[Fan Fiction] Romance City #5

romance city4

Title : Romance City-Part5 || Author : Bunga Harnum || Main cast : Kim Ryeowook, Shin Yeonmi, Lee Donghae, Choi Eunji, Cho Kyuhyun, Kim Jae In, Kim Yesung, Park Soo Young, Lee Hyukjae, Lee Hyunmi || Genre : Romance || Rating : PG15 || Disclaimer : This story just fan fiction, ngga ada keuntungan apapun dalam cerita ini, semua hanya sebuah imajinasi semata 🙂

Don’t Read if you Don’t Like 😉

***

Eunji tersenyum melihat foto-foto pernikahannya, sudah hampir sekitar 5 bulan pernikahan itu sudah terlaksana, dan selama lima bulan pula ia mati-matian menjaga perasaannya, berpura-pura bahagia dan menikmati semuanya dengan suka rela. Pernikahan yang dilaksanakan bukan atas dasar cinta dan ingin hidup bersama, tapi pernikahan yang dilakukan untuk perjalanan bisnis dan kesuksesan perusahaannya. Semua itu terbukti begitu ia telah menikah, Perusahaan ayahnya dengan perusahaan yang Ayah Donghae miliki berkembang pesat. Dan ia bersyukur karena itu.

Sejak pertama kali pernikahan itu dilaksanakan, mereka melakukan perjanjian. Yaitu, hidup seperti biasa dalam artian Donghae kembali pada kekasihnya dan ia kembali pada kehidupannya. Ya, kurang lebihnya memang seperti itu perjanjiannya. Dan ia menyetujuinya tanpa memikirkan bagaimana perasaannya. Hidup bersama, saling berpapasan dan kemudian saling mengetahui diri masing-masing membuat Eunji ternyata menyimpan perasaan pada pria itu. Sikap egois jelas ditunjukkan untuk mendapatkan pria itu kedalam pelukannya. Tapi ia tidak pernah tahu bagaimana perasaan pria itu akan dirinya yang bersikap egois.

Lee Donghae, pria mempesona yang memiliki banyak wanita disekitarnya. Membuatnya terpikat dan hampir saja melakukan hal gila untuk mendapatkannya. Jelas itu bukan tipe Eunji, dia wanita yang sabar dan tentu tidak akan bertindak semena hanya karena persoalan pria. Dan bahkan hingga detik ini pun sepertinya ia masih bertahan untuk diam walau beberapa sudah mulai dilakukannya, menjauhkan pria itu dengan para gadis lain. Hal kekanakan itulah yang menjadi prinsipnya sekarang, setidaknya dengan begitu ia bisa memasuki hati pria itu.

“Kau sedang melihat apa?” Pertanyaan itu sejenak mengalihkan perhatiannya, ia mendongak mendapati Donghae yang sedang mendaratkan pantatnya di sofa empuk tepat disampingnya dan kemudian tersenyum lalu kembali terfokus pada album foto ditangannya.

“Foto pernikahan kita, aku tidak menyangka ini sudah lima bulan sejak semuanya terjadi.” Ungkapnya dan ia tersenyum miris diakhir kalimatnya. Melihat itu Donghae hanya mengangguk dan mengambil remot tv menyalakan salurn tv kesukaannya.

Berada disebuah ruangan yang sama dan berbincang adalah hal yang sangat jarang dilakukan mereka, Donghae biasanya akan pulang larut karena perkerjaan kantornya dan ia sendiri sudah tidur. Pria itu akan berangkat berkerja sebelum ia bangun tidur. Jarang sekali mereka berpapasan dan saling berbicara. Tapi untuk kali ini Eunji senang karena waktu liburnya Donghae berada dirumah.

“Kau ingin berlibur bersama? Seperti ketempat-tempat pariwisata, Ya.. hanya sekedar melepaskan rasa lelah?” Tanya Donghae lagi.

Honeymoon? Entah mengapa pernyataan itu terlintas dipikirannya. Apa iya hal semacam itu akan terjadi diantara mereka berdua?

Wae? Jarang sekali kau mengajakku berlibur..” Eunji mencibikkan bibirnya, sedangkan Donghae tengah terkekeh pelan. Ia tahu ini jarang sekali dilakukan mereka karena hubungan mereka yang tak terlalu baik.

“Aku hanya ingin melepaskan rasa lelah, sepertinya melihat pemandangan indah diluar sana akan lebih baik.” Ujarnya.

“Eiyy.. Melepaskan rasa lelah, atau melampiaskan semua kekesalanmu?” Tanya Eunji sarkastis. Ia tahu apa yang sedang pria itu alami, yaa.. semacam patah hati, sama sepertinya.

Donghae menoleh kali ini dengan tatapan tak percaya, ia hendak menjawab pertanyaan Eunji yang seperti menyindirnya, namun belum saja itu terjadi Eunji sudah kembali berinterupsi. “Kau bisa bercerita padaku tentang masalahmu, jangan menganggap aku ini orang asing didalam kehidupannya. Yeah aku tahu kita tidak pernah mengenal sebelumnya, tapi memperbaiki hubungan tidak ada salanya kan?” Tanya dengan seulas senyum dibibirnya yang mampu mengundang Donghae untuk ikut tersenyum.

Karena Eunji itu seperti sahabat, ia ingin mendengarkan semua keluh kesah Donghae. Ia tidak apa-apa jika dalam pernikahan mereka namun status yang mereka jalani adalah persahabatan. Walaupun terdengar konyol tapi setidaknya itu lebih baik dari pada ia dianggap orang asing oleh Pria itu.

“Sebenarnya hatimu itu terbuat dari apa heh? Apa kau baik-baik saja?” Eunji sedikit membulatkan matanya. Terkejut? Tentu saja iya, apa selama ini ia terlihat tidak sedang baik-baik saja hingga pria itu berfikiran seperti itu?

Mwoya? Pertanyaanmu keluar dari topic Donghae-ssi..” Ucapnya diakhiri dengan kekehan ringan. Donghae hanya tersenyum melihat itu, ia kemudian mempersempit jarak diantara mereka agar Donghae bisa melihat apa yang gadis itu lihat. Eunji sedikit gugup menyadari itu tapi ia berusaha diam dengan tatapan yang masih terfokus pada album foto dihadapannya.

