[RyeonMi Couple] Let’s Live Together

Author : Shinji Haruri || Pairing : RyeonMi Couple || Main cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi || Genre : Romance, Marriage Life || Rate : PG 15

And Somedays, when you’re beside me, Will You correct all my mistakes?
With all the knowledge about me, and With..
All Your Love..

 

Pagi ini tampaknya salju turun sedikit lebih lebat dari biasanya, angin yang berhembus diluar sana rupanya mampu membuat ia menggigil kedinginan. Padahal setahunya ia sudah menyalakan penghangat ruangan sedikit diatas normal dari biasanya. Tapi kenapa masih terasa sangat dingin?

Yeonmi bangkit dari tempatnya duduk, melangkahkan kakinya menuju pintu geser yang akan membawanya pada balkon apartemennya. Ia menggeser pintunya sedikit dan tepat saat itu angin berhembus menerpa wajahnya dan seketika membuatnya lebih kedinginan. Ia mengurungkan niatnya untuk membuka pintu geser dan melihat-lihat pemandangan. Dan lebih memilih untuk melihat pemandangan dari dalam tempatnya berdiri.

Ia melipat kedua tangannya berposisi seperti memeluk dirinya sendiri. Menatap langit Seoul yang memang sedikit lebih cerah namun angin yang berhembus begitu dingin hingga dapat menembus tulangnya. Beruntung hari ini ia tidak memiliki jadwal apapun yang membuatnya keluar Rumah. Jadi ia bisa bermanja-manja dengan kasurnya seharian penuh. Yeayy

Drrt.. drrt

Ia menolehkan kepalanya kearah meja tempat dimana ponselnya diletakkan. Sebuah pesan masuk, ia menghela nafasnya sebelum mengayunkan kakinya untuk mengambil ponselnya agar ia bisa melihat pesan yang baru saja masuk. Seketika bibirnya terangkat menggulum senyum melihat isi pesan yang baru saja diterimanya. Akhirnya setelah dua hari ini pria itu mengiriminya sebuah pesan.

Chagi-ah.. Selamat atas perayaan wisudamu.. Mian.. Aku baru memberi ucapan selamat padamu hari ini.. Jadwalku memadat dan aku baru bisa menyentuh ponsel sekarang. Kau sudah makan?

Ia terkekeh membacanya. Ia mengerti beberapa hari ini pria itu memang sedang sibuk dengan Jadwalnya. Musikal barunya, juga konser Tour KRY yang dilaksanakan dibeberapa Negara di Asia, ia juga menjadi khawatir dengan keadaan pria itu yang terkadang melupakan kesehatannya sendiri. Bagaimana jika pria itu sakit? Oh.. Ia jadi merindukan pria itu..

Hmm.. Gomawo Ryeowook-ah.. Aku sudah makan jadi jangan khawatir ^^

Ia tersenyum setelah mengetik balasan yang ia kirim. Dia kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju sofa dan duduk disana sembari menunggu balasan yang akan diterimanya. Tak lama setelah itu ponselnya kembali bergetar. Kali ini bukan sebuah pesan singkat melainkan sebuah panggilan. Yeonmi tersenyum dan kemudian mengangkatnya.

“Yeobseyo?”

Hey! Ada apa dengan suaramu? Apa kau sakit?’

Yeonmi tersenyum mendengar nada khawatir dari sebrang sana. Akibat cuaca yang begitu dingin rupanya dapat membuatnya terserang flu ringan. Ia hanya bersin-bersin dan pusing sedikit, tak menyangka jika rupanya suaranya juga ikut berubah. “Aniya.. Hanya flu..” Jawabnya.

Sudah kubilang kau harus menjaga kesehatanmu.. Cuaca semakin dingin sekarang, Kau membuatku khawatir Yeonnie-ya

“Aku baik-baik saja.. Kau saja yang terlalu berlebihan, lagi pula ini flu biasa yang tak memiliki efek besar..”  Jawabnya, tangannya terangkat memainkan sebuah boneka jerapah yang Ryeowook berikan padanya.

Aku merindukanmu..

Yeonmi kembali tersenyum mendengarnya, “Nado.. Kau sibuk?” Tanyanya.

Hn.. Sebentarlagi aku akan berangkat ke Shanghai untuk tour kami..’ Jawabnya dan diakhiri dengan helaan nafas lelah. Yeonmi mengangguk, pria itu pasti sangat lelah sekarang. Tapi kenapa semangatnya tak pernah hilang? Sekalipun jadwalnya padat melebihi para pembisnis diluar sana tapi ia tak pernah menunjukkan sekalipun rasa lelahnya. Dan itu sukses membuat Yeonmi sedikit merasa khawatir.

