(FF Freelance) The Agent || Chapter 3

The Agent2

Author : Seo Jinhyun

Cast :

  • Kyuhyun Super Junior,
  • Heechul Super Junior,
  • OC,
  • All Member Super Junior,
  • dan beberapa artis yang akan bermunculan.

 

Genre : Friendship, Action, Romance

KET : +++ -> pergantian latar

@@@ -> pergantian pov

karena FF ini menggunakan konsep POV yang tidak akan dikasih tahu dan akan membuat pembaca mikir sekarang sedang POV siapa (Evil laugh)

mianhae, typo bertebaran di mana-mana 😀

DON’T COPY PASTE AND COMMENT PLEASE

Bab 3 : Kim Heechul, Cinderella yang Menyebalkan

          Apa dia sudah gila? Membersihkan rumah sebesar ini, sendirian?! Wah, apa otaknya sudah miring? Dan dia hanya sibuk membenarkan pakaian yang sedang digunakannya (dengan tenang) seolah apa yang dia katakan adalah hal yang biasa saja.

 

“Ta…tapi Hyung-“

 

“Tidak boleh protes, Cho. Karena kau belum mendapatkan tugas apa-apa dari kantor karena baru bergabung, aku meliburkan Ahjumma yang biasanya membersihkan rumah.” Ucapanku langsung dipotong olehnya, “Kau harus membersihkan semua, tidak boleh ada yang terlewatkan! Kau mengerti?” lanjutnya sambil memasukan barang-barang yang akan dibawanya. Aku hanya mengangguk pasrah walaupun didalam hatiku mencak-mencak tidak jelas.

 

“Wajahmu jangan seperti orang yang mau mati, Cho. Ini baru awal dari permainan kita.” Lanjutnya lagi sambil membawa tas yang tadi sudah dipersiapannya. Kemudian mengelus kepala Heebum –kucingnya- lalu pergi. Baguslah kalau dia mau pergi. Aku merilekskan badanku yang terasa sakit karena terlalu shock.

 

“Ahh, ada yang lupa.” Aku langsung berdiri dengan tegak ketika dia masuk lagi ke dalam. “Peralatannya ada di bawah tangga, jangan lupa bersihkan dapur, kolam berenang, taman, gudang. Piring kotor yang ada di dapur cuci, baju yang dijemur diloteng angkat semunya, kau simpan tempat yang sudah kutaro kau tinggal cari saja, karpet yang ada di ruang tamu jangan lupa dibersihkan juga. Setelah selesai jangan lupa simpan di tempatnya. Semua harus kau bersihkan sampai aku pulang.” MWO! Aku langsung mengelus dadaku sabar, bagaimana kalau dia pulang siang nanti dan aku belum menyelesaikan semuanya? Aish, eotthokke? Apakah benar otaknya sudah hilang, dia langsung menghilang dari balik pintu. Benar kata Ryeowook Hyung dia seperti IBLIS berwujud CINDERELLA atau bisa dibilang IBU TIRInya CINDERELLA. Apakah mulutnya tidak berbusa berbicara panjang lebar seperti itu-_-?

 

“Jangan terlalu bersemangat mengerjakannya, Cho. aku tidak menyuruhmu membersihkan kamar kami. Kalau sampai ada barang yang hilang, aku akan menyalahkanmu! Ingat, kau juga tidak bisa keluar dari sini karena rumah ini sudah dipasang pengaman, jadi kau tidak bisa kemana-mana. Arrasho?!” aku kembali mengangguk, dan dia langsung keluar dari rumah ini. Setelah menunggu lama dia tidak menunjukkan batang hidungnya lagi, aku menghela nafas dengan keras. Siapa juga yang mau mengambil barang-barang mereka? Dia kira aku pengemis atau pembantu murahan yang dengan gampang disuruh-suruh olehnya. Dasar Cinderella sinting.

 

Sebenarnya aku tidak mau mengerjakannya, tapi aku tidak mzau mengantarkan nyawaku yang nasih berharga ini (dan belum memiliki yeojachingu). Dengan setengah hati aku mengambil sapu dan kawan-kawannya. Sebenarnya dia melatihku untuk menjadi seorang agen atau menjadi seorang PEMBANTU?! Sambil menghentakan kaki aku pergi ke lantai atas. Kim Heechul, kurasa otaknya sudah menghilang, tidak hanya disuruh membersikan ruangannya saja, melainkan semuanya, ingat SEMUANYA!

