[Remake/Two Shoot] Unintentional, Meet With You || Part 1

Unintentional, meet with you1

Title : Unintentional, Meet with You [Part 1] || Author : Bunga Harnum a.k.a Jung Hye Rim || Main Cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi – Kang Min Hyuk || Rating : PG15 || Genre : Romance, Sad, Comfort, Failed || Length : Two Shot

==Happy Reading==

Dalam sebuah hubungan kekasih, antara Pria dan Wanita, saling perhatian dan memberi kasih sayang satu sama lain mungkin akan terdengar lebih romantis dan membuat iri. Tapi bagaimana jika perhatian yang diberikan selalu terdengar seperti sebuah kekangan? Melarang untuk melakukan ini dan itu.. hal seperti itu mungkin terdengar biasa dan wajar, tapi tidak bagi seorang gadis yang kini tengah mengangguk mengiyakan saat sang kekasihnya yang terus memberikan nasehat padanya mengecek semua perlengkapannya. Oh ayolah.. dia bukan lagi bocah berumur 5 tahun..

“Paspor?”

“Sudah”

“Tiket”

“Tentu saja sudah..”

“Permen..”

Yeonmi terdiam, mendongakkan kepalanya menatap kekasihnya dengan penuh tanya. “Permen untuk apa?” tanyanya dengan polos seperti biasa. Minhyuk tersenyum dan lantas mencubit pipi gadisnya dengan gemas. “Jika kau bosan..” Ucapnya. Yeonmi mengangguk, “Aku akan membelinya nanti..” Balasnya singkat.

MinHyuk menghela nafasnya, ada rasa khawatir saat gadisnya itu mengatakan padanya bahwa ia akan pergi ke Korea selama 3 hari. Ia takut jika terjadi sesuatu dengan gadis itu. Tapi saat gadis nya itu mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja.. Sedikit memberikan kelegaan baginya, walau rasa khawatirnya tak pernah hilang. Ia kembali menghela nafasnya.. menatap gadis manis nya yang masih sibuk dengan ponselnya sebelum pesawat lepas landas.

“Kau benar pergi dengan temanmu?” tanyanya sekali lagi. Dan tentu saja pertanyaan macam itu membuat Yeonmi memutarkan bola matanya kesal. Ia menjatuhkan kedua tangannya yang tengah memegang sebuah ponsel diatas pahanya dan kemudian menatap kekasihnya itu datar, namun detik berikutnya ia tersenyum, “Sudah kubilangkan Oppa, Bahwa aku pergi dengan temanku.. Dia sudah berangkat lebih dulu dan mungkin kini sudah berada didalam..” Ucapnya dengan nada yang dibuat sesabar mungkin. Tsk.. Eomma nya saja tidak seperti itu saat ia meminta izin akan pergi Ke Korea.

“Apa Oppa perlu mengantarkanmu sampai dalam?” Tanya Pria itu dengan nada khawatir seperti biasa, Yeonmi berdecak dan kemudian menggeleng, “Gwaenhana.. Aku bisa melakukannya sendiri..” Ucapnya dan kemudian beranjak dari tempatnya duduk saat ia menyadari bahwa pesawat akan segera berangkat.

“Aku berangkat Oppa.. Sampai jumpa..” Ucapnya lalu mengecup pipi Minhyuk lembut dan kemudian berlalu. Terlihat Minhyuk sedikit resah saat Yeonmi dengan santainya menaiki pesawat dan berlalu dari hadapannya. Minhyuk menghela nafas, tak ada gunanya ia mengelak. Toh gadis itu tetap akan berangkat sendiri tanpa dirinya.

Yeonmi menghela nafas sebanyak-banyaknya begitu ia sampai didalam pesawat dan berhasil menemukan tempat duduk yang nyaman. Saat pesawat lepas landas sedikit membuatnya merasa bebas. 2 tahun ia berpacaran dengan pria itu dan selama 2 tahun pula ia merasa bahwa hidupnya telah dikekang. Ia tahu maksud baik pria itu yang memang tak ingin melihatnya terluka atau bagaimana. Tapi apa semua itu tidak terlalu berlebihan? Disaat semua gadis senang dengan hal yang cantik-cantik, seperti memakai high heels dan lainnya ia justru dilarang, Minhyuk tak pernah memperbolehkannya memakai sepatu High heels seperti itu.. pada awalnya Yeonmi menerimanya, toh memakai sepatu yang seperti itu juga memang membuat kaki pegal. Tapi peraturan-peraturan lain kemudian datang padanya. Yang tidak boleh keluar sendirianlah, tidak boleh pulang malamlah, tidak boleh menonton bioskop bareng teman-temannya lah, juga hal-hal kecil yang biasa remaja gadis lakukan. Ia masih berumur bahkan belum genap 24 tahun. Hidupnya masih panjang dan ia ingin sekali melakukan hal-hal yang biasa dilakukan anak seuisanya. Maka dari itu untuk kali ini ia berbohong pada pria itu.