“Kalau begitu aku ingin mencoba..” Ujar Donghae tiba-tiba. Eunji kembali menoleh dan Donghae tepat berada dihadapannya, tersenyum manis kearahnya. “Mencoba.. Apa?” Tanyanya bingung. Pria itu kembali terkekeh namun kali ini ada usapan lembut diujung kepalanya. Hal yang selalu dilakukan Donghae.

“Memperbaiki hubungan, seperti katamu.. Aku ingin mencoba membuat pernikahan ini lebih baik. Kita bisa mencobanya bersamakan? Seperti untuk saling mencintai..” Jelas Donghae dan Oh.. Wajahnya memerah mendengar itu. Apa ia salah dengar? Atau sekarang ia sedang bermimpi? Saling mencintai, perkataan itu seketika membuatnya bahagia.

“Hey, hey, hey.. Kau sedang tidak mabukkan Donghae-ssi? Atau kau memang sedang ada masalah? Bukankah kau sendiri yang menginginkan kita seperti biasa? Yah.. Kau dan kehidupanmu dan aku juga dengan kehidupanmu.. Kau berbeda sekali hari ini..” Donghae terkekeh pelan mendengar itu. “Aku sedang dalam kesadaran penuh. Jadi.. Apa kita bisa melakukannya bersama? Aku berjanji akan mencoba mencintaimu dan kau juga harus berjanji untuk belajar mencintaiku heum?” Ujar Donghae lagi, dan kali ini Eunji tak bisa menahan senyumnya.

Aku bahkan sudah mencintaimu..

Eunji menganggukkan kepalanya ringan dan entah keberanian dari mana ia bergerak memeluk Donghae lebih dulu, pria itu terlihat terkekeh pelan sebelum akhirnya membalas pelukannya. Dan seperti inilah mereka berdua sekarang, berbincang dan bersenda gurau. Ini awal yang baik. Mencoba memperbaiki hubungan dan mencoba saling mencintai, sepertinya itu tidak terlalu buruk.

Karena sejak awal aku sudah menginginkanmu..

[Romance City]

Hyunmi melangkahkan kakinya memasuki sebuah lobi perusahaan milik suaminya. Terlihat beberapa orang yang tampak sibuk dengan perkerjaan mereka segera membungkuk hormat begitu melihat kedatangannya. Ia juga mendengar beberapa orang tampak membicarakan dirinya.

‘Dia sangat cantik..’

‘Presdir Lee pasti senang istri tercintanya berkunjung’

‘Dia sangat beruntung’

Kiranya seperti itulah yang dikatakan beberapa gadis disana. Hyunmi dengan canggung melemparkan senyumnya kearah mereka dan kemudian membalas salam mereka. Ini memang pertama kalinya Hyunmi menginjakkan kakinya di perusahaan suaminya. Beberapa hari ini ia sudah lebih baik, kesehatannya pun sudah makin membaik, dan ia ingin sekali mengunjungi suami nya dengan memberi kejutan makan siang yang susah payah disiapkannya. Seperti halnya seorang istri, ia ingin menjadi yang terbaik untuk suaminya.

Langkahnya terhenti tepat ketika matanya menangkap sebuah pintu yang menghubungkan ruangan yang sedang ditempatinya pada ruangan Hyukjae. Didepan pintu ruangan itu terdapat sebuah ruangan kecil yang terbuka dimana seseorang yang diyakini Hyunmi adalah sekertarisnya, Wanita yang dicurigai seperti sekertarisnya tersenyum dan memberi salam hormat begitu melihatnya.

Annyeonghaseyo Nyonya Lee, Kau datang?” Tanyanya dengan ramah, Hyunmi tersenyum pada gadis itu. Sejujurnya ia tidak menyangka kalau ternyata orang-orang disini hampir mengenalnya.

“Ehm.. Apa Hyukjae ada didalam?”

“Presdir baru saja menyelesaikan rapat. Ya.. Dia ada didalam.” Jawabnya, Hyunmi kembali tersenyum dan tanpa mengatakan apapun lagi ia segera menuju ruangan itu. Ia membuka pintunya dengan perlahan, senyumnya seketika mengembang saat melihat sang suami memang berada disana. Hyukjae sedang menyandarkan tubuhnya disandaran kursi kerjanya dengan kepala yang menengadah keatas dan matanya yang terpejam.

Hyunmi melangkahkan kakinya dengan sangat pelan menuju meja Hyukjae, senyum manis tak pernah terlepas dari wajah cantiknya. “Apa kau akan terus bersikap seperti itu bahkan ketika istrimu datang?” Tanyanya.

Hyukjae berjengit kaget saat suara yang sering didengarnya itu mengintrupsinya. Ia membuka matanya dengan cepat dan langsung dihadapkan dengan Hyunmi istrinya yang sedang melipat kedua tangannya didepan dada dengan wajah kesal dibuat-buat.

“Kau kemari? Tumben sekali eoh?” Tanyanya.

“Kejutan.. Aku membawakan makan siangmu, kau belum makan kan?” Hyunmi meletakkan kotak bekal yang ia bawa dikehadapan Hyukjae, Pria itu terkekeh pelan sebelum memutar kursinya menyamping dan menepuk-nepuk pahanya sebagai suruhan pada Hyunmi untuk duduk dipangkuannya. Gadis itu tersenyum dan tanpa mengatakan apapun ia segera menghampiri Hyukjae, duduk dipangkuannya dengan kedua tangan yang melingkar dileher pria itu.

“Kau terlihat lelah. Apa ada masalah?” Hyunmi bertanya. Akan selalu seperti ini jadinya setiap kali ada raut wajah lelah dari Hyukjae. Akhir-akhir ini Hyunmi sudah banyak berubah dan Hyukjae tentu senang dengan hal itu.

“Ehm.. Aku lelah karena tak bisa melihat wajahmu..” Guraunya dan seketika membuat Hyunmi mencibir namun wajahnya juga ikut memanas. “Kau menyebalkan..” Ucapnya dan kemudian hendak bangun dari tempatnya duduk. Namun dengan sigap Hyukjae menahannya. Ia menatap Hyunmi dengan seringaian khasnya dan tentu membuat Hyunmi bergidik. “Poppo~” Ucapnya manja, Hyunmi yang mendengar itu tak segan mengeluarkan tawanya yang tentu membuat Hyukjae merengut kesal, apa yang salah jika seorang suami minta dicium oleh istrinya sendiri?

