(ff Freelance) The Agent || Chapter 4

The Agent 4.

Author : Seo Jinhyun

Cast :

  • Kyuhyun Super Junior,
  • Heechul Super Junior,
  • Ryeowook Super Junior,
  • Siwon Super Junior,
  • Yesung Super Junior,
  • OC,
  • All Member Super Junior,
  • dan beberapa artis yang akan bermunculan.

Genre : Friendship, Action, Romance

KET : +++ -> pergantian latar

@@@ -> pergantian pov

Warning:

  • FF ini menggunakan konsep POV yang tidak akan dikasih tahu dan akan membuat pembaca mikir sekarang sedang POV siapa,
  • typo bertebaran di mana-mana,
  • Beberapa member out of character mereka yang asli,
  • Banyak OC yang dibuat untuk couple para member,
  • Dll 😛

FF ini murni dari otak author sendiri, dan sebenarnya FF ini adalah novel pertamaku yang berjudul INTELIJEN (sebagai tugas akhir) dan di refisi jadi sebuah FF dan diganti menjadi THE AGENT

DON’T COPY PASTE OR REUPLOAD IN OTHER PAGE AND COMMENT JUSEYO!!

 

Bab 4 :

Saat aku membersihkan kamarku Heechul Hyung masuk ke dalam. “Cho, hari ini kau tidak usah beres-beres rumah.” Kenapa tidak?

“Kenapa, Hyung? Apakah latihannya sudah selesai?” tanyaku penasaran

“Aku ada misi di Jepang. Dan latihanmu dengan ku sudah selesai” Yes! Sorakku dalam hati. “Tapi jangan senang dulu, kau harus tetap berlatih. Kalau kau mau beres-beres juga boleh” Yah dan aku langsung lemas seketika. Kenapa harus latihan lagi? Kapan aku berhenti latihan? Dan tadi dia bilang aku disuruh beres-beres ‘istanah’ ini? No thanks, Hyung!

“Cari Hyungmu yang tidak sibuk.” Dia langsung pergi dari kamarku.

Saat aku keluar kamar aku melihatnya sedang membereskan barang-barang yang akan dibawanya.

“Kau akan pergi dengan siapa, Hyung?”

“Siwon dan Ryeowook.” Dan dia langsung membawa keluar kopernya, dan pergi meninggalkanku setelah mengunci pintu kamarnya dan pergi meninggalkanku.

Berarti aku tidak bisa meminta tolong mereka melatihku. Lalu aku meminta tolong kepada siapa?

“Aku.” Tiba-tiba aku merasakan aura aneh dibelakang tubuhku dan melirik kebelakang, aku langsung mundur beberapa langkah karena terkejut dan memegang dadaku.

“Kau mengagetkanku Yesung Hyung. Kau tidak sibuk?”

“Tidak.” Dia langsung meninggalkanku sambil bersenandung kecil, dan aku mengikutinya. Dan akhirnya kami di sini di halaman belakang. Kenapa dia malah tiduran di rumput, kenapa tidak melatihku?

“Ayo ke sini, kita mulai latihan besok” dan dia kembali bernyanyi kecil. Aku menuruti permintaannya dan ikut tiduran di sebelahnya.

Mendengarnya bernyanyi membuatku jadi ingin tidur, suaranya sangat enak didengar. Kenapa dia tidak menjadi seorang penyanyi?

“Aku tidak bisa menjadi penyanyi, Kyuhyun-ah. Sebenarnya itu cita-citaku dari kecil dan aku tidak bisa mewujudkannya sampai sekarang dan sekarang aku menjadi seorang Agen.” dia berhenti menyanyi dan menatap kearah langit yang sangat cerah. Dan aku jadi tidak enak kepadanya.

“Tidak apa-apa, Kyu. Aku tahu kau juga memiliki cita-cita yang sama sepertiku.” Bagaimana dia bisa tahu? Ah, kan dia bisa membaca pikiranku.

Dan keheningan terjadi di antara kami berdua, aku tetap mendengarnya bernyanyi.

