan perasaannya bukan? Karena saat ini ada seorang gadis yang berhasil menggoyangkan sebuah benteng besar dalam hatinya, bahkan gadis itu nyaris meruntuhkannya. Dan Ryeowook ingin memastikan itu semua terlebih dahulu. Lagi pula ketertarikan antar lawan jenis itu tak harus dimulai pada saat pertemuan pertama kan?

[Romance City]

Yeonmi melangkahkan kakinya semangat menuju sebuah Club didaerah Gangnam yang baru saja dikunjunginya untuk pertama kali setelah menerima telepon dari Donghae yang mengajaknya bertemu ditempat ini. Ini pertama kalinya ia berkunjung ketempat yang ramai akan dentuman suara music dan juga hiruk pikuk orang-orang yang baru ia sadari bahwa mereka semua berpakaian minim.

Ia melenggang masung dan langsung mencari dimana keberadaan sahabatnya itu dengan teliti. Ia berjalan dengan sedikit cepat karena ia tahu bahwa pakaiannya sangat tidak cocok dengan keadaan yang terjadi didalam Club. Disaat Para gadis yang terlihat memaikai dress pendengan dengan belahan dada rendah saat berada disini, ia justru memakai celana Jeans biru gelap yang dipadukan dengan kemeja dan juga cardigan, aneh kan? Tapi ia tak peduli karena saat ini yang ia pedulikan adalah Lee Donghae sahabatnya. Kenapa Donghae datang ketempat aneh seperti ini, apa pria itu memiliki masalah? Oke, ia sangat khawatir dengan keadaan pria itu sekarang.

Matanya berbinar sekaligus terkejut saat mendapati sosok Donghae yang tengah duduk sendiri disalah satu bar sembari meminum minuman yang Yeonmi sendiri tidak tahu apa namanya. Pria itu terlihat sudah sangat mabuk, terlihat bagaimana kepalanya yang terus terjatuh dari penopang tangan kanannya, Secepat mungkin ia mendekat. Duduk disamping Donghae dan menatap sahabatnya itu diam-diam. Terakhir kali setelah kepalanya kembali tersantuk, Donghae berhenti dan Rupanya pria itu sudah tertidur. Wajahnya terlihat sangat lelah dan disudut matanya terdapat bekas air mata yang mongering. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pria itu?

Yeonmi menghela nafasnya berat, apa Donghae meneleponnya hanya untuk ini? Menjemput pria itu dalam keadaan yang mabuk berat? Ia mendengus, menegakkan duduknya dan mengahadap pada bartender memesan sebuah Jus jeruk, karena ia tak bisa meminum minuman seperti Vodka, Bir, Wine dan sejenisnya. Tidak bisa karena ia tak pernah meminumnya sebelumnya.

Meneguk Jus jeruk dihadapannya sebelum akhirnya menopangkan dagunya dan menghela nafas kasar hingga poni nya sedikit bergerak. Baru saja ia melamun, suara Donghae menyadarkannya. Membuatnya terpaksa menolehkan kepalanya kesamping dan betapa terkejutnya ia saat melihat Donghae tengah berciuman dengan gadis lain. Astaga -_- bagaimana bisa secepat itu terjadi. Setahunya baru saja ia melamun kenapa sudah ada gadis lain yang berani mencium sahabatnya itu??

Dengan Cepat Yeonmi segera menarik tubuh Donghae dan membuat tautan diantara keduanya terlepas, membuat erangan protes dari Donghae dan juga tatapan sebal dari sang gadis. “Yak! Dia kakak ku!” Pekik Yeonmi asal dan hendak memarahi gadis yang dihadapannya ini tapi kegiatan itu dikurungkan sejenak saat mendengar suara lirih Donghae yang menyebut nama “Eunji..” Membuat Yeonmi mengernyit dan juga bingung. Ia lantas kembali menatap gadis jalang itu dan menatapnya sebal. “Pergi sana! Jangan dekati Oppaku!” Ucapnya dan lansung membawa Donghae dengan menopangnya dan berjalan keluar. Ia tak mungkin akan membiarkan Donghae terus berada ditempat ini, karena pria tampan ini pasti akan menjadi santapan para gadis jalang disini, siapa yang menduga kan? Buktinya saja barusan sudah ada gadis yang entah bagaimana caranya sudah berciuman dengan Donghae?