Wae?” Tanya Hyukjae kesal. Hyunmi tampak menggelengkan kepalanya dan kemudian mencium bibir Hyukjae singkat dan kemudian melepaskannya. Hyukjae kembali berdecak kesal merasakan ciuman singkat itu dan tanpa mengatakan apapun ia menarik tengkuk Hyunmi dan menempelkan bibirnya.

Hyunmi tersenyum disela ciumannya, ia memejamkan matanya dan kemudian membalas setiap lumatan yang Hyukjae berikan padanya. Tangannya yang menggenggam kuat jas Hyukjae setiap kali lumatan-lumatan itu berubah menjadi sedikit kasar dan menuntut. Hyunmi bahkan sudah hampir kehabisan nafas namun sepertinya Hyukjae tak ingin melepaskannya.

Sesaat kemudian ia melepaskan tautannya, terkekeh geli saat melihat istrinya yang menyerobot udara disekitarnya dengan nafas yang terengah. Sangat menggemaskan sekali. “Kau berciuman ditempat kerjamu sendiri, apa itu pantas dilakukan oleh presdir?” Tanya Hyunmi dengan nada mengejek. Hyukjae menempelkan keningnya dengan kening istrinya dengan senyum gummy khasnya. “Sepertinya tidak akan apa-apa karena yang dicium juga menikmatinya.” Ujarnya dan kemudian membuat Hyunmi berdecak. Ia kemudian menjauhkan tubuhnya dari Hyukjae dan melangkah ke sebuah sofa yang disediakan disana.

“Aku membawakanmu makan siang, kau tak ingin makan?” Tanyanya. Hyukjae yang sudah berjalan kehadapannya pun kemudian tersenyum dan ikut duduk disampingnya, membuka makan siang yang dibawakan istrinya. “Gomawo..” Ujarnya dengan tulus, Hyunmi mengangguk dan kemudian membenahi rambut Hyukjae yang sedikit berantakan.

[Romance City]

Yeonmi menghentikan langkahnya tepat dihadapan sebuah Rumah mewah yang menjadi tempat tinggalnya selama hampir 18 tahun sebelum ia memutuskan untuk tinggal disebuah apartemen yang dibelikan ibunya. Sudah lama ia tidak berkunjung kerumah ini dan sudah pasti sudah sangat jarang sekali ia menemui Ayahnya dan juga Kakak perempuannya, Hanya Ibunya yang sering ia temui karena wanita yang paling dihormatinya itu tak pernah melewatkan untuk mengunjunginya setiap akhir minggu.

Yeonmi tak membawa apapun untuk pulang semua barang-barangnya masih ditinggalkannya diapartemen miliknya karena memang ia tidak akan pindah, ia hanya ingin menginap beberapa hari dirumah ini sebagai percobaan untuk melupakan masalah cintanya. Karena sepertinya ia akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Eomma atau mungkin membicarakan bisnis seperti apa yang pernah Ayahnya katakan padanya. Jadi ia yakin kalau Yeonmi akan lebih cepat melupakan masalah cintanya.

Ia menarik nafasnya perlahan dan kemudian melenggang memasuki pekarangan rumah. Yeonmi tersenyum saat mendapati Oh Ahjussi yang sedang merawat tanaman yang berada dipekarangan Rumah seperti biasanya. Oh Ahjussi tampak terkejut begitu melihat kedatangannya dengan tiba-tiba. Pria paruh baya itu yang merupakan pengurus kebun milik Keluarganya sejak pertama kali orang tuanya pindah ketempat ini, bahkan sebelum ia lahir didunia ini. Oh Ahjussi adalah satu-satunya orang yang sering bermain dengannya sewaktu ia kecil. Pria paruh baya itu kemudian berjalan menghampirinya dan kemudian tersenyum. “Nona.. Anda pulang?” Tanyanya dengan wajah yang begitu bahagia. Tak bisa dipungkiri kalau ia memang merindukan gadis manis didepannya sekarang, Yeonmi mengangguk sembari bergumam kecil, “Hmm.. Apa Ahjumma ada?” tanyanya brtujuan menanyakan istri dari Ahjussi Oh yang menjadi orang kepercayaan rumah mewah ini.

“Dia ada didalam bersama Nona Muda..” Ujarnya lembut dan kemudian Yeonmi mengangguk sebelum akhirnya melenggang masuk setelah berpamitan dengan Ahjussi Oh.

Yeonmi memasuki rumahnya. Rumah itu masih tampak sepi walau tak ada yang berubah. Wajar saja Rumah sebesar ini hanya dihuni oleh Empat Orang; Ayahnya, Ibunya, Kakaknya, serta dirinya dan beberapa kepercayaan Ayahnya seperti; Oh Ahjussi dan istrinya juga beberapa orang lain yang tak Yeonmi ketahui namanya.

Yeonmi melangkah keruang tengah dan mendapati Eonnie nya juga sang Eomma yang sedang berbicang. Gadis itu hanya berdiri menunggu kedua orang itu menyadarinya. Namun belum sempat mereka berdua menyadari keberadaan Yeonmi. Oh Ahjumma yang kebetulan memasuki ruangan ini dengan dua gelas Orange Juice menydararinya dan seperti biasa wanita paruh baya itu memanggil namanya..

“Nona Yeonmi..” Ujar wanita paruh baya itu. Dan kemudian kedua orang yang ditunggunya kemudian menoleh kearahnya dan wajah mereka tak kalah terkejutnya dengan Oh Ahjumma.

“Kau pulang? Kenapa tak memberitahu sebelumnya, Eomma kan bisa menjemputmu..” Ujar Eommanya sembari memeluknya sekilas. Yeonmi tak menjawab apapun selain hanya tersenyum. Ia memang ingin pulang tapi tidak dengan merepotkan Eommanya yang harus susah payah menjemputnya. Lagi pula Ia memiliki uang untuk menaiki taxi jadi ia juga tidak merasa kesulitan.