“Jangan terlalu lelah, jangan sampai melupakan kesehatanmu.. Aku tak ingin kau sakit..” Nasehatnya dan setelahnya ia mendengar kekehan dari seberang sana.

Kau terdengar seperti Eomma, Yeonnie’ Jawabnya yang terdengar entah seperti ejekan atau pujian. Ia mencibikkan bibirnya “Kau tertawa?” Cibirnya dan semakin membuat Ryeowook tertawa.

Eo.. Yeonnie-ya, sepertinya aku harus segera pergi.. Nanti kutelepon lagi heum?’ Pamitnya dan Yeonmi hanya bisa menganggukkan kepalanya. Yah.. memang harus seperti ini..

“Hmm.. Ryeowookie hwaiting” Ucapnya memberi semangat dan membuat Ryeowook terkekeh, ‘Hmm.. Gomawo.. Anyeong..’ Ucapnya dan kali ini sambungan benar-benar terputus. Yeonmi menghela nafasnya dan kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan kemudian memejamkan matanya. Namun baru beberapa detik ia merilexkan tubuhny seseorang sudah menekan bell dirumahnya dan terpaksa membuatnya harus kembali terbangun. Ia berdecak dan kemudian baranjak dari tempat nya duduk untuk membukakan pintu..

Nugu

Eomma?” Pekiknya begitu ia telah membukakan pintu. Eommanya sudah berdiri dihadapannya bersama sepupu berisiknya. Kenapa mereka bisa berada disini?

“Eonnie!” Pekik Tae Rin dan seketika membuat telinganya berdenyut.

Eomma! Apa yang membuat Eomma  kemari huh?” Tanyanya begitu sang Eomma sudah memasuki apartemennya dan kini bahkan sudah duduk tepat di sofa yang baru saja didudukinya.

Eomma akan mengurusmu sampai hari pernikahanmu tiba..” Ujar Eommanya, Yeonmi mengernyit. Apa katanya, Mengurus sampai hari pernikahan tiba? Ia kan menikah masih sangat lama sekali?

“Hmm.. Eonnie Chukhahae..” Tae Rin berucap memberi ucapan selamat yang memang tak dimengertinya sama sekali, kenapa mereka berdua bertingkah aneh? Apa hubungannya dengan pernikahan? Apa ia akan menikah? Dengan siapa? Aish.. Tentu saja ia hanya ingin menikah Dengan Ryeowook.

Yeonmi masih terdiam ditempatnya kebingungan. Mengabaikan Tae Rin dan Eomma nya yang sedang sibuk mengurusi barang bawaannya dan juga mengomentari keadaan apartemennya. Ia kemudian berniat untuk menghubungi Ryeowook untuk bertanya tentang kejadian ini, karena mungkin saja Ryeowook mengetahuinya. Tapi diurungkannya begitu ia mengingat Ryeowook sedang sangat sibuk sekali, ia tidak mungkin kan mengacaukan perkerjaan pria nya?

***

Yeonmi semakin dibuat tak mengerti saat Eommanya membawanya kesalon kecantikan. Dan lagi, perkataan sang pengurus salon membuatnya sakit kepala. Ia terus saja mengucapkan hal-hal berbau pernikahaan yang sama sekali tak dimengertinya. Tapi lagi-lagi ia tak sempat bertanya untuk menanyakan semua keganjalan yang menumpuk dikepalanya. Semua orang seolah tak memberi kesempatan untuk bertanya atau hanya sekedar mengeluarkan pendapat, baik Eommanya dan juga Tae Rin masih sibuk dengan urusannya masing-masing. Ya Tuhan.. Ini membuat kepalanya berdenyut sakit.

Yeonmi menghela nafasnya mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wanita cantik yang sedang mengurus tubuhnya. Ia sekarang berada diruangan Spa, dan tiba-tiba saja ia disuruh tengkurap setelah ia melepaskan beberapa pakaiannya dan setelah itu wanita cantik dan juga ramah memijat punggungnya. Jujur saja, semua perwatan yang dilakukannya memang membuatnya sangat nyaman dan rileks. Tapi ia juga tak bisa diam seperti ini terus kan? Ia harus tahu apa maksud dan tujuan kedua wanita itu memperlakukan dirinya seperti ini.

“Kau sangat cantik Agassi, Calon suamimu beruntung bisa mendapatkanmu..” Ucap wanita cantik yang sedang memijat punggungnya. Ia mengernyit. Siapa yang sedang gadis itu bicarakan?

Mian.. Tapi memangnya siapa yang akan menikah?” Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya yang polos. Wanita itu tertawa pelan da kemudian menggeleng.

“Tentu saja anda Agassi.. Kau adalah tamu special hari ini..” Ucapnya dan semakin membuatnya tak mengerti.

