[Fan Fiction] Flashlight || Part6

flashlight4

Title : Flashlight-Part6 || Author : Jung Hye Rim || Main Cast : Kim Ryeowook – Shin Yeonmi ||Support Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jae in, Lee Donghae, Kim Jong Woon || Genre : Romance, Sad, Angst, Hurt || Rating : No Children! || Disclaimer : Plot and Story is mine, All the main character is belong to God and their parent. Just leave this blog if you don’t like it. Don’t bashing me because the story just a fan fiction 🙂

==Happy Reading==

Ryeowook terbangun dan langsung berhadapan dengan manic mata Yeonmi yang sedang menatapnya cerah. Gadis itu terbangun dan menungguinya seperti itu. Ryeowook terkekeh lalu memposisikan tubuhnya agar bisa dengan nyaman membalas tatapan itu dan mereka terdiam untuk beberapa saat. Menyelami keindahan mata masing-masing dan menyalurkan semua perasaan masing-masing. Degup jantung yang bergemuruh seolah bukan halangan bagi Shin Yeonmi untuk terus menatap manic mata caramel didepannya. Akhirnya ia merasakan kebahagiaan itu, bahagia karena bisa mengetahui perasaan masing-masing.

“Kau terbangun lebih pagi hari ini..” Ryeowook berdehem setelahnya karena suara serak akibat terdiam cukup lama.

“Aku cukup nyenyak tidur semalam karena kau tak terbangun karena mimpi burukmu.. Jadi, aku bisa bangun pagi..”

“Ehm.. Bangun pagi dan langsung menyerangku dengan tatapan maut mu.. Kau tahu? Caramu menatap benar-benar seperti akan memakanku bulat-bulat”. Ujarnya pelan dan kemudian Yeonmi dapat merasakan Ryeowook memeluknya, menjadikan lengannya sebagai bantal dan menyeruakkan kepalanya pada dadanya dan mencari tempat yang nyaman disana. Yeonmi tersenyum dan membalas pelukan Ryeowook dan sesekali memainkan rambut Ryeowook yang berantakan.

“Kau masih ngantuk?”

“Ehm.. Ini masih sangat pagi” Ucapnya.

Hening kemudian, Yeonmi tak membalas ucapan Ryeowook dan hanya terdiam dengan pikirannya yang berkelana. Masih ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Ryeowook, tapi ia masih terlalu takut. Entah takut apa yang dipikirkannya jadi ia memilih untuk diam, lagi pula ini memang masih terlalu pagi dan Ryeowook mungkin tidak akan focus dengan apa yang dikatakannya. Tapi pertanyaan itu sudah sangat memenuhi ruang dikepalanya dan sulit untuk ditahan lagi, maka sekarang, Yeonmi ingin mencoba bertanya.

“Ryeowook-ah..”

“Eum?”

“Sebenarnya.. Kau ini siapa?”

Ryeowook menjauhkan tubuhnya dan kemudian menatap Yeonmi bingung “Kenapa kau bertanya seperti itu?”

Yeonmi lantas terkekeh pelan, “Aku hanya merasa kau bukan orang asing, Ryeowook-ah” tanyanya. Ryeowook kembali tersenyum lalu kembali memeluknya. “Aku memang bukan orang asing, aku milikmu..” Jawab Ryeowook cepat dan kemudian dia tersenyum, kembali bergerak untuk memeluk gadisnya. “Aku tau, tapi aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya, Ryeowook-ah..”

Ryeowook kembali menjauhkan kepalanya dan menatap gadisnya sekali lagi. “Kau tak ingat apapun?” Tanyanya kemudian dan di jawab dengan anggukan ringan Yeonmi. “Apa ada sesuatu yang perlu kuingat?” Tanyanya dan membuat Ryeowook terkekeh pelan lalu menggeleng, “Ku pikir kau mengingatnya, karena aku juga tak ingat.. apapun.” Jawabnya sedikit ragu dan kembali memeluk gadisnya erat. Entah mengapa Ryeowook enggan sekali mengatakan yang sebenarnya pada Yeonmi, tentang hubungan mereka dan semua permasalahan mereka. Ia juga tidak peduli kenapa gadis itu bisa melupakan masa lalunya, bagi Ryeowook itu merupakan keuntungan kecil dan ia hanya meminta untuk seperti ini saja.

“Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” Yeonmi kembali bertanya, dan langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Ryeowook, “Aku tak menyembunyikan apapun. Sekarang, apa kita bisa melanjutkan tidur lagi? Aku masih mengantuk..” Jawaban Ryeowook barusan membuat Yeonmi terpaksa menghentikan pertanyaannya dan membiarkan Ryeowook kembali tidur.

Yeonmi mengusap lembut ujung kepala Ryeowook, sedikit merasa geli karena deru nafas Ryeowook yang mengenai lehernya karena posisi tidur mereka yang terlihat sangat dekat. Yeonmi tersenyum samar, mencoba menikmati dan menghilangkan beberapa pertanyaan yang berada di kepalanya. Karena dia merasa dia bahagia hidup dengan Ryeowook sekarang.

 

 

[Flashlight]

 

 

Hwa young melangkah perlahan menuju sebuah restoran yang terletak tidak jauh dari pandangan matanya, dia menatap jauh kesana dan setelah memantapkan langkah dia kemudian memasuki restoran itu dan langsung mendapati seorang pria seumurannya yang sudah duduk di sebuah bangku yang tidak jauh dari tempat berdirinya sekarang. “Hwa young-ah, kau sudah datang?” Pria itu berdiri, menyambut kedatangannya dan kemudian menyuruhnya untuk duduk.

“Kau menunggu lama?” tanyanya membuka percakapan diantara mereka berdua yang mulai terasa canggung. Tidak sepert dulu ketika mereka sering berjumpa.

“Aku menunggu lama, tapi, bukankah itu sudah biasa untukku?” Pria itu menjawab dan kemudian tertawa, begitu pula dengan Hwa young. “Ada apa kau memanggilku?” tanyanya mulai langsung ke inti kedatangannya sekarang, tak ingin berbasa-basi terlalu lama.

Pria itu tersenyum, senyum biasa yang selalu dia keluarkan. “Sudah lama tidak berjumpa..” dia menghela nafas, kembali menatap wanita di hadapannya yang menurutnya masih terlihat cantik meski sudah termakan usia, “Kau tak merindukanku?” Pertanyaan itu seolah menjadi pukulan bagi Hwa young karena dia merasa bersalah. “Aku..-

“Menikahlah denganku Hwa young-ah..” ucapnya memotong ucapan Hwa young. Wanita itu terdiam, menatap dengan tatapan terkejut pada pria mapan di hadapannya, ucapan yang selalu Hwa young hindari setiap kali bertatap muka. “Aku berjanji akan mencarikan Shin Yeonmi dan kemudian kita akan menjadi keluarga yang bahagia, lupakan Dong woon dan kita bisa membuka lembaran baru. Kau bisa kembali menjadi seperti dulu, memegang perusahaanmu sendiri dan aku serta Heejin akan menjadi pendampingmu..” imbuhnya, sekali lagi perkataan pria itu membuatnya terkejut. “Kumohon, Hwayoung-ah, Heejin merindukanmu..”

“Jae ha-ya..”

“Kau bisa memegang kembali perusahaan yang sudah kau pindah alihkan padaku..” Ujarnya kembali memotong ucapan Hwa young. Wanita itu terdiam, sedikit merasa pusing karena masalah yang selama ini ia hindari kembali muncul di kehidupannya. Hanya masalah yang menurutnya klise tapi entah mengapa begitu rumit. Dia memiliki seorang sahabat pria sebelum menikah dengan Ayah Yeonmi, pria yang selalu ada padanya dan juga mencintainya, namun mereka tidak bersatu karena yang di cintainya hanya Ayah Yeonmi, hingga pria itu pun memilih untuk menikah dengan seseorang yang lain lalu memiliki seorang anak, tapi kehidupannya nyaris berubah total begitu dia bertemu dengan Dong wook, pria yang di sukainya tanpa sadar ketika suaminya meninggalkannya untuk selamanya, namun ia terbodohi dan beginilah dia sekarang, hidupnya hancur dan lagi.. ketika dia sudah mulai terbiasa dengan ke hancuran itu kedua pria itu kembali datang padanya.. menjanjikan sesuatu yang entah apa dia bisa percaya atau tidak. Karena yang dia inginkan saat ini adalah hanya untuk bertemu dengan putrinya yang hilang akibat kesalahannya.

