[Drabble] Saturday Night || RyeonMi Ver.

 

Title : Saturday Night || Author : Bunga Harnum Sandita a.k.a Jung Hye Rim || Main Cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi || Pairing : RyeonMi Couple || Genre : Romance || Length : Drabble ||Disclaimer : All of the cast belong to their God, their parent, their management and their self. But this fanfic is mine. Don’t bash if you don’t like and don’t copas.

==Happy Reading==

Ryeowook menghela nafasnya sedikit lebih keras dan panjang dari sebelumnya, satu-satunya hal yang ia lakukan sejak satu jam yang lalu ia menginjakkan kakinya di tempat ini. Sebal, itulah yang dirasakannya. Bagaimana tidak? Saat kau berusaha mati-matian meluangkan waktumu untuk menemui kekasihmu namun yang ia lakukan bukannya menyambutmu melainkan sibuk dengan hal lain, apa sikap itu tak membuat kesal? Jika hal yang dilakukan gadis itu memang melakukan tugas skripsi ia tak masalah, namun, bagaimana jika yang dilakukannya hanyalah bermain dengan benda persegi panjang yang sering disebut ponsel itu? Dan Ryeowook yakin 1000% bahwa gadis itu bukan sedang membuka akun Twitter atau akun Instagram yang dimilikinya untuk men-stalker seorang idol yang dia sukai sepeti biasa. Tapi gadis bandel itu menggunakan ponselnya untuk saling bertukar pesan pada seorang pria yang Ryeowook sendiri yakin itu teman kampusnya.

Ryeowook memutar matanya jengah, melirik sekali lagi gadis yang berada disampingnya yang masih tenang bersandar dibahunya. Sekilas ia dapat membaca pesan singkat yang dituliskan gadis itu di KakaoTalk nya. Ryeowook mendengus, membaca deretan kata yang dituliskan gadis itu pada pria lain yang diduga Ryeowook bernama Jae Min.

Jinja? Apa Oppa sudah makan?

Ryeowook mencibikkan bibirnya membaca kalimat itu, ia berani taruhan kalau gadis itu tidak pernah bertanya seperti itu padanya. Se-iya pun bertanya, itu pasti karena Ryeowook duluan yang bertanya. Ia kembali mendengus sembari melipatkan kedua tangannya didepan dada. Menatap lurus layar TV dihadapannya dengan kosong. Apa itu artinya ia sedang cemburu? Hey! Bukankah Yeonmi memang sering melakukannya? Dan sesering apapun ia melakukannya. Tak pernah sekalipun Yeonmi berniat pergi dari pelukannya ‘kan?

Dan acara kesal seperti ini bukan semata-mata karena ia sudah tidak percaya lagi pada gadis itu. Jujur ia masih percaya dengan kesetiaan gadis itu begitupun sebaliknya. Itu memang harus dilakukannya bukan, mengingat hubungannya kali bukanlah tahap untuk bermain-main. Mereka hampir sampai pada tingkat Pertunangan. Dan itu artinya rasa percaya dan saling memahami memang harus benar-benar dilakukannya. Oh Ya Tuhan.. Ia tak menyangka jika hubungannya sudah sampai tahap itu.

Sejenak Ia melupakan masalah yang baru saja dialaminya saat tenggorakannya terasa kering. Menegakkan tubuh, ia mulai mencondongkan tubuhnya untuk mengambil sebotol air putih yang diambilnya tadi diatas meja. Dan bodohnya Ryeowook, ia lupa kalau gadis itu sejak tadi bersandar dibahunya hingga pada akhirnya ia tersantuk kepinggir dan memekik keras.

“Yaa.. Ryeowook-ssi! Neo Jinja!!” Pekik gadis itu hingga membuat Ryeowook menggelak tawa. Ryeowook menolehkan kepalanya kesamping, melihat gadis itu yang tengah menegakkan kepalanya sembari bersumpah serapah ria. Rasa haus ditenggorokkan nya mendadak saja hilang saat melihat ekspresi marah gadis yang sedikit menggemaskan.

“Suruh siapa bersandar dibahuku..” Ucapnya dengan kekehan ringan diakhir kalimatnya. Yeonmi mendengus, merebut paksa sebotol minuman yang digenggam Ryeowook dan meneguknya rakus. Tak bisa dipungkiri kalau sejak tadi bermain ponsel membuatnya haus.

