[Remake/Two Shoot] Unintentional, Meet With You || Part2 [End]

Unintentional, meet with you1

Title : Unintentional, Meet with You || Author : Bunga Harnum a.k.a Jung Hye Rim || Main Cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi – Kang Min Hyuk || Rating : PG15 || Genre : Romance, Sad, Comfort, Failed || Length : Two Shot || Original FanFic : Click Here 🙂

==Happy Reading==

Ruang pengantin. Yeonmi tersenyum melihat ruangan pengantin wanita yang berada dihadapannya sekarang. Seperti apa katanya kemarin kalau tujuannya ke Korea selain untuk membebaskan diri selama empat hari, ia juga akan mengunjungi Pernikahan teman lamanya yang tinggal disini. Dengan langkah percaya diri, Yeonmi pun memasuki ruangan itu.

Begitu pintu dibuka, Ia sudah dapat melihat betapa sibuknya orang didalam. Mereka bahkan tak menyadari kalau ada orang asing yang masuk. Yeonmi tersenyum melihat beberapa teman lama nya yang sedang asik berselca ria bersama sang mempelai wanita. Yeonmi tak mengatakan apapun untuk membuat teman-temannya menyadari kehadirannya. Ia hanya berdiri dengan diam menatap mereka sembari tersenyum senang. Akhirnya selama ini, ia bisa bertemu kembali dengan sahabat lamanya. Yeonmi terdiam cukup lama hingga salah satu temannya melihat kearahnya dan sudah dapat dipastikan kalau ia terkejut, sangat.

“Yeonnie-ya.. Kau disini?” tanya Kim Jae In temannya dan reflex teman-temannya yang lain ikut menoleh tak terkecuali dengan sang mempelai wanita Park Soo Young, sahabatnya yang paling mengenalnya.

Yeonmi tersenyum dan kemudian mengangguk, membuat keempat sahabatnya itu memekik senang. Jae in, Eunji, dan Hyunmi berjalan dan nyaris berlari menghampirinya. Dan dengan gerakan cepat mereka bertiga memeluk Yeonmi. “Aku senang kau kembali..” Ujar Soo Young yang masih berdiam diri ditempatnya, ia tidak bisa memeluk Yeonmi karena gaunnya yang menjuntai panjang, membuat gerakannya terbatas.

“Kenapa kau tak memberitahuku kalau datang..” Ujar Eunji dan Yeonmi hanya tersenyum sebelum menjawab, “Kejutan!” ujarnya dan mereka tertawa.

Persahabatan yang tak pernah terputus, itulah yang Yeonmi rasakan. Sudah hampir 5 tahun lamanya ia meninggalkan tempat ini dengan segala kenangan dan sebuah hubungan yang terjalin, namun semua itu tak akan pernah berhenti bahkan saat ia datang seperti ini. Semuanya masih tetap sama, kehangatan kebersamaan persahabatan masih dirasakannya, meskipun semua sahabatnya sudah memiliki jalan masing-masing dan bahkan ada yang sudah menikah, tapi keadaan itu akan selalu sama ketika mereka berkumpul bersama.

Yeonmi duduk disalah satu bangku bersama Jae in dan kekasihnya. Hyunmi dan Eunji memilih duduk dibangku pengunjung yang lain. Disini Yeonmi hanya sendiri dan ia hanya seperti penguntit diantara teman-temannya yang sudah memiliki kekasih. Yeonmi menghela nafasnya, seperti inilah hidup tanpa seorang kekasih, sedikit menyebalkan tapi cukup menyenangkan. Pintu terbuka lebar dan kemudian dimasuki oleh seorang pria tampan dengan setelan tuxedo lengkap. Pria itu berjalan hingga sampai altar dan kemudian menunggu sang mempelai wanitanya.

Tak berapa lama setelah itu pintu kembali terbuka dan kali ini seorang wanita cantik dengan gaun yang menjuntai indah hingga beberapa meter panjangnya terlihat memasuki area pemberkatan. Ditemani seorang pria yang Yeonmi yakin dialah sang Ayah wanita cantik itu. Yeonmi tersenyum, senang melihat salah satu sahabatnya yang kini sudah memiliki seseorang yang dipilihnya.

***

Acara pengesahan suami istri baru saja selesai dilaksanakan, maka akan tiba saatnya untuk pelemparan bunga yang akan dilakukan oleh pengantin wanita. “Hahh! Aku heran kenapa setiap wanita selalu menginginkan mendapatkan lemparan bunga dari pengantin wanita?” Seru Eunhyuk saat mengapati para wanita yang sedang berdesakan didepan pelaminan, termasuk kekasihnya sendiri, Lee Hyunmi. Mereka bersorak-sorak menunggu Soo Young melemparkan bunganya ditemani Yesung.

“Entahlah.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Itu karena mereka juga ingin secepatnya menyusul pengantin yang melemparkan bunga itu. Mereka juga ingin menjadi pengantin seperti Soo Young-ssi.” Eunhyuk dan Kyuhyun menoleh pada Donghae yang sedang sibuk memperhatikan Eunji yang juga ikut dikerumunan itu.

“Cah! Sepertinya kau yang akan menyusul Yesung Hyung” Donghae tersenyum mendengar selorohan Eunhyuk. Dan sepertinya ucapan Eunhyuk itu akan segera terbukti karena tepat saat itu EunJi mendapatkan bunga yang dilemparkan oleh Soo Young. Eunji bersorak dan mengacungkan bunga itu keatas. Eunji berbalik, menunjukkan bunga didalam genggamannya pada Donghae dengan malu-malu. Sekali lagi Donghae tersenyum dan mengangguk pada Eunji yang ekali lagi membuat gadis itu tersipu kemudian memeluk Hyunmi dan Jae in.

“See? You’ll be the next”

***

Ryeowook memilih untuk memisahkan diri dari keramaian pesta yang tengah dihebohkan dengan kegiatan khas pernikahan, lemparan bunga. Ia lebih memilih untuk berjalan-jalan disekitar taman yang berada tepat disamping Hotel. Langkah kakinya terhenti begitu ia melihat seseorang yang sejak dua hari ini ia kenal.

“Yeonmi-ssi” Panggilnya dan seketika gadis itu menoleh kearahnya. Gadis itu tampak terkejut seperti apa yang baru saja dilakukannya. Ryeowook berjalan mendekat hingga tepat dihadapan gadis itu dan kemudian tersenyum. “Kau kenapa disini?” tanya Yeonmi kemudian. Ryeowook tak langsung menjawab dan hanya duduk disebuah kursi taman yang memang terletak disana, dan disusul dengan Yeonmi yang duduk disebelahnya.

“Aku sedang menghadiri pesta pernikahan temanku..”

Jinja? Berarti kita sama..” tanya nya dan kemudian Yeonmi terkekeh pelan. Ryeowook mengangguk dan menolehkan kepalanya kearah Yeonmi. Menatap lekat gadis itu dari samping, dan tiba-tiba saja jantungnya berdebar.

“Jadi, pesta pernikahan yang kau maksud itu adalah ini?” tanya Ryeowook lagi dan Yeonmi menjawabnya dengan anggukan ringan.

