(FF Freelance) The Agent || Chapter 1

The Agent 2

 

Author : Seo JinHyun

Cast :

  • Kyuhyun Super Junior

  • OC

  • All Member Super Junior,

  • dan beberapa artis yang akan bermunculan

Genre : Action

KET : *** -> pergantian latar

-> pergantian POV

karena FF ini menggunakan konsep POV yang tidak akan dikasih tahu dan akan membuat pembaca mikir sekarang sedang POV siapa (Evil laugh)

DON’T COPY PASTE AND COMMENT PLEASE! 😀

Chapter 1 : Job Application

Aku berlari dengan kencang menerobos hujan yang terus turun membasahi bumi. Entah sudah berapa lama aku berlari, yang ada dipikiranku adalah ‘ingin pulang’. Banyak yang memandangku aneh, tetapi aku tidak peduli dengan pandangan mereka. Yang pasti aku mau pulang!

Akhirnya, aku sampai di depan pintu apartemenku. Sambil mengatur nafasku, aku berjalan menuju meja resepsionis.

“Jaehee Noona, bolehkah aku pinjam kunci cadangan? Kunciku tertinggal di kamar.” Aku hanya menunjukkan cengiran ‘tanpa dosa’ku. Yeoja cantik dengan pakaian rapi yang ada dihadapanku ini hanya tersenyum maklum.

“Ini. Kenapa kau selalu saja lupa membawa kunci?” katanya sambil memberikan kunci yang aku butuhkan daritadi. “Jangan sampai hilang ya, aku tidak memiliki kunci lagi kalau itu hilang. Oia, kenapa kamu basah sekali?” Lanjutnya sambil menopangkan dagunya di atas jari jemarinya yang dilipat, kemudian melihatku ujung rambut sampai ujung kaki.

“Aku lupa membawa payung…lagi.” aku hanya menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal. “terima kasih kuncinya, Noona!” lanjutku sambil memberikan wink kearahnya lalu pergi dari hadapannya.

Aku langsung berlari kearah tangga darurat. Kalian pasti bertanya kenapa aku menggunakan tangga darurat. Baiklah akan aku jawab. Karena, aku tidak mau membuat lift apartemen ini rusak –lagi-. Dulu karena terburu-buru karena hujan, aku langsung masuk ke dalam lift dalam keadaan basah kuyup, dan membuat lift menjadi konset, dan tidak lupa juga aku terkurung di dalam lift selama empat jam! Dan Jaehee Noona yang menolongku. Selain itu aku memilih lewat tangga darurat, agar lebih irit waktu, lagipula kamarku ada di lantai dua, untuk apa naik lift, kecuali aku tinggal di lantai dua belas.

Akhirnya, aku sampai di kamarku, aku langsung melempar tasku ke sembarang arah, lalu merebahkan tubuhku di sofa yang ada di ruang tamu.

“Ya ampun! PSPku!” aku langsung bangun dan berlari kearah tasku yang tergeletak tidak berdaya dilantai dan mengeluarkan semua isinya. Setelah melihat benda berbentuk persegi panjang itu aku langsung menyalahkannya, dan NYALA!

Untung tidak rusak batinku lega. aku tidak tau bagaimana hidupku tanpa PSP ini, aku sudah menganggap PSP ini sebagai belahan jiwaku. Untuk hidup saja susah, bagaimana membeli PSP yang baru.

Oh iya, aku belum mengenalkan diriku kepada kalian. Halo semuanya, namaku Cho Kyuhyun, lebih sering dipanggil Kyu. Aku adalah mahasiswa Universitas Kyunghee, sebenarnya aku masuk universitas terkenal itu karena mendapatkan beasiswa yang lumayan besar, jadi aku hanya membayar dari seperempat harga saja (yang walaupun itu masih jumlah yang sangat besar bagiku). Aku hanya hidup sendirian di apartemen sederhana yang sedang aku tempati sekarang ini. Seharusnya aku tinggal bersama Noonaku –Cho Ahra-, tapi aku tidak tahu di mana keberadaannya, setiap aku bertanya dia bekerja di mana, dia tidak pernah menjawabnya kemudian mengalihkannya ke pertanyaan yang lain. Tetapi Ahra Noona adalah Noona yang baik dan penuh tanggung jawab. Walaupun kami berpisah, dia selalu menanyakan bagaimana kabarku, dia juga tidak pernah lupa untuk mengirimkan uang untuk biaya kuliahku dan biaya sewa apartemen ini. Selain itu aku bekerja paruh waktu di sebuah cafe, dan untungnya cafe sedang diliburkan hari ini, jadi aku tidak perlu bekerja hari ini. Aku juga ingin bekerja karena tidak ingin membebani Noonaku yang tidak tahu sekarang bekerja sebagai apa. Baiklah, perkenalannya sudah sampai sini, ya, karena aku ingin membersihkan diriku dulu.