 

Aku mengantuk sekali! Ini baru jam empat subuh dan badanku basah kuyup pasti kasurku juga ikutan basah. Cinderella sinting. Seumur hidup baru pertama kali aku diperlakukan seperti ini, Noonaku saja belum pernah memperlakukanku seperti ini.

 

Ah, kalian pasti penasaran kenapa aku selalu bersungut-sungut dari tadi. Pertama, aku dibangunkan dengan cara yang ‘tidak terhormat’. Kedua, aku belum pernah mengerjakan pekerjaan rumah segini banyaknya. Ketiga, rumah ini SANGAT BESAAAAR. Apakah dia pikir aku robot yang tidak memiliki rasa lelah?! Aish, jinjja!

 

+++

 

Aish, melelahkan sekali! Ini sudah jam satu siang, berarti aku sudah membersihkan rumah ini selama sembilan jam NON STOP dan ini belum selesai semua! Aku juga belum membersihkan gudang, taman, dan kolam berenang. Semua tulangku terasa rontok. Aku menidurkan badanku di rumput hijau yang ada di taman rumah ini dan menutup mataku dengan tangan kananku karena sinar matahari yang menyorot mataku secara langsung. Sumpah Kim Heechul bukannya membuatku menjadi kuat tetapi membuatku mati!

 

Tiba-tiba aku merasakan kalau ada yang membantu menghalangi sinar matahari dan aku tidak merasa kepanasan lagi. Karena penasaran aku langsung membuka mataku, ternyata Sungmin Hyung berdiri didepanku dan menunjukkan sebuah kantong yang dia pegang.

 

“Aku tahu, pasti kau belum makan kan?” dia menggoyangkan kantong plastik itu. Aku langsung bangkit berdiri dan mengambil kantong plastik itu dengan ragu.

 

“Makanlah! Aku akan menunggumu sampai selesai makan.” Katanya sambil tersenyum.

 

“Terima kasih, Hyung” aku membungkukkan badanku dan pergi ke dapur yang jaraknya tidak jauh dari taman.

 

“Tapi Hyung, bagaimana kalau Heechul Hyung tahu?” tanyaku lagi sebelum mulai makan.

 

“Justrus makanan itu dikasih olehnya, dan dia menitipkannya kepadaku.” Jawabnya sambil duduk di depanku. Aku hanya mengangguk tanda mengerti dan mulai makan. Ternyata Kim Heechul juga mempunyai hati, dan masih mengingatku yang tersiksa karena ‘latihan gila’ yang dia berikan.

 

Keheningan menyelimuti kami berdua, aku yang sibuk makan dan Sungmin Hyung yang sedang asik dengan Handphonenya. Dan akhirnya aku selesai juga. Aku membujuk Sungmin Hyung agar membantuku membersihkan taman, dan untungnya Sungmin Hyung mau, Terima kasih Sungmin Hyung!

 

+++

 

Saat ini aku dan Sungmin Hyung sedang memotong rumput liar yang ada di sekitar taman. Dan seperti biasa hanya keheningan yang menyelimuti kami berdua karena aku bingung mau memulianya darimana. Aku selalu merasa awkward kalau bersama dengan orang yang baru kukenal, walaupun dia akan menjadi salah satu Hyungku.

 

“Hmm, Hyung” kataku mencoba mengalikan keheningan. Dan dia langsung menatap kearahku. Tatapan yang membuatku nyaman sama seperti saat pertama kali aku melihatnya.

 

“Ada apa, Kyu?” tanyanya dan aku langsung duduk di bangku yang ada di taman dan diikuti olehnya.

 

“Bolehkah aku bertanya satu hal?” dan dijawab oleh anggukannya.

 

“Apa maksud Leeteuk Hyung tentang ‘mengasah kekuatan’?”

 

“Hah, aku tahu kau pasti akan bertanya tentang ini.” aku hanya memiringkan kepalaku bingung, apa maksudnya? “Tanpa diberitahu kau akan tahu sendiri.”

 

“Tapi, Hyung, maksudnya apa? Dan apa hubungannya kekuatan dengan membersihkan rumah?”

 

“Kau akan mengetahuinya, Kyu. Itu sebabnya jangan menyepelekan hal ini.” katanya lalu bangkit dari tempat duduknya, “ah, aku sudah selesai memotong rumputnya, kau tinggal menyapunya, semangat, Kyu!” lanjutnya lagi sebelum dia meninggalkanku sendirian, aku tahu pasti dia mencoba mengalikan pertanyaan.