Kepergiannya ke Korea sebenarnya bukan untuk tugas Kuliah seperti apa yang ia katakan pada Minhyuk, ia berangkat sendiri ke Negara asalnya itu hanya untuk berlibur, sejenak ia ingin melepas semuanya. Hidup seperti para gadis pada umumnya. Karena itu ia berbohong. Hey! Ia juga manusia yang ingin kebebasan dalam hidupnya..

Ia kembali menghela nafasnya, dan segera memposisikan tubuhnya senyaman mungkin untuk tidur, setelah sebelumnya ia memasang ear phone untuk membuat perjalanannya semakin nyaman.

***

“Wooaaaahhhh..”

Ia hampir saja memekik kegirangan jika saja ia tidak mengingat bahwa bukan hanya dia satu-satunya manusia di Negara ini. Ia perlahan menarik nafasnya dalam-dalam menghirup oksigen Incheon dengan senang. Setelah 5 tahun meninggalkan kota ini memang tak banyak yang berubah, tapi cukup membuatnya tertegun karena memang Ia tak pernah melihatnnya lagi.

Langkah kakinya membawanya kesebuah halte yang terletak tak jauh dari bandara Incheon. Banyak hal yang ia rindukan disini. Ada banyak kenangan manis yang tersimpan di Negara ini. Mulai dari pertemanan, hingga percintaan. Ia terkekeh geli, saat mengingat cinta pertamanya dulu yang sedikit gemuk namun menggemaskan. Lucu sekali.

Yeonmi kembali mendudukkan tubuhnya dikursi penumpang taxi dan menyebutkan alamat yang ditujunya. Sebelum menikmati perjalanan hal yang harus ia lakukan adalah mencari tempat penginapan. Lagi pula tubuhnya sudah sangat lelah selama menghabiskan hampir berjam-jam perjalanan agar sampai ketempat ini. Ia butuh istirahat, membersihkan tubuhnya dan mengisi perutnya. Karena saat ini cacing-cacing didalam perutnya sudah mulai berdemo meminta sang pemilik untuk mengisi sesuatu kedalamnya.

[Unintentional, Meet with You]

Ryeowook menghela nafasnya beberapa kali ketika melihat beberapa orang berlalu lalang dihadapannya, pengunjung akhir-akhir ini sedikit memadat, entah karena apa Ryeowook sendiri pun tidak tahu dan sepertinya ia tak berniat ingin tahu.

Helaan nafas sekali lagi dikeluarkan oleh nya saat ia melihat Hyung nya memasuki area dapur Café. Pria itu melihat nya sekilas namun kembali asik dengan dunianya sendiri. Ryeowook hanya menggedikkan bahunya acuh. Hyung nya itu memang seperti itu adanya. Tsk pria itu memang tak pernah mengingat umur, bahkan 2 hari lagi ia akan menikah tapi kenapa tingkahnya yang seperti anak-anak tak kunjung hilang. Seperti mudah marah ketika kekasihnya tak menghubunginya, atau ada pertengkaran yang terjadi karena hal biasa.

Ryeowook menggeleng pelan, dan kembali melirik Hyungnya itu sekali lagi. Lama-lama ia juga merasa tak tega saat melihat orang yang bisa dibilang paling disayanginya itu bersedih.

“Jong Woon Hyung, Wae gurae?” tanya Ryeowook yang kemudian duduk disebelah Jong Woon. Pria itu menatapnya sekilas lalu kembali menunduk. “Aku merindukannya Wookie..” Ucap Yesung dengan nada lirih yang menurut Ryeowook begitu sangat memuakkan. Ryeowook membuang muka, ia tahu Hyung nya itu terus-terusan bersikap sebal hanya karena hal yang sangat sepele.

“Kau .. kau sebentar lagi akan menikah Hyung bersikaplah sedikit dewasa. Perkataan macam apa itu? Kalian bahkan sering bertemu setiap hari.. Tsk” Ucap Ryeowook yang segera beranjak dari tempatnya. Yesung mendengus, kesal dengan sikap Ryeowook yang tak peduli dengannya. Ini bukan masalah kekanakan yang Ryeowook maksud. Ia benar-benar merindukan gadisnya.. bahkan gadis itu tak menjawab pesan-pesannya tadi. Sebenarnya apa yang dilakukannya hingga membuatnya menunggu heh?

“Yaa. Ryeowookie.. Cepatlah cari wanita, agar kau tahu bagaimana rasanya saat merindukan seseorang..” Ucap Yesung menimpali yang hanya dijawab dengan anggukan Ringan dan acungan jempol yang diberikannya. Ck.. Terkadang Yesung prihatin dengan sikap Ryeowook yang seolah baik-baik saja seperti itu. ia tahu betul bahwa Dongsaeng kesayangannya itu tengah merasa kesepian semenjak seseorang yang dicintainya meninggalkannya untuk selamanya.