Eomma.. Aku ingin istirahat eum?” Ucapnya, Eommanya mengangguk dan kemudian membiarkannya. Ia tak menyapa Eonninya karena memang hubungan keduanya memang kurang baik. Entahlah, mungkin karena kedua sifat mereka yang berbeda. Yeonmi yang cenderung brutal dan melakukan segalanya sesuka hatinya sedang Eonninya yang bersifat anggun dan melakukan sesuatu dengan hati-hati, wanita itu memang bertingkah seperti Putri kerajaan sejak lahir, ia begitu anggun dan cantik tak jarang Yeonmi sendiri merasa iri karena kakaknya itu banyak disukai oleh orang lain.

Setelah mengganti bajunya Yeonmi memilih membaringkan tubuhnya diatas kasur dengan music kesukaannya yang berdentum dengan keras. Kamarnya berada diatas jadi ia harus merasa takut karena menggangu orang lain.

***

Ryeowook menahan nafasnya saat sebuah surat disodorkan oleh Ibunya, beberapa pikiran buruk mulai melayang dikepalanya dan ia ingin sekali melangkahkan kakinya pergi dari tempat ini. “Eomma Apa itu?” tanyanya. Dan Seperti biasanya Ibunya akan tersenyum manis padanya.

“Undangan makan malam di keluarga Shin. Kau harus ikut.” Ucapan ibunya seperti memerintahnya. Ryeowook kembali melirik amplop itu dan membukanya. Itu memang undangan dan Shin Ji Hye yang memintanya langsung padanya. Ah ya,, Ryeowook lupa kalau ia sedang dalam masa perjodohan bersama gadis yang Ibunya itu kenalkan. Ryeowook juga sudah jarang menemuinya karena memang perkerjaannya yang memadat dan ia juga sudah memilih gadis yang disukainya. Jadi mungkin dengan Ji Hye hanya sebatas teman dekat saja.

Eomma.. bagaimana kalau aku sudah punya seseorang yang kusukai..” Eomma Ryeowook terdiam, memicingkan matanya menatap putranya dengan tatapan meragukan. “Kau benar sudah punya seseorang yang kau sukai?” tanya Eomma Ryeowook Dan Ryeowook dengan yakin mengangguk setuju.

“Dulu kita pernah melakukan perjanjian, jika aku tidak cocok dengan gadis itu maka Eomma akan memberiku waktu satu minggu untuk mencari seorang gadis dan akan segera kutunjukkan pada Eomma.. Tapi sayangnya gadis yang Eomma tunjukkan menarik perhatianku dan aku membiarkannya beberapa saat, tapi ketika itu terjadi, ada seorang gadis yang benar-benar kusukai.”

Eomma Ryeowook menghela nafasnya “Siapa dia? Dia berasal dari keluarga apa dan bagaimana sifatnya?” Tanya Eomma Ryeowook seperti yang tengah mengintrogasi. Ryeowook mendengus menatap kesal ibunya yang selalu memikirkan criteria seorang wanita. Kenapa itu yang selalu jadi permasalahan?

“Akan kutunjukkan pada Eomma. Aku berjanji akan membawanya kehadapan Eomma dan akan kunikahi segera, dia gadis yang baik, cengeng, tapi tak jarang ia sering marah-marah tidak jelas. Tapi aku menyukainya, dan akan kupastikan Eomma melihatnya sebagai calon istriku.” Ucap Ryeowook dengan senyum mengembang. Dan itu tanpa sadar membuat Eomma Ryeowook ikut tersenyum. Ini kali pertama Putra tunggalnya, Kim Ryeowook menceritakan seorang gadis dengan wajah yang begitu senang. Siapapun gadis itu, Ia sangat berterimakasih sudah membuat Ryeowook jatuh cinta. Ibu Ryeowook dulu sempat berfikir kalau putranya itu tidak normal karena tak kunjung mendapatkan seorang kekasih. Tapi ia sekarang lega karena putranya itu mendapatkan seseorang yang disukainya. Walau ia tidak tahu wujudnya seperti apa, sikapnya, dan criteria yang diinginkannya.

“Kalau begitu tunjukkan pada Eomma dengan cepat.”

Jinja? Apa Eomma tak mempermasalahkannya karena aku kembali menolak perjodohannya?” Tanya Ryeowook girang.

Eomma senang kau sudah mendapatkan seseorang yang kau sukai. Tapi untuk hari ini, kau tidak bisa menolak undangan itu. Undangan ini bukan semata-mata karena kau akan di jodohkan oleh Ji Hye tapi juga pembicaraan bisnis mengenai bisnis Ayahmu dengan bisnis keluarga Shin.”

Ryeowook mendesah menatap Eommanya dengan malas, “Apa harus aku datang?”

“Sekali ini saja Wookie..” Pinta Eommanya yang sedikit memaksa.

“Tapi kau tak berniat menjodohkanku kan?” Tanyanya, Eomma Ryeowook tampak mengangguk pelan. Ryeowook menghela nafasnya dan kemudian menganggukkan kepalanya terpaksa.
^^

Hari sudak menggelap, matahari sudah tampak kembali keperaduannya dan digantikan dengan bulan yang indah. Ryeowook menghela nafas dan kemudian bangkit dari kursi kerjanya, didepan mejanya ada sebuah undangan makan malam di keluarga besar Shin’s Group. Dan Eomma Ryeowook memintanya dengan sangat, tak ada pilihan lain karena Eommanya berjanji ini yang terakhir. Hari sudah mulai gelap dan itu artinya ia harus segera bersiap-siap untuk pergi. Hari ini Ryeowook banyak menghabiskan waktunya di kantor miliknya. Mengurus dokumen-dokumen yang belum sempat ia periksa juga beberapa pertemuan penting yang dilaksanakan mendadak. Ia merasa sangat lelah hari ini. Istirahatnya bahkan digunakan untuk menemui Eommanya dan membicarakan tentang undangan itu.

Ryeowook berdiri dari kursi kerjanya dan segera menuju pintu keluar setelah membereskan beberapa dokumen. Tak perlu waktu lama untuknya kembali ke apartemennya. Jalanan Seoul begitu sepi jadi membuatnya tanpa ragu menginjak pedal gasnya dalam-dalam.

Begitu telah menekan beberapa tombol password Ryeowook masuk kedalam apartemennya yang tampak sepi. Ia menyalakan lampu ruangan dan setelahnya ia bisa melihat keadaan apartemennya. Sepi dan seperti tak pernah ada yang menyentuhnya. Ryeowook yang sebelumnya sangat menyukai kesepian mendadak menjadi tak suka beberapa akhir lalu, itulah alasannya selalu jarang berada diapartemen dan memilih jalan-jalan kemana saja atau mungkin menyibukkan diri di kantornya yang juga sangat sepi hanya ada sekertarisnya. Ck membosankan.

