(FF Freelance) The Agent || Chapter 2

The Agent 2

Author : Seo Jinhyun

Cast :

  • Kyuhyun Super Junior
  • OC
  • All Member Super Junior,
  • dan beberapa artis yang akan bermunculan

 

Genre : Friendship, Action, Romance

KET : *** -> pergantian latar

->pergantian pov

karena FF ini menggunakan konsep POV yang tidak akan dikasih tahu dan akan membuat pembaca mikir sekarang sedang POV siapa (Evil laugh)

mianhae, typo bertebaran di mana-mana 😀

DON’T COPY PASTE AND COMMENT PLEASE!

 

Chapter 2 : Super Junior?

“APA? Tambah anggota lagi?!” seru namja yang masih memandangku dengan tatapan tidak suka. Hei, aku salah apa dipandang seperti itu? Bukankah si namja kasar kemarin yang memaksaku, atau mungkin karena kemauanku sendiri? Aish!

“Kenapa Jungsoo-ya? Kau tidak suka?” dengan nada datar Lee Sajangnim menjawab.

“Bukan seperti itu, tapi anggotaku sudah banyak, dan Anda ingin menambahkannya?” tolak namja itu, tapi Lee Sajangnim menghiraukannya, lalu dia datang kearahku.

“Kyuhyun-ssi, setelah Jungsoo menyelesaikan tugasnya, kau ikut dia ke rumahmu yang baru.” Katanya sambil menepuk pundakku pelan.

“Lee Sooman Ahjussi, aku tidak menyetujuinya!” setelah mengatakannya,namja bernama Jungsoo itu langsung pergi dari ruangan ini, tidak lupa dengan bantingan pintu yang keras. Memang hanya dia yang tidak setuju? Aku juga! Apa enaknya menjadi agen? Hanya pekerjaan yang mengantar nyawa saja. Dasar namja menyebalkan! Aku hanya penasaran saja kenapa si kasar menyuruhku untuk mengikuti pekerjaan yang mengantarkan nyawa ini.

“Kyuhyun-ssi, sebaiknya kau mengerjarnya, kau tidak mau tersesatkan?” benar juga, aku harus mengejar namja yang bernama Jungsoo itu lalu menanyakan apa maksud dari semua ini. Aku langsung membungkukan badanku lalu keluar dari ruangan itu.

”Ayo cepat, kau lama sekali.” Tiba-tiba suara datar mengagetkanku dan membuatku sedikit melompat, aku menatap namja itu lama, dia meninggalkanku begitu saja, dan aku tetap dalam posisiku–melongo-, tapi aku langsung tersadar dan mengikutinya dari belakang. Setelah dilihat baik-baik, namja ini memiliki wajah yang bersih dan hmm sedikitku akui kalau dia tampan, dan badannya sungguh ‘bagus’, tidak seperti agen-agen yang diceritakan teman-temanku di kampus, tapi kenapa dia memilih menjadi agen? Lebih cocok dia menjadi seorang penyanyi, atau artis, atau model?

“Kita sudah sampai.” namja itu tersenyum lembut kearahku, heh, bukankah tadi dia hanya menatapku dengan pandangan seperti ingin menguliti aku, dan sekarang dia tersenyum? Apakah dia punya kepribadian ganda? “Kenapa kau bengong? Ayo masuk!” lanjutnya sambil merangkul dan membawaku ke sebuah ruangan.

Di dalam ruangan yang tidak kutahu namanya, ada banyak sekali orang yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Ada yang sedang berkeliling, ada yang fokus dengan komputer atau kertas-kertas yang ada di depan mereka dan masih banyak lagi.

“Selamat pagi, Agen Park.” Sapa mereka ketika kami melewati mereka, ya hanya namja yang sedang merangkulku yang mereka sapa.

“Pagi.” Jungsoo menjawab sambil tersenyum dan aku membungkuk kearah mereka.

Saat sampai di sebuah ruangan aku kembali dibuat tercengang melihat ruangan yang sama besar dengan apartemenku, atau bisa dibilang sama seperti apartemenku ada lemari, meja, sofa dan masih banyak benda yang tidak bisa kusebutkan satu-satu. Dan ruangan ini terdapat di dalam sebuah ruangan, hebat sekali arsitek yang membuatnya.