“Aku akan membantumu mencarikan dimana Yeonmi, kumohon..” dia meminta, semakin membuat Hwa young bingung untuk melakukan apa lagi setelah ini.

“Apa aku bisa mempercayaimu?”

“Kau bisa melakukannya..”

 

 

[Flashlight]

 

 

Ryeowook menghentikan langkahnya begitu satu-satunya hal yang di carinya akhirnya dia temukan juga, bibirnya dengan refleks membentuk sebuah senyuman manis melihat kegiatan yang dilakukan gadisnya sekarang. Yeonmi sedang melakukan tugasnya di pulau ini dan cukup membuat Ryeowook senang untuk kali ini.

“Apa kau bisa bermain alat musik?” tanya Yeonmi pada seorang model di hadapannya, sang model kemudian tersenyum lalu mengangguk beberapa kali, sebelum menjawab alat musik apa yang dia bisa mainkan. Dan selama itu Yeonmi mengambil momen-momen terbagusnya. Bagi Ryeowook, gadis itu memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan gambar terbaik dari modelnya, dan itu merupakan kemampuan luar biasa yang seharusnya dunia tau tentang ini.

Baru enak-enaknya mengamati gadis di hadapannya, seseorang sudah datang di sampingnya membuat mata serta kepalanya terpaksa menoleh ke pemilik suara si penyapa dan juga senyuman yang juga terpaksa terhenti. “Kau disini?” Pertanyaan yang dilontarkan seorang gadis yang hampir membuatnya jengah beberapa hari terakhir. Gadis itu menggunakan celana chino panjang yang di padukan dengan kemeja panjang berwarna putih berbahan tipis, tampilannya elegan seperti biasanya dan selalu terlihat sexy.

“hem..aku tak sengaja berjalan-jalan dan melihat proses pemotretannya..” jawabnya dan tentu saja dengan berbohong, dia tidak mungkin bukan mengatakan langsung bahwa dia sengaja ke tempat ini mencari kekasihnya? Oh, Hee jin pasti akan membunuh gadis itu jika mengetahuinya dia menolaknya karena mencintai seseorang yang lain.

Jinja? Gadis itu adalah seseorang yang ingin kukenalkan padamu..” jawab gadis itu santai dan sedikit membuat Ryeowook terkejut, dia menoleh sekilas lalu tersenyum, “Wae..” tanyanya.

“Dia gadis luar biasa, salah satu kenalanku memberitahu tentangnya dan aku tertarik, semua hasil jepretannya bagus-bagus dan ku pikir dia cocok untuk menjadi fotografer bagi model di perusahaanmu..” ujarnya.

Dalam hati Ryeowook mencibir. Oh dia tau tentang itu. “Jinja? Wah, terimakasih sudah bersedia mengenalkanku dengannya, Hee jin-ssi..”

Gadis itu tersenyum senang, “Kau ada waktu malam nanti? Aku ingin mengajakmu makan malam disini untuk hari terakhirku..”

Ryeowook tak menjawab, dia hanya tersenyum lalu kembali mengamati gadis cantik yang masih asik memotret itu. “Aku berharap kau datang, ini hari terakhirku karena semua perkerjaanku disini telah selesai..” tambahnya, berharap bahwa Ryeowook akan menyetujuinya.

“Aku tidak bisa janji, Hee jin-ssi.”

“Baiklah, aku mengerti, tapi kuharap kau berminat datang Ryeowook-ah..” Ujarnya dan Ryeowook hanya menjawabnya dengan senyuman singkat.

 

 

[Flashlight]

 

 

Yeonmi berjalan pelan menuju Ryeowook yang sudah berdiri di depan kamar mereka dengan senyuman khas nya dan dengan tangan yang berada di balik saku celananya. Terakhir kali dia melihat Ryeowook bersama dengan gadis yang dulu dia lihat tengah berciuman dihadapannya. Dan kali ini mereka berbincang lama dengan saling memandang dan oh– kenapa dia menjadi kesal seperti ini?

Tentu saja karena Ryeowook adalah miliknya, pria itu sendiri yang mengatakannya langsung ke padanya. Dia berhak bukan merasa kesal melihat miliknya di sentuh orang lain?