***

Ryeowook baru saja keluar dari dapur cafe dan berniat berjalan-jalan jika saja ia tidak melihat seorang gadis yang sedang duduk disalah satu meja pengunjung melihatnya dan mengangkat tangannya memesan sesuatu. Ia mengernyit sejenak dan kemudian menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari teman-temannya yang seharusnya saat ini masih bertugas. Café memang sudah mulai sepi karena saat ini sudah bukan jam makan siang lagi, jadi mungkin mereka semua sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Dan gadis itu adalah satu-satunya pelanggan yang datang siang hampir menjelang sore seperti sekarang.

Tak ada pilihan lain karena Ryeowooklah yang akan tetap mencatat dan membuatkan pesanan gadis itu karena teman-teman menyebalkannya itu sedang pergi entah kemana. Dengan ramah seperti biasanya ia kemudian menghampiri gadis itu untuk menuliskan pesanannya.

“Ada yang bisa saya bantu Agassi?” tanya nya ramah sembari meletakkan Buku menu tepat dihadapan gadis itu. Gadis itu tampak berfikir sejenak sebelum akhirnya kembali mengeluarkan suaranya, “Satu Ddeokbokki dan satu Orange Juice..” Pintanya dan diakhiri dengan senyum manis. Ryeowook mengangguk dan menuliskan pesanannya sebelum akhirnya kembali kedapur.

Ryeowook baru saja akan mulai acara masak memasaknya jika saja ia tidak dikejutkan dengan suara cempreng seseorang yang diduga adalah seorang gadis. Ryeowook membalikkan tubuhnya dan mendapati gadis yang baru saja memesan padanya. Gadis itu tersenyum manis padanya seolah dengan senyuman itu adalah satu-satunya cara untuk meminta maaf setelah apa yang dilakukannya.

“Boleh aku berada disini? Aku bosan menunggu diluar..” Tanyanya dan kemudian Ryeowook balas tersenyum ia kemudian kembali mengangguk mengiyakan. Gadis itu tampak senang dan segera memilih kursi untuk ia duduki, dan ia duduk tepat dihadapan Ryeowook yang sedang memasak karena gadis itu memang sedang ingin melihat seseorang yang sedang membuatkan pesanannya.

“Kau pengunjung pertama yang berani memasuki dapur ini..” Ucapnya sembari menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya. Gadis itu terkekeh pelan, “Jeongmalyo?” tanyanya yang kemudian mendapat jawaban anggukan dari Ryeowook.

“Shin Yeonmi..” Ucapnya memperkenalkan diri pada Ryeowook. Pria itu kemudian mendongakkan kepalanya saat uluran tangan sudah berada dihadapannya. Ryeowook kembali tersenyum dan kemudian membalas uluran tangan gadis yang berada dihadapannya, “Kim Ryeowook..” Jawabnya.

Gadis itu kembali pada posisi semula membiarkan Ryeowook membuatkan pesananya karena memang ia sudah sangat lapar sekali. Ia sedikit dibuat kagum dengan apa yang Ryeowook lakukan, Pria itu seolah sangat biasa memegang alat dapur seperti itu, padahal dia seorang pria yang justru berbanding terbalik dengan Yeonmi yang tak bisa memasak apapun. Baru saja Yeonmi ingin mengeluarkan pujiannya suara getar di ponselnya mengintrupsinya.

Pria itu.. Menghubunginya.

“Hallo..” Jawabnya.

Apa kau sudah sampai?’

Yeonmi menghela nafasnya, “Ehm.. Baru saja, wae?” tanyanya.

Kau baik-baik saja?’

“Ye.. Aku baik-baik saja Oppa, Kau tak perlu khawatir..” Jawabnya dengan malas.

Jangan melakukan sesuatu terlalu lelah, Oppa tidak ingin kau kelelahan, berjanji pada Oppa kau akan berhati-hati..’ Yeonmi menghela nafasnya sekali lagi dan kali ini ia memutar bola matanya malas, “Arraseo Oppa.. Aku akan berhati-hati..” Jawabnya dan setelah itu sambungan terputus. Ia mendengus sebal dan kemudian menjatuhkan kepalanya diatas meja dan kembali menghela nafasnya kasar.

Ryeowook yang kebetulan melihat gerak-gerik Yeonmi akhirnya terkekeh pelan, “Kekasihmu?” tanyanya sembari meletakkan sepiring Ddaekbokki yang sudah jadi. “Ehm..” Jawabnya kesal dan kemudian menegakkan tubuhnya hendak memakan makan siangnya. Mendadak saja ia kehilangan nafsu makan setelah mendengar hal yang dikatakan kekasihnya barusan.