Ryeowook menghempaskan tubuhnya diatas kursi empuk yang berada diruang tengah, menyandarkan tubuhnya senyaman mungkin disandaran sofa dan memejamkan matanya. Tiba-tiba saja dipikirannya terlintas Shin Yeonmi gadis berisik yang suka sekali menangis. Pasti menyenangkan jika ia tinggal disini. Rumah ini jadi tidak akan terlalu terlihat seperti rumah hantu. Hhh~ Mendadak saja rasa ingin memiliki gadis itu memenuhi ruang kepalanya. Tapi apa mungkin ia bisa mendapatkan gadis itu dengan cepat dan menunjukkannya pada kedua orang tuanya? Ia teringat alasan gadis itu menangis beberapa hari lalu, dia seperti sedang patah hati, Yeonmi bilang juga ia sedang menyukai seseorang. Lantas bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan gadis itu?

Ryeowook menghela nafasnya, membuang jauh-jauh pikiran buruk tentang gadis itu. Tak peduli Yeonmi menyukai pria lain, yang penting sekarang ia harus mencari cara agar bisa memasuki hatinya.

Ryeowook kembali beranjak dan kali ini untuk bersiap-siap karena sepertinya ia akan telat jika terus mengulur waktu.

[Romance City]

Jae in bertepuk tangan dengan senang saat Kyuhyun menyelesaikan lagunya. Sebuah lagu yang diciptakan oleh Ed Sheeran sukses dinyanyikan Kyuhyun dengan permainan pianonya yang indah. Dan Kyuhyun memainkannya tanpa rasa gugup, mungkin karena pria itu memang biasa memainkannya.

Hari ini Jae in sedang berada diapartemen Kyuhyun. Pria itu mengajaknya makan malam diapartemennya yang tidak bisa dibilang tidak mewah ini. Jae in tentu saja menolak, bisa-bisa ia mati karena gugup jika terus berada didalam satu ruangan bersama Kyuhyun. Apartemen ini juga sepi dan Jae in yakin kalau Kyuhyun memang tinggal sendiri.

Pria itu secara terang-terangan mengajaknya makan malam. Dan Kyuhyun yang akan menyiapkan segalanya Jae in hanya perlu datang bersamanya. Katanya Kyuhyun ingin mengucapkan terimakasih karena Jae in yang sudah mengajaknya ketempat indah, kini giliran Kyuhyun yang memberikannya keindahan. Jae in tak mengerti apa maksud Kyuhyun mengatakan itu dan ia juga memang sudah menolaknya, lagi pula pemandangan yang mereka nikmati beberapa hari lalu adalah hal yang biasa, setiap orang sering pergi ketempat itu. Tapi Kyuhyun memaksanya, dia tidak menerima penolakan. Dan mengancam Jae in dengan ancaman-ancaman yang menurutnya sangat aneh. Itu sedikit membuat Jae interkejut sebenarnya. Baru kali ini ia melihat seorang Cho Kyuhyun yang tampan dan bersikap dewasa dan romantis mendadak berubah ketika ia menolak ajakannya. Jae in selalu ingin tertawa setiap kali mengingat itu.

Dan Oh.. Hubungan keduanya semakin dekat. Entah apa yang Jae in mimpikan setiap malam, Kyuhyun menjadi lebih dekat padanya, tanpa sadar pria itu memang selalu mengisi hari-harinya tanpa sedikitpun membuatnya canggung. Kyuhyun memang hebat dalam bergaul. Tapi tetap saja rasa sakit didadanya selalu muncul setiap kali mengingat Ia bukanlah siapa-siapa bagi Kyuhyun, Hanya seorang fans yang kebetulan beruntung.

Dan alasannya ia bisa berada diruangan ini bersama Kyuhyun yang bermain dengan Pianonya adalah karena.. Saat ia datang untuk memenuhi undangan makan malam, ia melihat kekacauan yang tak biasa. Kyuhyun melarangnya masuk karena ada sesuatu yang terjadi. Namun Jae in memaksa karena sebetulnya ia merasa khawatir dengan keadaan Kyuhyun dan akhirnya setelah melakukan pemaksaan akhirnya Kyuhyun mau membukakan pintu untuknya. Dan kau tau apa yang terjadi? Pakaian yang Kyuhyun kenakan kotor entah karena apa. Jae in ingin tertawa mendengar alasan Kyuhyun. Pria itu gagal dalam memasak dan akhirnya pakaiannya kotor akibat ketumpahan barang hangus. Ck.. Kenapa itu bisa terjadi? Apa Kyuhyun tidak pandai memasak?

Dan akhirnya Jae in lah yang membersikan itu semua dibantu dengan Kyuhyun, Jae in juga membuat makan malam mereka dan Kyuhyun hanya diam karena ia memang tak pandai memasak, Jae in ingin sekali menertawakan Kyuhyun dengan wajah antara polos dan malu itu ketika melihatnya. Dasar, pria!

Dan sebagai imbalannya, Jae in ingin Kyuhyun menyanyikan satu lagu untuknya karena Jae in tahu Kyuhyun suka sekali dengan menyanyi sambil memainkan piano. Jae in mengetahuinya karena dia memang diam-diam memperhatikan Kyuhyun saat dikampus dan Kyuhyun sering pergi keruang music. Jadi pria itu tidak mungkin tak memiliki piano kan?

“Kau suka?” tanya Kyuhyun, Pria itu berdiri dari tempatnya duduk dan menghampiri Jae in yang sedang memandangi jendela sembari mengangguk pelan. “Aku suka, terimakasih..” Ujarnya begitu melihat Kyuhyun yang sudah berada disampingnya mengikuti arah pandangnya yang sedang menatap takjup pemandangan kota Seoul saat dimalam hari. Bintang-bintang yang berkilauan serta lampu perkotaan yang berkelap kelip. Nampak lebih indah karena ia melihatnya dari atas ini.

“Jae In-ya..”