“Lalu, kenapa kau tak masuk kedalam? Berebut lemparan bunga?”

“Aku kurang tertarik dengan acara-acara seperti itu, tidak ada gunanya..”

“Tidak berguna? Wae? Setahuku Wanita sangat menyukai hal-hal seperti itu, bahkan mereka rela berdesakan hanya untuk mendapatkan itu. Kenapa kau tidak menyukainya?”

“Aku tidak menyukai acara seperti itu karena menurutku mereka terlalu mempercayai mitos. Seseorang yang akan mendapatkan lemparan bunga maka ia akan menyusul seperti sang mempelai wanita, Bukankah itu terlalu klise? Bagaimana jika saja mereka yang sudah mendapatkan itu tak kunjung menikah, apa mereka masih mempercayai mitos itu? Dan bukankah tuhan sudah menuliskan takdir kita? Jika jodoh memang sudah ada, cepat atau lambat bukankah mereka akan segera menikah?”

“Itukan hanya acara periah saja, sekedar simbolik. Tapi kenapa kau mengartikannya begitu dalam?”

Gadis itu tampak menghela nafasnya, “Mau itu periah ataupun hanya simbolik, aku tetap mengartikannya seperti itu. Kau sendiri, kenapa diluar?” tanya Yeonmi.

“Aku hanya sedang mencari udara segar, dan tak sengaja menemukanmu disini.”

Yeonmi mengangguk memberi tanggapan pada Ryeowook, setelah itu suasana menjadi hening. Tak ada yang berbicara setelah itu, baik Ryeowook ataupun Yeonmi sibuk dengan pikiran masing-masing. Merasa tidak nyaman karena suasana yang hening seperti ini, Yeonmi kemudian menolehkan kepalanya menatap Ryeowook. “Ryeowook-ssi.. Aku sudah bercerita banyak tentang ku, kini giliranmu yang bercerita..” Titahnya. Ryeowook menoleh membalas tatapan Yeonmi dan kemudian ia tertawa.

“Apa yang harus kuceritakan?” Tanyanya.

“Eumm.. Kisah masalalu mu, Mungkin”

“Kisah masalaluku tidak ada yang menarik..” Lirihnya dan kemudian Yeonmi kembali menoleh, mengernyit bingung. “Kenapa?” tanyanya kemudian.

Aniya.. Lebih baik kita kedalam, Kau tak ingin melihat acara apa lagi disana?” Ajak Ryeowook dan tanpa persetujuan Yeonmi, pria itu sudah menarik tangannya, membawanya kembali kearea pesta. Yeonmi sedikit terkejut dengan itu, tapi ia tidak menolak dan justru ia menggulum senyumnya.

Ryeowook dan Yeonmi menghentikan langkahnya begitu didalam mereka bertemu dengan Yesung dan Soo Young juga 3 pasangan lain yang sedang berbincang. Yesung menatap bingung kearah Ryeowook dan tak terkecuali dengan ketiga temannya. Menyadari itu Ryeowook segera melepaskan tautan ditangannya dan kemudian menggaruk tengkuknya salah tingkah.

Dan begitu pun dengan Yeonmi, tatapan keempat temannya membuatnya terganggu dan entah mengapa ia jadi tersipu. Terlebih tatapan Jae In yang seperti sedang menggodannya. “Sepertinya akan ada pasangan baru disini..” Seru Jae in yang seketika membuat mereka semua terkekeh pelan kecuali dengan Yeonmi dan Ryeowook yang hanya diam serba salah.

Dan Baru Yeonmi sadari kalau keempat temannya itu memiliki sebuah hubungan kekasih bersama dengan keempat temannya Ryeowook. Sungguh menggelikan bukan? Karena kegiatan seperti ini lebih terlihat seperti sedang Reuni SMU.

Sepertinya perkiraannya mengenai Reuni SMU terasa nyata karena saat ini Hyunmi mengusulkan untuk berlibur bersama merayakan kumpulnya mereka kembali, dan semuanya tanpa berbasa-basi langsung menyutujuinya. Mereka bahkan sudah dapat mengusulkan tempat mana yang cocok dijadikan liburan.

“Ya.. Bagaimana dengan Yesung Hyung? Apa mereka tidak Honeymoon?” Tanya Kyuhyun, semua menoleh kearah Yesung. Pria yang sedang menjadi pusat perhatian itu kemudian merangkul bahu istrinya dan kemudian tersenyum pada teman-temannya. “Kami akan mengundur Honeymoonnya sampai liburan kita selesai, benarkan sayang?” Ucap Yesung dan kemudian dijawab anggukan mantap oleh Soo Young sebagai peresmian.  Dan sudah dapat dipastikan seperti apa reaksi mereka. Sangat senang.

Dah hari itu juga, setelah acara pernikahan Soo Young dengan Yesung mereka langsung pergi menuju tempat yang menjadi tujuan untuk acara ‘Hiburan’, Yesung bilang, bahwa acara ini juga sebagai bagian dari acara pernikahannya Karena itu semua biaya penginapan Yesung yang menanggungnya.

Dan lagi, Yeonmi akan terjebak satu mobil dengan Ryeowook. Yah,, ini semua karena hanya dirinya dan Ryeowook yang tak memiliki pasangan. Setelah mengambil barang-barang yang seharusnya dibawa, baik Ryeowook dan Yeonmi segera berangkat menuju tempat yang akan ditujunya sekarang.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Ryeowook membuka suara.

Wae? Apa aku terlihat sedang tidak baik-baik saja?”

“Kau lebih pendiam hari ini..”

Yeonmi menoleh dan kemudian terkekeh pelan, “Memangnya apa yang harus kukatakan? Bukankah aku sudah menceritakan semuanya padamu?” Ujarnya. Ryeowook yang masih memperhatikan jalanan kemudian menoleh sejenak dan terkekeh pelan. “Keurae.. Tapi aku tak suka melihatmu diam seperti itu.” Ryeowook berucap dengan pandangan yang masih focus pada jalanan.

“Kenapa?”

“Karena mungkin.. Kau lebih menggemaskan jika sedang berbicara..” Ucapnya dengan sangat santai, tapi mampu membuat Yeonmi terdiam.

“Kau suka sekali memuji..” tuturnya. Ryeowook menoleh dan mendapati Yeonmi yang sedang menunduk. “Memangnya kenapa? Apa aku salah memujimu? Lagi pula aku mengatakan yang sebenarnya..” Jelasnya dan Yeonmi langsung menoleh kearah Ryeowook dengan anggukan pelan.

“Ehm.. Aku hanya belum terbiasa mendengar seorang pria yang memujiku. Karena Minhyuk Oppa jarang sekali memuji..”

Jinja?”

“Ehm.. Dia bahkan tak pernah melakukan apa yang kusukai. Melarangku ini dan itu, dan dia selalu tahu cara untuk membuatku bertahan karena seperti apa yang kau katakan, aku mungkin belum menyadari betapa berharganya dia disampingku.. Tapi ketika aku memutuskan untuk mencoba bertahan, dia justru mengecewakanku. Tidakkah itu terdengar konyol?” Sesalnya. Ryeowook menoleh sekali lagi namun dengan pandangan bingung, “Jadi kau menyesal karena mengakhiri hubunganmu dengan Pria itu?” Tanyanya. Yeonmi menggeleng dengan cepat, “Aniya.. Aku tak pernah menyesali itu. Hanya saja semuanya terasa aneh..” Sanggahnya.