Segarnya! Aku merebahkan tubuhku ke kasurku yang empuk dan nyaman. Dan yang aku rasakan sekarang adalah rasa ngantuk dan lelah. “Cho Kyuhyun! Jangan lupa makan! Aku tidak mau mendapatkan kabar dari Jaehee kalau adikku sakit karena keasikan bermain PSP! Kalau itu sampai terjadi aku akan membuang PSPmu!” tiba-tiba ucapan Ahra Noona terngiang-ngian di kepalaku, daripada mendapat omelan dua puluh empat jam dari Noona aku langsung bangkit dari kasurku dan keluar kamar. Tidak lupa aku membawa kunci kamarku dan kunci cadangan untuk dikembalikan ke Jaehee Noona.

Aku pergi ke cafetaria yang ada di bawah dan pergi ke stand favoritku. Setelah mendapatkan tempat, aku duduk dan mulai menyantap makananku, tetapi aku merasakan ada yang aneh dan ada orang yang sedang mengawasiku. Aku mulai menatap ke sekelilingku dan aku melihat namja dan yeoja yang sedang menatap kearahku.

DEG…

Tiba-tiba tubuhku menjadi terasa kaku, terlebih lagi saat melihat tulisan yang ada di bahu mereka, tulisan yang sangat aku benci, ‘F.B.I’ aku langsung memalingkan wajahku ke arah lain. Aku hanya menatap makanan yang ada di depanku tanpa menyantapnya, perutku terasa tidak ingin diisi. Aku masih merasakan kalau mereka masih menatapku, aku langsung bangkit berdiri sambil membawa makananku, dan meminta Ahjumma untuk membungkuskan makananku. Setelah itu aku langsung berlari keluar.

###

“dia pergi” kata yeoja yang ada di sebelahku, aku melirik kearahnya sebentar, lalu melihat kearah lain, kearah orang yang sejak tadi kami awasi. Cho Kyuhyun.

“Kangin Oppa, sebaiknya kau memberi pesan kepada Leeteuk Oppa” aku menatapnya lagi dan memberikan senyuman terbaikku kepadanya lalu mengelus kepalanya.

“tenang saja Jiyoung-ah, tanpa kau suruh aku sudah melakukannya.” Kataku sambil nunjukkan handphoneku kepadanya, dia hanya tersenyum kecil sambil menggaruk belakang kepalanya. Aku merasakan handphoneku bergetar dan aku melihatnya, dan timbulah smirk di bibirku dan Jiyoung langsung menatapku dengan penasaran.

Bersiaplah Cho Kyuhyun batinku lalu bangkit berdiri diikuti oleh Jiyoung.

###

Untuk apa mereka ada di sini? Sebenarnya mau apa mereka? Kenapa mereka terus menatapku?

Setelah sampai di depan kamarku aku langsung membanting pintu dengan keras, dan aku membanting tubuhku ke sofa. Kenapa aku harus melihat satu, eh, dua orang F.B.I?!

Sebenarnya aku tidak mengenal mereka, tetapi saat melihat tag yang ada di lengan kiri mereka, aku jadi mengingat kedua orang tuaku yang sudah tidak ada. Ya, mereka meninggal karena menjadi seorang Agen rahasia untuk Korea dan seorang profesor. Eomma terbunuh saat menjalankan misi –yang katanya sangat penting-, sementara Appa terbunuh karena melindungiku dan Ahra Noona dari orang jahat yang ingin mengambil semua data dan eksperimen yang dibuat dan ditemukan oleh Appaku, dan aku melihat Appaku dibunuh di depan mata kepalaku sendiri dengan sadis. Aku masih bingung kenapa orang itu menbunuh Appaku dan mengambil semua eksperimennya, dan yang lebih membingungkan lagi adalah kami berdua tidak dibunuh oleh orang itu, padahal kami tepat berada di depannya. Aku dan Ahra Noona sudah menangis histeris melihat keadaan Appa yang sudah bisa dibilang dalam keadaan yang utuh dan keadaan rumah kami yang sangat berantakan bagaikan kapal pecah.