Yeonmi memapah Donghae dengan pelan hingga berada disebuah taman yang terletak tak jauh dari Club itu. Tubuh Donghae bukanlah tubuh anak kecil yang ringan, pria itu memiliki tubuh yang sudah sangat jelas jauh lebih besar dari tubuh mungil Yeonmi. Dan tentu membawanya dengan jarak 100 meter saja sudah membuatnya lelah minta ampun. Ia lantas mendudukkan Donghae disalah satu bangku taman yang terletak disana. Sedikit bernafas lega dan juga mengambil kesempatan untuk membenahi ototnya yang kaku.

Ia sedikit terkejut saat Donghae menjatuhkan kepalanya tepat dipahanya, dan kembali tertidur dengan pulas sembari sesekali bergumam nama seorang gadis yang ia sendiri tak mengenalinya. Ia tertegun untuk beberapa saat ketika melihat Wajah Donghae yang damai dan terlihat lelah itu. Pria itu tampan, dan ia berhasil mencuri hatinya. Tapi sayang, ia hanya membiarkannya begitu saja membuatnya sedikit merasa tersiksa saat melihatnya tengah bersama seorang wanita. Saat ia mengetahui bahwa Donghae akan segera menikah, saat itulah ia merasa bahwa ia sudah benar-benar tak memiliki kesempatan. Tunggu dulu! Kesempatan? Bukankah sejak awal ia memang tak memiliki kesempatan? Donghae tak pernah melihat kearah hatinya, ia hanya menganggapnya sebagai bocah kecil yang menjadi sahabatnya. Itu saja. Tidak lebih tidak kurang.

Dan perlahan ia merasakan bahwa cairan hangat membasahi pahanya, Donghae menangis. Dan entah mengapa itu membuatnya iba. Semenjak Donghae menikah, intensitas pertemuannya dengan pria itu semakin berkurang. Pria itu tak lagi menjemputnya sepulang kuliah atau sekedar mengajaknya jalan-jalan ketika weekend tiba. Yeonmi berusaha menganggap itu wajar karena pria itu sudah berkeluarga. Tapi bukan karena intensitas pertemuan semakin berkurang, kegiatan bercerita satu sama lain juga berkurang atau bahkan hilang? Ada banyak hal yang ingin ia ceritakan pada Donghae tentang kuliahnya seperti apa yang biasa ia lakukan dulu, ada banyak cerita yang ingin ia dengar dari mulut pria itu seperti apa yang pernah ia dengar dulu. Cerita apapun ia tak masalah, entah itu karena cinta, entah itu karena perkerjaan, entah itu karena hal-hal membosankan lainnya. ia tidak peduli, selama ia masih bisa melihat pria itu dengan senyuman ia baik-baik saja.

Dan ia pikir kegiatan itu kembali terulang saat pria itu menghubunginya dan mengajaknya bertemu, ternyata tidak. Pria itu sepertinya hanya menyuruhnya untuk menjemputnya ketika ia sudah mabuk seperti ini. Ia merasa sakit didalam hatinya, terlebih saat Donghae terus saja menggumamkan nama gadis yang tidak ia kenal tapi ia sempat mengetahui namanya. Eunji dan Soo Young, apa hubungannya dengan kedua gadis itu?

Helaan nafas kembali terdengar dari hidung Yeonmi, ia ingin mengetahui apa masalah sahabatnya itu. Tapi saat ini ia tak bisa melakukannya. Satu-satu nya hal yang harus ia lakukan adalah membawa pria ini pulang kerumahnya, sebelum malam semakin larut dan tidak akan ada taxi yang melintas.

[Romance City]

Eunji terdiam untuk beberapa saat ketika melihat Donghae pulang dengan gadis lain yang baru dikenalnya. Entah mengapa ada perasaan tidak enak saat melihat pria yang kini sudah menjadi suaminya itu pulang larut malam dengan seorang gadis dan dalam keadaan mabuk berat. Ia bahkan tidak tahu apa yang telah mereka lakukan sebelum pulang kerumah. Ia tidak salah kan sedikit curiga?

Walau harus ia akui bahwa penampilan gadis itu memang terlihat sopan, tapi siapa yang menduga. Donghae adalah seorang pria yang dalam keadaan mabuk, bisa saja ia terpengaruh dan melakukan hal yang tidak-tidak pada gadis itu. Atau,, Jangan-jangan ini kekasih Donghae yang dulu pernah diceritakannya? Entahlah..