Ryeowook yang wajahnya tenang sedikit mengerjap karena ia sama sekali tak melihat ekspresi apapun di wajah Yeonmi, gadis itu berjalan tenang hingga berada tepat di hadapannya, dan kemudian mengerjap. Lalu sesaat kemudian Ryeowook dapat merasakan sesuatu menyentuh bibirnya dan seketika membuatnya tersenyum. Yeonmi menciumnya lebih dulu..

Bukankah ini sebuah kemajuan? Ini pertama kalinya Yeonmi menciumnya tanpa ragu seperti saat pertama kali mereka berciuman. Dan tentu saja Ryeowook tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, dia memiringkan wajahnya lalu memperdalam ciumannya. Tentu saja karena gerakannya yang tiba-tiba membuat gadis itu sedikit menegang di dalam pelukannya.

Tak ingin terlalu banyak menghabiskan banyak waktu yang terbuang sia-sia, Ryeowook membuka pintu hotel di belakangnya dan membawa Yeonmi masuk kedalam, masih dengan mulut yang masih saling bertautan mesra. Sedikit membuat Yeonmi terbuai karena dia selalu senang dengan perlakuan Ryeowook yang tak pernah kasar dan menuntut. Pria itu selalu melakukannya dengan lembut tapi siapa sangka di balik semua itu tersimpan gairah yang teramat sangat dan bisa-bisa membuat Ryeowook menjadi lebih agresif. Oh god! Haruskah dia berhenti?

Yeonmi tidak tau apa yang di lakukannya barusan akan membuatnya seperti ini, dia merasa sesuatu menahan punggungnya dan sudah pasti itu tembok karena Ryeowook dengan seenaknya menyudutkannya begitu saja, hingga perlahan lumatan-lumatan itu berubah menjadi kecupan hangat dan perlahan tautan mereka terlepas. Ryeowook terkekeh pelan melihat ekspresi tak karuan Yeonmi yang terlihat sangat menggemaskan sekarang. Tangannya bergerak keatas dan mengusap ujung bibirnya dengan lembut yang terlihat sedikit lebih ranum karena perbuatannya. “Kau menciumku lebih dulu, Nona Shin..” Ujar Ryeowook geli dan gadis itu hanya mendengus dan menunduk, menghindari tatapannya.

“Aku membencimu..” Sungutnya kesal, dia kembali mengangkat kepalanya dan Ryeowook dapat benar-benar melihat ekspresinya yang membuatnya terkejut karena dia benar-benar kesal dengan Ryeowook sepertinya. Terlihat dari air mukanya yang memasang wajah kesal tanpa di buat-buat dan mata yang mulai memerah karena menahan tangis, sepertinya. Membuat Ryeowook seketika itu juga menjadi panik.

“Yeonnie, gwaenchana?” kedua tangan Ryeowook kini sudah berada di kedua sisi pipi Yeonmi dan mengusap pipinya dengan lembut. Sungguh, Ryeowook tidak suka jika melihat gadis itu menangis, dari dulu hingga sekarang. Dan itu kembali terjadi lagi dengan dirinya setelah sekian lama dia merasa cuek pada gadis manapun kecuali Jihye?

“Kau, sebenarnya siapa yang kau cintai ha? Kim Ryeowook-ssi?” Pertanyaan penuh penekanan itu sekaligus membuat air mata Yeonmi turun begitu saja. Ryeowook mengerjap, “Apa maksudmu?”

“Kau memperlakukanku dengan hal yang berbeda, tapi kau juga mendekati wanita lain, tersenyum pada wanita lain.. Apa kau mendekatiku hanya sebagai pelarian saja?”

Ryeowook tersenyum nyaris terkekeh mendengar penuturan gadis cantik di hadapannya. “Apa maksudmu?” Tanya Ryeowook yang sedikit lebih bertujuan menggoda, karena dia tau alasan kenapa gadis itu kesal seperti ini.

Yeonmi memalingkan wajahnya kesamping dengan jengah sebelum kembali menatap Ryeowook berani. “Jangan berpura-pura bodoh, Kim Ryeowook.” Ujarnya, lagi-lagi penuh penekanan. Ryeowook kembali terkekeh pelan dan segera mengecup bibir ranum di hadapannya.

“Kau cemburu..” Ujarnya, “Aku tak mencintai siapapun kecuali kau, dan aku tak memiliki siapapun kecuali kau..”