Ryeowook menyeringai saat gadis itu dengan lengah meletakkan ponselnya diatas paha kanannya. Dengan gerakan cepat ia berhasil mendapatkan ponsel itu dan digenggamnya. Ekor mata Yeonmi yang memperhatikan gerak-gerik Ryeowook, membuat kedua bola mata itu membulat dan ia hampir saja tersedak.

“Yaa! Yaa! Ya!” Yeonmi memekik saat melihat Ryeowook menjauh darinya dan mengotak atik ponselnya. Ia meringis pelan lalu mengikuti Ryeowook dari belakang, melihat ponselnya takut-takut pria itu melihat sesuatu.

Yeonmi mendadak saja memeluk punggung Ryeowook saat matanya menangkap tangan pria itu yang hampir saja membuka riwayat pesan singkat yang baru saja dikirimnya bersama seorang pria yang bernama Jung Jae Min itu. Ryeowook mengernyit melihat sebuah tangan melingkar dipinggangnya.

“Jangan buka pesan itu, Jebal!” Ucapnya dengan lirih dan Ryeowook semakin curiga.

Wae?”

“Karena kau tak boleh melihatnya.”

Wae?”

Tsk.. Jangan banyak bicara dan cepat kembalikan ponselku..”

Ryeowook menghela nafasnya, dan kemudian menegakkan tubuhnya setelah sebelumnya melepaskan tangan Yeonmi yang melingkar diperutnya. Menatap tajam gadis itu, hingga membuat Yeonmi bergidik ngeri. Apa Ryeowook benar-benar marah padanya?

“Mari kita membuat perjanjian.  Aku memberikan ponsel ini padamu lalu aku menciummu, atau aku menahan ponsel ini lalu kau bebas.”

Sial!

Pilihan Ryeowook tak ada yang menguntungkan sama sekali. Yeonmi terdiam ditempatnya sembari menatap sebal Ryeowook. Ia tidak mungkin memilih pilihan pertama karena pria itu bisa saja berubah mesum tiba-tiba jika saja ia memilih hal yang bertama. Oh Tuhan.. Apa yang harus dilakukannya?

***

Ryeowook termangu, lebih tepatnya tercengang saat ia melihat pesan singkat yang baru saja dilakukan gadis itu. Pikiran-pikiran buruk tentang apa yang dilakukan oleh gadisnya dengan pria yang bernama Jae Min itu hilang entah kemana, saat ia membaca pesan itu. Ia salah besar.. Yeonmi memang tidak ada hubungan sama sekali dan.. yang membuatnya terkejut adalah isi pesan yang gadis itu kirimkan.

Ryeowook mengalihkan pandangannya untuk menatap Yeonmi yang sedang duduk bersebrangan dengan nya dengan kedua kaki yang ditekuk lalu dipeluknya dan kemudian menenggalamkan kepalanya disana. Seulas senyum menghiasi bibirnya saat samar-samar indra pendengarannya mendengar sumpah serapah yang gadis itu ucapkan untuk dirinya.

Beberapa saat yang lalu Yeonmi menyerah setelah berfikir keras untuk memilih salah satu pilihannya. Dan seperti inilah akhirnya, gadis itu mengalah dengan memberikan ponselnya padanya untuk diperiksa. Namun setelah membaca apa isi pesan itu Ryeowook menjadi tidak tega, ia merasa bersalah.. Usaha gadis itu untuk memberi kejutan untuknya sirna begitu saja.

Ya.. Karena tepat di pesta pertunangannya nanti akan ada sesuatu yang gadis itu berikan untuknya. Sebuah kejutan kecil yang sangat berkesan bagi Ryeowook, mungkin akan lebih berkesan saat ia mengetahuinya nanti. Sebenarnya Ryeowook tak ingin terlalu Over protective pada gadisnya, kecuali hal-hal tertentu. Dan kejadian seperti ini pun sebenarnya ia tidak terlalu memperdulikannya. Namun tiba-tiba rasa takut menyergapnya hingga kemudian ia melakukan hal itu. Takut jika gadis itu pergi sebelum hari pertunangannya tiba.

Kekanakan memang, tapi itu yang dirasakannya.

Ia lantas beranjak dan menghampiri gadis itu. Duduk disampingnya yang sedetik kemudian sudah merengkuh tubuh gadis itu untuk dibawanya kedalam pelukannya.