“Hmm?” Jae in menoleh mendapati Kyuhyun yang sedang menatap lembut kearahnya. Ia hendak kembali memalingkan wajahnya namun belum sempat ia melakukan itu Kyuhyun sudah kembali mengintrupsi. “Kau mau jadi kekasihku?” Tanyanya. Jae in tentu saja berdegup. Sebelah tangannya yang berada dijendela Kyuhyun digenggam oleh pria itu. Pria itu menguncinya dalam satu tatap yang membuat jantung berdebar hebat dan darah yang berdesir. Jae in bungkam, entah harus mengatakan apa.

“Bukankah kau sudah memiliki kekasih? Kenapa memintaku?” Tanyanya dengan polos, kiranya hanya itu kalimat yang dipikirkannya dan berhasil keluar dari mulutnya. Kyuhyun mengernyit menatap bingung Jae in. Kekasih? Siapa?

“Seorang gadis yang selalu kau bawa setiap kali kau bertanding basket. Gadis cantik berambut panjang..” Jelasnya. Kyuhyun kembali berpikir dan begitu ia mengingatnya Kyuhyun justru tertawa. “Apa yang kau maksud Eunji? Dia kekasihku? Aigoo” Ujar Kyuhyun dan kali ini yang membuat Jae in bingung.

“Dia hanya sahabat dekatku. Aku memang sering membawanya ketika aku sedang bertangding basket, tapi dia sahabatku sungguh.. Apa kau ragu karena dia seorang wanita? Lagi pula mana mungkin aku mengencaninya sedang dia sudah memiliki kekasih?” Kyuhyun memberi jeda sejenak, membiarkan Jae in mencerna semua yang dikatakannya. “Jadi, bagaimana.. Kau mau?” tanya Kyuhyun sekali lagi.

Jae in terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu membuat Kyuhyun sedikit tak sabar, Jantungnya berdegup hebat menunggu jawaban gadis itu. Seperti sedang menunggu keputusan Jaksa ketika ia terbukti bersalah. “Aku tidak sempurna Kyuhyun-ssi. Aku tidak memiliki banyak teman, aku juga tidak popular, kecantikanku pun biasa, Apa kata orang satu kampus jika kau mengencani seseorang yang banyak kekurangan sepertiku?” Dan pertanyaan itu sukses membuat Kyuhyun tercengang. Kenapa gadis itu berfikiran konyol seperti itu.

Kyuhyun menghela nafasnya dan membalikkan tubuh Jae in agar menatapnya. Dipegangnya erat pundak Jae in agar gadis itu bisa focus memperhatikannya. “Memangnya apa yang salah dengan itu? Aku menyukaimu..”

“Kau terlalu sempurna untukku Cho Kyuhyun.” Ucapnya lemah dan kemudian menundukkan kepalanya. Dan sekali lagi itu sedikit membuat Kyuhyun kesal. Ia mengangkat dagu Jae in agar kembali menatapnya dan kemudian mengecup bibirnya sedikit lama dan kembali melepaskannya. Mata Jae in membulat tak percaya dengan apa yang Kyuhyun lakukan padanya.

“Dengar! Cinta itu tak memandang siapa yang sempurna untuk mencintai seseorang yang sempurna. Atau yang tidak sempurna mencintai yang tidak sempurna. Bukan seperti itu Jae in-ah. Cinta itu adalah sesuatu yang sempurna menjadikan sosok kita menjadi sempurna. Kau tak paham kata itu?” Jelas Kyuhyun, dia mematap lekat-lekat kedua bola mata Jae in, dan kembali melanjutkannya. “Cinta itu bukan menjadi sosok yang sempurna bagi seseorang..

“Tapi cinta adalah mencari seseorang yang menjadi kita sosok yang sempurna..” Jae in menambahkan ucapan Kyuhyun yang terhenti, Ia merasa tak asing baginya. Kyuhyun tersenyum dan kembali mendekatkan wajah mereka lalu mengecup bibir Jae in lama. Melumatnya pelan seolah sedang menyalurkan semua perasaannya pada gadis ini.

Jae in mengerjap, ini ciuman pertamanya dan dia bingung harus melakukan apapun. Jadi Jae in memilih diam dan membiarkan Kyuhyun mengambil kendali atas dirinya. Jae in memejamkan matanya, menikmati sentuhan Kyuhyun dibibirnya yang mampu menggelitiknya hingga membuat darahnya berdesir hebat. Entah Jae in belajar dari mana, yang jelas kedua tangannya sekarang bahkan sudah berada dileher Kyuhyun tanpa sadar sudah semakin membuat pria itu semakin memperdalam aksinya.

Kyuhyun melepaskan tautan diantara keduanya. Menatap geli Jae in yang kehabisan nafas dengan wajah yang merona. Jae in menatap Kyuhyun sebal, tapi pria itu justru terkekeh. Posisi keduanya bahkan masih sangat dekat, Jae in saja masih mampu merasakan deru nafas Kyuhyun yang menyapa wajahnya. “Jadi biarkan aku menjadikanmu sosok yang sempurna..” Ucapnya dengan lembut dan kembali menyentuh bibirnya, kembali menyesap bibirnya pelan namun sedikit menuntut.

Jae in kembali mengerjap. Bagaimana bisa pria ini menciumnya lebih dari sekali? Kyuhyun.. Dia berbahaya!

[Romance City]

Oppa kita hentikan semuanya sampai disini heum? Aku sudah merelakanmu dan kau juga harus berusaha mencintai istrimu. Maafkan aku jika selama ini aku hanya menjadi hama di kehidupanmu. Perasaanku masih sama padamu. Aku tetap mencintaimu dan menyayangimu tapi akan kucoba untuk membatasi perasaanku. Kita tidak akan bertengkar setelah ini kan? Tetap berteman walau kau akan memiliki seorang anak?”  Ujar Soo Young sembari menggerling lucu pada Donghae, Pria itu yang mendengarkan semua perkataan gadis manis itu mengangguk mengerti sembari terkekeh pelan dan bergerak memeluknya. Mungkin untuk yang terakhit kali karena saat ini Donghae pun memutuskan untuk mencoba mencintai istrinya.

Soo Young tersenyum dipelukan Donghae, Pelukan ini masih sangat nyaman seperti dulu. Ia harus bersikap dewasa mulai saat ini setidaknya untuk menyadari apa status Donghae saat ini. “Maafkan aku heum?”