Tsk, si pembohong besar.. Kau menciumnya sebanyak dua kali. Dan tadi, kau tersenyum padanya? Ya tuhan.. bagaimana bisa kau hanya mencintaiku huh?”

Oke, kali ini Ryeowook mendengus mendengar gadis itu kembali mengungkit-ungkit masalah ciuman itu. “Kau menyebutku si pembohong besar, Shin Yeonmi. Dan aku tidak suka itu.” Ryeowook mempersempit jarak diantara mereka lalu menatap kesal manik mata Yeonmi yang saat ini tengah dilanda kegugupan karena mereka berada dijarak yang sangat dekat. “Apa yang harus ku lakukan agar kau percaya huh? Ya ampun Shin Yeonmi, kau-

Ryeowook menahan emosinya, dia sendiri sedang bertarung dengan gairahnya ketika berada dijarak yang sangat dengan Yeonminya. Pesona gadis dihadapannya sama sekali tidak bisa ditolaknya, Yeonmi, terlalu mempesona jika dalam keadaan seperti ini.

“Aku tidak suka jika kau mengungkit-ungkit kembali masalah itu, bukan aku yang melakukannya lebih dulu.. tapi dia, kau harus percaya padaku, atau aku-

“Atau apa? Kau akan mengajakku bertanya langsung padanya begitu?”

Ryeowook mendengus, “Atau aku akan langsung menarikmu ke ranjang..” Jawab Ryeowook dengan nada guraunya, membuatnya langsung disuguhi tatapan tajam. “Yak! Manabisa begitu huh? Jawabanmu sama sekali tidak masuk dalam permasalahan..”

Ryeowook terkekeh melihat itu. “Aku hanya mencintaimu, dan sekali lagi kutekankan bahwa wanita yang kucintai hanya dirimu, Shin Yeonmi. Jadi, kumohon jangan begini heum?” Ujarnya dengan sangat serius. Dia menatap manik mata caramel dihadapannya dengan penuh kesungguhan berharap gadis yang sedang ditatapnya menyadari kesungguhan itu.

Yeonmi tau, yang Ryeowook cintai hanya dirinya.. pria itu sering mengatakannya berulang kali. Tapi apa ia tidak boleh merasa takut dan mencoba memastikan? Yeonmi hanya tidak ingin sesuatu yang harus menjadi miliknya diambil begitu saja oleh seseorang yang sama sekali tak ingin dia memiliki prianya.

“Jangan mencintai orang lain selain aku, Kim Ryeowook-ssi.” Jawab Yeonmi dan saat itu Ryeowook kemudian mengangguk. Tidak akan pernah, Ryeowook tidak akan pernah mencintai orang lain lagi selain gadis dihadapannya yang selalu membuatnya terpesona setiap saat, menjadi lentera penerangnya didunia gelapnya.

“Akan kupastikan bahwa hanya kau wanita yang kucintai, Yeonmi.” Ujar Ryeowook dengan tulus dan langsung menyatukan kedua bibir mereka. Menyesapnya dalam sebelum akhirnya Yeonmi mulai memejamkan matanya menikmati. Dia selalu suka sentuhan Ryeowook, seperti apa yang sudah dikatakannya berulang kali, bahwa Ryeowook tak pernah berlaku kasar dan menuntut. Yeonmi bahkan sampai tidak menyadari ketika tubuhnya terangkat perlahan dan kemudian Ryeowook membawanya ke atas ranjang dikamar hotel yang mereka tempati ‘bersama’.

Menidurkannya dengan lembut diatas ranjang lalu Ryeowook melepaskan tautannya dan tersenyum. “Saranghae..” Bisiknya dan mereka kembali menyatukan bibir keduanya. Yeonmi mengerjap perlahan menyadari situasi sekarang yang sepertinya sangat tidak menguntungkan. Dia kemudian mendorong tubuh Ryeowook yang berada diatasnya dan menatapnya bingung. “Aku, aku akan menyerahkan semuanya padamu, jadi jangan coba-coba untuk meninggalkanku, Ryeowook-ah..” Ryeowook yang mendengar itu kemudian tersenyum tapi tak menjawab apapun selain mengangguk dan kembali melakukan kegiatannya.

