[Drabble] Saturday Night || RyeonMi Ver.

Title : Saturday Night || Author : Hye Rim|| Main Cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi || Pairing : RyeonMi Couple || Genre : Romance, Married life || Length : Drabble ||Disclaimer : All of the cast belong to their God, their parent, their management and their self. But this fanfic is mine. Don’t bash if you don’t like and don’t copas.

==Happy Reading==

 

Yeonmi duduk diam mengamati Ryeowook yang baru saja tiba dirumah, mata sipitnya terus memperhatikan Ryeowook yang sedang membuka sepatu dan kemudian berjalan kedapur tanpa menyapanya lalu kembali dan kini pria pendek itu sudah duduk tepat dihadapannya, sofa yang terletak bersebrangan dengannya dengan sebotol air mineral dingin yang baru saja diambilnya di kulkas.

Pria itu mengamatinya sekilas sebelum akhirnya meminum air yang dibawanya dan lantas bersandar disandaran sofa dengan kepalanya dan juga matanya perlahan tertutup. “Kau belum tidur?” Tanyanya dengan suara pelan, dan Yeonmi bisa melihat jakun kecil milik pria itu bergerak keatas dan kebawah ketika dia berbicara atau menelan ludah. Semuanya tampak sexy bagi Yeonmi.

“Aku menunggumu..”

“Lagi?” Ryeowook bangun dan menatap Yeonminya dengan kesal. Harus berapa kali ia katakan bahwa Yeonmi jangan menungguinya pulang. Alasannya simple, ia tidak mau istrinya itu sakit gara-gara harus menunggunya pulang.

Tsk, aku hanya sedang merindukanmu..”

“Tapi kita kan bisa bertemu lagi keesokan harinya..”

“Hanya sebentar? Eiy.. sepertinya suamiku ini lupa kalau akhir-akhir ini kau selalu berangkat dipagi hari dan akan pulang malam harinya.” Dan perkataan kesal Yeonmi, cukup menohok hatinya. Dia terdiam, apa ia seperti itu? Berangkat pagi dan akan pulang ketika malam harinya.

“Jadi apa kau-

“Ya. Aku merasa keberatan, kau meninggalkanku terlalu lama dan tidak taukah kau tuan Kim. Kalau aku menderita??”

Ryeowook terkekeh pelan mendengar suara Yeonmi yang seperti tengah merajuk itu. Oh Ayolah, memangnya ia senang melakukan ini? Ryeowook memiliki dua kecintaan. Perkerjaannya dan yang paling utama adalah istrinya. Jadi, dia harus bagaimana disaat kedua kecintaannya membutuhkannya?

“Jadi..”

“Apanya yang ‘Jadi’?”

“Apa yang akan kau lakukan padaku jika aku sudah datang? Seperti sekarang?”

Kini giliran Yeonmi yang terdiam, ia sedikit bingung apa yang harus dilakukannya saat Ryeowook sudah pulang seperti sekarang? Berjalan-jalan dimalam minggu? Memangnya masih ada tempat yang masih dibuka umum untuk pasangan yang akan berkencan? Ah.. Ryeowook terlalu pulang larut dan itu membuatnya kesal. Bisa-bisa nya perkerjaan itu menggantikan dirinya? Terkutuk kau perkerjaan!!!

Eung.. membicarakan sesuatu, mungkin?”

Ryeowook tersenyum lalu menegakkan posisi duduknya. Istrinya itu terlihat sedikit gugup, dan ia yakin apa yang harus dilakukannya sekarang, menggodanya? Sepertinya menarik.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

Yeonmi terlihat salah tingkah, dia menggaruk tengkuknya dan kemudian menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari bahan obrolan, tak menyadari bahwa semua kegiatan manisnya masih diamati Ryeowook tanpa terkecuali. Yeonmi lantas berdiri, dia tersenyum pada Ryeowook yang masih belum melepas pandangannya. “Karena kau sudah pulang dan aku sudah bertemu denganmu.. lebih baik aku segera tidur, aku mengantuk..” Ujarnya dan langsung berjalan menuju kamarnya.

Eiyy.. Bukannya kau merindukanku?” Tanya Ryeowook dan membuat Yeonmi menghentikan langkanya dan kembali berbalik pada Ryeowook. “Ya, aku memang merindukanmu. Tapi cukup untukku saat melihat wajahmu.” Jawabnya santai, Yeon kembali berjalan kedalam kamarnya. Ya.. Sebenarnya ada yang ingin ia bicarakan, tentang hubungan mereka.. Tapi Yeonmi terlalu gugup untuk bertanya.

Dan jika biasanya Ryeowook akan pulang ketika Yeonmi akan tidur, untuk beberapa minggu ini terlihat berbeda. Ryeowook justru ikut beranjak dari tempatnya duduk dan kemudian mengikuti Yeonmi yang masuk kedalam. Ryeowook tersenyum sekilas melihat Yeonmi yang sudah berbalut dengan selimut dan mungkin sekarang sudah tidur, entah mungkin dia berbohong. Ryeowook tidak terlalu memperdulikan itu, ia memilih untuk masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sebelum meluncurkan aksinya yang sempat tertunda, menggoda istrinya.

Seusai dengan urusan itu Ryeowook lantas merebahkan tubuhnya disamping Yeonmi dan menatap kepala Yeonmi dengan heran, dia memiringkan tubuhnya menjadikan tangannya sebagai tumpuan tubuhnya hingga sedikit terangkat keatas, dan sebelah tangan yang bebas membalikkan posisi tidur Yeonmi agar bisa menghadapnya.