Ryeowook tersenyum dan kali ini ia kembali meletakkan segelas Orange Juice Yang gadis itu pesan juga. “Dia kekasih yang menyebalkan.” Gerutu gadis itu sembari memakan makanannya dengan kasar. Ryeowook terkekeh pelan dan kemudian mendudukkan tubuhnya disamping gadis itu dan memandanginya, entahlah, gadis ini terlihat menarik.

“Kenapa?” tanyanya.

“Ia selalu menghubungiku setiap saat. Melarangku melakukan ini dan itu, membuat peraturan-peraturan yang bahkan Eommaku saja tak membuatnya.” Ucapnya dengan nada kesal, dan kembali menyuapkan makanan yang tadi ia pesan kedalam mulutnya.

Ryeowook tak bisa melakukan apa-apa, dari sorot matanya gadis itu memang terlihat kesal, sepertinya semua kekesalan itu selalu tertahan dibenaknya dan ketika ia mendapatkan kesempatan untuk mengatakannya maka semua apa yang dirasakannya ia ucapkan begitu saja. “Apa kau mencintainya?” tanya Ryeowook lagi. Dan kali ini Yeonmi terdiam, ia mendongakkan kepalanya menatap Ryeowook tak mengerti. Jujur ia sendiri bingung dengan perasaannya, apa ia mencintai pria yang menjadi kekasihnya?

“Aku.. Aku tidak tahu itu, Setiap hari aku merasa kesal dan marah, dia tidak pernah membiarkanku memilih. Aku terkadang bosan berada disisinya..” Lirih Yeonmi. ia menundukkan kepalanya.

“Entah bagaimana perasaanmu, tapi kau harus menghargainya.. Apa yang dia lakukan mungkin demi kebaikan dan keselamatanmu. Kau hanya tak menyadari betapa beruntungnya kamu saat memilikinya..” Ryeowook kembali memberikan nasehat. Dulu sekali ia pernah merasakan seperti apa yang gadis itu rasakan. Seorang gadis yang dicintainya.. melarangnya ini dan itu hingga perlahan membuatnya kesal dan bosan. Tapi setelah kehilangannya ia tidak tahu betapa berartinya gadis itu didalam hidupnya dan pada akhirnya penyesalanlah yang hadir.

Yeonmi menatap Ryeowook tidak yakin. “Entahlah.. Tapi aku harap begitu..” Ujarnya dan diakhiri dengan helaan nafas pendek, ia kembali menyuapkan sesendok Ddeokbokki kedalam mulutnya dan mengunyahnya pelan.

“Sebenarnya kau tinggal dimana? Melihat bagaimana kau berbicara, sepertinya kau memang asli orang Korea..” tanya Ryeowook mengalihkan pembicaraan karena sepertinya topic sebelumnya sudah tak menarik lagi.

“Aku.. memang orang Korea, tapi Eomma dan Appa pindah ke Jepang karena bisnisnya..”

“Dan kekasihmu?”

“Dia.. dia juga sama Orang Korea, namun dia jauh lebih dulu tinggal di Jepang..” Jawabnya dan Ryeowook mengangguk. Dan pembicaraan mereka tidak sampai disitu. Keduanya membicarakan banyak hal, tentang perkerjaan dan hal-hal menarik lainnya. Seketika Yeonmi dibuat lupa dengan apa yang sedang dialaminya karena Ryeowook yang berada disini sekarang. Mereka baru mengenal beberapa menit yang lalu tapi keakraban mereka tak seperti itu. Yeonmi akui Ryeowook ada seseorang yang asik diajak berbincang. Dia ramah walaupun pembicaraan mereka diawal memang tak menyenangkan tapi dia cukup membuat Yeonmi kembali berpikir ulang tentang kekasihnya.

Dan bagi Ryeowook pun gadis itu asik diajak berteman, dia memiliki sifat yang mudah akrab dengan siapapun hingga tak ada kata canggung seperti kebanyakan orang ketika bertemu. Dan sejak awal gadis itu menarik. Ia tidak akan segan-segan mengatakan apapun yang sedang dipikirkannya termasuk padanya yang baru beberapa menit berkenalan.

Yeonmi sengaja pergi ke Korea selain hanya untuk membebaskan diri dari kekasihnya, ada sebuah acara pernikahan teman lamanya di sini yang akan dihadirinya. Dan ia hanya diberi waktu 4 hari berada ditempat ini. Yeonmi bilang itu sangat menyebalkan, harus menghabiskan waktu ditempat yang memang sangat ingin dikunjunginya hanya sebentar. Ryeowook tak mengatakan apapun untuk menasehati karena baginya Yeonmi berbeda. Gadis itu tak terlihat seperti orang yang suka diatur. Jadi Ia membiarkannya saja dan memilih menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Toh, ia memang bukan siapa-siapa Yeonmi, jadi ia tidak berhak untuk menasehati gadis itu kapan saja.