Tangan Yeonmi kemudian menjalar hingga mengalung di leher Ryeowook, memberi banyak kesempatan bagi pria itu untuk mengambil kendali atas dirinya. Meski masih sedikit ragu, tapi ia hanya ingin memberikan pria itu sesuatu yang memang harus diambilnya. Dan Yeonmi akan mencoba yakin bahwa Ryeowook tidak akan meninggalkannya karena dia juga tidak akan melepaskan begitu saja yang memang seharusnya menjadi miliknya.

 

 

***

 

 

Yeonmi mengerjap perlahan begitu dia merasa sebuah tangan melingkar di perutnya yang polos tanpa pakaian dan menariknya mendekat pada sebuah tubuh yang juga tak mengenakan apapun. Dia menengadahkan kepalanya dan langsung mendapati dagu Ryeowook yang berada di atasnya tengah tertidur pulas. Dia kembali mengerjap lagi saat tangannya menyentuh dada bidang Ryeowook yang langsung menyentuh kulit tidak seperti biasanya yang hanya ada kaus tipis.

Dia menelan ludahnya kelu, menyadari bahwa beberapa jam yang lalu mereka baru saja melakukan sesuatu yang tak seharusnya dilakukan. Melakukan hubungan tubuh tanpa ada ikatan pernikahan. Ya tuhan, apa yang baru saja dia lakukan?

Jelas saja Yeonmi sadar apa yang dilakukannya semalam. Tapi ia benar-benar tidak menyangka bahwa dia melakukan secepat dari apa yang dia kira. Yeonmi menggeliat pelan bermaksud ingin memberi jarak dengan Ryeowook, namun yang terjadi dia justru merasakan perih didaerah kewanitaannya. Dan gerakaannya barusan membuat Ryeowook terjaga dari tidurnya. Pria itu menunduk dan memberi jarak diantara mereka lalu menatap wajah Yeonmi yang sudah merona.

Wae?” Tanya Ryeowook kemudian. Gadis itu menaikkan tatapannya dan kemudian meringis. “Aku kesakitan..” Ujarnya dengan malu-malu.. Ryeowook tersenyum tapi juga tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran diwajahnya. “Apa benar-benar sakit?” Ryeowook kembali bertanya memastikan. Tapi Yeonmi hanya menjawabnya dengan gelengan kecil. “Meski sakit, tapi aku akan baik-baik saja.. percayalah, asalkan kau berjanji tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi..” Ucapnya, dan Ryeowook langsung tersenyum. Merangkak perlahan dan berada diatas tubuh Yeonmi lalu mengecup bibirnya lembut. “Kau harus percaya padaku, Yeonnie..” Ucapnya dan Yeonmi membalas kecupan Ryeowook. “Arrayo..” Jawabnya.

 

 

[Flashlight]

 

 

Hee Jin melangkah gontai menuju mobil yang akan membawanya kebandara untuk segera pulang ke Seoul. Mata sedikit sembab karena habis menangis semalaman karena Ryeowook sama sekali tidak datang menemuinya. Dia bahkan sempat menghubungi ponsel pria itu namun sama sekali Ryeowook tidak mengangkatnya atau sekedar memberitahunya bahwa dia sedang sibuk sehingga tidak bisa datang.

Bagaimanapun Hee jin adalah seorang wanita yang tidak bisa menyerah begitu saja pada kenyataan. Dia terlalu berambisi untuk mendapatkan Ryeowook sehingga apa yang dilakukannya itu sama sekali tak membuahkan hasil karena Ryeowook akan menjauhinya. Seharusnya dia tau ini akan terjadi, tapi bagaimana jika perasaannya sama sekali tidak bisa melakukan apapun selain hanya bersikap untuk mendapatkan prianya?

Ryeowook adalah seseorang yang di jodohkannya bahkan kedua belah pihak sudah menyetujuinya. Jadi apa salah dia meminta Ryeowook untuk benar-benar mencintainya?

Oh, katakan saja dia orang yang gila karena cinta. Rela mengemis cinta pada seorang pria dan menghancurkan harga dirinya sendiri.

Dia kembali menoleh kebelakang, berharap bahwa pria itu tiba-tiba muncul dihadapannya dan mengucapkan salam perpisahan sebelum mereka kembali bertemu lagi di Seoul. Tapi, Ah sudahlah, Ryeowook tidak akan melakukan itu.