Nappeun..” Yeonmi berucap pelan dengan nada menggemaskan, Ryeowook tersenyum namun tak mengatakan apapun. Ia memilih diam mendengarkan kalimat apa yang akan gadis itu ucapkan.

Yaah.. sedangkan Yeonmi sendiri mati-matian menahan malu, ia tidak tahu bagaimana wajahnya sekarang. Pria itu sudah mengetahui semua tentang rahasianya yang akan memberi kejutan kecil pada Ryeowook nanti. Bagaimana bisa ini selalu terjadi padanya setiap kali ia ingin memberikan kejutan untuk pria itu? Ia ceroboh atau Ryeowook yang memang pandai membacanya. Entahlah.. Tapi kejadian ini mengingatkan pada ulang tahun Ryeowook tahun ini. Hari itu ia juga gagal memberikan kejutan pada pria itu. Yeah.. Mungkin ini memang nasibnya. Yeonmi yang malang..

“Seharusnya kau tak perlu repot-repot menyiapkan kejutan untukku kalau seperti ini..” Ryeowook terkekeh pelan diakhir kalimatnya. Yeonmi mencibir. “Ya.. Seharusnya begitu..”

“Tapi.. Kenapa kau sangat ingin tahu sekali dengan ponselku?” Imbuhnya dan melepaskan pelukan pria itu untuk dapat melihat wajah pria itu meminta penjelasan..

“Itu karena kau sedang saling bertukar pesan dengan pria lain..”

“Dia sepupuku bodoh!”

Ryeowook menggedikkan bahunya tidak peduli, “Siapa peduli? Dimataku ia hanya seorang pria lain yang mungkin bisa saja mengambilmu sewaktu-waktu..” Ucapnya, mencoba mengabaikan tatapan gadis itu yang menatapnya tajam.

“Aku membencimu..”

“Aku mencintaimu..” Ucap Ryeowook sembari mengeratkan pelukannya pada gadis itu. Menatap gadis itu lembut dan kemudian mengecup bibirnya sekilas, tentu saja perlakuan itu membuat gadis nya memerah. “Mulai sekarang, jangan memberiku kejutan jika kau meminta saran pada seorang pria.. Pada siapapun, termasuk sepupumu atau mungkin Hyungku, dan juga Kyuhyun.. Aku memang menghargai usahamu, tapi aku tak menyukai caramu..” Ucap Ryeowook, Suaranya merendah diakhir kalimat dan tentu itu membuat Yeonmi sedikit bergidik. Ia tahu seberapa khawatir pria itu padanya.. Dan ia menyukainya. Sangat dan sangat menyukai cara pria itu..

Tangan Yeonmi terangkat membingkai wajah pria itu dan menatapnya lekat, “Arraso Tuan Kim! Lagi pula.. Sesering apapun aku melakukannya, bukankah kau selalu berhasil mengetahuinya dan menggagalkan rencana itu? Dan selama itu juga, Apa aku pernah bisa benar-benar pergi darimu? Aku sudah terjebak dan tak ingin keluar dari jebakan itu, Aku milikmu.. Jadi jangan pernah menghkawatirkan ku yang akan pergi kapan saja. Eoh?”

Ryeowook tersenyum, dan sedetik kemudian ia lantas mendekatkan wajahnya pada gadis itu dan mengecupnya lembut. Perlakuan itu sedikit membuat Yeonmi terkejut, namun setelahnya ia hanya akan memejamkan matanya dan menikmati sentuhan lembut dibibirnya.

Satu-satunya kejutan yang paling mengesankan untukku, adalah menyadari bahwa kau bersedia hidup denganku selamanya. Saranghae Yeonmi-ya

-CUT-

Ini drabble atau apa?? Panjang banget?? 😀

Haaiiii semuaa.. Udah lama banget nggak nulis Drabble Saturday Night.. Apa ada yang nunggu drabble ini? Yang nggak, juga nggak apa apa.. Aku seneng kalian udah berkunjung 🙂 Ini hanya ff pelarian aja.. Silahkan berikan komentarnya and Sorry for typos.. apa lagi gejenya -_-

Advertisements

2 thoughts on “[Drabble] Saturday Night || RyeonMi Ver.

  1. wookpil

    Kyaaa aku baru baca skrg .
    Kangen banget sama drabble satnight nya mereka.
    Aiigo ryeong, sejak kapan jadi overprotektif gitu -_- kkk mngkn efek mau tunangan *plakk* XD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s