“Ryeowook—”

Ryeowook dan Yeonmi sama-sama menoleh kearah pintu masuk begitu seorang pria memanggil nama Ryeowook namun terhenti. Pria itu Kyuhyun, rekan kerja Ryeowook di Café ini. Ryeowook tetap diam menunggu Kyuhyun melanjutkan ucapannya. Tapi sepertinya pria tinggi itu tidak akan melakukannya mengingat bagaimana ia menatapnya sekarang. Kyuhyun menggerling aneh menatap Ryeowook, seperti sedang menggodanya ketika ia bersama seorang gadis.

“Ahh.. Mian.. Lanjutkan saja kegiatan kalian..” Ucapnya dengan nada aneh. Ryeowook menggelengkan kepalanya dan kembali melihat Yeonmi yang kini sudah menatapnya bingung. “Wae?” tanyanya. Ryeowook hanya menggedikkan bahunya acuh. Pria itu pasti merasa kalau Ryeowook membawa kekasihnya. Yah, karena ini pertama kalinya ia mengijinkan seorang pelanggan memasuki dapurnya dan terlebih dia adalah seorang wanita.

“Dia hanya orang aneh..” Jawabnya dan kemudian Yeonmi terkekeh geli. Dan entah mengapa Ryeowook ikut tersenyum melihat gadis itu.

Yeonmi melihat alroji ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore. Ia menatap Ryeowook menyesal, karena sepertinya ia sudah harus pulang. Ryeowook yang melihat perubahan itu kemudian bertanya, “Wae?” tanyanya.

Yeonmi tampak menghela nafasnya pelan, ia sebenarnya masih ingin berada ditempat ini bersama Ryeowook, tapi ia harus segera pergi karena ada sesuatu yang harus diurusnya sekarang. “Ryeowook-ssi.. Mian, sepertinya aku harus segera pergi, ada sesuatu yang harus kuurus.” Ucapnya dan Ryeowook hanya mengangguk mengiyakan, walau dalam hatinya juga merasa sedih harus berpisah dengan gadis itu sekarang.

Geurae.. Kita bisa bertemu lain kali..”

“Bagaimana kalau besok?” Pertanyaan Yeonmi sukses membuat Ryeowook membulatkan matanya. Yeonmi terkekeh melihat ekspresi terkejut Ryeowook, “Pernikahan temanku 2 hari lagi dan besok tak ada apapun yang aku kerjakan, jadi.. Apa kau mau menemaniku jalan-jalan Tuan Kim?” tanyanya dengan senyuman diakhirnya. Ryeowook terkekeh pelan sebelum akhirnya ia mengangguk.  Dan Yeonmi hampir saja memekik karena senang.

Geurae.. Kita bertemu lagi besok..”

“Aku akan menjemputmu, dimana alamat yang bisa kudatangi?” Yeonmi tersenyum dan mengangguk memberikan alamat hotel tempatnya menginap.

Setelah membayar, Yeonmi pun akhirnya pulang. Tadinya Ryeowook ingin mengantar namun gadis itu menolaknya hanya karena ia takut Ryeowook sedang sibuk. Jadi pria itu hanya mengantarnya hingga depan. Ryeowook menatap punggung sempit Yeonmi yang perlahan menghilang begitu gadis itu memasuki taxi untuk pulang. Entah mengapa ia kemudian mengulas senyum. Ada perasaan hangat yang menyelimutinya saat gadis itu berada didekatnya.

Ryeowook berbalik, hendak melanjutkan perkerjaannya. Namun sosok Kyuhyun dan Donghae yang berada diambang pintu membuatnya terhenti. Kedua pria dewasa itu menatap aneh Ryeowook, dan ia sudah tahu apa yang sedang dipikirkan kedua pria aneh yang sialnya adalah sahabatnya.

Wae?” tanya Ryeowook dan berjalan hendak menerobos kedua orang itu. Namun Donghae dan Kyuhyun berhasil menahannya membuatnya mendesis kesal.

“Kau berkencan?” dan pertanyaan itu satu-satunya yang sudah diyakini Ryeowook pasti akan ditanyakan.

Ani.. dia hanya seseorang yang baru kukenal.” Jelasnya dengan singkat dan kembali akan masuk. Namun lagi-lagi Donghae menahannya dan membuat Ryeowook menatap Horror kepada dua pria itu. “Apa lagi?” tanyanya dengan kesal.