Tak terasa air mataku mulai menetes mengingat kejadian itu, dan aku langung menyeka air mataku dengan kasar. Karena kejadian itu aku benci dengan semua hal yang berhubungan dengan Agen, mata-mata dan sebagainya. Aku juga tidak menyukai acara TV yang berhubungan dengan itu, walaupun teman-temanku di kampus ataupun di cafe bilang kalau itu cerita yang bagus, menarik, keren dan bla bla bla, aku tidak PEDULI! Aku tau, pasti kalian memikirkan kalau aku terlalu BERLEBIHAN, maaf tapi aku tetap tidak peduli.

Tok… Tok… Tok…

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku, dengan setengah hati aku bangun dan melihat intercom yang ada di dekat pintu. Ternyata seorang yeoja, dan aku membukakan pintu.

“Apakah benar Anda, Cho Kyuhyun-sshi?” tanya yeoja itu sambil tersenyum.

“Iya…Ada apa?” hmm… sepertinya ada yang tidak beres batinku gugup secara tiba-tiba dan aku tidak tahu kenapa aku jadi gugup.

“Aku hanya mau menawarkan pekerjaan untukmu.” Yeoja itu menyerahkan sebuah map coklat kearahku, dan aku mengambilnya lalu membaca isinya. Dan raut wajahku berubah saat membacanya. Dan mengembalikan map itu kepadanya.

“Maaf, saya tidak bisa menerimanya.” Tolakku, kemudian menutup pintu kamarku tetapi dia mencoba menahan pintu menggunakan kakinya dan memberikan tatapan seperti memohon kepadaku.

“Maafkan saya, Agassi, sungguh saya tidak bisa menerimanya, lagipula saya sudah memiliki pekerjaan.” Dan mencoba menutup pintu lagi.

“Kau harus mau Cho Kyuhyun.” Tiba-tiba ada suara yang mengagetkankan, seorang namja bertubuh rada gemuk membuka pintu yang cobaku tutup dengan kasar dan mendorongku dengan kencang sehingga membuatku terjatuh ke lantai. Karena masih shock aku langsung ditariknya dan menyeretku ke arah sofa.

“Hei! Apa-apaan ini?!” geramku kepada namja yang mendorongku tadi dan dia hanya memandangku dengan pandangan dingin dan tak bersahabat. Setelah dilihat dengan baik, sepertinya aku pernah melihat mereka? Ahh, aku baru ingat, mereka adalah F.B.I di cafetaria!

“Kau harus bergabung dengan kami, karena kami membutuhkan kau, dan kau membutuhkan kami.” Tunggu, apa maksud namja itu? Membutuhkan? Aku? Lalu siapa itu ‘kami’?

Namja itu tiba-tiba mengulurkan tangannya, refleks aku menutup mataku, tetapi yang aku rasakan adalah elusan sebuah tangan di kepalaku dan aku membuka mataku dan melihat namja itu mengelus kepalaku sambil tersenyum “Nanti kau akan tahu sendiri.” Jawabnya seperti dia bisa membaca pikiranku, apakah dia bisa telepati? Dan, dia tersenyum? Aku melihat yeoja tadi menaruh map coklat yang sudah aku kembalikan di depanku.

“Jika kau sudah tahu jawabanmu, kau tinggal tanda tangan dan datang ke alamat yang ada di sana, jangan lupa kau harus menemui orang yang namanya tertera di dalamnya” lanjut namja itu lalu pergi meninggalkanku yang masih bengong menatap map coklat yang ada dihadapanku.

“Kami menunggu keputusanmu, Kyuhyun-sshi.” Kata yeoja mungil itu sambil memelukku, aku hanya diam mematung, dan yang aku rasakan adalah pelukan seorang noona yang aku rindukan. Lalu dia melepaskan pelukanku dan meninggalkanku yang masih diam.

Aku langsung bangkit berdiri untuk mengerjar mereka, tetapi yang aku lihat adalah lorong sepi dan gelap. Kenapa mereka cepat sekali? Padalah tidak sampai satu menit aku mau mengerjar mereka.

Aku langsung mendudukan diriku di sofa dan menatap map coklat yang masih tergeletak di lantai. Ada banyak pertanyaan yang berkumpul di otakku. Kenapa kedua orang itu cepat sekali menghilang? Lalu apa maksud namja gendut itu tentang membutuhkanku? Dan kenapa mereka memberikanku lamaran pekerjaan menjadi seorang …. Agen?


Hari ini, entah apa yang sedang aku pikirkan, sekarang aku sudah berdiri di depan sebuah gedung yang sangat tinggi dan sangat bagus.

“Apakah benar ini kantornya?” gumamku pelan sambil melihat kembali alamat yang ada di kertas lamaran itu.