 

Sebenarnya apa maksud dari kekuatan? Mungkinkah kekuatan seperti di Naruto atau Dragon Ball. Aish, Cho Kyuhyun! Itu hanyalah fiksi, pasti tidak ada dalam kenyataan. Aku langsung menggeleng-gelengkan kepalaku dengan cepat, bangkit berdiri lalu melanjutkan latihan yang sangat melelahkan ini.

 

+++

 

Hah, akhirnya selesai semuanya, lantai atas? CLEAR, lantai bawah? CLEAR, taman? CLEAR, gudang CLEAR, kolam berenang? CLEAR. Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa. Aku mengistirahatkan badanku sebentar lalu membersihkan tuhuhku yang berasa lengket sekali. Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini seumur hidupku.

 

Aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling rumah ini.

 

Sepi…

 

Itulah yang pertama kali terlintas di otakku. Apakah setiap hari seperti ini? Rumah besar tetapi jarang di tempati. Sayang sekali.

 

Aku mendengar suara pintu dibuka, dan muncullah seorang namja dengan muka yang kusut khas orang bangun tidur.

 

“Ah, Kyuhyun-ah, kau sudah bangun?” Mwo? Bangun?

 

“Aku sudah bangun dari tadi, Hyung. Kau tidak tahu sekarang jam berapa?”

 

“Memang sekarang jam berapa?” dia bertanya dengan muka yang sangat polos. Ya ampun, Donghae Hyung, apakah benar kau seorang agen?

 

“Sepuluh malam.” Dia hanya menganggukan kepalanya lalu pergi kearah dapur.

 

“Kyuhyun-ah, bisakah kau membuatkanku ramyeon, aku belum makan.” Heh? Jangankan masak ramyeon, merebus air saja aku belum pernah. Aku nyengir lebar kearahnya dan dibalas tatapan memelasnya. Baiklah aku harus mencobanya.

 

Beberapa menit kemudian ramyeon buatanku sudah jadi dan aku langsung taruh di depan Donghae Hyung, dan dia hanya menatapnya tanpa mencobanya atau memegang sumpit, apakah ada yang salah?

 

“Kyuhyun-ah…” panggil Donghae Hyung tiba-tiba.

 

“Iya, Hyung? Kenapa ramyeonnya tidak kau coba?”

 

Mwo? Bahkan aku sudah malas untuk melihatnya, apakah kau mau membuat Sungai Han di rumah ini? Atau kau mau membuat bubur ramyeon? Atau kau mau membunuhku?” katanya dengan menggunakan majas sarkasme(?) lalu menyingirkan ramyeon yang ada di depannya. Aku hanya nyengir kearahnya dan dia memutar matanya bosan, dia langsung bangun dan membuang ramyeon buatanku kemudian sibuk sendiri. Aku tidak tahu apa yang dibuatnya sekarang dan aku hanya menatapnya dari meja makan.

 

Beberapa menit kemudian dia selesai membuat sesuatu dan menaruh panci di meja makan, ahh, ternyata dia membuat ramyeon yang lebih ‘wajar’ daripada buatanku tadi, dan dia membawa dua mangkuk dan sumpit lalu memberikannya kepadaku dan aku memandangnya bingung.

 

“Kenapa? Makanlah! Kau belum makankan? Kita makan bersama” lalu dia mengambil ramyeon yang ada di panci dan memakannya dan aku mengikutinya.

 

Hyung, apakah setiap hari seperti ini?”

 

“Tidak, hanya waktu tertentu saja.”

 

Hyung kenapa kau baru bangun?” tanyaku penasaran, bukankah kemarin malam kami berdua dan Ryeowook Hyung sedang mengobrol lalu dipanggil Cinderella sinting itu untuk tidur?

 

“Ah! Kemarin malam ada misi dadakan, jadi aku tidak tidur, dan pas aku pulang kau sedang menguras kolam berenang.” Dia menjawab sambil memakan ramyeonnya dengan lahap. Wah, tidah makan seharian? Daebak! Kalau aku sepertinya pasti aku sudah mencari-cari makanan untuk mengganjal perutku.

 

Donghae Hyung tiba-tiba bangun dari tempat duduknya. “Ya ampun! Baekwonie sudah datang!” Siapa yang datang? Perasaan tidak ada siapa-siapa.