Jungsoo langsung melepaskan rangkulannya dan berjalan kearah sebuah meja lalu duduk diatasnya, dan aku duduk di sofa yang ada di sana. Dan aku melihat sebuah foto yang terpasang di dinding.

“Selamat datang di ruanganku. Apakah kau menyukainya?”

“Iya, aku menyukainya.”

“Terima kasih, kalau boleh tahu berapa umurmu?”

“20 tahun.”

“Ah, kalau begitu kau harus memanggilku ‘Hyung’.” Jinjjayo? Apakah lebih tua daripada aku?Aish, Kyuhyun, kenapa kau jadi bolot seperti ini! Tentu saja dia lebih tua daripada aku, dia meminta aku memanggilnya ‘Hyung’! aku memukul kepalaku pelan. Tapi, kenapa wajahnya terlihat lebih muda daripadaku? Atau dia bohong? Ah, itu tidak mungkin! Tidak ada seorang agen yang berbohong! Tapi orang tuaku pernah berbohong tentang pekerjaan laknat ini. aish, Cho kenapa kamu jadi berdebat sendiri?  Ketika aku ingin bertanya lagi ternyata dia sudah fokus dengan kertas-kertas yang ada di depannya.

Daripada aku bosan, aku memainkan PSP yang kubawa, dan aku langsung memberi pesan kepada Minho –temanku- bahwa aku tidak ikut kelas hari ini dan sudah tidak bekerja di tempat biasa aku bekerja lagi.

Tiba-tiba sebuah pertanyaan melintas di kepalaku “Jungsoo Hyung” panggilku, dan dia hanya membalas dengan sebuah gumaman sementara mata masih fokus dengan berkas yang ada di depannya.

“Kenapa saat di ruangan Lee Sajangnim kau seperti tidak menyukaiku, tapi  sekarang kau sangat terbuka padaku?” Jungsoo Hyung langsung berhenti mengerjakan pekerjaannya dan menatap kearahku dan itu membuatku menjadi salah tingkah, apa ada yang salah dengan pertanyaanku?

Dia tersenyum kecil, lalu menggaruk belakang kepalanya –yang kurasa tidak gatal- “Sebenarnya aku sudah tahu dari awal kalau kau akan direkrut ke dalam kelompokku, tadi aku hanya iseng saja. Bagaimana actingku bagus tidak?” mendengar jawabannya membuatku bersweatdrop ria. Iseng? ISENG?! What the

Hanya suara detik jam dan suara game dari PSPku yang terdengar di ruangan ini karena kami berdua sama-sama diam dan tidak membuka percakapan lagi. Sampai kapan aku akan menunggunya selesai?

Tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka dan mengalihkan pandanganku dari PSP. Masuklah seorang namja sambil membawa kertas yang menumpuk di tangannya dan menghampiri Jungsoo Hyung yang sedang sibuk.

Hyung, aku sudah mengerjakan semuanya, hyung tinggal memeriksanya saja.” Dia menaruh tumpukan kertas yang dibawanya, saat aku mendengar nada bicaranya, kuakui kalau dia bukan orang Korea asli, karena nada bahasanya masih kurang jelas. Lah? Kenapa aku seperti ahli bahasa ya?

“Baiklah, kau boleh kembali. Nanti jangan pulang terlambat ya.”

Namja itu langsung pamit undur diri, sebelum dia keluar dia menatapku sebentar sambil tersenyum ramah, dan aku langsung membalasnya dengan  senyuman yang kaku –bukannya sombong, tetapi aku tidak mengenalnya- dan membungkukkan badanku. Dia langsung keluar ruangan ini.

“Kau ingin ikut ke ruangannya?”

“tidak hyung lagi pula aku tidak mengenalnya.” Dia hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan fokus kembali sama pekerjaannya, dan keheningan kembali menyelimuti kami.