Ya, benar sekali, sekarang aku berada di depan gedung yang tertulis di kertas lamaran yang namja dan yeoja berikan kemarin malam. Sangat indah, tidak seperti kantor agen biasa yang pernah kulihat di TV –aku menonton karena dipaksa temanku-. Untuknya jadwal kuliahku hari ini adalah siang. Yang ada dalam pikiranku sekarang adalah apa maksud namja itu kemarin malam, kenapa mereka membutuhkanku? Dan akhirnya langkah kakiku menuntunku masuk ke dalam kantor itu.

Daebak” entah kenapa mulutku ini tidak bisa di saring dan langsung mengatakan itu ketika masuk ke dalam. Memang benar sungguh menakjubkan, tidak hanya dari luar saja yang terlihat menarik, dalamnya juga terlihat lebih menarik.

“Cho Kyuhyun-ssi?” tiba-tiba ada yang memegang bahuku, sontak aku melihat kebelakang dan menganggukan kepalaku. Siapa dia?

“Anda sudah ditunggu Lee Sooman Sajangnim, silahkan ikuti saya.” Siapa Lee Sooman? Tanpa banyak tanya aku langsung mengikuti namja itu. Kan kami melangkah menuju lift. Apakah benar ini kantor agen? Kenapa seperti hotel berbintang lima?

Dalam lift hanya ada keheningan yang menyelimuti kami, karena aku tidak tahu harus ngomong apa, dan aku tidak kenal dengan namja yang ingin membawaku kepada orang yang bernama Lee Sooman itu.

Ting… Pintu lift pun terbuka dan aku mengikuti namja itu. Di sekeliling lantai ini ada banyak sekali ruangan. Dan akhirnya kami berhenti di depan sebuah pintu yang lebih besar daripada pintu-pintu yang lain.

Setelah namja itu mengetuk pintu dan mendapat balasan dari dalam, kami pun masuk ke dalam dan aku melihat namja yang kira-kira berumur kepala empat sedang duduk di balik mejanya.

Sajangnim, saya sudah membawanya. Sekarang saya pamit undur diri.” Namja yang tadi mengantarku menundukan kepalanya dengan hormat lalu pergi.

“Tunggu sebentar Jongin-ah, sebelum kau pergi ke ruanganmu, tolong panggilkan Jungsoo.” Perintah Lee Sajangnim kepada namja bernama Jongin itu. Lalu dia keluar dari ruangan besar ini.

“Sebenarnya apa tujuan Anda?” tanyaku to the point. Tetapi Lee Sajangnim hanya tertawa mendengar pertanyaanku. Sebenarnya apa yang lucu?

“Bukankah kau sudah menandatangani lamaran itu? Kau sudah taukan apa tujuanmu datang ke sini?” balasnya lalu menyibukan dirinya dengan kertas-kertas yang ada di hadapannya.

“Tapi Lee Sajangnim, namja kasar itu-” kata-kataku terputus karena ada yang membuka pintu ruangan ini. Dia adalah Jongin diikuti oleh seorang namja dibelakangnya.

“Jongin-ah, kau boleh kembali.”

Setelah Jongin keluar, keheningan langsung menyelimuti kami bertiga di ruangan yang besar ini.

“Kenapa Anda memanggil saya?” namja itu tiba-tiba memecahkan keheningan dan memandangku dengan tatapan yang sulit di mengerti dan aku hanya menelan ludahku sendiri.

Namja yang ada di sebelahmu adalah anggota baru.”

“Lalu kenapa Anda memanggil saya?”

“Karena dia akan masuk ke dalam kelompokmu”

“APA? Tambah anggota lagi?!”

TBC

My first Novel 😆😄📖

Tugas akhir Creative Writing

Sebenernya judul awalnya itu “THE AGENT”, tapi kata Dosen judulnya gak boleh Bahasa Inggris, harus Bahasa Indonesia dan munculah nama INTELIJEN sebagai judul untuk novel pertama saya~

Setelah dipikirkan ulang, aku mau mengupload cerita ini (lebih tepatnya fanfiction) di sosmed pribadi aku.

Fanfic yang terinspirasi dari beberapa fanfic yang pernah aku baca (tidak bisa disebutin satu-satu karena saking banyaknya fanfic yang pernah dibaca)

Advertisements

5 thoughts on “(FF Freelance) The Agent || Chapter 1

  1. ellalibra

    Wooww penasaran ,,,,apa ada hbngannya sm kematian ortunya kyu y?? Bknnya kyu benci agen ? Knp dy malah masuk kesitu ??? Dtunggu neeext fighting eon 🙂

    Like

  2. chococho

    wah,, ff nya menarik thor 🙂 kenapa kyu bisa benci sama agent? dan ada apa sama orang tuanya kyu? di tunggu thor kelanjutannya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s