“Aku? Memangnya aku akan menikah dengan siapa?” Pertanyaan itu kembali keluar dengan bebasnya dari mulut Yeonmi dan kembali membuat wanita cantik itu terkekeh pelan.

Agassi ini lucu sekali,” Ucapnya yang diakhiri dengan kekehan ringan. Yeonmi kembali mengernyit dan kembali larut dalam pikirannya. Mengabaikan perkataan-perkataan yang keluar dari mulut wanita yang sedang mengurus tubuhnya. Ia memilih diam dan akan bertanya nanti jika semuanya sudah tenang, toh lagi pula perawatan ini begitu sangat nyaman, jadi tidak ada salahnya kan ia menikmatinya untuk sekarang?

Akhirnya setelah beberapa saat Yeonmi berada diruangan itu ia akhirnya bisa keluar. Yeonmi sudah menggunakan pakaian lengkap dan kini sedang berjalan kearah Eommanya dan juga Tae Rin yang sedang duduk diruang tunggu. Ia kemudian duduk disamping Eommanya. Wanita paruh baya itu kemudian menoleh dan mendapati putrinya yang sudah selesai dengan perawatannya.

“Kau sudah selesai?” tanyanya. Yeonmi hanya mengangguk menanggapi. Wanita paruh baya itu kemudian berdiri dan mengajaknya untuk pulang. Katanya ia harus segera beristirahat agar besok tak terlihat sangat lelah. Dan lagi-lagi yeonmi hanya menurut karena menurutnya akan percuma jika ia bertanya sekarang.

***

Kini Yeonmi sudah berada dikamarnya, sejak tadi ia tak kunjung memejamkan matanya. Ia kemudian mengecek ponselnya siapa tahu ada pesan masuk dari pria itu tentang apa yang sedang terjadi sekarang. Namun sudah hampir tengah malam pria itu tak menghubunginya. Ia juga mungkin sekarang sedang berada di Sukira sedang melakukan siaran radio, dan sudah dapat dipastikan pria itu pasti akan sibuk sekarang ini.

Baru saja ia sedang menikmati acara melamunnya seseorang membuka pintu kamarnya. Eommanya tersenyum begitu melihatnya yang masih membuka mata. Wanita paruh baya yang sangat dihormatinya itu kemudian berjalan mendekatinya dan duduk tepat ditepi ranjang. Tersenyum kepadanya seolah memberinya sebuah kekuatan. Dan lagi-lagi Yeonmi dibuat tak mengerti dengan sikap Eommanya sekarang.

“Kenapa kau belum tidur?” Tanyanya. Yeonmi kemudian tersenyum sembari memainkan selimutnya.

Eomma.. Sebenarnya, kenapa Eomma melakukan ini semua padaku? Memang siapa yang akan menikah?” Tanyanya dan kemudian membuat Eomma Yeonmi terkekeh pelan. Wanita paruh baya itu kemudian menarik selimut Yeonmi hingga atas agar putri tunggal kesayangannya itu menjadi lebih hangat.

“Kau..” Jawabnya singkat dan kini membuat Yeonmi terkejut.

“Kau ingat saat Eomma menyuruhmu mencari gaun pengantin bersama Ryeowook? Atau saat dengan tiba-tiba Eomma menyuruh kalian memilih kartu undangan. Dan juga beberapa dekorasi yang Eomma tawarkan pada kalian secara mendadak? Kau ingat itu?” Tanya Eommanya dan kemudian dijawab anggukan kepala Oleh Yeonmi. Ya.. Ia memang mengingat itu semua.

“Apa kau tak menyangka jika hari pernikahanmu adalah besok?” Mata cantik Yeonmi membulat. Ia.. Akan menikah besok?

Eomma.. Kenapa terlalu cepat? Aku dan Ryeowook-

Eomma dan Appa serta kedua orang tua Ryeowook sudah merencanakan ini semua sayang.. Kau tenang saja..” Jelas Eommanya sembari mengusap ujung kepala Yeonmi dengan lembut.

Eomma.. Tapi bagaimana dengan perkerjaan Ryeowook? Bagaimana jika karir yang sudah ia bangun dengan susah payah hancur karena pernikahan yang mendadak seperti ini. Aku dan Ryeowook juga tak masalah jika pernikahan tidak dilaksanakan dengan cepat. Lagi pula aku kan masih terlalu muda untuk menikah, masih banyak yang ingin kulakukan sebelum menikah.. Apa ini tak terlalu cepat Eomma?”

Ibu Yeonmi terkekeh dengan penuturan putri semata wayangnya. “Kami sudah memikirkan itu semua sayang. Tentang bagaimana karir Ryeowook dan sebab akibat yang akan diterima karena pernikahan ini. Kami juga sudah berbicara pada agency tanpa sepengetahuan Ryeowook dan pihak agency memang menyetujuinya. Kami juga melaksanakan pernikahan dengan sederhana dan tersembunyi, bukahkah itu memang maumu? Jadi jangan khawatir, kau jangan terus memikirkan orang lain. Pikirkan kebahagiaan dirimu juga sayang..” Ucap Eommanya dan kemudian membuat Yeonmi tersenyum kemudian.