“Kyuhyun-ah, ayo kita bernyanyi bersama.” Ajaknya dan aku langsung menatapnya ragu. Tapi sudah lama dan tidak bernyanyi dan suaraku pasti aneh..

“Tidak apa-apa, Kyu. Suaramu tetap bagus walaupun kau tidak pernah bernyanyi. Sekalian kau berlatih untuk menyatakan perasaanmu kepada Lina.” Godanya, aku langsung memalingkan wajahku yang mungkin sudah merah karena malu. Aish, kenapa aku jadi seperti yeoja? Dan dia hanya tersenyum kecil dan kami bernyanyi bersama.

Walau pertama kali aku bertemu dengannya dan saat aku mengetahui kalau Hyungku ini bisa membaca pikiran, aku menjadi takut dan selalu ingin jauh darinya. Tetapi pikiranku salah, dia adalah namja yang baik –walaupun kadang-kadang dia aneh dan membuatku takut- dan tidak pernah membuka rahasiaku yang tidak sengaja dibacanya, dan aku tahu membaca pikiran seseorang bukanlah kekuatan yang sangat enak, tetapi kekuatan yang tidak enak dan menyiksa.

“Tuhkan suaramu bagus.”

“Terima kasih, Hyung.”

“Aku jadi ingin membuat sebuah trio.”

“Heh? Trio?”

“Iya, KRY, Kyuhyun-Ryeowook-Yesung. Ryeowook juga memiliki suara yang bagus.” Benarkan? Sepertinya menarik. Memiliki grup trio di sebuah kelompok agen.

Saat kami sedang mengobrol, seorang yeoja datang kearah kami, dan entah kenapa raut wajah Yesung Hyung langsung berubah, ada apa?

“Jongwoon-ssi, kau dicari Jungsoo-ssi” dan dia langsung pergi dari hadapan kami. Siapa dia? Yesung hyung langsung bangkit berdiri dan aku mengikutinya.

“Dia siapa, Hyung? Lalu bagaimana latihan kita?” Aku tahu walaupun aku sudah mengatakannya dalam pikiranku dia pasti tidak mau menjawabnya.

“Kang Yuri. Persiapkan diri, besok kita mulai latihan yang sesungguhnya.” Dia langsung meninggalkanku tanpa menoleh kearahku. Yang lebih membuatku terpaku adalah latihan yang sesungguhnya. Apa maksudnya?

@@@

Hah, akhirnya kami sampai di Bandara Haneda, sudah lama aku tidak mendapatkan misi di luar negeri, begitu juga dengan kedua dongsaengku, eh kecuali si kuda yang sedang asik selfie dan memotret pemandangan di sekitar dan dongsaengku yang satu lagi sedang asik dengan handphonenya.

Dan akhirnya kami sampai di hotel dekat bandara, setelah itu kami membereskan barang-barang di kamar kami masing-masing dan kembali berkumpul di kamarku untuk membicarakan tugas yang akan kami laksanakan.

Ryeowook langsung menyiapkan makanan yang kami pesan kemudian makan bersama.

Beginilah pekerjaan kami sehari-hari, walaupun melelahkan aku tetap menikmatinya, banyak orang yang mengatakan aku tidak bisa apa-apa, bahkan Lee Sooman Sajangnim pernah meremehkanku, sampai-sampai aku pernah hampir mati dan kehilangan kakiku, mereka tetap meremehkanku. Tapi aku membuktikan kepada mereka bahwa aku bisa menjadi agen yang terbaik. Satu-satunya Hyung dan dongsaeng-dongsaengku selalu mendukungku dan menopangku walaupun sifatku yang –kuakui- menyebalkan mereka dengan sabar membantuku.

Aku menjadi agen, karena ingin menangkap orang yang sudah membunuh orang-orang yang kucintai, appa, eomma, noona bahkan yang paling tidak kumaafkan mereka telah membunuh yeojachinguku yang tidak bersalah sama sekali -karena aku belum menjadi agen saat itu-. Dan akhirnya aku bertemu dengan Teukie Hyung dan dia membawaku bersamanya. Dia mengatakan kalau aku adalah orang yang special dan dia melatihku baik secara halus maupun kasar.