 

“Dia memang belum masuk, dia masih di garasi” benarkah? Bagaimana dia tahu? Aku saja tidak merasakan kehadiran siapapun.

 

Aku mendengar suara pintu terbuka, dan Donghae Hyung langsung berlari meninggalkanku yang masih bengong. Dan dia kembali datang sambil menarik seorang yeoja cantik (tapi, lebih cantik Lina, aish berhenti berkhayal, Kyu-_- kau baru pertama kali mengenalnya!) sambil menggenggam tangannya.

 

“Baekwon-ah, ini anggota baru kami yang aku ceritakan.” Donghae Hyung menarik tanganku agar lebih mendekat mereka. “Dan, Kyuhyun-ah, ini Baekwon, yeojachinguku”

 

Annyeonghaseyo Cho Kyuhyun imnida.” Aku membungkukan badan kearahnya, aku harus hormat kearahnya, aku merasa kalau dia adalah Sunbae, dan Donghae Hyung hanya tersenyum kecil kearahku yang terlalu formal kepada yeojachingunya.

 

”Im Baekwon imnida, Oppa, santai saja tidak usah pakai formal.” Dia mengulurkan tangannya sambil tersenyum dan aku membalas uluran tangannya.

 

“Hei, lepaskan, kalian terlalu lama.” Donghae Hyung langsung melepaskan genggaman tangan kami, lalu memeluknya secara posesif. Baekwon hanya tertawa kecil melihat kelakuan namjachingunya dan aku memutar mata bosan.

 

Hyung, kami hanya berjabat tangan sebentar, itu juga tidak sampai lima detik, dan kau bilang itu lama?”

 

“Iya, Oppa, itu hanya sebentar kok.” Baekwon mencoba menenangkan Donghae Hyung yang sudah cemburu, kepadaku.

 

“Tapi aku takut kau direbut olehnya.” Dia langsung memanyunkan bibirnya dan menggoyang-goyangkan tangan Baekwon. Agen macam apa dia?

 

Hyung, aku tidak akan merebut yeojachingumu, lagian aku menyukai Li-“ upss, aku langsung menutup mulutku, aduh kenapa bisa keceplosan? Bodoh kau Cho Kyuhyun. Aku melirik Donghae hyung yang memandangku dengan pandangan menyelidik.

 

“Kau, menyukai Seo Lina? Wow!” Donghae Hyung langsung cekikikan tidak jelas, dan Baekwon yang ada di sebelahnya ikut tertawa, aku langsung menyuruh mereka diam dan melihat kesekitar takut ada yang mendengar apalagi kalau Lina yang mendengarnya mau taruh dimana mukaku ini?

 

“Tidak akan ada yang tahu Kyuhyun selain aku Baekwon dan tentu saja Yesung Hyung” aku hampir lupa kalau namja berkepala besar itu bisa telepati. Habis sudah kau Kyuhyun. “Tenang aja, Kyu, kalau masalah pribadi Yesung Hyung akan merahasiakannya.” Lanjut Donghae Hyung menenangkanku.

 

Akhirnya aku berpamitan dengan mereka dan pergi ke kamarku lalu membersihkan diriku, selesainya aku langsung tidur dikasur ku yang empuk, aku merasakan badanku yang terasa remuk. Sabar Cho Kyuhyun harimu masih panjang, ban bari Heechul Hyung yang melatihmu, masih ada sebelas orang lagi. Besok aku harus bangun lebih pagi, aku tidak mau disiram air lagi. Aku memejamkan mataku dan beberapa lama kemudian aku sudah terlelap.

 

+++

 

Aku merasakan ada yang basah disekitar wajahku, dan ada benda lunak yang mengitari wajahku dengan cepat. Dan ada sepasang kaki kecil yang menginjak dadaku. Tunggu, kaki? Apa sih ini!? Dengan terpaksa aku membuka mataku yang masih berat, dan aku melihat benda kecil berwarna putih ada di hadapanku.

 

“GUK!”

 

“Huaaaaa!” aku langsung menyingkirkan seekor ajing kecil –yang tadi kukira benda- kesampingku dan refleks aku berdiri dan mengusap wajahku dan merasakan lendir berwarna bening ada di sekitar wajah dan tanganku. Ya ampun! Aku langsung menatap tajam anjing kecil yang sedang duduk di atas kasurku dan dia menatapku dengan mata bulatnya yang bersinar, lidah yang keluar dan ekor yang bergoyang-goyang. Sebenarnya dia berasal darimana?