“Apa Ryeowook sudah tahu ini semua?”

“Eommanya pasti akan memberi tahunya. Cha~ Sekarang sudah waktunya tuan putri untuk beristirahat. Apa kau mau dihari istimewamu, kantung matamu membesar dan menghitam karena kurang tidur?” Tanyanya dan Yeonmi kemudian menggeleng pelan. “Kalau begitu tidurlah.. jangan memikirkan sesuatu lagi heum?” Sambungnya dan kemudian Yeonmi mengangguk sembari terkekeh pelan.  Ia kemudian merapatkan selimutnya dan kemudian memejamkan matanya. Dilihat dari ekor matanya, Eommanya kemudian keluar dan menutup pintu dengan sangat pelan.

Yeonmi tak langsung tertidur saat itu. Ia kembali menelentangkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya Dengan cahaya remang-remang. Entah ia harus bahagia atau tidak, letupan-letupan aneh didadanya membuatnya sedikit bingung. Apa ini hanya mimpi? Atau sekedar imajinasi? Oh tuhan.. jika ini mimpi maka cepat bangunkan dia sekarang juga.. Ia akan menikah besok. Besok! Aigoo.. Kenapa ia jadi seperti ini.. Apa pilihannya sudah tepat? Apa langkahnya sudah benar? Begitu banyak pertanyaan yang terngiang dikepalanya, ia menghela nafasnya menutup wajahnya dengan selimut tebal yang dipakainya. Hey! Hanya tinggal beberapa jam lagi ia akan mengganti statusnya!

[Let’s Live Together]

Yeonmi berulang kali menarik nafasnya kemudian menghembuskannya secara perlahan dan kembali melakukannya hingga beberapa kali. Perias baru saja keluar dari tempatnya berada sekarang. Ia menatap dirinya sendiri dengan datar dicermin. Gaun cantik sebatas dada yang jelas memperlihatkan leher dan bahu indahnya. Gaunnya panjang hingga bahkan menutupi mata kakinya walau ia sudah menggunakan sepatu high heels. Rambutnya yang diikat sebagian dan sebagian lainnya digerai bebas dengan beberapa hiasan rambut yang menarik membuat tampilannya semakin lebih terlihat berbeda. Ia lantas tersenyum geli melihat dirinya sendiri. hari ini ia tampak berbeda dari biasanya, cantik.. ia bahkan memuji dirinya sendiri.

Yeonmi menolehkan kepalanya kearah pintu masuk begitu ia mendengar seseorang membukanya. Bibirnya reflex menghasilkan sebuah senyuman saat melihat Appa nya sudah berjalan dengan gagahnya menghampirinya.

“Appa! Kau terlihat tampan” Pujinya yang mengundang kekehan pelan dari sang Appa. Pria paruh baya itu kemudian tersenyum dan melihat Putri gadis nya dari atas sampai bawah. “Putri Appa juga sangat cantik..” Ucapnya balas memuji dan kali ini Yeonmi yang terkekeh. Ia kemudian berjalan mendekat menuju Appanya saat melihat tangan sang Appa yang menengadah menyuruhnya untuk meraih tangan itu.

“Apa kau gugup?” tanyanya. Yeonmi mengangguk, ia sangat gugup sekali hari ini..

“Sedikit..” Jawabnya. Ayahnya kemudian menghela nafasnya, mengusap pipi putrid semata wayangnya dengan sangat lembut sembari tersenyum manis. “Kau sudah dewasa sekarang.. Hiduplah berbahagia.. Appa menyayangimu..” Ucapnya dan kemudian membuat Yeonmi mengerutkan bibirnya lucu.

“Appa mengatakan itu seperti benar-benar akan berpisah..”

Appanya kemudian terkekeh dan kemudian mengajak putrinya berjalan. “Kajja.. Calon suamimu pasti sudah menunggumu..” Ajaknya dan Yeonmi hanya bisa menganggukan kepalanya sembari tersenyum senang. Hanya tinggal menghitung menit statusnya akan benar-benar berubah sekarang. Ia meremas jas Appanya dengan kuat yang kemudian sang Ayah mengusap tangannya untuk menenangkannya. Pria paruh baya itu juga tersenyum, sebuah senyuman yang selalu Yeonmi yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja.

[Let’s Live Together]

Ryeowook mengangkat kepalanya begitu pintu gereja terbuka lebar, Diujung jalan sana terdapat seorang gadis cantik pencuri hatinya selama ini. Ia tersenyum, seolah dengan senyumannya adalah sebuah suruhan untuk gadis itu agar ikut tersenyum. Jantungnya mendadak saja berdebar hebat selama gadisnya melangkahkan kakinya menuju altar.