Aku memandang wallpaper handphoneku yang tidak pernah kuganti. Jang Saebyuk –yeojachinguku- sedang tersenyum membuatku terasa nyaman dan tentram. Aku menekan tombol lock di handphoneku, lalu melanjutkan makanku yang tertunda. Aku mendengar suara Siwon dan Ryeowook yang sedang meributkan hal yang tidak penting di seberangku. Dan aku membuka laptopku dan melihat misi yang diberikan perusahaan.

“Besok kita mencari jalan untuk mendapatkan permata dan data yang mereka ambil. Aku yakin kita akan mendapatkannya.” Mereka mengangguk tanda mengerti dan aku menutup laptopku.

“Kalian istirahatlah sekarang. Besok adalah hari yang panjang. Jangan lupa besok kita tidak boleh gagal, jangan membuat kesalahan, dan jangan melukai orang-orang yang tidak bersalah. Kalian mengerti?” dan mereka kembali mengangguk.

Hyung jangan lupa istirahat juga.” Siwon menepuk pundakku pelan sebelum pergi ke kamarnya, begitu juga dengan Ryeowook.

Setelah mereka berdua keluar, aku kembali merenung, memikirkan kehidupanku yang kelam. Dan aku tidak mau orang disekitarku akan seperti diriku yang dulu dianggap lemah. Itu sebabnya aku melatih Kyuhyun dengan keras.

Setelah membuang sampah, membersihkan badan, membereskan kasurku, aku langsung membaringkan tubuhku dan menatap langit-langit kamar.

Sedang apa kau di sana sayang? Apakah kau bahagia di sana? Aku memejamkan mataku dan tidur.

+++

Ini di mana?

Saat ini aku berada di tengah-tengah hamparan padang rumput yang sangat luas dan banyak bunga matahari yang tumbuh di sekitar padang rumput ini. Kenapa aku bisa di sini?

Aku memutari padang rumput ini, dan langkahku berhenti saat melihat sosok yeoja yang sangat kucintai ada di hadapanku sekarang. Dia sedang memunggungiku, tapi aku masih mengingat punggung orang yang sudah lama meninggalkanku sendiri..

“Saebyuk-ah” gumamku pelan, dan dia langsung membalikan badannya dan tersenyum kearahku, dengan langkah cepat aku berjalan kearahnya, setelah sampai aku langsung memeluknya dengan erat.

“Aku merindukanmu, sayang” dia mengangguk menjawab pertanyaanku dan tersenyum lagi. Sungguh aku merindukan senyuman yang ada di bibirnya.

Tanpa sadar kepalaku sudah mendekat kearahnya, aku ingin sekali mendekatkan bibirku ke bibirnya. Sudah lama aku tidak merasakan bibir itu.

Tinggal beberapa senti lagi, tiba-tiba…

PLAK!

“Heechul Hyung bangun!”

Aku langsung membuka mataku sambil memegang pipiku yang terasa perih, dan melihat kearah pelaku yang sudah membangunkanku dan membuat pipiku yang indah ini sakit. Aku melihat Ryeowook yang menatapku dengan pandangan horror dan menutup mulutnya dengan tangan. Ada apa dengannya?

Ya! Kim Ryeowook! Kenapa kau menamparku?! Dan kenapa kau ada di kamarku?” bentakku.

“Aku ingin membangunkanmu untuk sarapan. Tiba-tiba kau bangun dan memelukku, yang lebih parah lagi kau mau menciumku!” dia balas meneriakiku, tunggu dulu apa maksudnya? Menciumnya? Akukan ingin mencium Jang Saebyuk bukan Kim Ryeowook! Aku menjitak kepalanya dengan keras dan dia memegang kepalanya yang tadi kujitak. “Appoyo, Hyung!”

“Aku tidak peduli! Aku ini Hyungmu! Kenapa tadi kau menamparku? Hah!” akupun mulai naik pitam dan memberikan tatapan membunuh andalanku biasanya dia langsung ketakutan tetapi dia balas menatapku.