 

Aku menggendongnya dan membawa dia keluar. Aku melihat Donghae Hyung yang sedang keliling di halaman belakang, sepertinya dia sedang mencari sesuatu dan aku menghampirinya. Anjing kecil yang ada di gendonganku langsung melompat dan berlari kearah Donghae Hyung.

 

“Bada! Kau kemana saja? Aku mencarimu dari tadi!” Donghae Hyung langsung menggendong anjing kecil ini dan dia tertawa geli saat anjing itu menjilat wajahnya. “Ah, Kyuhyun-ah, terima kasih sudah menemukan Bada.” Kata Donghae Hyung yang mungkin baru menyadari kehadiranku.

 

“Aku tidak menemukannya Hyung, tapi dia yang sudah mengganggu tidurku dan membuat wajahku penuh dengan lendirnya.” Kataku sambil menatap tajam anjing yang ada digendongannya dan anjing itu menatapku dengan tampang polos.

 

Ah sebaiknya aku membereskan ruang tamu sebelum Cinderella sinting itu memarahiku. Aku melangkah kebelakang tangga dan mengambil sapu lalu menyapu disekitar sofa.

 

“Wah dongsaengku rajin sekali.” Aku langsung menatap ke atas dan melihat Heechul Hyung yang ada di atas sambil memakan stroberi, mau apa dia?

 

“Untuk apa kau di sana, kalau kau tidak mau membantu pergi saja” jawabku dengan datar sambil mengerjakan perkerjaanku yang sempat tertunda.

 

Ya! Aku ini Hyungmu! Berbicaralah dengan sopan!” Heechul Hyung langsung berteriak kesal. “Aku hanya ingin mengawasimu.”

 

Karena kesabaranku mulai habis, aku langsung membanting sapu yang ada ditanganku. “Aku akan mengerjakannya! Jadi kau tidak usah mengawasiku! Sebenarnya kau melatihku untuk menjadi seorang agen atau seorang pembantu?!”

 

Kalau sedang ada di dalam komik atau kartun aku jamin ada empat siku-siku di dahinya, dia langsung lompat dari atas, tunggu, dia lompat?! Dia menghampiriku lalu menjitak kepalaku sangat keras, aku mengaduh dan memegang kepalaku yang dipukul olehnya.

 

“Dengar baik-baik Cho Kyuhyun! Aku melatihmu seperti ini bukan untuk menjadikanmu seorang pembantu atau apa!” Dia memandangku dengan tatapan mengerikan dan aku hanya diam saja, “Kalau kamu mengerjakannya dengan senang hati, kau dapat merasakan manfaatnya. Menjadi seorang agen tidak semudah yang kau kira.” Lanjutnya sambil berkacak pinggang.

 

“Aku tahu, ta–“

 

“Dengarkan dulu! Aku belum selesai bicara!” Potong Heechul Hyung dan aku langsung diam dan menunggu dia kembali berbicara “Sama seperti sekarang kau membersihkan rumah ini, tetapi menjadi agen jauh lebih melelahkan. Tidak hanya fisik saja yang lelah, tetapi batin juga ikut lelah.” Heechul Hyung langsung duduk di sofa yang ada di belakangnya dan akupun duduk di sampingnya dan menunggu kelanjutan kata-katanya.

 

Dia langsung membuka baju bagian bahunya dan aku melihat sebuah bekas  luka sayatan di sana. “Ini luka yang kudapatkan saat pertama kali bekerja, aku menolong clineku dan akhirnya bahuku yang terluka.” Dan dia kembali menutup lukanya.

 

“Lalu Hyung, kenapa kau melatihku seperti ini?” aku mencoba bertanya, dia menatapku sebentar dan kembali menatap kearah depan.

 

“Aku tahu saat kau masih tinggal di apartemen kau pasti jarang membersihkan apartemenmukan?” aku mengangguk  membenarkan “Itu sebabnya aku menyuruhmu membersihkan rumah ini sebagai latihan pertama. Kau harus mengerjakannya dengan senang hati, bukannya ngedumel. Ingat ini baru hari pertama kau menjalankan latihan dariku. Kau harus mengasah fisikmu dulu sebelum latihan selanjutnya, dan mengasah kembali kekuatanmu yang tidak pernah kau gunakan.”