Oppa tidak perlu meminta maaf, tidak ada yang salah disini.” Ucapnya dan kemudian mengurai pelukannya. Cha.. Rasanya melegakan sekali mengatakan itu semua. Lagi pula ia sendiri sedang ingin membuka hati pada seseorang, seseorang yang sering dipanggilnya sahabat. “Oppa.. Sepertinya aku harus segera pergi, Yesungie Oppa sudah menungguku..” Ucapnya berpamitan. Donghae mengangguk kebetulan istrinya juga sudah datang, Donghae dan Eunji membuat janji untuk bertemu ditempat ini untuk pergi kerumah orang tuanya. Itu semua karena kegiatan masing-masing yang tidak didalam satu tempat. Sementara Soo Young. Gadis itu kebetulan datang bersama Yesung untuk berjalan-jalan dan bertemu dengannya lalu mereka menyelesaikan permasalahan mereka.

Donghae melambaikan tangannya saat Soo Young melangkah pergi mengamit tangan Yesung dan berlalu. Sementara Eunji yang baru datang tampak tak mengerti dengan apa yang dilakukannya. Donghae dapat merasakan ada aura tak suka saat Donghae bertemu dengan Soo Young tadi.

“Dia siapa?” Tanya Eunji. Donghae menggeleng lalu merangkul pundak istrinya dan berjalan bersama. “Bukan siapa-siapa.. Dia datang untuk menyelesaikan masalah..” Ujarnya, Eunji melirik sekilas Donghae dan mencari kebohongan disana. Namun sesaat kemudian ia menghela nafasnya dan memilih diam tak ingin berdebat lagi.

Sementara Soo Young, Yesung yang kali ini menampakkan wajah tak suka nya saat ia melihat gadis yang dicintainya berdekatan bahkan berpelukan dengan pria lain yang bahkan sudah menyakitinya. Pria itu menatap sekilas Soo Young yang masih bersikap biasa saja dengan tangan gadis itu yang mengamit tangannya.

“Hhh~ Pemandangan sore ini indah sekali..” Ujar Soo Young begitu mereka berdua mendudukkan tubuhnya diatas rerumputan kecil yang tumbuh diatas bukit kecil disebuah taman. Angin berhembus tenang membuat suasana menjadi lebih sejuk disore hari ini.

Yesung mengangguk mengiyakan. Pria itu ikut menikmati semilir angin disiang hari yang cerah ini. Keadaan hening sesaat hingga suara gaduh orang-orang mengalihkan konsentrasi mereka. Yesung dan Yeonmi reflek menoleh kearah sumber suara. Beberapa orang berkumpul ditepi sungai.

“Siapapun tolong aku putriku terjebur kesungai.” Teriak seorang Ahjumma sedang meminta tolong pada semua orang yang lewat. Namun orang-orang itu seolah tak memperdulikan itu semua hingga membuat Yesung geram. Apakah mereka tidak punya rasa simpati?

Yesung beridiri dari tempatnya duduk menghampiri Ahjumma itu dan tanpa ragu setelah ia membuka jaketnya Yesung segera mencebur kedanau. Membawa gadis yang tenggelam keatas permukaan. Gadis itu tampak tak sadarkan diri. Yesung berusaha menekan dadanya sembari sedikit menepuk-nepuk pipinya namun nihil. Satu-satunya cara ada memberinya nafas buatan.

Segera mungkin Yesung memberinya nafas buatan selama beberapa kali hingga gadis itu terbatuk sadarkan diri. “Agassi, Kau baik-baik saja?” Tanyanya. Gadis itu mengangguk lemah dan kemudian ia dapat mendengar orang-orang disekitarnya memberikan tepuk tangan.

“Yeong Shin-ah.. Kenapa kau bisa tercebur heh?” Tanya Ahjumma itu pada gadis yang baru saja ditolong olehnya. Ahjumma itu menatap Yesung dan mengucapkan banyak-banyak terimakasih karena sudah menolong putrinya. Yesung tersenyum dan segera berpamitan dengan Ahjumma itu lalu pergi.

Yesung kembali mendatangi tempat saat ia berkumpul dengan Soo Young. Namun sesuatu membuatnya bingung, Gadis itu sudah tidak berada disana.

“Soo Young-ah” Panggil Yesung. Kepalanya menoleh kearah kiri dan kanan mencari keeradaan Soo Young. Kemana gadis itu peri? Dan kenapa?

Langkah Yesung yang berlari terhenti saat diujung jalan sana Soo Young terduduk. Wajahnya tampak kebingungan dan Yesung khawatir. Menghela nafas sejenak, Yesung kemudian berlari menghampiri Soo Young.

Kenapa ini? Kenapa hatiku sakit sekali melihat Yesung Oppa melakukan itu pada gadis lain?

Soo Young berdebat didalam hatinya, tangannya dengan sendirinya menepuk-nepuk dadanya ringan. Kepalanya menoleh mendapati Yesung yang tengah berlari kearahnya dengan baju yang masih dalam keadaan basah. Pria itu berhenti dihadapannya dengan kedua tangan yang menopang diatas lutut, ia terlihat setengah berjongkok dengan nafas yang terengah.

“Kenapa kau pergi heh?”

Soo Young mengamati Yesung dengan tatapan penuh selidik, “Kau menciumnya Oppa” Ujarnya dingin dan semakin membuatnya tak mengerti. Siapa yang mencium siapa?

“Apa maksudmu?” Tanya Yesung, pria itu sudah kembali menormalkan tubuhnya.

“Gadis itu.. Kau menciumnya..” Jelasnya dan kemudian Soo Young menunduk. Yesung yang mendengar itu lantas ingin tertawa, namun ia masih punya hati melihat gadis itu yang terlihat murung. Yesung hanya tersenyum dan kemudian mendudukkan dirinya dihadapan gadis itu dan menarik dagunya agar kedua mata mereka bertemu.

“Kau cemburu?”

Aniya

“Lalu?”

“Aku hanya..

“Kau tidak suka aku tahu.. Apa itu artinya kau mencintaiku?”

Soo Young mengernyit. Apa dia menyukai Yesung?

“Yaa.. manabisa begitu! Aniya..”

“Sudahlah.. Melihat raut wajahmu, kau sepertinya menyukaiku.”