“Itu artinya kau mulai menyukainya Yeonmi-ya..” Lirih Ryeowook, suaranya bahkan terdengar sangat pelan, dan bahkan jika Yeonmi tak memasang telinganya dengan baik-baik ia mungkin tidak akan mendengar apa yang Ryeowook ucapkan. Kepala Yeonmi reflex menoleh kearah Ryeowook yang masih focus dengan apa yang sedang dilakukannya. Tak ada apapun lagi yang mereka bicarakan karena Yeonmi yang memilih diam dan memperhatikan Ryeowook sedangkan pria itu yang memang sedang menyetir. Entah perasaan apa itu, Yeonmi jelas tidak suka dengan apa yang Ryeowook katakan. Ia tidak menyukai Min Hyuk, ia hanya sedang merasa aneh dan mendadak saja ia kesal saat Ryeowook langsung menyimpulkan itu semua. Yeonmi berani mengatakan itu semua karena ia berfikir bahwa ia sedang merasa berbeda saat disamping Ryeowook.

Sedangkan Ryeowook sendiri. ia memang tidak menyukai kenyataan bahwa ia tidak suka gadis yang berada disampingnya ini berkata seperti itu tentang Min Hyuk. Jadi ia memilih diam, Aneh? Apa itu artinya gadis itu ternyata menyukai Min Hyuk? Sejak awal, Shin Yeonmi sudah menarik perhatiannya, gadis itu dapat mengubah sikapnya hampir 180 derajat, dan ia mengakui bahwa ia mulai tertarik, ini  memang tidak masuk akal, tapi ia tak bisa menyanggahnya. Dan apa yang gadis itu katakan, kentara jelas ditelinga Ryeowook bahwa dia sedikit menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya. Ryeowook memang tidak memiliki hak untuk melarang gadis itu, tapi bukankah Min Hyuk sudah menyakitinya? Jadi, Apa ia tidak boleh berusaha menggantikan posisi pria itu?

***

Pulau Nami, Pulau yang dikenal dengan keindahan alamnya yang terkesan Romantis. Sebagian besar yang mengunjungi pulau itu adalah sepasang kekasih yang sedang berkencan. Pulau yang terletak tak Jauh dari kota Seoul inilah yang mereka rencanakan sebagai tempat berlibur.

Ryeowook memakirkan mobilnya di depan sebuah Villa yang sudah disewa mereka sebagai tempat menginap untuk hari ini. Tanpa mengatakan apapun Ryeowook segera turun untuk menurunkan barang-barang yang tadi dibawanya. Yeonmi juga ikut turun dan kemudian membantu Ryeowook membawakan barang-barangnya dan segera memasuki villa yang sudah disewa mereka.

***

Hari sudah mulai gelap sejak mereka menginjakkan kaki dipulau indah ini.  Langit yang dihiasi dengan guratan kemerahan di ufuk barat. Semuanya asik bercengkrama dihalaman belakang villa tempatnya menginap. Membicarakan hal-hal konyol yang pernah menjadi kenangan ditemani dengan berbagai makanan dan juga sekaleng bir. Yeonmi bahkan sempat tertawa beberapa kali saat mendengar selorohan Eunhyuk yang tak masuk akal. Atau mungkin aksi jahil Kyuhyun yang membuat mereka harus berusaha keras menahan emosi.

Tawa Yeonmi terhenti begitu mata bulat cantiknya menangkap sosok Ryeowook yang sedang asik berbincang dengan Jae In. Yeonmi memperhatikan baik-baik wajah pria itu yang duduk jauh darinya. Ada gemuruh aneh didadanya setiap kali matanya menatap wajah Ryeowook yang bisa dibilang.. Emm.. Mempesona. Dan memperhatikan Ryeowook membuatnya kembali mengingat kejadian saat berada dimobil.

Itu artinya kau mulai menyukainya Yeonmi-ya

Kalimat yang Ryeowook lontarkan sedikit membuat kepalanya berdenyut merasakan pusing. Kenapa Ryeowook mengatakan itu seolah ia memang tidak menyukainya jika Yeonmi ternyata mulai menyukai mantan kekasihnya? Pertanyaan itu terus terngiang dikepalanya dan belum ada yang mencoba untuk menjawabnya. Tadinya Yeonmi ingin mengatakannya langsung, namun begitu melihat Ryeowook yang tiba-tiba terdiam dan menggenggam setir dengan kuat membuatnya takut.

“Aku membawa sesuatu..” Seru Yesung yang kemudian menghampiri mereka dengan sekantung plastic besar berisi beberapa jenis daging yang akan menjadi makan malam mereka. Semua menoleh kearah Yesung dan kemudian bersorak karena apa yang mereka tunggu akhirnya datang juga.

“Kalau begitu aku akan menyiapkan pemanggangnya..” Ujar Kyuhyun yang kemudian beralih menyiapkan pemanggangnya ditemani Eunhyuk, sementara Ryeowook dan Hyunmi sedang menyiapkan bumbu untuk membuat daging panggangnya. Langit sudah mulai gelap dan gemerlap lampu yang menghiasi dibeberapa bagian pohon kecil yang berada disana menjadi pemandangan indah.

Dan mereka semua kemudian kembali dibuat sibuk dengan itu semua, tak terkecuali dengan Yeonmi. Gadis itu bersama dengan Jae in yang membantu membukakan daging dan memotongnya sebelum dibakar. Dan walaupun mereka sibuk, tatapan Yeonmi sama sekali tak beralih dari sosok Ryeowook yang sedang memanggang sembari tertawa renyah bersama teman-temannya.

Jae in yang menyadari itu kemudian tersenyum, “Kau menyukainya ya?” Tanya Jae in Setelah menyimpan daging yang baru saja ia iris, “Siapa yang menyukai siapa?” tanya Yeonmi kemudian.

“Kau menyukai Ryeowook tentu saja..”

Yeonmi kemudian tertawa mendengar apa yang baru saja dikatakan Jae in padanya. Apa? Menyukainya? Rasanya tidak mungkin. “Aku, menyukainya? Kau bercanda?”

“Tidak aku tidak bercanda jika melihat tatapanmu padanya.” Ujarnya dengan nada santai dan sama sekali tak menunjukkan kalau ia bercanda.

Yeonmi memilih diam tak mejawab pertanyaan Jae in, toh jika ia melakukannya sahabatnya itu tetao tak akan percaya. “Ryeowook bukan orang yang terbuka..” Dan Okee, ucapan Jae in kali ini membuat Yeonmi penasaran. Gadis itu kembali menolehkan kepalanya menatap Jae in dan menunggu kalimat selanjutnya.

“Dia orang yang cenderung pendiam dan selalu menjaga jarak pada siapapun.” Imbuhnya dengan tatapan yang masih terpokus pada sosok Ryeowook yang sedang bercanda dengan beberapa temannya.