“Aku juga tidak peduli! Bibirku hanya untuk Soobin! Untung aku langsung bertindak cepat, kalau tidak bibirku bisa ternoda.” Aku mengangkat alisku bingung, apa maksudnya dengan kata ‘ternoda’?

“Apa maksudmu? Kau kira mulutku ini menyebarkan virus berbahaya?!”

“Bukan, mulutmu itu seperti mulut ular berbisa yang sedang lapar.” Aku mengambil benda yang ada di dekatku dan melempar kearahnya, tapi tidak kena karena dia langsung  berlari dan membanting pintu kamarku. Pagi-pagi dia sudah membuat masalah denganku.

“KIM RYEOWOOK, KUBUNUH KAU!”

+++

Sekarang di sinilah kami, di dalam sebuah bar terkenal di Jepang, tempat para penjahat dan para pemerintah yang menghamburkan uang dan menikmati hidup mereka. Walaupun masih siang bar ini tetap ramai. Aku duduk diantara pria-pria –yang menjadi target kami- yang sibuk melihat dan meraba pahaku –karena sekarang aku sedang memakai pakaian terbuka dan rok yang sangat pendek dan memakai wig panjang, tidak lupa aku juga  menambah ganjalan di dadaku biar terlihat lebih berisi-. Tentu saja aku risih, tapi aku harus tahan, demi suksesnya misi ini. Tapi aku ini MASIH NORMAL! Bukan GAY! Saebyuk-ah, mianhae! T.T

“Bagaimana rasanya pahamu diraba ahjusshiahjusshi nakal, Hyung?” aku langsung memberikan tatapan tajam kepada Ryeowook yang sedang menyamar sebagai bartender tidak jauh dari tempat dudukku. Seharusnya dia yang menyamar menjadi yeoja tapi malah aku yang kena, ini semua gara-gara ‘gunting-batu-kertas’ sialan itu.

Baiklah, mungkin kalian penasaran. Jadi saat kami selesai sarapan, kami membicaraka soal menyamar, dan aku menunjuk bocah itu menjadi yeoja (karena aku leader di misi kali ini) tetapi dia menolaknya. Karena Siwon yang –mungkin- pusing mendengar perdebatan kami, akhirnya kami melakukan gunting-batu-kertas, yang kalah akan menjadi yeoja dan yang kalah adalah aku.

“Diam saja kau atau aku akan benar-benar menghabisi mulutmu itu.” Kataku pelan dan tersenyum kearah pria-pria yang mulai menggodaku -lagi-.

“Itu salahmu sendiri, kenapa kalah bermain gunting-batu-kertas?”

“Kalian berdua diamlah, kalian ingin menggagalkan misi ini?” Sebelum aku menjawab Siwon mencoba menengahi. Aku melirik kearahnya yang sedang menyamar sebagai bodyguard seorang yeoja beberapa meja dari tempatku duduk.

Saat target kami membicarakan tentang permata yang kami cari, dan tentang pertukaran yang akan mereka lakukan, kami bertiga langsung diam dan mendengarkan dengan baik perkataan mereka tanpa ada yang terlewatkan. Bodoh sekali mereka, membicarakan hal yang penting di tempat umum (walaupun aku kurang mengerti bahasa Jepang). Tapi aku merasa yang aneh.

“Heechul Hyung, gawat Siwon Hyung tiba-tiba menghilang.” Perkataan Ryeowook langsung menyadarkanku dan melirik ke tempat Siwon berdiri tadi. Ini gawat. Semoga dia tidak membuat masalah.

@@@

Dengan nekat dan tidak memberi tahu Heechul Hyung, aku sudah berlari ke tempat target kami menyembunyikan permata yang mereka curi (karena menurutku Heechul Hyung akan lama mengambil keputusan mungkin juga dia kurang mengerti bahasa Jepang, aku jamin pasti Heechul Hyung akan menghukumku).