###

          Huft, akhirnya semua pekerjaanku sudah selesai! Waktunya pulang. Tidak lupa juga aku membawa anak ini.

Sekarang kami sudah berada di dalam mobil dan keheningan terjadi. Aku fokus menyetir, kadang-kadang melihat kearahnya yang sedang memperhatikan jalanan.

Cho Kyuhyun…

Benarkah anak ini spesial? Apakah Sooman Ahjussi mengetahui masa lalu anak ini, melebihi kami semua? Lalu seperti apa kekuatannya? Dan aku berani menjamin kalau dia tidak tahu apa-apa tentang ini.

Setelah beberapa menit kami sudah sampai di depan rumah kami, ya, rumah kami, karena mulai hari ini Cho Kyuhyun secara resmi sudah menjadi salah satu dari anggotaku.

“Ayo masuk, kita sudah sampai.” Aku lihat dia tercengang melihat rumah ini, seperti dia melihat kantor kami, ya, aku menemaninya berkeliling kantor kami karena dia merasa bosan menungguku menyelesaikan pekerjaanku. Tampangnya lucu sekali. Sama persis saat aku membawa Henry untuk pertama kali ke rumah ini. Dan aku merasa tanganku gatal ingin mencubit pipinya –aish, kenapa aku jadi geregetan(?)-

###

          Daebak! Ini rumah atau istinah? Besar sekali! (Bayangkan rumahnya Kim Tan di The Heirs) Apakah benar ini adalah rumah agen-agen yang akan menjadi keluargaku?

“Apakah benar ini rumah kita?” tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri dan Jungsoo Hyung dan dia menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Aku sudah tinggal di sini selama lima tahun dan tidak mungkin aku salah, ayo sekarang masuk, keluarga barumu sudah menunggu.” Jungsoo Hyung menarik tanganku dengan lembut dan mengajaku kedalam. Di depan pintu terdapat sebuah tombol untuk password, ya ampun bahkan rumah ini lebih canggih daripada apartemenku.

Setelah memasukan password, Jungsoo hyung menarikku lagi. Aku kembali diam di tempat. Sudah berapa kali aku tercengang seperti ini? Hari ini banyak sekali kejutan.

Tidak hanya dari luar saja yang bagus dalamnya juga, perabotan yang disusun dengan rapih dan teratur, dan seperti inilah rumah impianku saat aku masih kecil, dan sekarang impianku terwujud, walaupun harus menjadi agen.

Annyeong…” Jungsoo Hyung menyapa semua orang yang ada di dalam dan mereka semua langsung menatap kearah kami dan aku langsung bersembunyi dibelakang Jungsoo Hyung seperti anak kecil yang bersembunyi dibalik punggung Eommanya, dan baru kusadari tubuhnyanya sedikit lebih kecil daripada tubuhku.

“Teukie Hyung!” tiba-tiba seseorang menghambur kepelukan Jungsoo Hyung. Karena kaget dan tidak siap, akhirnya aku jatuh dengan keadaan yang ‘tidak elit’, Jungsoo Hyung langsung merangkul orang dan pergi meninggalkanku yang masih mengelus pantatku yang sakit karena ‘mencium’ lantai dengan keras  dan aku mencoba untuk berdiri.

Saat sudah bangun aku sudah ditatap oleh orang-orang yang ada di sana, Jungsoo Hyung sudah melambaikan tangannya kearahku dan aku menghampirinya sambil menundukan kepala.

“Nah semuanya, kenalkan ini anggota baru kita. Aku perkenalkan dirimu.” Jungsoo Hyung langsung mendorongku ke depan. Dan semua orang hanya memandangiku dan itu membuatku tambah gugup.

An… Annyeonghaseyo, Jeoneun Cho Kyuhyun Imnida, Sunbaenim!” aku memperkenalkan diriku lalu membungkukan badanku 90o, saat aku menegakan badanku aku melihat mereka seperti menahan tawa, sebenarnya apa yang lucu?

“Dalam dunia Agen, apa ada yang kau bisa? Seperti menembak atau menganalisis atau mencari bukti atau semacamnya?” tiba-tiba sebuah pertanyaan membuatku membeku seketika. Dan asal kalian tahu aku masuk sini karena dipaksa, aku tekankan lagi DIPAKSA!