Jujur Yeonmi tak mempercayai ucapan Jae in barusan, karena menurutnya itu sama sekali tak masuk akal. Jelas-jelas Ryeowook orang yang terbuka, buktinya pria itu banyak bercerita padanya. Ya.. Walaupun ia tidak ingin menceritakan masalalunya, lagi pula kan masa lalu memang pribadi?

“Tapi semuanya berubah semenjak kau datang, ah Ani.. maksudnya saat aku melihatmu bersamanya.” Dan kali ini Yeonmi kembali dibuat bingung. “Dia punya masalalu yang buruk bersama gadisnya.”

“Maksudmu?”

“Ryeowook pernah memiliki seorang kekasih bahkan hubungan mereka sudah sampai pada tahap pertunangan. Namun gadis itu meninggal karena kecelakaan mobil saat mereka berdua sedang melakukan perjalanan bisnis. Karena gadis itu ada sekertarisnya jadi otomatis mereka akan pergi bersama jika ada urusan bisnis kan?”

“Jadi sebenarnya Ryeowook itu siapa? Setahuku dia adalah seorang Koki disebuah restoran kecil.”

Jae in terkekeh mendengar kepolosan Yeonmi, “Yesung Oppa, Donghae Oppa, Eunhyuk Oppa, Kyuhyun dan Ryeowook, membuat bisnis kecil yaitu sebuah restoran kecil yang kau datangi waktu lalu. Itu semua dibuat agar mereka berlima tidak berpisah begitu saja. Namun perkerjaan itu mendadak menjadi Ryeowook yang mengurusi semuanya karena ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan ayahnya, karena kekasihnya yang meninggal dunia. Ya mungkin, karena kekasihnya adalah sekertarisnya, Ryeowook jadi akan kembali mengingatnya saat ia berada dikantor.” Penuturan Jae in barusan membuatnya terdiam entah memikirkan apa. Apa benar semua yang dikatakan Jae in itu benar? Jika benar, Ryeowook benar-benar kasihan karena ditinggal kekasihnya. Kekasih Ryeowook mungkin berpengaruh besar bagi pria itu karena bisa mengubah sikapnya.

“Aku tak pernah melihat Ryeowook tersenyum secerah ini sebelumnya. Kau hebat jika berhasil mendapatkan hatinya..” Ucapnya yang kali ini sebagai penutup atas perbincangan mereka karena sepertinya makan malam sudah siap.

***

Usai makan malam, Semua nya memilih bermain kembang api dihalaman Villa. Malam di pulau Nami sangat indah jadi akan sangat disayangkan jika menghabiskan waktu berdiam diri didalam villa. Kembang api yang besar menyala dan melesat jauh ke langit sebelum akhirnya meledak ledak dengan warna warni yang indah dengan berbagai bentuk, dan setelahnya decak kagum kembali terdengar sebelum kembang api kedua dinyalakan.

“Apa yang kau lihat?” Teguran seseorang mengalihkan dunianya sejenak. Ia mengerjapkan mata bulatnya beberapa kali saat melihat sosok Ryeowook yang turut mendudukkan tubuhnya dilantai tepat disampingnya. Dia sama sekali tidak tahu kapan Ryeowook tiba, Yeonmi baru menyadari kalau sejak tadi Ryeowook memang tidak berada bersama mereka. “Kenapa tidak bergabung dengan yang lain eum?”

“Kau kemana saja?” Yeonmi melayangkan pertanyaan kembali pada Ryeowook alih-alih menjawabnya, “Aku.. ada sebuah panggilan yang harus kujawab.” Jawab Ryeowook. Yeonmi mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya kembali melihat pemandangan malam yang indah, pemandangan yang jarang ia temui di Seoul.

Disana juga, terdapat empat pasang anak cucu Adam yang tengah bergembira. Yesung yang sedang menjahili Soo Young dengan kedua tangannya untuk menggelitiki Soo young yang sedang bermain kembang api. Membuat Soo young meringis gelid an Yesung Nampak puas dengan apa yang sudah dilakukannya. Donghae dan Eunji, Mereka mengabadikan momen romantis mereka dengan menggunakan jepretan kamera. Dan sialnya selalu Kyuhyun yang harus menjadi fotografer dadakan untuk mereka. Jae in bahkan sampai tertawa geli melihat Kyuhyun yang terus saja menggerutu sembari mengumpat, tentu saja karena mereka sudah mengambil waktu kebersamaannya dengan Jae in, kekasihnya. Dan satu pasangan lagi, Eunhyuk dan Hyunmi, mereka berdua lebih menikmati melihat langit yang sedang dipenuhi oleh gemerlap bintang sembari memainkan kembang api kecil yang mereka nyalakan. Berbaring diantara rerumputan hijau dan saling memeluk. Yeonmi bahkan sampai terkekeh melihat itu semua.

“Apa yang kau tertawakan?”

Aniyo..” Elak Yeonmi.

“Jelas sekali aku mendengarmu tertawa, kau masih saja mengelak.” Ujarnya. Yeonmi menatap kesal Ryeowook dan kemudian menghela nafasnya, “Kau tidak tahu betapa lucunya mereka.” Ujarnya sembari mengarahkan dagunya kepasangan mesra dihadapan mereka. “Mereka bertingkah seperti anak-anak apa pantas diusia mereka yang sudah tidak bisa dibilang muda itu bertingkah seperti itu?”

“Kau iri dengan mereka?”Yeonmi segera menolehkan kepalanya menatap Ryeowook tak percaya, “Iri? Aniya.. Aku sama sekali tak iri dengan mereka.” Elaknya.

Ryeowook terkekeh pelan, “Mereka hanya sedang mengekspresikan rasa cinta mereka, walau dengan cara kekanakan yang kau pikirkan tadi. Cinta itu tidak akan mengenal tempat, waktu dan usia. Dimanapun mereka bisa melakukan apapun untuk orang yang mereka cintai. Seperti apa yang sekarang kau lihat. Meskipun kekanakan tapi itulah cara mereka mengungkapkan kekuatan cinta yang mereka miliki. Apapun yang mereka lakukan selama dilandasi dengan cinta dan ketulusan. Akan selalu terasa indah didalamnya.” Ucap Ryeowook menerawang kedepan dengan senyuman yang mengembang.

“Kau terdengar seperti seseorang yang ahli dengan cinta. Sudah berapa banyak gadis yang takluk dengan gombalanmu itu eh?” Tanya Yeonmi dan Ryeowook langsung tertawa. Ryeowook menggelengkan kepalanya mendengar tudingan tak beralasan Yeonmi. Ia juga tidak tahu kenapa mulutnya bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu.

“Kau pikir aku seperti itu?”

“Entahlah.. Mungkin saja iya..” Jawabnya dan Ryeowook kembali terkekeh pelan.

Setelah itu keduanya kembali terdiam, keheninganlah yang terasa. Hanya ada sapuan angin yang menjadi lagu merdu diantara mereka. Kembali menjadi penonton romansa percintaan yang tersaji didepan pata mereka. “Yeonmi..”