Cantik, Ryeowook terus bergumam dalam hati. Gadisnya memang akan selalu cantik, semua orang pasti akan setuju dengan apa yang baru saja dikatakannya. Pesonanya tak pernah bisa Ryeowook tolak selama ini. gadis itu selalu tahu cara memikat hatinya.

Langkahnya terhenti begitu keduanya sampai tepat didepan Ryeowook. Ayah Yeonmi tersenyum padanya dan kemudian mengulurkan tangan Yeonmi untuk diterimanya. “Jaga dia baik-baik Ryeowook-ssi”  Ryeowook tersenyum dan kemudian mengambil alih Yeonmi lalu membungkuk hormat pada Ayah Yeonmi “Aku berjanji..” gumamnya dan kemudian mereka berdua membalikkan tubuhnya menghadap pendeta.

Yeoppeo..” bisiknya tepat ditelinga Yeonmi. Gadis cantik itu kemudian menolehkan kepalanya menatap Ryeowook sebentar yang sedang tersenyum menghadap pendeta. Ia kemudian ikut menyunggingkan senyumnya melihat Ryeowook yang memang sangat tampan hari ini. dan jangan lupakan rona merah di pipinya akibat pujian Ryeowook barusan.

“Ekhm.. Bisa kita mulai?” Tanya sang pendeta. Keduanya tersenyum dan kemudian mengiyakan.

“Kim Ryeowook, Apakah kau bersedia menerima Shin Yeonmi sebagai istrimu? Bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat? Baik kaya maupun miskin? Ketika susah ataupun senang? Mencintainya selamanya dengan tulus sampai ajal memisahkan kalian?” Ucap sang pendeta bertanya kepada Ryeowook.

“Aku Kim Ryeowook bersedia menerima Shin Yeonmi sebagai istri ku, bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat, baik kaya maupun miskin, ketika susah ataupun senang, mencintainya selamanya dengan tulus sampai ajal memisahkan kami.” Jawab Ryeowook lancar. Kali ini sang pendeta melirik Yeonmi yang mau tidak mau membuat gadis itu gugup.

“Dan kau Shin Yeonmi? Apa kau bersedia menerima Kim Ryeowook sebagai suamimu? Bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat? Baik kaya maupun miskin? Ketika susah ataupun senang? Mencintainya selamanya dengan tulus? Mengikuti semua perintah dan nasehatnya sebagai kepala keluarga sampai ajal memisahkan kalian?”

“Aku bersedia menerima Kim Ryeowook sebagai suamiku, bersamanya dalam keadaan sehat maupun sakit, baik kaya maupun miskin, ketika susah maupun senang, mencintainya selamanya dengan tulus, menuruti dan mematuhi semua perintahnya sampai ajal memisahkan kami.” Yeonmi menghembuskan nafasnya lega begitu selesai mengucapkannya. Ia kemudian melirik Ryeowook yang sedang tersenyum manis padanya. Dan sesaat kemudian pria itu menghadapnya, masih dengan senyuman ia kemudian mendekatkan wajahnya pada Yeonmi dan detik berikutnya ia dapat merasakan benda kenyal dan basah menyapu permukaan bibirnya dengan lembut. Ia memejamkan matanya, tersenyum senang karena yang menciumnya sekarang adalah suaminya.

Tautan keduanya terlepas, Suara riuh tepuk tangan terdengar begitu jelas menyambut mereka. Ryeowook tersenyum mengusap pipi gadisnya dengan lembut “Saranghae..” Bisiknya yang dijawab dengan anggukan mantap Yeonmi, “Nado” Jawabnya malu-malu.

***

Selama hampir lima tahun lamanya Yeonmi menjalin sebuah hubungan dengan Ryeowook, berusaha memahami satu sama lain, saling mengasihi dan saling mencintai setelah lima tahun lalu memutuskan untuk hidup bersama dengan terikatnya sebuah hubungan. Satu hal yang hingga saat ini tak pernah bisa dipercayainya adalah ketika ia akan hidup selamanya dengan sebuah cinta yang terikat pada sebuah pernikahan. Hal manis yang menggelikan itu tak pernah sama sekali terlintas dipikirannya selama ini. Hingga hari itu tiba. Hari dimana hubungannya memang tak bisa dianggap main-main lagi, saat untuk entah yang keberapa kali pria itu mengajaknya hidup bersama diatap yang sama sekali lagi dan dengan mudahnya ia langsung menyetujuinya. Dan ia tak menyangka bahwa hari ini akan berlangsung lebih cepat dari apa yang ia pikirkan.