Tapi sebelum aku menjawab pertanyaannya, namja atau yeoja karena dia cantik seperti yeoja, yang tadi bertanya kepadaku sudah menjawabnya “Jadi kau tidak bisa apa-apa?”nada dingin kembali dia lontarkan gdan membuat keringat dingin mengucur dari dahiku. Sungguh aku ke sini bukan maksud tertentu, tapi dipaksa si kasar dan aku pun penasaran kenapa aku dipaksa dan ingin mencari kebenaran kenapa orang tuaku dibunuh.

“Ne… Noona” daripada aku tidak menjawab justru terkesan tidak sopan -karena aku baru di sini, masa sudah menunjukkan ketidak sopananku karena gugup- dan aku asal karena aku tidak tau dia itu namja atau yeoja, dan dia langsung menatapku dengan tajam, semua namja dan yeoja yang ada di sana langsung tertawa terbahak-bahak. Hei, apa aku salah?

“Sudahlah Heechul-ah, biarkan dia duduk. Kyuhyun-ah kau duduk di sebelah Ryeowook yang didekat TV.” Aku hanya mengangguk dan menghampiri namja yang bernama Ryeowook. Dan tidak sengaja mataku melihat namja kasar dan kasar yang kemarin malam memaksaku dan tanganku terkepal dengan kuat. Dan dapat kurasakan sebuah tangan menyentuh tanganku yang terkepal kuat lalu menarikku untuk duduk, setelah aku berhasil mengendalikan emosiku aku duduk di sebelahnya dan dia memandangku sambil tersenyum.

“Baiklah, akan aku lanjutkan, pertama aku akan memperkenalkan diriku dahulu, seperti yang kau tahu namaku Park Jungsoo dan kau bisa memanggilku Leeteuk, dan aku adalah Leader di kelompok ini. Apakah ada pertanyaan?” Aku hanya menggelengkan kepalaku karena aku sudah tahu semuanya tentang dia tadi, jadi apa lagi yang mau ditanyakan?

Setelah beberapa menit kemudian mereka semua sudah memperkenalkan diri mereka dan ternyata namja kasar yang kemarin memaksaku adalah wakil ketua di kelompok ini dan dia meminta maaf kepadaku dan dia memberi alasan kalau tidak dipaksa pasti aku tidak akan menerimanya. Tapi memang benar sih dalam pikiranku adalah jika dia tidak menerima tawarannya, maka nyawaku yang akan terancam.

Dan ada satu orang yang paling kutakuti, namja yang bernama Yesung itu ternyata bisa telepati, jadi aku harus berhati-hati kalau sedang bersamanya, bisa-bisa semua rahasiaku terbongkar olehnya, hiii…

Aku juga yang paling muda yang ada di kelompok ini, tapi tidak juga, namja yang bernama Henry ternyata lebih muda dariku, walaupun hanya berbeda satu tahun. Dan ada satu orang lagi yang tidak ada di sini karena harus dipindah tugaskan di Amerika –kata Leeteuk Hyung

“Selamat datang di kelompok kami, dan perkenalkan nama kelompok ini adalah SUPER JUNIOR.Sajangnim yang memberikan nama ini.” What?! Super Junior? Kenapa namanya terdengar seperti perkumpulan anak SD? Tiba-tiba aku merasakan bayangan aura gelap di seberangku. Ups… aku melihat Yesung hyung yang memberikan deathglare kepadaku, dan aku langsung menunduk meminta maaf.

“Sebelum kalian semua masuk kamar, aku akan memberitahukan kau hal penting, karena kau belum pernah menggunakan kekuatanmu atau mungin kau tidak mengetahui tentang kekuatanmu ini, Dan kami semua akan melatihmu secara bergantian.”

GLEK! Aku hanya menelan ludah kecut dan memandangin semua namja –yang akan menjadi Hyungku- secara bergantian. Tapi tunggu dulu, apa yang di maksud dengan kekuatan itu? Aku tidak merasa kalau aku memiliki sebuah kekuatan supernatural atau kekuatan ninja seperti yang ada di Naruto atau apalah itu.