“Eum?” Panggilan Ryeowook itu hanya dibalas gumaman halus dari bibir Yeonmi.

“Kau tak bosan berada disini?” Tanya Ryeowook berusaha kembali menghidupkan suasana. Gadis itu tampak menganggukkan kepalanya pelan. Berdiam diri seperti ini memang sedikit membuatnya bosan.

“Ada suatu tempat yang ingin kutunjukkan bersamamu, apa kau mau ikut?” Tawar Ryeowook. Yeonmi terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menyetujui. Dan Ryeowook tentu sangat senang mengetahui itu. Ia bahkan lupa sudah menarik lengan gadis itu dan menggenggam tangannya. Membawanya berjalan bersamanya. Pada awalnya Yeonmi terkejut tapi seperti biasa, ia akan menikmatinya karena menurutnya genggaman tangan Ryeowook sangatlah nyaman.

Langkah keduanya terhenti begitu mereka sudah sampai disebuah tempat dimana pohon-pohon berjajar rapi membentuk sebuah jalan yang memang khasnya Pulau Nami. Namun hal yang membuat Yeonmi berdecak kagum adalah saat ia melihat rangkaian lampu yang digantung diantara satu pohon ke pohon lainnya dengan lampu yang berbentuk bulat telur. Cahaya yang memang sangat minim ditempat ini menjadikan rangkaian lampu itu menjadi satu-satunya sumber yang bercahaya, namun sama sekali tak mengurangi keindahan tempat itu.

“Woaahhh.. Jinja Yeoppo..” Pujinya, Ryeowook tersenyum senang melihat itu, setidaknya ia bisa melihat senyum indah gadis itu yang sejenak melupakan masalahnya.

“Kau suka?”

“Ehmm..” Jawab Yeonmi dengan gumaman lembut dibibirnya. Dan Ryeowook kembali mengajak Yeonmi berjalan menikmati karya alam tadi.

Dan keduanya kemudian memilih duduk disalah satu kursi taman yang mengarah langsung pada danau cantik dihadapan mereka. Sebuah lampu taman diletakkan diberbagai tempat dengan penerangan remang-remang.  Ada beberapa pasang kekasih yang juga menikmati indahnya malam bersama.

“Aku tidak tahu kalau tempat ini ternyata lebih indah dari apa yang kupikirkan..” Gumam Yeonmi begitu mereka menikmati indahnya bintang yang bertebaran diangkasa. Wajahnya mendongak, senyum tak lepas dari wajah ayunya. Dan Ryeowook yang memperhatikan selalu terpesona memandangi wajah itu.

“Terimakasih..” Gumam gadis itu lagi dan kali ini ia menolehkan kepalanya menatap Ryeowook yang memang sedang memperhatikannya.

“Untuk?”

“Semuanya.. Selama empat hari ini aku bahagia sekali, aku berterimakasih banyak untuk itu.” Ucapnya dengan tulus, Ryeowook kemudian tersenyum dan kemudian mengangguk.

“Yeonmi-ya..”

“Eum..” Panggilan Ryeowook hanya dijawab oleh gumaman halus tanpa nada dari bibir Yeonmi

“Bagaimana kalau kita mencoba?”

Yeonmi kembali menoleh namun kali ini dengan pandangan bingung. “Mencoba? Apa?”

“Berpacaran.”

“Nde?”

“Jadilah kekasihku..”

***

Jadilah Kekasihku. Satu kalimat itu terus saja terngiang di benak Yeonmi. Tak sedetikpun berhenti berotasi dalam pikirannya. Ungkapan Ryeowook malam itu seperti mantra ajaib sebagai kado terindah dalam liburan mereka. Sebuah kalimat yang sukses menghantui waktu istirahatnya dan juga mengganggu pikirannya.

Yeonmi gelisah dalam tidurnya. Sudah hampir semalaman penuh ia memikirkan pernyataan mendadak yang Ryeowook ucapkan padanya. Bahkan saat ini, matahari sudah kembali bersinar dan ia sama sekali belum memejamkan matanya.

Apa itu artinya Ryeowook menyukainya? Apa perkataan Jae in semalam adalah benar? Ya Tuhan.. Kenapa sangat membingungkan. Dan kenapa dengan dirinya? Kenapa sejak tadi jantungnya berdegup tidak normal?

Yeonmi menoleh kesampingnya. Didapatinya Jae in yang masih berkelana dalam alam mimpi. Ia mendesah, mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping dan kembali memejamkan matanya. Namun sekali lagi, bayangan dan perkataan Ryeowook kembali terngiang dikepalanya. Membuat Yeonmi kembali harus membuka matanya lebar-lebar.

“Ini harus dibicarakan..” Gumamnya dan kemudian ia bangun dari tidurnya. Ada segudang pertanyaan yang berada dipikirannya dan Ia yakin yang mampu menjawabnya hanyalah Ryeowook, Karena pria itu yang berulah padanya.

Yeonmi berjalan mengedap-endap keluar dari kamarnya. Ia berniat untuk mendatangi kamar Ryeowook dan menyelesaikan semuanya. Namun begitu ia sudah sampai tepat didepan kamar Ryeowook, seseorang sudah lebih dulu keluar. Ia terdiam melihat Kyuhyun yang dipagi-pagi buta seperti ini sudah bangun. Pria itu menatapnya dan kemudian mengenyit bingung.

“Eoh.. Yeonmi-ssi, Kau sudah bangun?” tanyanya.

“Eum.. Apa Ryeowook-ssi ada didalam?” Yeonmi kembali bertanya pada Kyuhyun setelah ia bergumam sebagai jawaban pada pria itu. Kyuhyun mengangguk dan kemudian tersenyum aneh pada Yeonmi. “Dia ada didalam.. Wae? Apa kau merindukannya?” tanyanya menggoda. Yeonmi mendengus dan kemudian menggeleng.

“Apa pedulimu? Tsk..”

“Haha.. Arraseo Nona Shin.. Kau bisa bertemu dengan pangeranmu sekarang..” Ucap Kyuhyun dengan nada sopan dibuat-buat dan kemudian meninggalkan Yeonmi sendiri didepan pintu kamar Ryeowook.

Yeonmi mendesis pelan, “Bagaimana bisa Jae in nyaman dengan pria menyebalkan sepertinya. Tsk..” Desisnya pelan dan kemudian kembali melanjutkan niatnya.

Yeonmi kembali berjalan mengendap-endap memasuki kamar Ryeowook. Jantungnya kembali berdegup cepat saat melihat Ryeowook yang masih tertidur pulas dikasurnya dengan damai. Entah ia mendapat keberanian dari mana, Yeonmi justru berjalan mendekat mendekati kasur Ryeowook dan berdiri disampingnya. Bibirnya mendadak mengulas senyum geli saat melihat Ryeowook yang tertidur seperti anak kecil.

“Ryeowook-ah..” Panggilnya. “Ppalli ireona! Ada sesuatu yang harus dibicarakan..” Sambungnya. Ryeowook sedikit mengubah posisi tidurnya menjadi setengah terlentang. “Eumm..” Gumam Ryeowook dengan mata yang masih terpejam, dan mengetahui itu mendadak saja ia menjadi gugup.