Yeonmi menatap langit Seoul dari balkon dirumah barunya. Rumahnya dengan rumah pria itu. Tersenyum senang karena melihat bintang bertaburan dilangit yang luas ini, angin malam berhembus, memainkan anak rambutnya dan sedikit membuatnya menggigil, tentu saja karena sekarang adalah musim dingin. Tapi ia merasa senang berada ditempat ini dimalam pertama mereka setelah janji suci itu diucapkan.

Yeonmi berjengit kaget saat tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang dengan selimut yang membungkus keduanya. Aroma sabun yang segar menyapa indra penciumannya begitu lelaki dibelakangnya memeluknya possessive. “Kenapa berada disini malam-malam heum?” Tanya pria itu yang dijawab dengan kekehan ringan oleh Yeonmi.

“Hanya mencari udara segar.” Jawabnya. Ryeowook mengangguk dan kemudian kembali mengeratkan pelukannya. Ia tak menjawab apapun dan hanya mengikuti apa yang sedang gadisnya lakukan.

“Aku tak menyangka hari ini akan benar-benar datang..”

Ryeowook mengernyitkan matanya dan menatap gadis itu heran, menunggu gadis itu melanjutkan ucapnya. “Setelah kemarin aku dibuat bingung setengah mati karena Eomma yang membawaku ketempat kecantikan, berkata yang membingungkan tentang pernikahan. Aku tidak menyangka karena kemarin itu adalah persiapan untukku yang akan menikah hari ini..” Ujarnya dan Ryeowook terkekeh mendengarnya.

“Kau menyesal?” Tiba-tiba saja pertanyaan itu keluar dari bibir tipis Ryeowook. Entahlah, ia hanya ingin menanyakannya apa mungkin gadisnya ini akan menyesal setelah mereka menikah seperti sekarang. Yeonmi tampak sedikit terkejut namun kemudian ia tersenyum.

“Kenapa aku harus menyesal? Aku bahagia bisa hidup bersamamu..” Jawabnya dan membuat Ryeowook tersenyum kemudian. “Kalau kau sendiri? Apa kau menyesal?” Tanya Yeonmi kemudian. Ryeowook tersenyum dan setelah itu Yeonmi dapat merasakan bahwa pria itu menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak akan pernah menyesal, jadi kuharap kau juga tidak menyesalinya.. tentang pernikahan ini yang terjadi begitu cepat, Aku juga tak menyangka Kedua orang tua kita merencanakannya lebih cepat dari apa yang aku pikirkan.” Ujarnya dengan kekehan ringan diakhir kalimatnya. Ia benar-benar merasa kaget sekaligus senang bahwa hari pernikahan nya adalah hari ini. Ia merasa kaget karena tidak benar-benar mengetahui kapan ia akan menikah. Ryeowook bukannya lepas tanggung jawab dengan pernikahannya hingga membuat kedua orang tuanya yang sibuk mempersiapkannya. Sejak pertunangan nya dengan gadis itu minggu lalu, Ryeowook menawarkan diri untuk mengatur semua pernikahan nya sendiri bersama Yeonmi. Tapi siapa sangka jika orang tuanya melarangnya keras. Alasanya simple, hanya karena Ryeowook dan Yeonmi sedang sama-sama sibuk sekarang. Mereka hanya disuruh untuk membeli gaun pengantin dengan tuxedo nya dan juga mereka sempat ditanyai desain kartu undangannya serta dekorasi tempat pernikahannya. Ryeowook pikir pernikahannya tak akan secepat ini terjadi. Ia tersenyum mengingat itu semua.

“Lalu, Apa kau berencana akan memberitahu fans mu?” Pertanyaan yang Yeonmi keluarkan membuat Ryeowook terdiam beberapa saat.

“Mereka harus mengetahuinya. Lagi pula agency sudah mengkonfirmasinya, jadi aku akan memberitahu mereka nanti. Entah mungkin aku akan membuat conferensi pers atau mungkin akan membicarakannya langsung dengan mereka saat konser. Yang pasti mereka akan mengetahuinya nanti.” Ucapnya dengan pasti. Yeonmi mengangguk menanggapinya dan kemudian menyandarkan tubuhnya didada bidang Ryeowook. Rasanya sedikit aneh saat menyadari bahwa malam ini Ryeowook bersamanya. Ia tersenyum geli, ini memang bukan pertama kalinya Ryeowook bersamanya saat malam-malam tapi mengingat dia adalah suaminya entah mengapa membuat perutnya seperti sedang diserbu ribuan kupu-kupu.

***

Sinar mentari bersinar cerah pagi ini, menghangatkan banyak makhluk hidup yang selama beberapa hari ini merasa kedinginan karena salju. Burung-burung berkicau lebih merdu membangunkan setiap manusia yang masih berlalu dialam mimpi.