Dengan langkah berat, dia kemudian memasuki mobil jemputannya yang segera membawanya ke bandara untuk pergi Ke Seoul. Perjalanan yang hampir selama satu jam itu benar-benar membuatnya hampir mati karena bosan. Kali ini dia segera pergi menuju mobilnya dan pulang ke rumahnya tanpa melakukan apapun dan memberitahu siapapun.

Langkahnya terhenti begitu dia akan menghampiri kamarnya ketika matanya menangkap siluet seorang wanita paruh baya yang pernah dekat dengannya sewaktu dia masih kecil. Sosok wanita itu sama sekali tidak pernah dilupakannya karena hanya dia yang menyayanginya selain ibunya yang sudah lebih dulu meninggalkannya.

Eomma Park!” Serunya dengan riang dan langsung menghampiri wanita paruh baya itu yang terlihat sedang duduk santai di ruang keluarga dan mengobrol dengan beberapa maid dirumahnya. Wanita itu menoleh dan kemudian tersenyum lalu tanpa persiapan dia sudah diserbu oleh pelukan dari tubuh wanita yang sudah tidak bisa dibilang kecil lagi.

Aigoo– kau sudah besar rupanya..” Pujinya dan langsung mendapatkan tatapan menyelidik dari Hee jin. “Kapan Eomma datang, kenapa tidak memberitahuku?” Dia melonggarkan pelukannya dan menatap ibu yang dianggapnya tanpa surat sah itu dengan penasaran.

“Sekitar beberapa jam yang lalu, wae? Kau merindukanku?”

“Tentu saja, ada banyak hal yang ingin kuceritakan pada Eomma..” Heejin kembali bergerak memeluk Hwayoung dan kemudian menghela nafas, “Menginaplah sedikit lebih lama, agar aku bisa menceritakan banyak hal padamu..”

Hwa young menghela nafasnya dan kemudian mengusap punggung Hee jin dengan lembut, “Tentu saja..” Jawabnya. Melihat Hee jin sekarang, dia jadi mengingat Putrinya yang selama ini hilang. Jika dia ada, sudah dapat dipastikan umur Heejin dengan Yeonmi tidak akan jauh berbeda. Mereka akan menjadi kakak beradik yang manis. Dan Hwayoung berharap bahwa keputusannya yang sekarang untuk tinggal bersama dengan Shin Jae Ha bukan merupakan keputusan yang salah. Dan dia berharap bahwa pria itu benar-benar menepati janjinya untuk mencari Yeonmi, putrinya yang hilang.

CUT

Adakah yang masih menunggu kelanjutan ff ini? Hahaha

Maaf, ceritanya sama sekali nggak nyambung dan keluar dari ekspetasi kalian. Ide cerita ini tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, wkwkwkwk. Beruntung part ini udah aku selesaiin setenganya jadi nggak terlalu susah buat lanjutinnya ><

Kira-kira udah berapa lama ya nggak update ff ini? 3 bulan atau 4 bulan? Entahlah -_-

Yo wess.. aku nggak akan banyak bacot lagi, kalian bebas baca 🙂 Thank you for visiting this site 😉

 

Advertisements

6 thoughts on “[Fan Fiction] Flashlight || Part6

  1. RyeoRa Chu~

    Jadi ternyata Hee Jin emg beneran belum menyerah sama Ryeowook ya? dan lagi gak nyangka aja ternyata eomma nya Yeonmi itu punya hubungan masalalu dengan ayah Hee Jin dan juga ayah Ryeowook ckck

    Aigoo Ryeowook ama Yeonmi udh ngelakuin ‘itu’ astaga!! penasaran juga sama kelanjutan hubungan mereka kek gimana

    segera lanjut deh saeng, fighting^^!! 😀

    Liked by 1 person

    • Hye

      mana ada deh eon, wanita yang nyerah begitu aja ketika kesukaannya tidak bisa dimiliki? meskipun ada, tapi tetep aja kan hatimah nggak ada yang tau, hehehehe XD
      begitu pula dengan hee jin.
      sippp.. moga aja nggak males dan banyak waktu buat lanjutinnyaa, fighting juga buat eonnie! 🙂

      Liked by 1 person

  2. tya

    udh lama bnget nunggu,in ni ff oh semoga aj hubungan yeonmi and wookie baik2 aj dan smoga aj wookie nepati janji ny buat gk ninggalin yeonmi semoga: 🙏

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s