“Ryeowook-ah.. Sebenarnya aku-

Ucapannya terhenti saat dengan tiba-tiba Ryeowook menarik lengannya dan membawanya kesamping tempat tidurnya. “Omo!” Pekiknya tertahan saat dengan tidak sopannya Ryeowook memeluknya.. hangat. Yeonmi hampir tak bisa bernafas karena jantungnya yang memompa dengan cepat. Dan bodohnya ia tidak berusaha menjauhkan dirinya dari Ryeowook dan justru membiarkan pria itu memeluknya dengan erat.

“Kau membuatku bingung Ryeowook-ssi..” Gumamnya lagi dan kemudian Ryeowook membuka matanya, menajamkan baik-baik indra pendengarannya untuk menangkap apa saja yang gadis itu ucapkan.

“Kau mengatakannya terlalu cepat dan membuatku sakit kepala karena memikirkan ucapan konyol mu, ‘Jadilah kekasih ku’ Perkataan macam apa itu ha? Kenapa kau mengatakannya padaku yang jelas-jelas aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaanku sendiri. Kau semakin membuatku bingung dengan perasaanku padamu. Jadi, apa yang harus kulakukan?”

Ryeowook sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap Yeonmi yang sedang bermain dengan kancing kemeja yang dipakainya tidur. Ia terkekeh pelan melihat ekspresi gadis itu yang sangat menggemaskan. Jarang sekali ia dibuat terkekeh oleh seorang gadis. Dan dia.. Adalah satu-satunya wanita yang berhasil membuatnya seperti itu setelah kekasihnya pergi meninggalkannya.

“Perkataanmu semalam, Apa karena kau menyukaiku atau kau kasihan padaku?” Yeonmi kembali melayangkan pertanyaannya dan kemudian pandangan matanya bergeser yang semula menatap kancing kemeja Ryeowook kali ini menatap manic mata pria itu meminta penjelasan.

Dan tepat ketika pandangan mata mereka bertemu. Tiba-tiba saja Yeonmi merasa wajahnya direngkuh mendekat dan detik berikutnya ia dapat merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya lembut.  Nafanya mendadak terhenti dengan mata yang membulat lebar. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, untuk memastika kalau apa yang dirasakannya adalah nyata, bahwa Ryeowook benar-benar menciumnya. Beberapa saat kemudian tautan keduanya terlepas dan kini mata mereka kembali bertemu pandang.

“Kau menyukaiku?” Tanyanya polos.

Ryeowook terkekeh dan kembali merengkuh wajah gadis dihadapannya dan kembali menciumnya lembut. Dan kali ini Yeonmi tak seterkejut seperti tadi karena saat ini ia tengah memejamkan matanya menikmati sentuhan Ryeowook yang sedang menyesap bibir atas dan bawahnya secara bergantian dengan lembut seperti permen kapas. Darahnya berdesir hebat merasakan itu. Jantungnya berdegup dengan cepat seperti gendang yang dipukul bertalu-talu, kupu-kupu yang seperti sedang menggelitik didalam perutnya namun terasa nyaman. Ryeowook kembali menghentikan gerakannya dan kembali menatap kedua bola mata yang membuatnya tertarik hanya sekali melihat.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya gadis itu—lagi.

“Memberikan jawaban, tentu saja..” Ucapnya dan kemudian kembali menarik gadis itu kedalam pelukannya.

Yeonmi tak kuasa menahan senyumnya sekarang, entah mengapa ia sangat bahagia, Apa seperti ini ketika semua orang itu merasakan cinta? Yeonmi membalas pelukan Ryeowook. “Ck.. Nappeun Namja!” Ucapnya dengan senyuman bahagia.

Rasa kantuk kemudian dirasakannya setelah hampir semalaman ia merasa sulit tidur, perasaan lega karena sudah mengatakan semuanya membuatnya kemudian menghela nafasnya lega. Pelukan Ryeowook seperti membiusnya untuk merasakan kantuk. Ia mengerjapkan matanya perlahan sebelum akhirnya memejamkan matanya terlelap.

[Unintentional, Meet with You]

“Kau akan pergi sekarang?” Tanya Ryeowook saat ia menemani gadis itu memberesi pakaiannya untuk dibawa pulang, “Eumm..” Gumam Yeonmi tanpa menoleh sedikitpun kearah Ryeowook.

Ryeowook bangkin dari tempat duduknya dan kemudian memeluk gadis itu dari belakang saat Yeonmi sudah berdiri mengambil sesuatu. Yeonmi terdiam saat pelukan hangat itu kembali dirasakannya, Ryeowook menghela nafasnya berat dan kemudian menyeruakkan kepalanya keleher jenjang gadisnya.

Wae?” Tanya Yeonmi saat melihat keanehan Ryeowook. Pria itu hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.

“Aku sepertinya akan merindukanmu..” Ujarnya setelah beberapa saat terdiam. Yeonmi tersenyum dan kemudian membalikkan tubuhnya menatap Ryeowook, membangkai wajah manis yang tampan itu dengan kedua telapak tangannya.

“Apa aku harus tetap tinggal agar bersamamu?” Tanyanya dan Ryeowook dengan cepat menggeleng, “Jika aku melarangmu pergi, itu artinya aku menculikmu..” Jawab Ryeowook dan Yeonmi terkekeh pelan.

“Aku berjanji akan kembali lagi minggu depan. Jadi simpan dulu rasa rindumu sampai kita bertemu lagi heum?” Ujar Yeonmi dan kemudian Ryeowook mengangguk mengerti, Yeonmi kembali membalikkan tubuhnya melepaskan pelukan Ryeowook agar ia bia bersiap-siap dengan cepat.

Selama perjalanan, Keduanya hanya diam tak melakukan pembicaraan. Ryeowook hanya focus dengan jalanan dengan tangan kanannya yang menggenggam erat tangan kiri Yeonmi sembari mengusapnya lembut. Sedangkan Yeonmi sedang berusaha kuat menyiapkan hatinya yang sebentar lagi akan berpisah dengan Ryeowook.

“Hati-hati disana..” Ujar Ryeowook begitu mereka sudah sampai dibandara. Yeonmi menghela nafasnya sekali lagi dan kemudian mengangguk.

“Shin Yeonmi!” Belum sempat Yeonmi menjawab ucapan Ryeowook, seseorang sudah lebih dulu memanggilnya. Ryeowook dan Yeonmi dengan reflex menoleh kesumber suara. Dan seketika mata Yeonmi membulat terkejut melihat siapa yang datang.

“Min Hyuk Oppa” Gumamnya dan saat itu juga Ryeowook tahu siapa pria itu. Dan dengan tidak sopannya Pria itu menarik Yeonmi mendekat dan merangkulnya. Ryeowook jelas geram melihat itu tapi ia memilih diam.

Oppa

“Dia siapa? Pemandumu?” Tanya Min Hyuk pada Yeonmi. Gadis itu menggeleng pelan sebelum menjawab, namun Ryeowook sudah lebih dulu menjawabnya dan sekali lagi membuat Yeonmi mengernyit tak mengerti.