Yeonmi menggeliat pelan saat sinar mentari yang menerobos kecelah gordennya membuatnya sedikit terganggu, ia mengerjapkan matanya perlahan menyesuaikan dengan cahaya yang memasuki retina matanya. Begitu matanya terbuka dengan sempurna, ia dibuat terkejut dengan adanya Ryeowook yang berada disampingnya dengan menatapnya lekat-lekat dan juga lengkungan bibir yang terbentuk indah. Yeonmi mengerjap, kaget dengan adanya Ryeowook disini.

“Apa yang kau lakukan?”

“Mengamati istriku tentu saja..” Jawabnya yang seketika membuat wajah Yeonmi memanas.

Mwoya!” Ucapnya dan kemudian segera bangkit dari tempat tidurnya. Tentu saja dengan senyum malu-malu karena Ryeowook mengatakan hal itu. Istrinya? Aigoo apa harus ia mengatakan seperti itu? Bodoh tentu saja karena mereka sudah menikah.

“Yaa! Apa ku tidak akan mendapatkan jatah Morning Kiss ku?”  Tanya Ryeowook yang kini sudah berjalan dibelakangnya, mengikutinya.

Yeonmi menghentikan langkahnya yang tentu Ryeowook juga ikut menghentikan langkahnya. Ia kemudian berbalik menatap Ryeowook horror namun reaksi pria itu sama sekali tak menunjukkan apa apa. Ryeowook masih tampak tenang.

Wae? Aku berhak memintanya kan?” Tanya Ryeowook lagi dan kemudian mendekatkan tubuhnya kearah gadis itu. Yeonmi mengerjapkan matanya begitu Ryeowook berhasil meraih pinggangnya dan membawa tubuhnya mendekat. Dan tau-tau wajahnya sudah berada tepat dihadapannya seperti akan menciumnya. Dengan cepat Yeonmi menghalangi bibirnya dengan telapak tangannya, membuat Ryeowook melayangkan tatapan horornya, Gadis itu tersenyum dan kemudian memundurkan tubuhnya. “Aku tak akan memberikannya sekarang..” Ucapnya yang membuat Ryeowook mengernyitkan matanya.

Wae?”  Tanya Ryeowook dan Yeonmi menjawabnya dengan gelengan pelan.  Gadis itu kemudian mendorong tubuh Ryeowook menuju kamar mandi. Pria itu sedikit tidak terima dengan apa yang gadis itu lakukan. “Lebih baik kau membersihkan tubuhmu sementara aku membuatkan sarapan Eotte?” Tawarnya yang tentu dijawab dengan tegas oleh gelengan kepala.

“Berikan aku Morning Kiss dan setelah itu kau bebas akan melakukan apapun..” Jawabnya dan Yeonmi mencibir pelan, Yeonmi tetap bersikeras untuk tidak memberikannya, karena ia tidak akan tahu apa yang akan terjadi setelah ini nanti. Yang jelas jika ia memberikannya, otaknya mungkin tak akan berjalan dengan benar.

“Tidak akan.. cepat mandi! Bukankah kau ada schedule hari ini?” tanyanya dan kemudian Yeonmi berlalu meninggalkan Ryeowook yang masih berdecak kesal didepan pintu kamar mandi. Yeonmi terkekeh pelan sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan pria itu.

***

Ryeowook baru saja selesai dengan urusannya dikamar mandi. Sekarang ia sudah menggunakan pakaian rapi. Ryeowook berjalan menuju dapur rumah baru mereka, mencari sosok gadis nya yang tadi mengatakan padanya bahwa ia akan membuat sarapan. Satu hal yang membuat Ryeowook bingung, Apa gadis itu sudah bisa memasak sekarang? Ya.. pemikiran itu membuat Ryeowook sedikit khawatir jika terjadi sesuatu dengan dapurnya yang baru.

Ryeowook menghentikan langkahnya begitu ia sudah sampai di perbatasan dapur dan sudah mendapati gadis itu yang sedang sibuk memasukkan bahan-bahan makanan kedalam sebuah panci di kompor. Ryeowook terkekeh sebelum akhirnya menyandarkan tubuhnya di tembok pembatas dan mengamati gerak gerik gadis nya.

Semua tingkah gadis itu diperhatikan baik-baik oleh Ryeowook, ketika gadis itu sedang memotong sayuran untuk membuat sup dan juga mengocek sesuatu yang berada didalam mangkuk dikedua tangannya yang sesekali melihat resep makanan yang entah sejak kapan sudah tertempel dikulkasnya. Gadis itu berulang kali berdecak, saat masakannya memiliki kesalahan membuat Ryeowook terkekeh pelan. Dan penampilan gadis itu tak luput dari penglihatan Ryeowook sekarang, gadis itu mengikat rambutnya membentuk cepol hingga dapat memperlihatkan leher indahnya dengan kaus putih yang sedikit longgar dan membuat sebelah bahunya terlihat. Gadis itu juga menggunakan apron berwarna biru muda bermotif stitch tokoh kartun berwarna biru yang disukainya. Dan ia juga menggunakan celana hot pants yang entah mengapa Ryeowook menjadi geli sendiri melihatnya.