Ani.. Kalian berdua terlihat cocok jika bersama..” Kali ini Kyuhyun mengeluarkan suaranya. Ia sedikit menggeser tubuhnya agar Ryeowook bisa masuk. Karena Kyuhyun tahu, Hyungnya itu akan sangat mengerikan jika sedang marah. Ryeowook tak mengatakan apa-apa dan memilih masuk ketimbang melayani kedua sahabatnya yang menyebalkan itu. sementara Donghae ia sedang menatap kesal Kyuhyun. Jujur saja Donghae sangat penasaran siapa gadis itu. karena baru ada satu gadis yang berhasil membuat Ryeowook seperti itu. Dan Kyuhyun melepaskan Ryeowook begitu saja? Tsk.

[Unintentional, Meet with You]

Pagi hari dimusim Semi. Akan selalu terlihat indah dan menyenangkan. Sinar matahari yang menghangatkan dunia setelah hampir selama 3 bulan bumi terasa dingin akibat turunnya salju. Bunga-bunga yang perlahan bermekaran dan beberapa tumbuhan yang kembali menghijau.

Yeonmi menggeliat pelan dibalik selimut tebal yang menghangatkannya dari udara dingin yang menusuk tulang. Sesaat ia mengerjapkan matanya menyesuaikan sinar yang diterima matanya secara tiba-tiba akibat sinar matahari yang memasuki kamarnya melewati celah gorden. Gadis itu perlahan tersenyum. Musim Semi yang sekarang ia alami di Negara kelahirannya yang sangat ia rindukan. Tak ada kekangan atau peraturan dan hari ini ia bebas melakukan apapun.

Yeonmi bangkit dari tempat tidurnya. Menghampiri speaker yang berada disamping kasurnya dan menyalakan lagu dari ponselnya. Lagu Exid- Ah Yeah mengalun dengan keras diseluruh ruaangan yang terdapat di hotel tempatnya menginap. Ia mengambil beberapa helai pakaian yang akan ia gunakan hari ini dan kemudian berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuh. Musik masih terdengar sedikit bising dan bahkan kali ini lagu sudah berganti.

Tak perlu waktu lama baginya untuk berusan dengan hal itu karena sekarang ia sudah kembali dari kamar mandi dengan handuk yang berada dikepalanya. Tubuhnya sedikit bergoyang mengikuti alunan music yang diputarnya. Dan ia tidak akan tanggung-tanggung menggunakan sisir sebagai mic nya.

Nado Yeojaeyo Baby
Nado Yeojaeyo Baby
Neo ttaeme achime nuneul tteumyeon ulgo
Barame seuchyeodo dasi ulgo
Nado Yeojaeyo Baby~~

Yeonmi menyanyi dengan suara cemprengnya dan menari seperti penyanyi aslinya. Lagu MinAh Girl’s Day yang saat ini diputarnya. Jika biasanya akan ada yang mengatakan padanya ketika ia bertingkah konyol seperti ini dengan mengatakan hal yang kekanakan atau semacamnya, untuk kali ini ia bisa bebas menikmati apa yang memang biasa ia lakukan. Yeonmi tersenyum senang sembari mengeringkan rambutnya yang basah.

Lagu tiba-tiba saja berhenti dan digantikan dengan suara dering ponsel. Yeonmi mendengus sesaat sebelum akhirnya menghampiri ponselnya dan melihatnya. Nama Kekasihnya menari-nari di layar ponselnya minta diangkat. Dengan malas ia pun menekan tombol hijau dan menempelkannya pada telinga. Dan seketika suara lelaki disebrang sana menyapanya.

Apa kau benar-benar datang bersama temanmu?’

Yeonmi mengangguk pelan mendengar pertanyaan itu, “Ye.. Waeyo?” tanya dengan santai.

Aku melihat temanmu berada di Mall hari ini. Apa kau berbohong padaku?’ Pria itu kembali bertanya dan kali ini Yeonmi sedikit menegang. Tapi sebisa mungkin ia bersikap biasa saja, setelah ia mengingat sesuatu.

“Eo.. Kenapa Oppa pergi ke Mall? Bukankah Oppa tidak suka pergi ketempat seperti itu walau aku yang memintanya?” Yeonmi tak menjawab pertanyaan MinHyuk, melainkan kembali bertanya. Kali ini Min Hyuk yang menegang. Dan Yeonmi yakin pria itu sedang bingung harus menjawab apa.

“Ah.. Seolma-”

Kau tak perlu mengurusi urusanku Yeonnie-ya, sekarang kau pulanglah!’ Ucap Min Hyuk memotong perkataannya. Yeonmi terdiam, entah mengapa ia merasa kesal dengan apa yang pria itu ucapkan. Bukankah selama ini, selama dua tahun ini pria itu selalu mencampuri apa yang menjadi urusannya?

Yeonmi menghela nafasnya kasar dan memutar matanya jengah. “Lalu selama ini.. Apa yang Oppa lakukan? Apa Oppa tak merasa sudah mencampuri hidupku, semua urusanku?” tanya dengan yang penuh penekanan.