Yeonmi yang memang belum tertidur lantas terkejut matanya sedikit membulat namun ia tak bisa melakukan apapun bahkan ketika Ryeowook mengubah posisi tidurnya, mengunci tatapannya dengan tatapan Ryeowook yang sangat lembut. Mata Yeonmi mengerjap pelan dan tampak manis dihadapan Ryeowook. Pria itu terkekeh pelan dan kemudian membawa gadis itu kedalam pelukannya. “Maafkan aku..” Lirihnya meminta maaf, Yeonmi mengernyit bingung mendengar permintaan maaf Ryeowook yang menurutnya aneh.

“Untuk?”

“Karena aku sering membuatmu menunggu..” Jawabnya dan kemudian Yeonmi tersenyum lalu mengangguk. Rasanya ia sudah terlalu biasa untuk menunggu, jadi itu semua tak terlalu menjadi masalah untuknya. Ia hanya sedang merasa sensitive itu saja. Sedetik kemudian Ryeowook melonggarkan pelukannya dan menatap Yeonmi lembut, “Sekarang, apa yang ingin kau katakan padaku..”

Eobseo

“Kau berbohong..”

Jinja..”

“Aish.. Kau menyebalkan” Ryeowook mengumpat dan kemudian membalikkan tubuhnya. Yeonmi terkekeh lalu menindih tubuh Ryeowook yang menyamping, menatap wajah suaminya yang sedang kesal itu. Tampak sangat menggemaskan, Ryeowook sama sekali tak seperti pria dewasa yang sudah beristri, dia lebih pantas disebut anak balita.. “Aigoo.. bagaimana bisa suamiku ini terlihat lebih menggemaskan ketimbang bocah berumur 2 tahun??” Ujar Yeonmi dengan gemas dan semakin membuat Ryeowook kesal.

“Aku sudah dewasa Yeonnie, jadi jangan menyebutku seperti itu..”

Arraseo” Yeonmi terkekeh pelan dan kembali menormalkan posisi tidurnya dan diikuti Ryeowook setelahnya. Dia menghela nafas sejenak lalu menatap Ryeowook. “Kau tak menginginkan seorang anak?”

Oke, pertanyaan Yeonmi barusan sedikit membuat Ryeowook terkejut. “Kau hamil?”

Anio.. Aku hanya bertanya, kita belum pernah membicarakan masalah itu..” Ujarnya pelan dengan memainkan kedua tangan mereka yang saling bertaut. Ryeowook terkekeh pelan dan kemudian menyentuh tengkuk Yeonmi agar mereka bisa saling bertatap.

“Aku menginginkannya, aku ingin memiliki dua orang anak perempuan dan juga dua anak laki-laki..” Ucapnya santai dan mata Yeonmi membulat. “Apa?”

“Iya.. Tapi tidak sekarang, mungkin setelah aku pulang wamil..”

Wamil.. Oh, Yeonmi benci harus mengingat itu.. “Kau akan meninggalkanku selama dua tahun, tidakkah kau berniat memberiku teman? Seorang anak misalnya..”

“Dan membiarkanmu mengurusinya sendiri? Aku rasa aku tak akan melakukan itu..”

“Tapi kita pernah melakukannya sekali..” Percayalah, Yeonmi mengatakan itu dengan malu-malu, dia menghindari tatapan Ryeowook yang seperti sedang menggodanya, “Hanya sekali, biasanya mereka akan hamil jika melakukannya lebih dari dua kali..” Jawab Ryeowook dengan santai, Yeonmi berdecak, tidakkah pria itu mengatakannya dengan bahasa yang berbeda? Yang membuatnya tidak merasa malu misalnya..

“Ish.. Kau menyebalkan!”

“Ah.. Apa ini yang ingin kau bicarakan? Apa kau mengingkan kita melakukan itu lagi?” Goda Ryeowook. Yeonmi menggeleng pelan lalu segera membalikkan tubuhnya, menghindari tatapan Ryeowook yang errrr.. menggodanya.

“Kita bisa melakukannya. Aku memiliki sebuah pengaman yang Eunhyuk Hyung berikan untukku..”

Demi tuhan Ryeowook menyebalkan!

“Heumm? Kau mau?!”

“Kau gila!”

“Apanya yang gila!! Aku kan suamimu..”

“Aish!!”

CUT

Advertisements

5 thoughts on “[Drabble] Saturday Night || RyeonMi Ver.

  1. wookpil

    akhirny kmu apdet juga 😁
    aduuuh kangen moment mereka jadiny. lucu dan romantis seperti biasa dan pastinya selalu bikin aku senyam senyum gaje bacanya 😆
    aaaah aku jadi kangen ryeowook*tarikryeowookkernjang* 😂😂😁

    Like

  2. Whin

    Ryeowook pervert deh… lol >.<
    Dan oke kata wamil bakalan menjadi satu kata yang akan sering kita dengar jika menyangkut Ryeowok ;( …. t.t

    Hai, lama tak menyapa dirimu saeng dan akhirnya kamu kembali update lagi. Aku pikir gara-gara yang kemarin itu kamu jadi mogok update #eeh… Soal yang kemarin aku sudah melupakannya dan mari kita berteman saja seperti yang pernah aku bilang. I am really sorry for what I've done to you and thank you that you're still writting 🙂

    Like

    • BungaHarnum

      wamil T.T jadi tambah baper kannn 😥


      makasih ya eon, udah mau mampir lagi.. aku nggak akan mogok nulis kok eon, justru karena masalah itu aku jadi dapet hikmahnya sendiri.. 🙂 lets be friends, and i’m really thankful for everything 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s