“Ah Ya.. Saya pemandu Yeonmi Nona, Kim Ryeowook imnida. dan berhubung anda sudah datang jadi saya tidak perlu lagi mengantarnya..” Yeonmi menatap Ryeowook tak mengerti, kenapa dia berkata seperti itu? Batinnya bertanya-bertanya.

“Ah ya.. terimakasih sudah menjaga Yeonmi.. Saya pergi dulu.” Ujarnya. Dan langsung menarik Yeonmi pergi dari sana, Yeonmi yang memang tidak terima dengan apa yang Ryeowook lakukan kemudian membalik, ingin menghampiri Ryeowook namun cekalan ditangannya dan senyuman Ryeowook yang seolah tak ada apa-apa sembari melambaikan tangannya membuatnya tak bisa melakukan apapun. Dan entah mengapa hatinya sakit melihat itu. Ia masih menolehkan kepalanya kebelakang melihat Ryeowook yang perlahan menghilang karena ia sudah masuk kedalam pesawat.

Begitu sesampainya ia di Jepang, Yeonmi sama sekali tak ingin berbicara pada Min Hyuk dan hanya berjalan cepat memasuki kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya dikasur dengan posisi tengkurap dan kemudian menyalakan ponselnya. Dan begitu ponselnya menyala sebuah pesan masuk diterimanya.

Aku baik-baik saja disini, jangan paksakan dirimu untuk masalah ini. Kau hanya perlu memperbaiki hubunganmu dengan Min Hyuk-ssi. Dan menganggap semuanya tidak terjadi, aku denganmu hanya dua orang yang saling mengenal satu sama lain dan berbagi cerita bersama, dan kemudian terjebak pada rasa kagum yang dimiliki hingga kemudian memiliki ketertarikan sesaat. Jika Tuhan memang mentakdirkan kita bersama, aku yakin kita akan bertemu suatu saat nanti.

Pesan yang begitu singkat namun entah mengapa seperti sebuah pedang yang menyayat hatinya. Ia tidak kuasa menahan air matanya sendiri membaca pesan itu. Secepat itukah Ryeowook menganggap ini hanya sebuah kebetulan? Sebuah ketertarikan sesaat? Diasaat ia sudah memutuskan menjadikan seorang Kim Ryeowook sebagai seseorang yang istimewa?
^^^

Selama hampir seminggu lebih ia mengurung dikamarnya karena masalah ini. Matanya yang sudah seperti mata panda dan kantung mata yang membesar, ia benar-benar menyedihkan sekarang. Tak bisa dipecaya kalau hanya masalah seperti ini membuatnya sangat-sangat kacau.

Yeonmi kembali melirik ponselnya, melihat kalau-kalau ada sebuah pesan atau panggilan yang diterimanya dari pria itu. Tapi nihil, selama apapun ia memandangi ponselnya, pesan atau satu panggilan tak ada untuknya.

Pintu kamarnya kembali terbuka, dan ini hari ke tujuh Min Hyuk mengunjungi rumahnya untuk membujuknya, menyerangnya dengan berbagai macam pertanyaan tentang alasan kenapa ia seperti ini. Tapi kali ini, Yeonmi ingin meluruskan semuanya. Kalau ia sudah tidak menginginkan Min Hyuk didalam hidupnya.

Min Hyuk duduk tepat dihadapannya seperti biasa, dia akan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengeluarkan suaranya.

“Sebenarnya kau ini kenapa heum? Apa karena pria yang kemarin bersamamu?” Tanya Min Hyuk to the point dan langsung dijawab anggukan yakin dari Yeonmi.

“Memangnya pria itu siapa ha? Kekasihmu? Yeonmi-ya.. Aku minta maaf jika memang perkataanku menyakitimu, aku ingin memperbaiki semuanya dan kumohon jangan seperti ini..” Lirih pria itu.

Yeonmi menghela nafasnya, “Aku memutuskan untuk tidak ada Oppa didalam bagian hidupku.. Biarkan seperti ini, Oppa dan aku sudah berakhir seminggu yang lalu. Selain karena pria yang kau anggap sebagai pemandu ku itu adalah kekasihku yang sudah pasti aku mencintainya. Aku sudah terlalu lelah bersama Oppa. Lagi pula, aku boleh memilih kan Oppa?” tanyanya dan kemudian Min Hyuk menghela nafasnya panjang.

“Yeonnie-ya..”

“Kau yang sudah melakukan kesalahan itu jadi jangan memaksaku untuk kembali padamu lagi..” Yeonmi berucap untuk terakhir kalinya dan kemudian kembali membaringkan tubuhnya dan membelakangi pria itu.

[Unintentional, Meet with You]

One Year Later

Ryeowook menghirup udara di kota Seoul dalam-dalam. Ini adalah musim semi pertama tanpa ada gadis manis yang cerewet itu bersama. Musim semi akan selalu terlihat indah dimatanya dan mungkin juga dimata Orang lain. Dan Ryeowook memiliki arti lain di musim semi yang memiliki arti indah seperti apa katanya. Semua itu indah karena pernah ada yang mengisinya. Seorang gadis yang membuatnya tertarik sejak awal bertemu hingga saat ini. Ia mungkin bodoh karena sudah melepaskan gadis yang amat sangat dicintainya itu hanya karena ia tidak ingin gadis itu memaksakan dirinya sendiri karena kehadirannya.

Dan sudah hampir satu tahun ini, ia merasa kalau ia menyesal membiarkan gadis itu pergi dari hidupnya. Ryeowook menjalankan mobilnya keluar area perusahaan Ayahnya yang kali ini kembali dipegangnya setelah hampir satu ini Ryeowook memutuskan untuk kembali pada kehidupannya yang seharusnya. Ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang membela jalanan kota Seoul. Ia memiliki waktu luang selama satu jam sebelum rapat dengan pembisnis yang akan berkerja sama dengannya. Dan ia menggunakan waktu satu jam itu untuk kembali menggali kenangan yang tak ingin ia lupakan begitu saja.

Setelah memarkirkan mobilnya ditempat yang aman, Ryeowook memutuskan untuk berjalan kaki ketimbang menaiki mobil mewahnya. Ia menyusuri tempat yang menjadi perjalanannya dengan gadis itu. Mulai dari Myeongdong, dan membeli makanan yang serupa seperti saat ia bersama dengan gadis itu. dan melihat pernak-pernik lucu yang dulu ia dan gadis itu pernah berdebat hanya karena tidak setuju untuk membelinya, hingga pergi kekedai ice cream yang pernah dikunjunginya bersama dengan gadis itu. Dan kemudian ketempat terakhirnya, Sungai Han.