Aku sudah berada di depan bangunan yang mereka sebutkan tadi, dengan mengendap-endap aku memasuki tempat itu dan menyuntikan obat bius ke dua orang penjaga.

Dengan langkah pelahan aku masuk kedalam, aku dapat melihat dengan jelas sebuah mobil box yang pintunya terbuka, dan aku tahu bahwa di dalam sana ada permata dan data yang mereka curi. Ceroboh sekali mereka? Atau ini adalah jebakan? Karena penasaran, aku mencoba mendekati mobil box itu dan….

HAP!

Aku langsung melompat ke dalam dan mengecek apakah benar itu data dan permatanya, selesaiku cek aku langsung langsung memasukan ke dalam tas.

“Ada pencuri!” Damn! Aku ketahuan!

Aku mencoba berlari dan kabur, aku juga mencoba melawan mereka dengan jurus bela diri yang telah diajarkan Hankyung Hyung. Setelah melawan mereka aku langsung berlari keluar, tetapi aku tidak bisa bernafas lega. Orang-orang itu kembali mengejarku, lebih parah lagi mereka membawa pistol. Gawat! Aku langsung mengeluarkan pistol yang ada di kantungku. Sial! Aku salah membawa pistol! Sungutku dalam hati dan membanting pistol itu. Aku kembali berlari dengan kencang dan menghindari peluru-peluru yang sedang mengincar nyawaku.

Nafasku mulai tidak kuat. Tidak boleh! Aku harus kuat! Permata dan data ini tidak boleh diambil kembali oleh mereka. Permata dan data ini harus ada di tangan pemilik’nya’ yg asli! Semangat Choi Siwon!

Aku merasakan benda panas menembus bahu kiriku. Aku tidak boleh menyerah! Aku meremas bahuku yang terluka, aku kembali berlari secepat yang aku bisa. Dan tidak sengaja kakiku terantuk batu dan aku terjatuh.

“Siwon Hyung! Cepat naik!”  mendengar suara Ryeowook, aku langsung masuk ke dalam mobil dan mobil ini kembali melaju dengan kencang dan kembali terdengar suara tembakan yang memekakan dan ‘menghujani’ mobil ini.

@@@

Setelah Siwon naik, Ryeowook langsung mengebut, aku melihat kearah belakang dan mereka mengikuti kami tidak lupa dengan pistol di tangan masing-masing.

“Ryeowook-ah! Lebih cepat, mereka sudah mengejar kita!”

“Diamlah, Hyung! Jangan bicara terus! Tembak mereka!” anak ini! Dengan kesal aku mengambil pistol yang ada di dalam dashboard dan mulai menembaki mereka. Sial kenapa selalu meleset?! Apa ada yang salah dengan pistol ini?

“Tembak yang benar, Hyung! Tembak bannya!” menyebalkan sekali dia.

Aish, aku juga tahu tembak bannya! Tapi baju ini membuatku sulit bergerak!” Aku kembali menembak bannya, tapi selalu meleset, aku merasakan Ryeowook -yang posisinya duduk di sebelahku- menarik bajuku dan pistol digenggaman tanganku, reflek aku memegang kendali stir. Apakah dia sudah gila? Dia langsung mengeluarkan kepalanya dan  menembak kearah ban mobil yang daritadi mengikuti kami, setelah dua sampai tiga kali tembakan, mobil itu langsung oleng dan menabrak rumah yang ada dipinggiran. Daebak. Dia kembali mengendalikan stirnya dan mengendarai mobil dengan kecepatan normal.

“Seharusnya kau yang menyetir, Hyung

“Hei, kau menyuruhku? Dan kenapa kau mengambil pistol itu?”

“Karena kau lama. Sebenarnya apa susahnya menembak ban?” dengan nada menyindir tapi matanya tetap fokus pada jalan di depannya.

“Menyetirlah dengan benar!” kataku datar. Bocah ini mulai menguji kesabaranku.

“Kita hampir saja tertangkap karena kau!”

Ya! Kau mulai tidak sopan! Kenapa kau menyalahkanku?!”