Kau ini sebenarnya kenapa?’ Tanya Min Hyuk

Oppa yang sebenarnya kenapa? Apa Oppa tak pernah menyadari kalau aku.. Aku lelah?” Lirihnya dan diiringi dengan helaan nafas setelahnya. “Aku lelah terus bersama Oppa.. Bisa kita akhiri semua ini sekarang?” Ucapnya dan kemudian Min hyuk memanggil-manggil namanya panic, Yeonmi tak memperdulikan itu semua dan memilih untuk mematikan ponselnya. Ia duduk disamping kasurnya dengan wajah yang tertutup dengan kedua telapak tangannya. Dalam hatinya, ia sedang benar-benar bingung. Antara takut dan senang. Takut jika mungkin saja ia mencintai pria itu dan senang karena ia sudah bebas sekarang.

Ia kembali menghela nafasnya dan memilih untuk bersiap-siap untuk pergi. Hari ini, yang ia inginkan hanyalah melupakan masalahnya yang memang entah masalah seperti apa yang sedang dihadapinya sekarang. Yang jelas kepalanya pusing dan ia ingin sekali menangis yang entah untuk apa.  Setelah siap dengan apa yang harus ia bawa, ia segera melangkahkan kakinya keluar.

Tepat ketika Yeonmi membuka pintu, Ryeowook sudah berdiri disana. Pria itu juga tampak baru datang. Pria itu tersenyum, “Kau datang?” Tanya Yeonmi dan kemudian pria itu mengangguk mengiyakan. Entah apa yang membuatnya pergi ketempat ini, ia selalu kembali ingin melihat gadis itu lagi, mendengar ceritanya dan melihat senyumannya. Sudah hampir semalaman ini Ryeowook tidak bisa tidur dengan nyenyak, ia tidak tahu pasti apa penyebabnya yang jelas, rasa ingin bertemu dengan gadis itu membuatnya terganggu.

Ryeowook dan Yeonmi memilih berjalan-jalan didaerah Myeongdong. Melihat-lihat barang yang dijual disana dan ada beberapa barang yang mereka beli. Barang kembar yang biasanya dimiliki oleh sepasang kekasih. Dan setiap kali mereka memilih sesuatu maka akan ada perdebatan kecil yang terjadi seperti Ryeowook yang tidak suka atau mungkin Yeonmi yang tidak suka. Seperti saat ini, ketika Yeonmi ingin membeli bando jerapah dan Ryeowook dengan terang-terangan menolaknya. Kenapa? Karena gadis itu memintanya untuk dipakai bersama. Ya Tuhan.. bukankah itu memalukan?

“Aku ingin kita memakai ini..” Ucapnya dengan bibir yang merengut lucu. Ryeowook lagi-lagi menggelengkan kepalanya. “Shirreo..” Jawabnya tegas dan semakin membuat Yeonmi merengut. Gadis itu melipat kedua tangannya didepan dada dan berbalik membelakangi Ryeowook. Dan tanpa mengatakan apapun gadis itu pergi membuat Ryeowook menggerutu tentu saja. Tadinya ia akan membiarkannya saja namun lama-lama ia tidak enak sendiri dibiarkan oleh gadis itu. Saat Ryeowook melihat Yeonmi yang sedang asik melihat sesuatu disebuah toko, Ryeowook menyempatkan untuk berbalik kembali pada toko yang menjual bando jerapah yang diincar Yeonmi tadi.

Yeonmi menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari sosok Ryeowook yang tak terlihat. Menyadari apa yang baru saja Ryeowook lakukan-menolak permintaannya- membuat Yeonmi kesal sendiri dan memilih membiarkannya saja. “Pria itu menyebalkan..” Gerutunya dan tak lama setelah itu ia merasa ada seseorang yang memakaikan sesuatu di kepalanya dengan sedikit kasar namun tak menyakitinya. Ia mendongakkan kepalanya dan bersiap untuk mengumpat namun senyum Ryeowook mengurungkannya.

“Siapa yang menyebalkan?” tanyanya dan Yeonmi tak menjawabnya gadis itu lebih memilih melihat apa yang sedang Ryeowook pakaikan dikepalanya. “Kau” Ucap Yeonmi namun senyuman bahagia terpampang jelas diwajah manisnya. Yeonmi kembali melihat kearah Ryeowook dan kembali memakai bando yang Ryeowook berikan lalu memakaikan bandu untuk Ryeowook sendiri karena sepertinya pria itu masih enggan memakainya.