Ryeowook berdiri mengamati keadaan sungai han yang tak pernah berubah. Bibir tipisnya kemudian tersenyum mengingat semua kenangannya bersama dengan gadis itu. Sedang apa dia disana? Apa dia bahagia? Atau kekasihnya itu masih mengatur hidupnya? Ryeowook kemudian terkekeh menyadari itu. Ia ternyata sudah mendengar semua keluh kesah gadis itu tanpa kecuali, membuatnya terlihat sebagai sahabat dan mungkin juga kakaknya. Yeonmi memang pandai bergaul, gadis itu bahkan tanpa canggung menceritakan semuanya yang notabennya saat itu adalah orang asing yang baru dikenalnya. Dan tanpa Ryeowook sadari hal itulah yang membuatnya tertarik dan membobol benteng dalam hatinya yang membatasi dirinya dengan seorang gadis. Ah ya,, Doa Yesung sepertinya terkabul..

Bahwa saat ini ia merindukan gadis itu, sangat.

***

Yeonmi melangkahkan kakinya tanpa semangat. Jalanan yang ia lewati kembali mengingatkannya akan sosok Ryeowook yang sampai saat ini masih memenuhi isi didalam kepalanya. Setelah satu tahun ia menetap di Jepang setelah kejadian itu, Eomma dan Appa nya memutuskan untuk berkunjung ditanah kelahirannya dalam jangka waktu yang sangat lama. Dan Yeonmi harus banyak berterimakasih untuk itu, karena saat ini ia ingin sekali memperbaiki semuanya.

Yeonmi tadi mengunjungi restoran kecil milik Ryeowook dan temannya. Namun rupanya pria itu sudah meninggalkan tempat itu dan sekarang diurus oleh anak buah mereka. Dan disinilah Yeonmi sekarang, memutuskan jalan-jalan menelusuri jalan kenangannya bersama Ryeowook dan akan mengakhirinya di Sungai han sebagai tempat terakhir yang menjadi kenangannya.

Semua kalimat yang Ryeowook ucapkan saat mereka bersama kembali terngiang dikepalanya. Ada beberapa kalimat yang membuat terkekeh pelan, dan juga senang, namun ada juga yang menyakitkan hatinya. Tapi ia bahagia, setidaknya ada 4 hari ia habiskan bersama Ryeowook dan menyisakan perasaan itu didalam hatinya yang masih sama. Satu tahun tak mengubah apapun didalam hidupnya. Dan Ryeowook salah besar karena menganggap ini semua hanya ketertarikan sesaat.

Langkahnya terhenti begitu mata cantiknya menangkap siluet seorang pria yang tak terlalu tinggi sedang berdiri ditepi sungai han dan menatap lurus kedepan dengan kedua tangan yang dimasukkan kesaku celana. Pria itu masih sama seperti saat mereka bertemu hanya saja, menggunakan setelan jas lengkap membuatnya terlihat lebih sempurna dan mempesona.

“Ryeowook-ssi” Panggilnya pelan.

Pria itu, pria yang mengisi otaknya hampir setahun ini kemudian menoleh dan membalikkan tubuhnya menghadapnya. Tatapan mata itu seolah mengatakan padanya bahwa ia merindukannya. Benarkah, Kau merindukanku? Tanya Yeonmi dalam hati. Dan tanpa bisa ditahan, ia segera melangkahkan kakinya berlari hendak memeluk pria itu. dan dengan senang hati Ryeowook menerimanya.

Ia terisak didalam pelukan Ryeowook. Sembari memukuli dada bidangnya ringan. “Nappeun” Lirihnya, dan Ryeowook semakin mengeratkan pelukannya.

“Bagaimana bisa setelah satu tahun, perasaan itu tidak pernah hilang ha? Ketertarikan sesaat? Ucapan macam apa itu?” Ucap Yeonmi memaki Ryeowook, tapi ia sama sekali tak ingin melepaskan pelukannya.

Mianhae..” Hanya itu kata yang mampu Ryeowook ucapkan sekarang. Ia tidak tahu harus bersikap apa sekarang yang jelas, ia sangat bahagia gadis itu kembali.

Ryeowook merenggangkan pelukannya, menangkup wajah gadis itu dan menghapus air matanya dengan ibu jarinya. “Kau kembali?” tanyanya dan kemudian dijawab dengan anggukan pelan Yeonmi. Ryeowook menatap lekat kedua bola mata itu sebelum akhirnya mempersempit jarak diantara mereka dan mendaratkan bibirnya di bibir tipis Yeonmi. menyesapnya pelan berusaha menyalurkan semua perasaan rindu dan sayangnya ia selama ini. Ryeowook melakukannya dengan sangat hati-hati namun memabukkan. Karena saat ini entah kemana Yeonmi kehilangan akal sehatnya. Yang jelas ia ikut menikmati dan bahkan tangannya sudah melingkar manis di leher Ryeowook menahan kepala pria itu agar tak menjauh. Kedua tangan Ryeowook memeluk pinggang Yeonmi dengan possessive dan memperdalam ciumannya.

Ryeowook terkekeh saat Yeonmi menyerobot seluruh oksigen disekitarnya begitu tautan keduanya terlepas. Yeonmi menatap kesal Ryeowook namun sedetik kemudian ia memeluk erat pria itu. “Aku merindukanmu..” Gumamnya. Ryeowook mengangguk dan kemudian membalas pelukan gadisnya sembari menyerukkan kepalanya keleher gadis itu, “Jangan pergi lagi..” Ucapnya kemudian.

Kamu ingat hari pertama kita bertemu? Kamu sedang mendatangi dapurku dan mengatakan apapun segalanya. Aku tertawa melihatmu. Aku pikir itu pertama kalinya kamu memasuki hatiku. Sebelum bertemu kamu, aku tidak merasa bahwa aku perlu mencintai seseorang dalam hidupku. Aku hidup di masa lalu. Aku terpenjara di masa lalu. Untungnya, kamu datang berbicara terlebih dahulu padaku. Aku tidak memberitahumu, tapi sebenarnya aku senang aku bisa melihatmu setiap hari. Setelah aku bertemu kamu, setiap hari merupakan kegembiraan bagiku. Seseorang yang bisa saja tidak kukenali selama sisa hidupku, telah menjadi penting daripada diriku sendiri.
Jika bukan karenamu, Aku tidak akan pernah mengenali perasaan itu.

-Kim Ryeowook-

END

Haaii.. Ini drama banget vrohh.. Huft, tadinya mau di update kemarin sekalian sama ff Flashlight part 4 nya.. tapi entah mengapa kemarin tuh ingin nya tidur seharian kkekke 😀 jadi mian kalau updatenya sekarang dan ceritanya makin absurd -_- Yang nunggu ff Flashlight dan Romance city, insya allah aku update secepatnya. Dan aku ingin ucapin terimakasih buat yang masih mau baca ff abalku..

See you again in next post 🙂

Advertisements

6 thoughts on “[Remake/Two Shoot] Unintentional, Meet With You || Part2 [End]

  1. wookpil

    Aku udh tau ini endingnya sih tapi yg ini lebih romantis lagi ryeowooknya. Yaampuuun aku sukaaaa bngt..
    Hmmm iya aku nggu flashlight sma romance city nya loooh cpt di publish yaa ^^

    Like

  2. Risa Ryeosomnia

    Kyyaaaaaaaa… ini sweet bingoww😊 akhirnya mereka bersatu kmbalihh, ah senangnyaa..
    Ditunggu ff ff lainnya ya thorrr… jan lama lamaa XD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s