Aww!”  gadis itu memekik membuat Ryeowook dengan reflex langsung menghampirinya.

Gwaenchana?” Tanya Ryeowook dan langsung memeriksa tangannya. Yeonmi terdiam untuk beberapa saat ketika Ryeowook dengan tiba-tiba datang ketempat ini. Ryeowook sedikit meringis pelan saat melihat jari telunjuk gadis itu yang memerah akibat tak sengaja memegang panci panas yang berisi sup tanpa menggunakan pengaman apapun. Memang tidak seberapa tapi jelas membuat Ryeowook khawatir.

“Kau berlebihan Ryeowook-ah..” ucapnya dengan menarik tangannya dan kembali memasak membuat Ryeowook sedikit berdecak.

Pria itu kemudian mendekatkan tubuhnya dan memeluk gadis itu dari belakang. Membuat gadis itu sedikit terganggu dengan tingkahnya mungkin akan menyenangkan.

Pada awalnya Yeonmi biasa saja saat Ryeowook memeluk tubuhnya namun semakin lama ia merasa risih karena Ryeowook menganggu pergerakannya. Ia kemudian memajukan tubuhnya berusaha melepaskan diri dari Ryeowook, tapi pria itu lagi-lagi mendekatinya dan memeluk tubuhnya dari belakang. Ia berulang kali melepaskan diri dari Ryeowook tapi pria itu tak mengijinkannya karena lagi-lagi pria itu memeluknya dari belakang.

Kesabaran dalam dirinya sudah mulai habis dan kemudian ia berdecak dan segera membalikkan tubuhnya, “Aish.. Jinja— belum saja ia melayangkan umpatannya Ryeowook sudah lebih dulu menghentikan ucapannya dengan menempelnya bibir pria itu pada bibirnya. Yeonmi mengerjap untuk beberapa kali hingga beberapa saat kemudian ia melepaskan tautannya.

Yeonmi berdecak menatap kesal Ryeowook namun tanggapan pria itu hanya terkekeh seperti bocah dan kemudian kembali menarik pinggangnya dan kembali mencium bibirnya. Kali ini sedikit lebih lama dan ada lumatan-lumatan lembut menyapu permukaan bibirnya. Yeonmi tersenyum dalam ciumannya sebelum akhirnya mengalungkan tangannya dileher Ryeowook dan membalas ciumannya. Kegiatan mereka terhenti begitu indra penciumannya menangkap sebuah bau khas masakan yang gosong. Yeonmi melepaskan tautannya dengan sepihak dan melihat kearah kompornya dan sudah mendapati Omeletnya hangus.

“Kau menghanguskan omeletnya..” Ucap Yeonmi dan segera mematikan kompornya.

Ryeowook hanya tersenyum menanggapi. “Aku akan membantumu membuatkannya lagi..” Ucapnya dan kemudian mengambil beberapa bahan untuk membuat omelet. Yeonmi diam diam menggulum senyuman melihat itu semua. Ia hanya diam dan mengamati semua yang pria itu lakukan. Dalam hati ia bersorak gembira, karena pada akhirnya mereka hidup bersama dibawah atap yang sama.

Jika suatu hari nanti kau bersamaku dalam jangka waktu yang lama, aku ingin kau selalu bersamaku apapun yang terjadi. Dan, Maukahkau membenarkan semua kekurangan dan kesalahan dalam hidupku? Aku harap kau bersedia melakukannya. Dengan semua pengetahuanmu tentangku dan juga dengan cintamu untukku..

Mari hidup bersama dalam jangka waktu yang lama

-CUT-

 

Advertisements

4 thoughts on “[RyeonMi Couple] Let’s Live Together

  1. Risa Ryeosomnia

    Kyaaa.. ryeonmi nya sweet sangat… ryeowook maksa banget minta jatah morning kiss nya kekeke😄 lanjut lagi ceritanyaa .. moga aja mereka cepet punya anak😝 fighting ^^

    Like

  2. wookpil

    Akhirnya mereka menikah juga yeaaay 😀
    Eumm ngedadak banget ya pernikahannya ,sampe gatau hari pernikahannya kapan XD lol
    Eoh mereka blm hanimun?hehe
    Di ryeonmi couple ntar banyakin moment merekanya yah yg selalu romantis itu 😀
    Di tnggu ff ff nya yaaa. Keep writing ^^9

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s