“Ya-

Soo Young ingin sekali memukul pria menyebalkan dihadapannya namun diurung saat Yesung menarik tangannya dan kembali berjalan bersama. “Lebih baik kita pulang, aku bisa masuk angin karena memakai baju basah ini.” Ujarnya.

Soo Young mengamati pria itu dari samping. Yesung terlihat lebih tampan dengan rambut yang sedikit basah dan berantakan. Dan.. Jantungnya, apa sedang berdebar? Kenapa ia merasa aneh? Mungkinkah.. Ia sudah menyukai Yesung?

[Romance City]

Ryeowook menjalankan mobilnya dengan santai membelah jalanan kota Seoul. Pandangannya yang semula terdokus pada jalanan seketika membuyar begitu ponselnya berdering dengan sebuah nama yang menari-nari minta diangkat. Ryeowook menghentikan laju mobilnya ditepi jalan, Ia tidak ingin mencelakai dirinya sendiri hanya karena nama Yeonmi tertera dilayar ponselnya.

Yeobse

“Ryeowook-ah.. Kau sibuk? Aku sedang bosan disini dan yah.. Apa kita bisa minum bersama?” Sudut bibir Ryeowook terangkat sempurna membentuk sebuah senyuman. Selain ia senang karena Yeonmi yang meneleponnya. Yeonmi bisa dijadikan alasan untuknya kabur dari undangan makan malam itu.

Aniya.. Kau dimana?”

“Eung.. Di halte biasa. Tempat yang selalu kau gunakan untuk menggangguku.”

Ryeowook kembali tersenyum, senang mendengar suara gadis yang ceria itu lagi. Dan kebetulan ia sekarang berada disana. Ryeowook kembali menepikan mobilnya saat ia benar-benar melihat gadis itu. Dia sedang duduk dihalte dengan ponsel yang berada ditelinganya.

“Ini sudah hampir malam, kenapa kau berada diluar?” Terdengar helaan nafas dari gadis itu sebelum menjawab, “Aku bosan berada dirumah..” Ujarnya.

“Kedua orang tuaku sedang mengadakan makan malam bersama rekan kerjanya dan juga Eonnie ku yang akan menemui calon pria nya. Tsk” Ucapnya dengan nada sebal. Ryeowook terkekeh sebelum akhirnya ikut duduk disamping gadis itu yang masih tak menyadari keberadaannya.

“Kau cemburu?”

Yeonmi menoleh dengan cepat saat suara itu terdengar lebih nyata ditelinganya. Ia menatap takjub pada Ryeowook. Bagaimana bisa pria itu ada disini?

“Woaah? Apa kau bisa teleportasi? Kenapa cepat sekali datangnya?” Ujar Yeonmi dengan berisiknya dan langsung mendapat elusan lembut dari Ryeowook yang membuat gadis itu hampir memekik. “Bisa pelankan suaramu Nona Shin?”

“Ck.. Menyebalkan.” Umpatnya.

“Kau sangat rapi hari ini.. Apa kau akan menemui seseorang yang special?” Tanya Yeonmi penuh rasa penasaran. Ryeowook menoleh dan sudah mendapatkan senyum bocah yang gadis itu tunjukan. Ryeowook mencibir, kemarin saja ia menangis mengatakan hal-hal aneh dan sekarang? Senyum apa itu? Kenapa Ryeowook bisa menyukai gadis aneh sepertinya?

“Berhenti tersenyum seperti itu, kau membuat mataku sakit.” Ucapnya dan kemudian menarik kepala Yeonmi dan menghimpitnya ditengah lengannya. “Kau mau membunuhku? Ya! Lepaskan bodoh!” Teriaknya. Dan dengan berat hari Ryeowook kemudian melepaskannya mendapatkan dengusan kesal Yeonmi.

“Kau sibuk hari ini?”

“Tidak..”

“Lalu kenapa kau memakai pakaian yang sangat rapi?”

“Itu karena.. Ya! Kenapa kau banyak tanya eh?” Yeonmi mendengus, apa salahnya bertanya. Yeonmi kembali menatap jalanan didepannya. Tanpa mengindahkan tatapan Ryeowook yang mengarah padanya. Diam-diam Ryeowook mengulas senyumnya dan ikut melakukan seperti apa yang Yeonmi lakukan.  “Aku dijodohkan oleh Eommaku..”

Yeonmi kembali menoleh kali ini dengan tatapan yang terkejut, “Jinja? Aku pikir hal semacam itu sudah tidak ada lagi sekarang. Ya! Orang tuamu itu kuno sekali..” Ucapnya setengah mencibir. Ryeowook ikut menoleh dengan terkekeh pelan. “Tapi mereka membuat perjanjian.”

“Apa itu?”

“Ia akan menghentikan perjodohan itu, jika aku membawa seorang yang akan kujadikan istri..”

“Kedengarannya perjodohan sangat penting bagi kedua orang tuamu..”

“Karena garis keturunan tak boleh terputus. Appa membutuhkan penerus..”

“Ah.. Aku mengerti, lalu? Apa kau sudah mendapatkan seseorang yang kelak jadi istrimu?”

Ryeowook menganggukkan kepalanya, ia kembali menatap lurus kedepan sembari tersenyum samar. “Sudah..” Ucap Ryeowook dengan yakin. Tanpa sadar Yeonmi tersenyum kecut, mendadak saja pembicaraan ini tak lagi menarik baginya. Ryeowook sudah mempunyai wanita pilihan, kenapa itu terasa sakit sekali dibagian dadanya? Apa jika dia sudah punya kekasih, mereka tak bisa seperti ini lagi?

N..Nugu?” Tanyanya dengan suara yang dibuat senormal mungkin untuk menutupi ketakutannya.

“Kau..”

Yeonmi membulatkan matanya, “Nde?”

CUT

Advertisements

4 thoughts on “[Fan Fiction] Romance City #5

  1. wookpil

    Kyaaaaa ryeonmi momentnya manis bangeeeet. Itu ryeowook langsung lamar yeonmi ya?wkwk ga bertele2 bngt ih tapi manis bngt ngomongnya. Ah aku jadi baper XD *abaikan*
    Oh ya moment2 couple yg lain juga sweet bngt.
    Aku tnggu next post nya ya. Flashlightnya apalagi di tnggu bngt deh ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s