Itulah sebabnya, karena kau tidak mengetahui apa-apa tentang kekuatanmu, jadi kami harus melatihmu” tiba-tiba ada suara yang seolah-olah tau apa yang ingin aku tanyakan, dan aku langsung melirik kearah Yesung Hyung yang menatapku juga.

          “Seharusnya besok aku yang melatihmu, tetapi aku bisa karena harus menjalankan tugas, mungkin Heechul yang akan menggantikanku.” Mataku langsung melebar kaget dan melihat kearah Heechul Hyung yang sedang mengelus kepala kucing abu-abu yang ada dipangkuannya tapi aku dapat melihat ada seringaian di wajahnya yang tersembunyi dibalik rambut panjangnya.

“Heechul-ah, apakah kau bisa?”

“Tentu saja Teukie Hyung.”

“Baiklah sekarang kalian boleh ke kamar kalian masing-masing. Dan Lina-ya tolong antarkan Kyuhyun ke kamarnya.” Aku melihat semua orang yang ada di sana langsung pergi ke ruangan mereka masing-masing. Dan aku mengikuti yeoja yang bernama Lina untuk menuju kamarku. Kami berjalan dilanda dengan keheningan.

Aku memperhatikan punggungnya, dan entah kenapa ada perasaan aneh saat melihatnya, mungkinkah ini yang dibilang pandangan pertama? Aish, berhentilah mengkhayal.

“Ini kamarmu, dan ini kuncinya.” Dia menyerahkan sebuah kunci dan aku menerimanya, dan dia langsung pergi begitu saja. Kenapa dia? Padahal dia cantik, tapi sifatnya seperti ice princess.

Akupun membuka pintu kamarku dan aku kembali tercengang. Bersih sekali. Kamar yang akan menjadi kamarku ini besar sekali, bahkan lebih besar daripada apartmenku yang lama. Ternyata tidak terlalu buruk juga.

Tapi bagaimana aku mandi sekarang? Batinku. Aku langsung lari kearah lemari yang ada di sudut kamar. Akukan tidak membawa apa-apa tadi, apa aku harus balik lag ke apartemenku?

Saat aku sudah membuka pintu lemari. Ternyata… bajuku sudah tersusun dengan rapih, bahkan semua barang-barangku –yang tidakku sadari- sudah ada di dalam kamar ini, dan, semuanya sudah tertata, walaupun hanya barang-barang penting saja. Siapa yang membawanya? Dan aku langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada didalam kamar lalu membersihkan diriku.

Setelah selesai mandi, aku mendengar suara pintu, aku langsung melangkah kearah pintu. Ryeowook Hyung sudah ada di depan pintu kamar, aku memperbolehkannya untuk masuk dan dia langsung duduk di kasurku.

“Bagaimana? Apa kau cukup nyaman?” dan aku hanya mengangguk mengiyakan, benar kamarnya nyaman sekali. Tapi masih banyak pertanyaan di kepalaku.

Hyung, ngomong-ngomong, siapa yang membawa semua barang-barangku? Dan siapa yang membereskannya?”

“Aku.” Dia menunjuk dirinya sendiri. Heh? Kok bisa? “Aku sedang memiliki waktu senggang tadi, lalu aku meminjam kunci kamarmu dari resepsoinis, lalu membawa semua barangmu.”

“Tapi, Hyung, bagaimana kau bisa tahu kamarku? Bahkan bertemu dengan Hyung tidak pernah.”

“Ah, itu tidak usah dibahas sekarang. Lebih baik sekarang kita mengobrol saja.” Aku tahu, pasti dia sedang mengalihkan pertanyaanku. Akupun duduk di sebelahnya. Setelah diperhatikan, semua orang yang ada di sini memiliki paras yang tampan dan cantik tapi kenapa mereka memilih pekerjaan ini?

Hyung, sejak kapan kau bekerja menjadi agen?”