Gomawo Ryeowook-ssi..” Ucapnya, Ryeowook tersenyum dan mengangguk.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan, memakan ice cream dan berselca ria. Yeonmi sungguh senang hari ini, ia bisa melupakan sedikit masalah yang berada dibenaknya dan yah.. ia juga bahagia bisa bersama Ryeowook. Pria itu benar-benar baik, walaupun sedikit menyebalkan dan jail, tapi cukup membuat hatinya merasa senang. Min Hyuk tidak pernah mengajaknya jalan-jalan seperti ini. Pria itu tidak menyukai ke bisingan dan alhasil mereka akan kembali berdiam diri diperpustakaan dengan pria itu yang sibuk membaca buku.

Mereka menghentikan perjalanan mereka disungai han. Duduk disalah satu bangku taman yang menghadap langsung pada sungai han yang indah. Hari sudah menjelang sore dan sudah dapat dipastikan area sungai han akan ramai dengan orang-orang terutama sepasang kekasih. Yeonmi mengangkat kedua kakinya keatas kursi yang sedang didudukinya lalu memeluknya dan kemudian menghela nafasnya.

Angin sore memainkan rambutnya dan sedikit membuatnya berantakan. Namun Yeonmi seperti tak memperdulikannya dan hanya menatap lurus pada sungai han. Dan kegiatan itu sempat terekam oleh pandangan Ryeowook. Pria itu bahkan sempat terdiam sejenak memperhatikan wajah itu dari samping. Sepertinya gadis itu menyimpan kesedihannya sendiri, lihat.. Ia bahkan seperti tak menganggapnya ada. Dan Ryeowook ingin sekali menjadi seseorang yang bisa mendengarkan keluh kesah gadis itu.

“Ada yang ingin kau ceritakan?” Ryeowook bertanya dengan pandangan yang sudah kembali lurus menatap sungai han. Yeonmi menoleh sejenak dan kembali pada posisinya semula. “Aku.. Sudah mengakhiri hubunganku..” Lirihnya dan itu sukses membuat Ryeowook menoleh terkejut.

Jinja? Waeyo?” Tanyanya.

“Dia sepertinya sudah mengetahui aku berbohong padanya. Tadi pagi dia menghubungiku karena ia melihat temanku yang aku katakan berangkat bersama ke Korea. Dan ia menyuruhku pulang. Tadinya aku akan menolaknya baik-baik dan mencoba meluruskan permasalahan yang terjadi, Tapi sepertinya Min Hyuk Oppa memang tidak ingin aku melakukan itu…”

“Jadi, apa sekarang kau baik-baik saja?”  Tanya Ryeowook.

“Aku baik-baik saja.. Aku justru senang bisa lepas darinya.” Jawabnya tenang namun terdengar dari suara gadis itu tidak sebaik apa yang dikatakannya. Ryeowook tak menjawab apa yang Yeonmi katakan, ia hanya diam dan mengangguk. Dan tiba-tiba saja Yeonmi menyandarkan kepalanya dibahu Ryeowook, kegiatan itu sedikit membuat Ryeowook terkejut namun ia membiarkannya.

“Aku selalu mengikuti apa yang dia inginkan, tidak memakai sepatu berhak tinggi, tidak menggunakan pakaian minim, tidak berteman dengan pria lain, tidak pulang malam, selalu menjadi wanita anggun dan bersikap sopan, menemaninya walau dia tak selalu menganggapku ada. Tapi kenapa aku merasa dibohongi? Aku tahu dia tidak suka keramaian, dia senang sendiri, tapi saat ia menghubungiku kenapa ia berada ditempat yang ramai? Saat menelponku dia tidak seperti dia.. dia berbeda.” Ucapnya dan setelahnya ia mendengar isakan kecil. Gadis itu menangis..

Tanpa diminta Ryeowook pun merangkul bahu gadis itu dan membawanya kedalam pelukannya. Yeonmi tak menghindar dan justru menikmatinya, pelukan Ryeowook mampu membuatnya merasa lebih baik.

TBC

Lagi bingung nggak tau harus ngapain, lahirlah ff abal bin absurd ini. Ff ini nggak akan panjang-panjang hanya two shot aja, tadi nya mau buat yang one shot tapi kayaknya kepanjangan kalau buat one shot. Ff ini terinspirasi dari ff Soowook yang dulu waktu smp pernah aku baca, tapi ada banyak perubahan disini. Aku nggak akan banyak omong, silahkan membaca dan berikan reviewnya^^

Saranghae ❤

Advertisements

2 thoughts on “[Remake/Two Shoot] Unintentional, Meet With You || Part 1

  1. wookpil

    Emm pantes aku berasa pernah baca ff kaya gini. main castnya ryeowook tapi aku lupa cwenya siapa 😀
    Idenya sama sih tapi emng bda bgt dari yg soowook itu.
    Kkk doa yesung langsung di dengar gitu ya. Ryeowook langsung ngerasain gimana rasanya merindukan seseorang XD poor ryeowook
    Okeee ttep semangat nulis yaaa. Aku tnggu next postnya ^^9

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s