 

“Kenapa kalian sering  mengatakan kekuatan? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kekuatan itu?”

 

“Hah, seharusnya Jungsoo yang menjelaskannya, tapi baiklah aku  yang akan menjelaskannya.” Aku menegakkan tubuhku dan memandangnya “Kami semua yang ada di sini bukan sekedar agen biasa.” HEH? Apa maksudnya memang apa bedanya dengan agen biasa dan agen LUAR BIASA?

 

“Selain dapat bertarung kami, maksudku kita –termasuk kau Cho- memiliki sebuah kekuatan. Seperti, Donghae memiliki penciuman seperi anjing, Yesung yang bisa telepati, dan kami semua memiliki kekuatan yang berbeda ada pula yang memiliki kekuatan yang sama. Itu sebabnya kami harus melatihmu, Cho” Donghae Hyung punya kekuatan seperti itu? Pantas saja kemarin malam dia tahu kalau Baekwon sudah datang. Tapi kenapa tadi pagi saat mencari Bada dia tidak menggunakan kekuatannya? Aneh sekali, atau dia sengaja?

 

“Tapi kenapa aku tidak tahu tentang kekuatan itu?”

 

“Karena kau tidak pernah menggunakannya, bodoh”

 

“Lalu bagaimana kalian bisa tahu aku memiliki kekuatan?”

 

“Karena kami semua sudah mengetahuinya sejak lama.”

 

“Benarkah?”

 

Ne.”

 

“Kenapa kalian tidak mencariku sejak dulu?”

 

“Karena belum saatnya, Cho?”

 

“Kenapa belum saatnya? Seharusnya kalian mencariku sejak dulu sebelum Noonaku meninggalkanku.”

 

“Kan aku sudah bilang kalau saat itu belum saatnya.”

 

“Kenapa? Apakah kalian tahu penyebab orang tuaku dibunuh?”

 

Aish, kau banyak bertanya! Aku harus pergi sekarang. Selesaikan pekerjaanmu dengan benar.” Dia langsung meninggalkanku yang masih bingung. Dan dikepalaku sudah banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban.

 

+++

 

Sudah dua bulan aku membersihkan rumah ini dan tinggal di sini, dan aku juga lumayan terbiasa dengan acara bersih-bersih ini dan badanku menjadi lebih terbiasa melakukan pekerjaan yang berat dan tidak mudah lelah, ternyata benar kata Heechul Hyung kalau aku mengerjakannya dengan senang hati maka ada manfaatnya. Walaupun aku dibantu oleh Ahjumma membersihkan rumah ini –ternyata Heechul Hyung meliburkan Ahjumma seminggu saja- tetap saja aku mendapatkan manfaatnya.

 

Tidak hanya Heechul Hyung saja yang melatihku, tetapi semua Hyungku melatihku. Mereka melatihku secara bergantian setiap hari –kalau mereka ada waktu kosong dan pekerjaan membersihkan rumahku sudah selesai-. Latihan ringan maupun berat aku sudah merasakan, banyak sekali  manfaatnya dan aku lumayan bisa mengendalikan kekuatanku yang sudah lama tidak kupakai dan tidak pernah kuketahui.

 

Aku sudah mengetahui watak (kecuali hal-hal pribadi mereka) mereka yang ada di sini dan dekat dengan semua hyung, Henry dan para yeoja yang tinggal di sini –yang sudah berkenalan denganku-, kecuali satu orang… Seo Lina.

 

TBC

 

Hai haiiii

 

Kembali lagi di The Agent ch 3!! *lempar bunga*

 

Terima kasih yang sudah kasih review atau udah baca chapter 2 kemarin kkk~

Kalau kalian ada yang bingung sama jalan ceritanya kalian bisa komen atau kirim DM di facebookku (Sella Eliadita) atau line aku @sella_eliadita aku gak akan gigit kok dan aku usahakan akan membalas chat kalian~

HAPPY READING, DON’T FORGET REVIEW!! 😛

See you on THE AGENT CHAPTER 4!! 😀

Advertisements

4 thoughts on “(FF Freelance) The Agent || Chapter 3

  1. Sung hye jin

    Akhirnya keluar juga ,, haha ema heechul kira2 aja orng lg tdr di siram pake air ga tanggung2 lg seember gile bnerrrr

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s