“Bisa Aku masuk? Eung.. Sepertinya Donghae Oppa sudah sangat mabuk?” Ucap gadis itu pelan dan berhasil menyadarkannya dari lamunannya. Ia mengangguk, membiarkan gadis itu memasuki rumahnya untuk menidurkan Donghae. Ia melihat gadis itu yang menidurkan Donghae diatas sofa dan kemudian ia menghela nafasnya lega. Setelah mengetahui bahwa Donghae baik-baik saja ia lantas beranjak kedapur untuk mengambilkan minum bagi gadis itu. Ada banyak pertanyaan yang terngiang dikepalanya tentang siapa gadis itu dan kenapa Donghae mabuk?

Ia kembali dari dapur dengan membawa dua cangkir teh manis hangat dan segera memberikannya pada gadis manis itu. Dan setelah hal itu terjadi suasana Awkward tercipta dengan begitu mudahnya. Keduanya memiliki pertanyaan masing-masing, keingungan masing-masing dan kecanggungan masing-masing. Selama beberapa menit tak ada yang berusaha berniat untuk membuka obrolan hingga akhirnya Eunji mulai membuka suara.

“Terimakasih, karena sudah membawa Donghae pulang..” ucapnya dengan tulus

“Tidak usah dipikirkan, bukankah tugas sahabat memang seperti itu?” ucap gadis itu sembari tertawa hambar, entahlah ia kenapa bisa seperti itu, karena canggung? Mungkin -_-

Eunji mengernyit, sahabat? Apa dia sahabat Donghae yang ceria itu? “Kau? Sahabat Donghae?” tanyanya ragu dan dijawab dengan anggukan mantap dari Yeonmi, “Eumm.. Aku sahabatnya, kau tak tahu? Aku kan orang pertama yang mengucapkan selamat pertama untuk kalian, haha” Ucapnya dengan tawa garing seperti biasa.

Eunji terkekeh, benar kat Donghae kalau sahabatnya ini periang dan ramah. Tapi kenapa ia merasa ketawanya terdengar sangat terpaksa, pancaran matanya.. ia seperti terluka. Tapi, kenapa?

“Dia terus mengigau dengan terus menyebut nama mu..” Ucap Yeonmi diakhiri dengan kekehan ringan namun pandangan mata terus mengarah pada Donghae yang sedang terlelap. Eunji sedikit terkejut mendengarnya, benarkah? Benarkah Donghae menyebut namanya? Ia melirik Donghae sekilas sebelum kembali menatap wajah Yeonmi yang duduk tak jauh didepannya dengan tatapan bingung, tatapan Yeonmi berubah sendu saat melihat kearah Donghae. Entah itu tatapan sayang atau iba Eunji sendiri tidak tahu.

“Apa yang dia lakukan?”

Yeonmi menoleh, kini tatapan keduanya bertemu. Gadis manis itu tersenyum ceria, “Dia hanya mabuk, kau tak perlu khawatir. Tapi aku rasa dia sedang dalam masalah, dia sempat menangis tadi, kuharap kau bisa menenangkannya. Aku tak suka jika Donghae Oppa menangis..” Ucap Yeonmi dengan tenang. Ia menatap Eunji penuh harap, bahwa gadis itu bisa menjaga pria yang dicintainya dengan tulus. Meskipun ini hanya sebuah perjodohan, tapi Yeonmi yakin ada perasaan lain dalam diri Eunji. Gadis itu juga terlihat sangat tidak suka saat Donghae pulang bersamanya. Yeonmi mengerti karena dia seorang wanita sama sepertinya. Dan Yeonmi sejujurnya sangat iri dengan gadis itu, ia bisa memiliki Donghae dengan seutuhnya tanpa harus berpura-pura bahagia dan terus bersikap baik-baik saja.

Eunji mengangguk sembari tersenyum, tentu ia akan berusaha sebisa mungkin untuk pria itu agar terus bahagia dan tersenyum, dan tentu saja membuat pria itu jatuh cinta dengannya. Itu sebuah mimpi baginya, dan ia akan berharap itu akan segera terwujud. Ia ingin seperti pasangan lain yang setelah menikah memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia, memiliki keturunan dan yang terpenting hidup dengan bahagia. Ia ingin seperti itu. Dan melihat Yeonmi sekarang sedikit membuatnya iri, gadis itu sudah menjadi sahabat Donghae bahkan dari tahun-tahun sebelumnya saat perjodohan ini belum terlaksana. Dan sudah pasti Yeonmi menjadi salah satu daftar orang yang disayang pria itu. Sedangkan dirinya? Ia hanya sebagai penghalang bagi Donghae.. karena pria itu tak menyukainya.