“Hmm, mungkin sekitar lima sampai enam tahun.”

Saat ingin bertanya lagi, tiba-tiba pintu kamarku ada yang membanting dan kami berdia langsung mengalihkan pandangan kearah pintu dan melihat Donghae Hyung yang langsung masuk dan menghentakan kakinya kearah kami. Aku hanya speechless melihatnya dan Ryeowook Hyung hanya tersenyum geli melihat tingkah lakunya.

“Kalian tidak mengajakku mengobrol?” dia langsung duduk di antara aku dan Ryeowook Hyung, dan dia menatap kearah Ryeowook Hyung “Ryeowookie, kenapa kau tidak mengajakku?”

“Tidak usah diajak kau akan datang sendiri, Hyung” Donghae Hyung langsung berhenti merajuk dan mengelus kepalanya yang kurasa tidak gatal itu, lalu kami bertiga tertawa. Sebenarnya kau itu seorang agen atau bukan Hyung?

Dan akhirnya kami bertiga mengobrol dengan mereka. Mereka banyak membicarakan sesuatu yang sebenarnya kurangku mengerti, tentang agen, dan aku hanya mendengarkan dengan seksama. Mereka juga menceritakan tentang semua anggota. Sesekali juga kami tertawa. Ternyata mereka asik juga, aku tidak menyangka kalau seorang agen bisa diajak berbicara dengan guyonan walaupun kadang menjadi serius, ku kira semua orang yang bekerja menjadi mata-mata atau bagian intelijen lainnya adalah orang yang misterius dan tidak asik diajak berbicara, ternyata dugaanku salah besar. Ah, kau bicara apa, Kyu! Sebentar lagi, bahkan mulai detik ini aku sudah menjadi salah satu diantara mereka.

Saat sedang asik berbicara, Donghae Hyung menyuruh kami berhenti bicara, dari gerakan bibirnya aku dapat membaca Heechul Hyung datang.

“Lee Donghae, Kim Ryeowook, kembali ke kamar kalian. SEKARANG!” walaupun pintu tertutup aku dapat merasakan kalau telingaku berdengung dengan keras, bagaimana kalau pintunya dibuka?

Heechul Hyung membuka pintu kamarku dan sudah ada aura hitam yang ada disekelilingnya. Hiii seram.

Donghae Hyung dan Ryeowook Hyung memberiku semangat sebelum mereka pergi dan aku tersenyum kearahnya.

“Siapkan mentalmu untuk besok, Cho.” GLEK, aku langsung menelan ludah kecut. Sebenarnya bagaimana cara Heechul Hyung melatih?

Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur yang empuk dan nyaman, aku langsung memejamkan mataku lalu tidur.

***.

            BYUR!

“Huaaaa!” aku langsung bangun dari tidurku saat merasakan ada yang menyiramku, dan saat aku melihat ke samping, aku melihat Heechul Hyung yang sedang berkacak pinggang dan ada ember didekat kakinya.

“Kenapa Hyung menyiramku?”

“Kau tidak bangun-bangun jadi aku siram saja, ayo cepat ikuti aku.” Dia langsung pergi dari kamarku. Aish, apa-apaan dia, sudah menyiramku dan sekarang dia langsung meninggalkanku begitu saja. Daripada banyak bicara dan kena omel lagi aku langsung mengikutinya. Dan dia berhenti di ruang tamu dan aku juga ikut berhenti.

“Untuk latihan hari ini, kau bersihkan seluruh rumah ini.” Aku langsung melebarkan mataku kaget. Membersihkan rumah ini? Sendirian?!

“HAH?!”

 

TBC

Note:

  • terima kasih yg udah menyempatkan waktu kalian untuk membaca dan memberikan review ke FF abal ini.
  • Maaf juga karena gak bisa bales komen kalian satu-satu.
  • Gak apa-apa juga kalau ada siders yang tidak review, jangan sampai ada kejadian copy-paste, karena FF ini didaur ulang dari tugas terakhir di salah satu pelajaranku.

감사합니다~

Advertisements

4 thoughts on “(FF Freelance) The Agent || Chapter 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s