“Karena kau yang tidak becus menembak!” dengan kesal aku langsung memukul kepalanya dengan keras dan dia langsung mengaduh.

“Aku sedang menyetir, Hyung!” Aish! Aku kembali memukul kepalanya dan dia memberiku tatapan tajam dan aku membalasnya dan dia langsung mengalihkan pandangannya ke jalan. Kenapa jadi ada Kangin kedua di sini?

“Kenapa kau tidak pernah bersikap manis kepadaku? Dan dengar baik-baik Kim Ryeowook-ssi, baju ini membuatku susah bergerak jadi aku tidak fokus menebak.”

“Sebenarnya yang menembak itu tanganmu atau bajumu?” tanyanya lagi, sungguh tanganku sudah gatal ingin memukul kepalanya lagi, tapi ku urungkan niatku mengingat ada satu orang lagi yang harus kumarahi.

Ya! Choi Siwon! Kenapa kau selalu melakukan hal yang sembrono seperti ini? Untung saja kami segera mengetahui keberadaanmu, lain kali kau tidak boleh seperti ini, kalau kau melakukannya lagi, aku benar-benar akan menghukummu. Kau mengerti?” aku mencerahai orang yang sudah membuat kami berdua khawatir dan kebingunan, sampai-sampai ke tempat penyewaan mobil di seberang bar, tetapi dia tidak menjawab sama sekali. Tidak seperti biasanya, biasanya dia selalu menjawab dengan berbagai macam alasan, tapi sekarang aku tidak mendapatkan jawaban.

Aku melirik kearah belakang dan mengambil tas yang tadi dibawanya, dan membuka isinya. Ternyata permata dan data itu sudah ada di tangan kami. Tapi tunggu dulu, aku melihat bercak berwarna merah ada di tas ini dan menyentuhnya. Mataku langsung melebar kaget dan melihat ke belakang. Aku melihat wajahnya yang pucat dan lengannya yang terus mengeluarkan darah, matanya juga tertutup rapat dengan nafas yang tidak beraturan.

“Ya ampun, Siwon-ah bangun!” aku menguncangkan badannya tetapi dia tidak membuka matanya. “Choi Siwon!”

“Ada apa, Hyung?”

“Ryeowook-ah cepat ke rumah sakit. Sekarang!”

 

TBC

 

Hai haiiii!!

Ketemu lagi di The Agent ch 4!!

Maaf late update yaaa

Mungkin banyak yg nanya (masa?) Kenapa karakter Ryeowook di sini menyebalkan banget apalagi sama Heechul?? Tunggu di beberapa chapter selanjutnya yaaa *evil laugh*

Makasih di chapter kemarin ada yg kasih komentar maupun yg jadi siders 😤

Bagi yang gak sempat atau gak tahu cara buat komentar di blog atau ada yang mau tanya-tanya atau kebingungan sama chapter ini bisa tanya aku langsung di Facebook aku (Sella Eliadita) atau gak bisa add line aku (sella_eliadita) atau gak ke email aku (sella.eliadita@gmail.com)

Mau seberapapun atau sepanjang apapun komentar kalian bahkan sampai ngespam di medsos aku, gak apa-apa kok, aku usahakan bakal balas semua komentar kalian dengan baik dan sesuai dengan yang kalian harapkan (lebay mode on) tapi tergantung kapan kalian kirim aku pesan, pas aku lagi sibuk atau lagi free, waks~

Kasih komentar yaaa, komentar kalian mendukungku buat melanjautkan FF ini~

Tenang aja aku gak akan gigit 😆

Sekian curhatan aku di chapter ini~

Don’t judge me please 😢

HAPPY READING AND SEE YOU ON THE AGENT CH 5

Advertisements

One thought on “(ff Freelance) The Agent || Chapter 4

  1. Chococho

    Part ini makin menegangkan.. dari wajah yesung yang serius bener bener buat aku deg deg an kalau kyu bakal dapet tugas sulit. Makin seru nih, siwon😭😭 dia terluka.. dan wook ama chullie gokil juga hhe😂 lanjut!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s