“Hhh~ Sepertinya ini sudah sangat larut Eunji-ssi.. Aku pulang dulu..” Ucapnya lalu beranjak, Eunji mengangguk dan kemudian ikut beranjak mengantarkan Yeonmi keluar.

Eunji kembali dan segera memapah Donghae masuk kedalam kamarnya. Suhu tubuh pria itu juga sudah sedikit tinggi. Eunji tahu pria ini tidak suka sekali minuman seperti itu. Dan ia yakin setelah ini Donghae pasti akan terserang demam. Ia tidak tahu masalah apa yang dialami Donghae, tapi ia yakin masalahnya pasti berat untuknya.

Eunji memapahnya hingga masuk kedalam kamar, dan segera menidurkan Donghae. Namun belum saja ia melepaskan Donghae, Pria itu sudah lebih dulu terjatuh kekasur dan sudah pasti tubuh rampingnya ikut terbawa. Kejadiannya terlalu cepat terjadi bahkan ia tidak menyadari bahwa saat ini ia sudah berada tepat diatas tubuh pria itu. Ia sempat memekik karena terkejut, dan kemudian jantungnya berdegup dengan hebat saat menyadari posisinya yang sangat tidak menguntungkan.

Donghae membuka matanya dan samar-samar ia melihat sekelebat bayangan Eunji. Eunji yang menyadari Donghae terbagun, sesegera mungkin hendsak bangkit dari tempatnya, namun saat itu juga Donghae mencegahnya dengan mencekal tangannya dan kemudian membawa gadis itu dalam pelukannya. Membuat gadis itu tekejut bukan main.

“Jangan pergi..” Gumamnya.

“Kau masih mabuk Donghae-ssi..” Ucap Eunji sembari melepaskan pelukan Donghae. Donghae menggeleng sembari menatap Eunji sendu, “Untuk kali ini saja, jangan pergi..” Ucapnya lirih. Eunji melunak. Sorot mata Donghae terlihat sangat lirih. Dan entah mengapa hal itu tak bisa dicegah oleh Eunji saat pria itu menariknya kedalam pelukannya lebih dekat. Ia mengangguk lalu membalas pelukan Donghae. “Kau juga jangan pergi lagi, kumohon..” Bisiknya, dan langsung dijawab dengan anggukan Donghae mantap.

Entah pria itu tengah sadar atau enggak, tapi setidaknya ia pernah dibuat bahagia oleh pria itu. ia bahagia ketika Donghae menariknya kedalam pelukan hangat pertama mereka, dan memintanya untuk tidak pergi. Ia lantas tersenyum dan kembali menyerukkan wajahnya kedalam dada bidang Donghae. Menghirup oksigen dalam-dalam disana. Ia akan mengingat ini, aroma Donghae yang disukainya..

“Aku mencintaimu”

CUT

This is Romance city part3 yeayy 😀
Annyeong, aku kambek lagi dan ff pertama yang aku publish Romance City,, Adakah yang masih ingin baca ff ini? yang ada terimakasih, yang tidak.. juga tidak apa-apa.

Kedepannya mungkin ada couple yang sedikit bagiannya atau mungkin tidak ada,, tergantung dengan permasalahannya nanti, karena setiap Couple ada konfliknya sendiri. Dan mian kalau ternyata hasilnya memberikan efek samping berlebih, seperti mual atau mungkin pusing seketika.. I’m Sorry 0.0

Chaa,, selamat membaca 🙂 dan jangan lupa sertakan komentar kalian 😉

Saranghae ❤

Advertisements

2 thoughts on “[Fan Fiction] Romance City #3

  1. wookpil

    Aku nebak nih ya. Pasti shin ji hye itu kakaknya yeonmi. Iyakaaan? *so tau* 😀
    Wkwk aku geli bacanya pas ryeowook merona ituloooh :3 pasti lucu bnget.
    Hyuk sama hyunmi udah kelar ya. Kuyun sma jae in masih gantung aja. Yg ribet ya ryeowook yeonmi sama donghae eunji. Soo young udh mulai sadar.
    Aaaah smoga cpet2 bersatu deh yeyoung couplenya ^^
    Di tnggu next chap nya yaaaa. Jan lama lama *maksa* ketawa setan* XD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s